Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN TRANSCRIPT BASED LESSON ANALYSIS (TBLA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN KIMIA Sri Amintarti; Atiek Winarti; Arif Sholahuddin; Syahmani Syahmani; Mustika Wati
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 11, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v11i2.8219

Abstract

Hal penting yang ingin ditingkatkan berkenaan pembelajaran yaitu methods dan insight. Metode meliputi pengetahuan profesionalisme guru yang akan terlihat dalam rancangan pembelajaran dan penerapannya. Insight merupakan hal-hal yang tidak nampak dalam rancangan pembelajaran, unpredictable, terjadi spontan dalam pembelajaran, dan guru harus mengambil keputusan (decision). Tujuan penelitian ini adalah peningkatan pengelolaan pembelajaran secara reflektif, dengan cara menganalisis pembelajaran berdasarkan salinan percakapan selama proses pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian 'Penerapan Transcript Based Lesson Analysis (TBLA) Sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Kimia Di SMA Negeri 7 Banjarmasin'. TBLA merupakan salah satu cara dalam Lesson Analysis yang merupakan bagian dari Lesson Study. Adapun langkah-langkah penelitian ini yaitu: (1) Merencanakan research lesson, (2) Implementasi pembelajaran, meliputi: observasi, refleksi, transkripsi (instant transcript), (3) Analisis pembelajaran melalui full transcript yang diperoleh melalui rekaman audio dan video. Penelitian dilaksanakan di kelas 12 MIPA-2 SMAN 7 Banjarmasin secara bersiklus. Berdasarkan hasil TBLA siklus 1 dan 2 terlihat kecenderungan transkrip percakapan secara klasikal masih didominasi oleh guru. Adapun dampak positif penerapan Lesson study antara lain: membantu guru mengkritisi pembelajarannya berdasarkan hasil reflektif, membantu guru dalam memantau aktivitas peserta didik secara lebih detail, karena bantuan observer dan meningkatkan kolaborasi guru dalam team teaching.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID Wahyu Wahyu; Rusmansyah Rusmansyah; Arif Sholahuddin
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.834 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4147

Abstract

Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students' creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students' learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students' mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.                  Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34),  aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
Penguatan Kompetensi Profesional Guru MGMP Kimia: Pengembangan Instrumen Evaluasi Diagnostik Multi–tier Arif Sholahuddin; Rizki Nur Analita; Syahmani Syahmani; Atiek Winarti; Abdul Hamid; Bambang Suharto; Iriani Bakti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v3i2.2809

Abstract

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran merupakan salah satu kompetensi profesional guru yang penting untuk mengukur kualitas hasil belajar siswa. Pada mata pelajaran kimia, evaluasi pembelajaran tersebut perlu dilakukan secara detil hingga diketahui sejauh mana pemahaman konsep yang dimiliki siswa. Salah satu instrumen evaluasi pembelajaran yang dapat digunakan adalah tes diagnostik bentuk bertingkat atau multi–tier. Beberapa penelitian di Indonesia melaporkan bahwa guru cenderung mengalami kesulitan dalam mengembangkan instrumen evaluasi yang berbasis diagnostic multi–tier. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berikut bertujuan untuk membantu guru menjadi terampil dalam mengembangkan instrumen evaluasi diagnostik multi–tier. Peserta kegiatan adalah seluruh guru kimia dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kimia Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kegiatan PkM dilaksanakan sebanyak dua kali secara daring. Metode kegiatan meliputi: (1) Penyampaian materi oleh narasumber; (2) Diskusi dan tanya–jawab antara narasumber dengan peserta; (3) Penugasan kepada peserta; dan (4) Evaluasi hasil penugasan. Instrumen evaluasi diagnostik multi–tier yang telah dikembangkan oleh peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diharapkan dapat menguatkan kompetensi profesional guru Kimia Implementation of learning evaluation is one of the teacher's professional competence that is important to survey students' quality of learning outcomes. The evaluation in chemistry subject needs to be done detailly in determining how students understand the concepts. One of the learning evaluation instruments that can be used is multi-tier diagnostic. Several studies in Indonesia reported that teachers experience difficulties developing evaluation instruments based on multi-tier diagnostic. The following community service activities aimed to help teachers become skilled in developing multi-tier diagnostic evaluation instruments. Participants in the activity were all chemistry teachers from the MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) of Barito Kuala Regency, South Kalimantan. The activity was carried out twice online. Methods of activity included: (1) Delivering material by the speakers; (2) Discussions between speakers and participants; (3) Assigning participants; and (4) Evaluating the assignment's result. There was expected that the multi-tier diagnostic evaluation instruments developed by participants of community service could strengthen their professional competence.
PEMANFAATAN LIMBAH SASIRANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI KOLOID Noor Sa’diah; Arif Sholahuddin; Mahdian Mahdian
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 5 No 3 (2022): JCAE EDISI APRIL 2022
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v5i3.1294

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan pemanfaatan limbah sasirangan sebagai sumber belajar pada materi koloid siswa kelas XI IPA SMA Negeri 11 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan literasi ilmiah antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, (2) perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dan (3) respon siswa terhadap penerapan model Group Investigation (GI) pada materi koloid. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen semu (quasy experiment) dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Terdapat dua variabel penelitian yaitu model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan pemanfaatan limbah sasirangan sebagai sumber belajar sebagai variabel bebas, literasi sains dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Kelas eksperimen menerapkan model Group Investigation (GI) dengan pemanfaatan limbah sasirangan sebagai sumber belajar, sedangkan kelas kontrol menerapkan model konvensional. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan literasi ilmiah yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dengan rata-rata 86,48 dan kelas kontrol dengan rata-rata 68,57, (2) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dengan persentase ketuntasan 82,85 % dan kelas kontrol dengan persentase ketuntasan 71,43 %, (3) model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan pemanfaatan limbah sasirangan sebagai sumber belajar mendapat respon positif dari siswa pada materi koloid dengan rata-rata respon siswa 42,57 yang termasuk kategori sangat baik.
MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Riska Melinda Halnas; Muhammad Kusasi; Arif Sholahuddin
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 6 No 1 (2022): JCAE EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v6i1.1599

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan model problem based learning pada materi elektrolit dan non-elektrolit. Peneleitian ini bertujuan meningkatkan self efficacy serta hasil belajar peserta didik pada pembahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus pembelajaran dimana tiap siklusnya memiliki tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Peserta didik kelas X Teknik Komputer Jaringan C SMK Negeri 2 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2017/2018 sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa tes dan non-tes. Hasil penelitian memperlihatkan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II yang meliputi self efficacy peserta didik dari kategori cukup baik dengan skor 49,69 meningkat menjadi 58,58 dan dikategorikan baik, hasil belajar aspek pengetahuan peserta didik dari ketuntasan 51,43% menjadi 88,57%, penilaian aspek sikap peserta didik meningkat dari kategori cukup baik dengan skor 6,325 menjadi kategori baik dengan skor 10,08, keterampilan peserta didik meningkat dari kategori cukup terampil dengan skor 51,04% menjadi terampil dengan skor 71,04%, serta respon positif yang diberikan peserta didik dengan penerapan model problem based learning dikategorikan baik yaitu dengan skor sebesar 38,74.
Inkuiri Terbimbing Berbasis Blended Learning: Memperkuat Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Koloid Iriani Bakti; Reni Hafizah; Arif Sholahuddin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.3431

Abstract

Science process skills play a crucial role in constructing knowledge and fostering the ability to independently solve problems. Despite their significance, the science process skills of students across various educational levels remain at a relatively low level. This research seeks to evaluate the science process skills of students and their responses to learning about colloids through a blended learning-based guided inquiry approach. The research employs a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group setup. The sample, drawn through cluster random sampling, consists of students from Class XI MIPA 1 at SMAN 11 Banjarmasin, divided into two groups. Group A, the experimental class, engages in blended learning-based guided inquiry, while Group B, the control class, follows the guided inquiry model. Data collection involves tests to assess students' science process skills and non-tests to gauge their responses. The analysis entails descriptive techniques and t-tests. The findings indicate (1) discernible differences in science process skills between classes employing blended learning-based guided inquiry and guided inquiry alone, and (2) a positive response from students towards the blended learning-based inquiry model.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan Adobe Flash CS6 Untuk Melatih HOTS Peserta Didik pada Materi Teknologi Ramah Lingkungan Muhammad Adib Anshori; Arif Sholahuddin; Ellyna Hafizah
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v2i2.7395

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) penting bagi peserta didik karena dalam kehidupan sehari-hari seringkali berhadapan dengan masalah baik yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun dari lingkungannya, namun kemampuan HOTS peserta didik umumnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, kepraktisan dan keefektifan media pembelajaran berbasis android untuk melatih HOTS peserta didik pada materi teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Penelitian ini diuji cobakan pada peserta didik kelas IX di SMP Negeri 1 Martapura. Teknik analisis data yang digunakan yaitu aiken v, persentase dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan mendapatkan skor validitas 0,86, skor kepraktisan 93,28% dan skor keefektifan sebesar 0,76. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis android dinyatakan sangat valid, sangat praktis, dan efektif digunakan pada pembelajaran IPA di SMP dan dapat digunakan untuk melatih HOTS peserta didik. Perlu diujicoba lebih lanjut dengan menambahkan video permasalahan yang ada dalam media pembelajaran dan melibatkan subjek penelitian yang lebih banyak.
PENGEMBANGAN BUKU ELEKTRONIK BERBASIS FLIP BOOK UNTUK PEMBELAJARAN MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI KELAS VII SMPN 4 BANJARMASIN Andi Pratama Putra; Hamsi Mansur; Arif Sholahuddin
J-INSTECH Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v1i2.12057

Abstract

Penelitian  yang  disajikan  di  sini  didasarkan  pada  permasalahan  kehidupan  nyata  mengenai bagaimana pembelajaran sains diterapkan di SMPN 4 Banjarmasin. Guru masih menggunakan materi visual seperti buku, lembar kerja, dan modul untuk memfasilitasi pembelajaran. Konsep topik  hanya  dijelaskan  sekilas  oleh  guru,  kemudian  siswa  mengerjakan  LKS  untuk  praktek. Tujuan penelitian ini adalah membuat sumber ajar e-book untuk membantu instruktur dalam proses  pembelajaran  di  kelas  dan  menilai  tingkat  validitas  produk.  Empat  komponen  model penelitian 4-D adalah mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan mendistribusikan. E- book  dikembangkan  oleh  para  peneliti  sebagai  alat  pendidikan.  Kemampuan  untuk menempatkan e-book yang dikembangkan pada perangkat elektronik menjadikan potensi bagi siswa  untuk  belajar  kapanpun  dan  dimanapun  mereka  memilih.  Para  ahli  telah  memvalidasi temuan penelitian terkait pembuatan E-Book Klasifikasi Makhluk Hidup. Hasil validasi ahli materi memenuhi kriteria “sangat valid” dengan rata-rata persentase 85,6%, dan hasil validasi ahli  media  memenuhi  kriteria  dengan  rata-rata  persentase  83,7%.  Oleh  karena  itu, Pengembangan Media Pembelajaran E-Book Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII SMPN 4 Banjarmasin dinyatakan sangat valid.
The Validity of The Student Worksheet of Thermal Energy Material Based on Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) and Local Wisdom to Enhance Scientific Literacy Maula Ariefianti; Arif Sholahuddin; Mustika Wati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v7i3.9379

Abstract

Scientific literacy is one of the primary objectives of scientific education. Despite this, field research indicates that scientific literacy remains inadequate. The approach of Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) and local wisdom have scientifically obtained substantive supports in addressing comparable challenges. However, the STEM-based Learner Worksheet and the incorporation of local wisdom into scientific education remain underdeveloped. The purpose of this research is to describe the validity of thermal energy worksheet based on STEM and local wisdom in enhancing scientific literacy. This research and development employed the Borg and Gall model. The validation sheet used to acquire the worksheet validation data were reviewed by two practitioners and three experts. The validation data was derived by averaging the validator's scores on all assessment components, with the calculation outcomes being modified to adhere to the validity criteria. The results indicated that the validity of the worksheet based on STEM and local wisdom of thermal energy material was classified as very valid with an average score of 3.49. Therefore, the worksheet based on STEM and local wisdom regarding thermal energy materials are deemed valid and can be implemented in the subsequent phase of classroom trials.
PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MAN 4 BALANGAN TENTANG TUMBUHAN OBAT DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN PADA PELESTARIAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL Camsudin, Luhur Pribadi; Sholahuddin, Arif; Kissinger, Kissinger; Fauzana, Noor Arida
EnviroScienteae Vol 20, No 1 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 1, FEBRUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i1.18876

Abstract

The Meratus Dayak people still believe that traditional medicine using medicinal plants can cure diseases and still often use it as needed. This traditional medicine has become extinct because the system of inheritance of knowledge is only through oral without any written records from generation to generation. This has led to a decrease in the number of individuals who have knowledge and skills in traditional medicine, especially in the younger generation who are less interested in learning traditional medicine. The purpose of this study was to analyze the knowledge of Madrasah Aliyah Negeri 4 Balangan students on medicinal plants, their use as daily or traditional customs and efforts to preserve traditional medicines in Halong Subdistrict, Balangan District. Students from class X IPA and X IPS at Madrasah Aliyah Negeri 4 Balangan have low knowledge about medicinal plants caused by several factors, including curriculum, teaching methods that are less interactive, the influence of parents who have limited knowledge, and modernization make modern medicines easier to obtain. Students have basic knowledge of medicinal plants, but limited to a few common types, there is a desire to expand their knowledge. The application of medicinal plants in everyday life is still low due to lack of practical knowledge and limited access.