Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Islamic Education

Upaya Guru Mengatasi Kesulitan Peserta Didik Kelas VI dalam Membaca Al-Qur’an di SDIT Al-Maqom Cimahi Putri Tatim Aulia; A. Mujahid Rasyid; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.536 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3704

Abstract

Abstract. Many parents want their children's education to be better, especially in the field of Islam, one of which is in terms of reading the Qur'an, many parents choose to send their children to Islamic-based schools, entrust their children to school and entrust their children's education to schools such as in SDIT Al-Maqom Cimahi where the storefront is a school but inside is a boarding school, so that children get more education in the field of Islam. Based on the results of a survey in the field regarding the ability to read the Qur'an of class VI students, there are 25% or 14 students out of 55 students who are still having difficulties. The purpose of the study was to determine the efforts of religious teachers to overcome the difficulties of class VI students at SDIT Al-Maqom Cimahi in reading the Qur'an. The approach used in this study is a qualitative research approach with descriptive methods, data sources obtained from primary and secondary data and data collection techniques through interviews, observations and questionnaires. The results of the discussion discuss the difficulties experienced by students in reading the Qur'an, namely in understanding the hijaiyah letter, the difficulty in understanding the hijaiyah letter and the difficulty in understanding recitation. Then the factors that affect students' difficulties in reading the Qur'an are because of the students' internal factors. Then external factors, from the school environment and environmental factors of friends. Efforts that can be made to overcome the difficulties of SDIT Al-Maqom students in reading the Qur'an are carried out by schools and grade VI teachers of SDIT Al-Maqom. Abstrak. Banyak orang tua yang menginginkan pendidikan anaknya lebih baik terutama dalam bidang agama Islam, salah satunya yaitu dalam hal membaca Al-Qur’an, banyak orang tua memilih memasukkan anaknya di sekolah yang berbasis Islami, mempercayakan anaknya disekolah dan menitipkan pendidikan anaknya kepada sekolah seperti di SDIT Al-Maqom Cimahi dimana etalasenya adalah sekolah namun di dalamnya pesantren, dengan begitu anak memperoleh banyak pendidikan bidang agama Islam lebih banyak. Berdasarkan hasil survey di lapangan terkait kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik kelas VI terdapat 25% atau 14 peserta didik dari 55 siswa yang masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya guru agama yang dilakukan dalam mengatasi kesulitan peserta didik kelas VI SDIT Al-Maqom Cimahi dalam membaca Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder dan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan angket. Hasil pembahasan membahas kesulitan yang dialami siswa dalam membaca Al-Qur’an yaitu dalam pemahaman huruf hijaiyah kesulitan pemahaman huruf hijaiyah Dan kesulitan dalam pemahaman tajwid. Lalu faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam membaca Al-Qur’an yaitu karena faktor internal diri siswa. Lalu faktor eksternal, dari lingkungan sekolah dan faktor lingkungan teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan siswa SDIT Al-Maqom dalam membaca Al-Qur’an dilakukan oleh sekolah dan guru kelas VI SDIT Al-Maqom.
Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nahl Ayat 57-59 mengenai Budaya Masyarakat Arab Jahiliah atas Kelahiran Anak Perempuan terhadap Pendidikan Kaum Wanita Ibrahim Natzia Ahimsa; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.076 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3792

Abstract

Abstract. One of the ignorant cultures of ignorance is that the ignorant Arabs do not like the birth of daughters because girls are considered a symbol of weakness and burden for the family or a tribe, even they carry out very sadistic and cruel behavior, namely burying baby girls alive. This kind of culture is opposed by Islam, Allah SWT in general criticizes it in several verses of the Koran, one of the verses that criticizes this behavior is QS An-Nahl verses 57-59. The purpose of this research is to find out the views of the exegetes regarding Qs An-Nahl verses 57-59, look for educational values or wisdom as well as the essence of Qs An-Nahl verses 57-59, add insight on how to educate women according to education experts, and put forward the educational implications of QS An-Nahl 57- 59. The method used in this research is a descriptive method, namely an investigation method that tells, analyzes, and classifies in an organized and systematic manner accurately about the educational implications of Qs. An-Nahl verses 57-59 by collecting and interpreting existing data, and using the tahili interpretation method, which is a method of describing the descriptions of the meaning contained in the verses of the Qur'an by following the orderly arrangement or sequence of the letters. and the verses of the Qur'an itself with more or less analysis in it. The results of the research of QS An-Nahl verses 57-59 are: (1) ignorant culture on the shame of giving birth to a girl causes the development of discrimination against women. (2) both men and women are equally glorious in the eyes of Allah SWT, the only difference is their piety. (3) Women need education as a means to make women intelligent and pious. Abstrak. Salah satu budaya Jahiliah yang begitu bodohnya yaitu mereka masyarakat Arab jahiliah tidak menyukai kelahiran anak perempuan karena anak perempuan dianggap sebagai suatu simbol kelemahan dan beban bagi keluarga atau suatu kabilah, bahkan mereka melakukan perilaku yang amat sadis dan kejam yaitu mengubur hidup-hidup bayi perempuan. Budaya seperti ini ditentang oleh Islam, Allah Swt secara garis besar mengkritiki hal tersebut dalam beberapa ayat Al-Quran salah satu ayat yang mengkritiki perilaku tersebut yaitu QS An-Nahl ayat 57-59. Tujuan dari penelitian ini sebagai sarana mengetahui pandangan para muffasir mengenai Qs An-Nahl ayat 57-59, mencari nilai-nilai pendidikan atau hikmah maupun esensi dari Qs An-Nahl ayat 57-59,menambah wawasan bagaiamana pendidikan kaum wanita menurut para ahli pendidikan, serta mengemukakan implikasi pendidikan QS An-Nahl 57-59. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode penyelidikan yang menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasikan secara tersusun dan sisitematis dangan tepat tentang implikasi pendidikan dari Qs. An-Nahl ayat 57-59 dengan mengumpulkan dan menafsirkan data yang ada, serta menggunakan metode tafsir tahili yaitu suatu metode mendeskripsikan uraian-uraian makna yang terkandung dalam ayat-ayat alQur‟an dengan mengikuti tertib susunan atau urut-urutan surat-surat dan ayat-ayat al-Qur‟an itu sendiri dengan sedikit banyak melakukan analisis didalamnya. Hasil dari penelitian QS An-Nahl ayat 57-59 adalah: (1) budaya jahiliah atas rasa malu kelahiran anak wanita menimbulkan berkembangnya diskriminasi terhadap kaum wanita. (2) baik laki-laki maupun wanita sama mulianya dimata Allah Swt,yang membedakan hanyalah ketakwaannya. (3) Wanita memerlukan pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan wanita yang cerdas dan bertakwa.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S Al-A’raf Ayat 179 tentang Pentingnya Optimalisasi Peran Hati, Akal, Penglihatan dan Pendengaran dalam Menghindari Perilaku Lalai (Ghaflah) Rizani Adawiyah; Enoh; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.297 KB) | DOI: 10.29313/bcsied.v2i2.3892

Abstract

Abstract. Negligent behavior is a behavior that is wrong with all existing potential and energy. Of course, such an attitude does not provide any benefit, instead it harms and destroys. The Qur'an emphasizes the corruption of this tendency and calls it negligence. Many people neglect Allah commands, even stay away from Allah, worship is not on time, and many sunnah practices are abandoned. This problem shows that humans are deceived by the life of the world. A lot of time is spent on worldly affairs, but for the affairs of the hereafter only time is left and sometimes it is still considered negligent. The aims of this study were to: (1) To identify the content of Q.S. Al-A'raf verse 179 according to the opinion of the commentators. (2) To pull the essence of Q.S Al-A'raf verse 179. (3) To identify ghaflah according to experts. (4) To pull educational values contained in Q.S. Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight, and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah). This study uses a descriptive qualitative analysis method, this type of research uses a literature study and the data collection technique uses a documentation review technique by searching for or investigating matters related to the object of research. The results of the study of educational values from Q.S Al-A'raf verse 179 about the importance of optimizing the role of the heart, mind, sight and hearing in avoiding negligent behavior (ghaflah) are as follows: (1) Humans are required to cultivate a fear of Allah swt. (2) Humans are required to be serious in utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing and to grow gratitude for the potentials that Allah has given. (3) Humans are required to maintain human values by utilizing the potential of the heart, reason, sight and hearing proportionally in order to avoid animal traits. (4) Humans are required to keep asking for Allah protection to avoid laziness and negligence. Abstrak. Perilaku lalai merupakan suatu perilaku yang salah terhadap segenap potensi dan energi yang ada. Tentunya sikap lalai sama sekali tidak memberikan manfaat, tetapi akan membahayakan dan membinasakan. Al-Qur’an menegaskan rusaknya kecenderungan seperti ini dan menamakannya sebagai kelalaian. Banyak orang-orang yang melalaikan perintah Allah, bahkan menjauh dari Allah, ibadah tidak tepat waktu, dan amalan sunnah pun banyak yang ditinggalkan. Permasalahan ini menunjukkan bahwa manusia terperdaya dengan kehidupan dunia. Banyak waktu yang dihabiskan untuk urusan dunia, namun untuk urusan akhirat hanya waktu sisa dan terkadang masih dinilai lalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengidentifikasi isi kandungan Q.S. Al-A’raf ayat 179 menurut pendapat para mufassir. (2) Untuk menarik esensi dari Q.S Al-A’raf ayat 179. (3) Untuk mengidentifikasi ghaflah menurut para ahli. (4) Untuk menarik nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan, dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, jenis penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik telaah dokumentasi dengan mencari atau menyelidiki hal-hal terkait objek penelitian. Hasil penelitian dari Nilai-nilai pendidikan dari Q.S Al-A’raf ayat 179 tentang pentingnya optimalisasi peran hati, akal, penglihatan dan pendengaran dalam menghindari perilaku lalai (ghaflah) adalah sebagai berikut: (1) Manusia diharuskan untuk menumbuhkan rasa takut akan siksaan Allah Swt. (2) Manusia dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran serta menumbuhkan rasa syukur atas potensi-potensi yang telah Allah berikan. (3) Manusia diharuskan untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dengan memanfaatkan potensi hati, akal, penglihatan dan pendengaran secara proporsional agar terhindar dari sifat-sifat binatang. (4) Manusia diharuskan untuk tetap meminta perlindungan Allah Swt. agar dihindarkan dari kemalasan dan kelalaian.
Implikasi Pendidikan dari Q.S An-Najm Ayat 5-6 tentang Konsep Pengajaran Jibril terhadap Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Reni Risma Nursolihat; Dedih Surana; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6695

Abstract

Abstract. Indonesian education currently has a fairly poor quality when compared to several countries in the world. One of the problems with Indonesian education today is that there are still incompetent teachers. Because in improving the quality of education and professionalism of teachers, teachers must have competence. So every teacher is required to continue to strive to improve teacher professionalism. The purpose of this study was to analyze: 1) opinion of mufassirin related to Q.s. An-Najm verses 5-6, 2) the essence contained in Q.s. An-Najm verses 5-6, 3) the opinion of education experts about teacher professionalism, 4) the educational implications contained in Q.s. An-Najm verses 5-6 concerning the concept of Jibril's teaching towards efforts to increase teacher professionalism. This study uses a qualitative approach to the type of library research (library research). The method of interpretation uses the tahlili, muqoron and tarbawi methods.The result of this study reveal in the Q.s An-Najm verse 5-6 that teachers, in order to make afforts to educate their professionalism as done bt the angel Jibril a.s. regarding the teaching of revelation to the Prophet Muhammad saw. Are carried out very well and correctly so that he teaching reaches mankind. Professional teachers are teachers who have the competence so that the delivery of learning material is carried out properly and correctly. This is to support the task of professionalism.The educational implications contained in the Qur'an Surah An-Najm verses 5-6 are firstly, the delivery of learning materials properly, correctly and beautiful. Both, understanding and application of teachear competence in depth. Thirdly, a teacher must have spiritual strength. Fourth, a teachers must have physical strength.Abstrak. Pendidikan Indonesia saat ini memiliki mutu yang cukup buruk jika dibandingkan dengan beberapa negara di dunia. Salah satu permasalahan pendidikan Indonesia sekarang, yaitu masih terdapat guru yang belum kompeten. Sebab dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta profesionalitas guru, harus memiliki kompetensi guru. Maka setiap guru dituntut untuk terus berupaya dalam meningkatkan profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1) pendapat mufassirin terkait dengan Q.s. An-Najm ayat 5-6, 2) esensi yang terkandung dalam Q.s. An-Najm ayat 5-6, 3) pendapat para ahli pendidikan tentang profesionalisme guru, 4) implikais pendidikan yang terkandung dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 tentang konsep pengajaran Jibril terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun metode penafsirannya menggunakan metode tahlili, muqoron dan tarbawi.Hasil dari penelitian ini mengungkapkan di dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 bahwa guru, agar melakukan upaya peningkatan profesionalismenya seperti yang dilakukan oleh malaikat Jibril a.s. mengenai pengajaran wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dilakukan dengan sangat baik dan benar sehingga pengajaran tersebut sampai kepada umat manusia. Guru yang profesional yaitu guru yang memiliki kompetensi agar penyampaian materi pembelajaran dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini untuk menunjang tugas profesionalisnya.Implikasi pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 5-6 adalah pertama, penyampaian materi pembelajaran dengan baik, benar, dan indah. Kedua, pemahaman serta pengaplikasian kompetensi guru secara mendalam. Ketiga, seorang guru harus memiliki kekuatan secara rohani. Keempat, seorang guru harus mempunyai kekuatan secara jasmani.
Upaya Guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an Kelas VII di SMP Negeri 2 Cisitu Sumedang R. Latifah Ahmad; Dinar Nur Inten; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6932

Abstract

Abstract. Al-Qur'an is a source that is used as the basis of Islamic education. To be able to study and understand the contents of the Qur'an, a Muslim must have the ability to read the Qur'an first. Reading the Qur'an is a basic ability that must be possessed by every student. Teaching the Al-Quran is the treatise of Allah SWT and the mission of Islamic education that must be carried out by educators in educating their students. The purpose of this study was to find out the efforts made by Islamic Education teachers in improving the ability to read and write the Qur’an at Junior high school 2 Cisitu Sumedang. Based on the explanation above, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the reading and writing ability of the Al-Qur'an class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? (2) What are the efforts taken by Islamic Education teachers in solving the obstacles to increasing the reading and writing ability of the Al-Qur'an for class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? (3) What are the supporting and inhibiting factors for the Islamic Education teacher's efforts to improve the reading and writing ability of the Al-Qur'an class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? This research uses a qualitative approach using the case study method. Then the data is analyzed and presented in a descriptive form. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Abstrak. Al-Qur’an adalah sumber yang dijadikan landasan dalam pendidikan Agama Islam. Untuk dapat mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur’an, seorang muslim harus memiliki kemampuan untuk membaca Al-Qur’an terlebih dahulu. Membaca Al-Qur’an adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Mengajarkan Al-Quran merupakan risalah Allah SWT dan misi pendidikan islam yang harus dilaksanakan oleh pendidik dalam mendidik anak didiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru PAI dalam meningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di SMP Negeri 2 Cisitu Sumedang. Berdasarkan penjelasan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumusakan sebagai berikut: (1) Bagaimanakah kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang? (2) Bagaimana upaya yang ditempuh guru PAI dalam memecahkan hambatan peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI dala meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Kemudian data tersebut dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Implementasi Program Disiplin Positif Dalam Membentuk Karakter MAJU (Mandiri, Agamis, Jujur, Unggul) Siswa Kelas VIII di SMPN 15 Bandung Muftia Salma Nurpadilah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10480

Abstract

Abstract. The use of punishment is often used by schools as a form of disciplining their students. Even though to discipline children do not always have to use punishment, through an agreement made between two parties can train discipline and responsibility for children. Research methods are carried out using qualitative methods. The purpose of this study is to provide insight into planning, processes, evaluations and outcomes, as well as inhibiting and supporting factors of positive discipline programs. The data collection used are interviews, observations, and documentation studies. Data analysis consisting of data reduction, data display, and conclusions. The results showed that (a) Planning a positive discipline program at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (b) The process of implementing a positive discipline program in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (c) The evaluation and results of the implementation of positive discipline in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (d) The inhibiting and supporting factor of the implementation of positive discipline at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). Abstrak. Penggunaan hukuman sering digunakan oleh sekolah sebagai bentuk mendisiplinkan siswa mereka. Meskipun untuk mendisiplinkan anak tidak selalu harus menggunakan hukuman, melalui kesepakatan yang dibuat antara dua pihak dapat melatih disiplin dan tanggung jawab terhadap anak. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan tentang perencanaan, proses, evaluasi dan hasil, serta faktor penghambat dan pendukung program disiplin positif. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Merencanakan program disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul).(b) Proses pelaksanaan program disiplin positif dalam membentuk karakter MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (c) Evaluasi dan hasil penerapan disiplin positif dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (d) Faktor penghambat dan pendukung penerapan disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Religius, Jujur, Unggul).
Implikasi Pendidikan dari Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 69, 70,72,75,78 terhadap Tahapan Pemberian Hukuman Afifah Fauziah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10711

Abstract

Abstract. Punishment is an important part of education. Punishment is carried out by educators with the aim of making children aware that the actions they have committed are wrong and should not be repeated. Looking at the current situation and conditions, there are still educators who punish children not according to their portions. Therefore, in an effort to make children aware, of course educators must know the stages of giving punishment, as well as the type of punishment that deters them, but does not cause trauma. This research aims to (1) Find out the opinion of the mufassir about Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78. (2) Find out the essence of Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 regarding the stages of punishment ( punishment) in the story of the prophet Musa and the prophet Khidir. (3) Find out the opinions of experts regarding punishment. (4) Knowing the educational implications of the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 on the stages of administering punishment. The method used in this research is the descriptive-analysis method, the data collection technique is library research, therefore the material object of this research is books/books of interpretation of the Al-Quran, books, articles, journals and other sources which are still available. related to the main research problem. The results of this research show that the stages of administering punishment from the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 are: 1) Making agreed rules (learning contracts) as preventive punishment, 2) Giving a warning as the first stage of punishment, 3) Giving a warning as the second stage of giving punishment, 4) Giving punishment (deprivation) as the third stage of giving punishment. Abstrak. Hukuman merupakan bagian penting dalam pendidikan. Hukuman dilakukan oleh para pendidik dengan tujuan untuk menyadarkan anak bahwa perbuatan yang dilakukannya salah dan tidak boleh diulangi. Melihat situasi dan kondisi saat ini masih ada pendidik yang menghukum anak tidak sesuai porsinya. Oleh karena itu, dalam upaya menyadarkan anak, tentunya pendidik harus mengetahui tahapan pemberian hukuman, serta jenis hukuman yang membuatnya jera, namun tidak menimbulkan trauma. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pendapat para mufassir tentang Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78. (2) Mengetahui esensi Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 tentang tahapan hukuman (punishment) dalam kisah nabi Musa dan nabi Khidir. (3) Mengetahui pendapat para pakar tentang hukuman (punishment). (4) Mengetahui implikasi pendidikan dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terdapat dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 terhadap tahapan pemberian hukuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis, teknik pengumpulan datanya yaitu kepustakaan (library research) oleh karena itu objek material penelitian ini berupa buku/kitab tafsir Al-Quran, buku, artikel, jurnal, serta sumber-sumber lain yang masih berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tahapan pemberian hukuman dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terkandung dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 yaitu : 1) Membuat aturan yang disepakati (kontrak belajar) sebagai hukuman preventif, 2) Memberi teguran sebagai tahap pertama pemberian hukuman, 3) Memberi peringatan sebagai tahap kedua pemberian hukuman, 4) Memberi hukuman (deprivasi) sebagai tahap ketiga pemberian hukuman.
Implementasi Metode Ummi dalam Meningkatkan Kemampuan Bacaan Al-Qur’an pada Siswa Kelas 1 SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum Kab. Bandung Peni Widianti Nugraha Mulia; Ikin Asikin; Dinar Nur inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11782

Abstract

Abstract. Indonesia is the largest Islamic country with 99% Muslims, but there are still around 80% who are illiterate in the Koran, which causes difficulties in reading it. One of these problems occurred at Ibnu Sina Elementary School, Padasuka Cicaheum, Bandung Regency. The aim of this research is to find out how to plan, implement and the advantages and disadvantages of the ummi method in improving the ability to read the Al-Qur’an in grade 1 students at SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum, Bandung City. This research method uses a qualitative descriptive method which is used to describe the conditions in the field as they are. For techniques, namely using observation, interviews and documentation. The results of this research and discussion include planning which consists of preparing before learning begins, such as creating an annual program, the stages of the Ummi method. Furthermore, the implementation of the Ummi method includes preliminary activities, core activities, and finally closing activities. And finally, there are advantages and disadvantages to the ummi method implemented at Ibnu Sina Elementary School. The advantages are that it can improve the ability to read the Al-Qur’an, creating active learning where students can learn to read by spelling the letters of the Al-Qur’an. Meanwhile, the drawback is that there are no icebreakers, so teachers there have to find ways so that students don’t get bored when learning the Ummi method Abstrak. Indonesia merupakan negara islam terbesar yang beragama muslimnya 99% akan tetapi masih ada sekitar 80% yang buta huruf Al-Qur’an sehingga menyebabkan kesulitan dalam membacanya. Salah satunya masalah tersebut terjadi di SD Ibnu Sina padasuka cicaheum kab.bandung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan serta kelebihan dan kekurangan metode ummi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas 1 SD Ibnu Sina Padasuka Cicaheum Kota Bandung. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan keadaan kondisi dilapangan apa adanya. Untuk teknik yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumenasi.Hasil penelitian dan pembahasan ini meliputi perencanaan yang isinya mempersiapkan sebelum pembelajaran dimulai seperti membuat program tahunan, tahapan-tahapan metode ummi. Selanjutnya pelaksanaan metode ummi ini meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan terakhir kegiatan penutup. Dan terakhir adanya kelebihan serta kekurangan dalam metode ummi yang dilaksanakan di SD Ibnu Sina. Adapun kelebihannya dapat meningkatkan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an, menciptakan pembelajaran yang aktif dimana siswa-siswa dapat belajar membaca dengan mengeja huruF Al-Qur’an. Sementara kekurangannya yaitu tidak adanya ice breaking sehingga guru disana harus mencari cara supaya siswa tidak bosan saat belajar metode ummi.
Program Pembelajaran Al-Qur’an dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Qur’an Siswa di MTSN 1 Garut Muhammad Garly Aditya; Rahminawati, Nan; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12136

Abstract

Abstract. The Al-Qur'an is a holy book for Muslims which is a guide to life, which provides complete instructions for the rules of human life that can create a comfortable, happy and prosperous life. Difficulties faced by students in reading the Al-Qur'an include, for example, still stumbling in reading (not yet fluent), not being able to practice mad reading correctly, sometimes long readings are read short or what should be read short is instead read long. Students also still make mistakes in reading laws, they should read with a buzz instead of with a buzz, and vice versa. The objectives of this research are 1) Identify the conditions of students who experience difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 2) Analyze the efforts made by Al-Qur'an Hadith teachers in overcoming difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 3) Evaluate the success of the program given to students who have difficulty reading the Koran at MTsN 1 Garut. This research method uses observation, interview and documentation. The research results show that the condition of students who have difficulty reading the Al-Qur'an can be identified through tests carried out at the beginning of school. The efforts of Al-Qur'an Hadith teachers to overcome difficulties in reading the Al-Qur'an include holding Al-Qur'an tadarus for approximately 15 minutes before teaching and learning activities take place, holding special private sessions, and giving assignments that can stimulate students' ability to read. Al-Qur'an. Program evaluation is carried out using oral and written tests which are carried out in stages every week, month and semester. The difficulties experienced by students in the process of learning to read the Al-Qur'an are pronouncing the Hijaiyah letters (Makharijul Letters), mastering the rules of Tajwid science, and not being familiar with punctuation. Abstrak. Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat muslim yang menjadi pedoman hidup, memberikan petunjuk lengkap terhadap aturan-aturan hidup manusia, sehingga tercipta kehidupan yang nyaman, bahagia dan sejahtera. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam membaca Al-Qur’an misalnya masih terbata-bata dalam membaca (belum lancar), belum mampu mempraktikkan bacaan mad dengan benar, terkadang bacaan panjang dibaca pendek atau sebaiknya yang seharusnya dibaca pendek malah dibaca panjang. Siswa juga masih melakukan kesalahan dalam hukum bacaan, seharusnya dibaca dengan mendengung malah tidak mendengung, dan sebaliknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 2) Menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru Al-Qur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 3) Mengevaluasi keberhasilan program yang diberikan kepada siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut. Metode penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an dapat diketahui melalui tes yang dilakukan pada awal masuk sekolah. Upaya guru Al-qur’an hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an adalah mengadakan tadarus Al-Qur’an selama kurang lebih 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, mengadakan privat khusus, serta pemberian tugas yang dapat merangsang kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Evaluasi program dilaksanakan dengan tes lisan dan ujian tulis yang dilakukan bertahap pada tiap minggu, bulan dan semester. Kesulitan- kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar membaca Al-Qur’an adalah melafalkan huruf-huruf Hijaiyah (Makharijul Huruf), penguasaan kaidah ilmu tajwid, serta belum mengenal tanda baca.
Pendidikan Tauhid dari Kisah Nabi Ibrahim kepada Keluarga (Kajian Tafsir Q.S Ash-Saffat Ayat 100-110) Dea Amelia Putri; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12194

Abstract

Abstract. Along with the development of the times, many of the teenagers experience increasing moral decadence such as brawls, free sex, drugs that occur among teenagers. This fact is partly due to the lack of attention and affection of parents towards their children. This has a negative impact on the growth and development of their children. Tawhid is the main and first part that must be planted completely and integrally in humans, because it is from the concept of tawhid that this research aims to (1) To find out the opinions of the mufasir on the content of surah Ash-Shaffat 100-110. (2) To find out the values of education in the family. (3) To determine the essence of tawhid education in the family contained in surah Ash-Shaffat 100-110. This research uses a qualitative approach with descriptive methods sourced from literature (library research). considering all the data that is a reference in this thesis comes from written materials, both in the form of books, books and other reading media that are representative and relevant to the object of discussion. The results of this study indicate the essence contained in surah Ash-shaffat verses 100-110. (1) The strongest education in the form of faith (2) Obeying parents is proof of obedience to Allah (3) Patient attitude in the test. Educational values of surah Ash-Shaffat verses 100-110 (1) faith (2) obedience (3) patience. Abstrak. Seiring dengan perkembangn zaman, banyak diantara kalangan remaja mengalami dekadensi moral yang meningkat seperti tawuran, seks bebas, narkoba yang terjadi di kalangan remaja. Kenyataan tersebut antara lain disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini membuat dampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka. Tauhid merupakan bagian utama dan pertama yang harus ditanam secara utuh dan integral dalam diri manusia, sebab dari konsep tauhid inilah penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pendapat para mufasir terhadap kandungan surah Ash-Shaffat 100-110. (2) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan di dalam keluarga. (3) Untuk esensi pendidikan tauhid di dalam keluarga yang terkandung dalam surah Ash-Shaffat 100-110. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bersumber dari kepustakaan (library research). mengingat semua data yang menjadi acuan dalam skripsi ini berasal dari bahan-bahan tertulis, baik dalam bentuk kitab, buku maupun media bacaan lainnya yang representatif serta relevan dengan objek pembahasan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan esensi yang terkandung dalam surah Ash-shaffat ayat 100-110. (1) Pendidikan yang terkuat berupa keimanan (2) Patuh kepada orang tua bukti taat kepada Allah (3) Sikap sabar dalam ujian. Nilai-nilai pendidikan dari surah Ash-Shaffat ayat 100-110 (1) keimanan (2) kepatuhan (3) kesabaran.
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari Adwiyah, Rabiatul Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Alhamuddin Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Heni Nafiqoh Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Kelik Nursetiyo Widiyanto Khambali Khambali, Khambali Lathifah Nur 'Abidah Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nazhifatu Tsana, Alsya Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurhidayah Alfiah Sri Wulan, Sri Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Venita Nurpahmi Putri Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani Wiliani Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Yuliani Nurani Zirli Fera Zaira Zunaba