Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Tata Kelola Sistem Informasi Berbasis Website Desa Senggreng Menuju Smart Village Desinta Dwi Rapita; Sukma Ulandari; Sri Untari; Didik Sukriono; Azhar Ahmad Smaragdina; Ekaliya Priti Anggraeni
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.983

Abstract

The government has initiated the smart village concept as an effort to realize the ideals of a developed Indonesia. Senggreng Village is one of the villages that is trying to create a smart village. Through assistance with website-based village information system governance, it is hoped that it can facilitate the Senggreng Village government to produce a village system to improve digital-based public services with the principle of openness. Implementation of service is carried out by analyzing the stages of the community situation, identifying problems, determining goals, making problem-solving plans and agreements with partners, and determining activity agendas. The service activity agenda includes socialization and delivery of material, website creation training, mentoring, evaluation and follow-up. The results of the activities include the creation of website-based village information system governance, digitalization of information and services, utilization of village websites as a means of promoting and village tourism so that there is an opportunity to collaborate with external parties to develop Senggreng Village as a Smart Village.
The Role of Class Teachers in Improving Students' Social Intelligence at SDN Kedungsari 1 Kediri Diaz, Davin Valva; Rapita, Desinta Dwi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1056

Abstract

This study aims to describe the role of classroom teachers in improving the social intelligence of students at SDN Kedungsari 1 Kediri. This study uses a descriptive qualitative method to provide descriptive results on the role of classroom teachers in improving social intelligence in the learning process. The data sources for this descriptive qualitative study were obtained from primary data, namely the results of interviews with classroom teachers. The data analysis techniques used involved collecting data, reducing it, presenting it, and drawing conclusions. The results of the study show that the role of classroom teachers at SDN Kedungsari 1 Kediri is as managers, meaning that classroom teachers act as managers who manage learning in the classroom, create a comfortable learning atmosphere, and organize the classroom according to the needs of students. teachers as mentors, who provide guidance, counseling, and support to students in social and knowledge aspects, and teachers as motivators, who provide encouragement and enthusiasm to students to further enhance their social intelligence in the school environment and classroom environment in particular. Keywords: Role, role of classroom teachers, social intelligence.
Penguatan Kolaborasi BPD dan Pemerintah Desa dalam Menyusun Village Regulation untuk Mengoptimalkan PADes Pujon Lor Rapita, Desinta Dwi; Untari, Sri; Sukriono, Didik; Anggraeni, Ekaliya Priti; Ramadhani, Elvara Rizka
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/m3jw2094

Abstract

Desa Pujon Lor memiliki potensi ekonomi lokal yang besar dan strategis akibat posisinya sebagai jalur penghubung antar wilayah serta kedekatannya dengan kawasan wisata unggulan di Malang Raya. Namun, potensi tersebut belum teroptimalkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) karena lemahnya dasar hukum kebijakan dan masih dominannya praktik pengelolaan pendapatan desa secara informal melalui mekanisme iuran dan infaq. Kondisi ini turut berkaitan dengan keterbatasan kapasitas legal drafting dan perlunya penguatan kolaborasi kelembagaan antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam perumusan regulasi desa yang berorientasi pada optimalisasi PADes melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode PAR diterapkan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan tindakan kolaboratif, pelaksanaan penguatan kapasitas dan Focus Group Discussion (FGD), evaluasi, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran kritis mitra mengenai pentingnya regulasi desa sebagai instrumen legal pengelolaan PADes. Selain itu, terbentuk kesepakatan kolaboratif antara BPD dan Pemerintah Desa, dilakukan inventarisasi pungutan dan aset desa, serta disusun agenda penyusunan naskah akademik dan draft peraturan desa. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam membangun tata kelola PADes yang legal, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan
RANCANGAN MUSEUM PERTANIAN DEWI SRI DESA KASEMBON KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG Nurul Ratnawati; Desinta Dwi Rapita; Bayu Kurniawan; Ferdinan Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1439-1444

Abstract

Desa Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang memiliki lahan subur untuk kegiatan pertanian. Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk di desa ini. Saat ini terdapat banyak jenis tanaman yang dibudidayakan di desa ini dengan menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga banyak alat-alat pertanian tradisional yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan hanya disimpan saja. Hal ini karena tidak adanya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional di desa ini. Permasalahan ini menarik minat Tim Abdimas UM untuk membantu Desa Kasembon dalam mengembangkan potensi yang ada dengan merancang museum pertanian yang dapat digunakan sebagai sarana menyimpan alat-alat pertanian tradisional yang saat ini sudah tidak digunakan sekaligus menjadi sarana edukasi. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Program yang telah dilakukan telah menghasilkan rancangan desain dan identitas museum pertanian yang diberi nama Museum Pertanian Dewi Sri, termasuk storyline, visi misi, tujuan, dan yang paling utama yakni susunan organisasi kepengurusan museum. Hal ini memiliki manfaat sebagai sarana untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional agar tetap dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda terutama untuk mengembangkan wawasan terkait sejarah dan perkembangan teknologi pertanian.