Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Gambaran kepuasan pasien pada mutu pelayanan kesehatan di puskesmas Pattallassang Utami, Hasniah Rezki; Ayumar, Andi; Dewi, Chitra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.596

Abstract

Background: Quality of health services is the level of health services for individuals and communities that can improve optimal health outcomes. Patient satisfaction is the result of patient opinions and assessments of the performance of services provided by health care facilities. Quality health services and affordable costs according to the purchasing power of the community and paying attention to intervention standards that are considered safe are very much needed by patients and the community. Purpose: To determine the description of patient satisfaction with the quality of health services at the Pattallassang Health Center. Method: A descriptive observational study using accidental sampling technique was conducted at Pattallassang Health Center in December 2022 - February 2023 with a population of 1,555 patients and a sample of 318 patients through filling out a questionnaire and analyzed using univariate analysis. Results: The majority of respondents were aged 19-59 years (91.5%), female gender as many as 231 respondents (72.64%) with high school education/equivalent as many as 183 respondents (57.5%), and housewife occupation as many as 159 respondents (50.0%). The level of patient satisfaction in the responsiveness quality dimension who felt quite satisfied was 316 respondents (99.4%), the level of patient satisfaction in the reliability quality dimension who felt quite satisfied was 318 respondents (100%), the level of patient satisfaction in the assurance quality dimension who felt quite satisfied was 318 respondents (100%), the level of patient satisfaction in the empathy quality dimension who felt quite satisfied was 317 respondents (99.7%) and the level of patient satisfaction in the tangible quality dimension who felt quite satisfied was 317 respondents (99.7%). Conclusion: The quality dimensions of responsiveness, reliability, assurance, empathy, and tangible showed that respondents were quite satisfied with the health service facilities.   Keywords: Health Facilities; Quality of Service; Satisfaction.   Pendahuluan: Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat layanan kesehatan untuk individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan secara optimal. Kepuasan pasien adalah hasil pendapat dan penilaian pasien terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bermutu dan biaya terjangkau sesuai daya beli masyarakat serta memperhatikan standar intervensi yang dianggap aman sangat dibutuhkan oleh pasien dan masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas  Pattallassang. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan menggunakan teknik accidental sampling dilakukan di Puskesmas Pattallassang pada bulan Desember 2022–Februari 2023 dengan jumlah populasi sebanyak 1,555 pasien dan  sampel sebanyak 318 pasien melalui pengisian kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Mayoritas responden berusia 19-59 tahun (91.5%), jenis kelamin perempuan sebanyak 231 responden (72.64%) dengan pendidikan SMA/sederajat sebanyak 183 responden (57.5%), dan pekerjaan IRT sebanyak 159 responden (50,0%). Tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu responsiveness (cepat tanggap) yang merasa cukup puas sebanyak 316 responden (99.4%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu reliability (kehandalan) yang merasa cukup puas sebanyak 318 responden (100%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu assurance (jaminan) yang merasa cukup puas sebanyak 318 responden (100%), tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu empathy (empati) yang merasa cukup puas sebanyak 317 responden (99.7%) dan tingkat kepuasan pasien pada dimensi mutu tangible (bukti fisik) yang merasa cukup puas sebanyak 317 responden (99.7%). Simpulan: Dimensi mutu responsiveness (daya tanggap), reliability (kehandalan), assurance (jaminan),  emphaty (empati), dan tangible (bukti langsung), didapatkan penilaian responden sudah cukup puas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Fasilitas Kesehatan; Kepuasan; Mutu Pelayanan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI METODE BRAINSTORMING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI SMA TENTANG PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI DI KABUPATEN WAJO Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.125

Abstract

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang perilaku hygiene menstruasi, sangatlah penting, sehingga perlu dilaksanakan pendidikan kesehatan terkait dengan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode brainstorming terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang perilaku hygiene menstruasi di SMAN 1 Belawa, dan SMAN 1 Pitumpanua. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan nonrandomized control group pretest postest design. Sampel yang diambil sebanyak80 remaja putri SMA. Penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden mengalami peningkatan yaitu metode brainstorming 44,6%, , dan kontrol 4,2%. Sama halnya dengan rata-rata skor sikap responden yaitu metode brainstorming 26,36%, dan kontrol 2,44%. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan skor pengetahuan dan sikap responden antara kelompok brainstorming dengan kontrol (p=0,000). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode brainstorming tentang perilaku hygiene menstruasi kepada remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMA di Kabupaten Wajo sehingga dapat berperilaku hygiene menstruasi dengan baik.
HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS KALUKU BODOA MAKASSAR TAHUN 2015 ANDI AYUMAR; PERAWATI
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.155

Abstract

Status gizi adalah keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi.Status gizi merupakan indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Status giziyang baik dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak untuk mencapaikematangan yang optimal.Tujuan Umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan jarak kelahirandengan status gizia.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif analitik dengan metode crosssectional, penelitian dilakukan pada 23 Maret - 23 April 2015. Metode sampel yangdigunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang.Pada hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti dengan menggunakan uji chisquare menunjukkan bahwa responden jarak kelahiran berisiko yang status gizi tidaknormal 18 orang (78,3% ), gizi normal 19 orang (27,5%), dan jarak kelahiran yang tidakberisiko yang status gizi tidak normal 5 orang (21,7%), gizi normal 50 orang (72,5%).Dihasilkan nilai p value = 0,000 (α=0,05), dimana nilai p value < nilai α.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan jarak kelahirandengan status gizi balita. Saran kepada pihak puskesmas sebaiknya lebih memperhatikanjarak kelahiran supaya dapat mengurangi terjadinya kekurangan gizi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI PUSKESMAS TOMPOBULU KABUPATEN GOWA ANDI AYUMAR; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.173

Abstract

Lansia pada umumnya mengalami penurunan akibat proses alamiah yaitu proses menua (aging) dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi. Arthritis rheumatoid adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang di sekitar sendi. Penderita arthritis rheumatoid di seluruh dunia telah mencapai angka 355 juta jiwa, WHO melaporkan bahwa 20% penduduk dunia terserang penyakit arthritis rheumatoid. Adapun data yang diperoleh dari Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2010 kejadian AR sebanyak 650 jiwa dari 1.248.436 jiwa usia lanjut. Di Puskesmas Tompobulu lansia yang berkunjung menderita rematik tercatat pada tahun 2013 sebanyak 145 lansia.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian arthritis rheumatoid pada lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tompobulu Kabupaten Gowa sebanyak 706 lansia tahun 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia sebanyak 56 sampel dengan cara accidental sampling. Data dianalisis dengan uji alternatif Chi-square melalui program SPSS 11,5. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara umur (p=0,041 <α=0,05), faktor genetik (p=0,000 < α=0,05), perilaku kesehatan (p=0,000 < α=0,05), pengetahuan (p=0,010 < α=0,05) dengan kejadian arthritis rheumatoid , dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,503 > α=0,05) dengan kejadian arthritis rheumatoid. Dalam penelitian ini disimpulkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian arthritis rheumatoid. Ada hubungan antara umur, faktor genetik, perilaku kesehatan dan pengetahuan dengan kejadian arthritis rheumatoid. Diharapkan pihak kesehatan dapat memberikan pengetahuan tentang beberapa penyakit dan masyarakat dapat memperhatikan perilaku kesehatannya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DARATAN DAN KEPULAUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OHOIRA KABUPATEN MALUKU TENGGARA Esse Puji Pawenrusi; ANDI AYUMAR; Elisabeth Liesye Renjaan
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.203

Abstract

Data Riskesdas tahun 2013, menghasilkan berbagai peta masalah kesehatan dankecenderungannya, dari bayi lahir sampai dewasa. Propinsi yang prevalensinya status giziburuk cukup tinggi (>50%)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berhubungan pengetahuan, pendapatan,peran kader dengan status gizi.Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional.Populasi dari penelitan ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ohoira.Pengambilan sampel menggunakan teknik Purpusive sampling dengan pilihan jumlah balitaterbanyak di bagian daratan dan kepulauan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancaradan kuesioner, menggunakan Antropometri dengan mengukur BB/TB.Hasil penelitian didapatkan status gizi tidak normal 11 (9,6%), gizi normal 104(90,4%). Hasil Analisis bivariat tidak terdapat hubungan status gizi dengan pengetahuan ibumendapatkan nilai ρ 0,582 > 0,05. Terdapat tidak ada hubungan status gizi denganpendapatan keluarga dengan nilai ρ 0,387 > 0,05. Terdapat juga tidak ada hubungan antarastatus gizi dengan peran kader Posyandu dengan nilai ρ 0,361> 0,05.Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuanibu dengan status gizi, tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizidan tidak ada hubungan antara peran kader dengan status gizi.Diharapkan ibu dapatmenerapkan pengetahuan gizi pada balitanya, diharapkan pendapatan kurang,dapatmemenuhi asupan sesuai AKG, diharapkan kader lebih pro-aktif.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Andi Yulia Kasma; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Yulianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.214

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia), keluhan tidur biasanya terjadi adalah kesulitan untuk tertidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, terbangun di malam hari dan mengantuk yang berlebihan. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Gangguan mental yang erat hubungannya dengan gangguan tidur adalah kecemasan, kecemasan pada lansia memperkirakan antara 10%-20% yang berusia lebih dari 65 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 lansia. Instrument penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan yang cemas sebanyak 35 responden, lansia yang mengalami insomnia sebanyak 25 responden (71,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 10 responden (29,6%), sedangkan lansia yang tidak cemas sebanyak 27 responden, lansia yang mengalami insomnia 12 responden (44,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 15 responden (55,6%).Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square, maka diperoleh nilai ρ = 0,032, Artinya, lebih kecil nilai α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada lansia tetap melakukan aktivitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya kecemasan supaya terhindar dari risiko insomnia.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar; Kartina Nur
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.215

Abstract

Indonesia (2015) merupakan negara ke empat dengan jumlah lansia 24 juta. Sulawesi selatan tahun 2015 sebanyak 9,05 % lansia dan di Puskesmas Batua (2017) jumlah lansia sebanyak 3.867 lansia. Tujuan umum penelitian yaitu untuk mengetahui Pelaksanaan Program Posyandu Lansia di Puskesmas Batua Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Jumlah responden 28 orang yaitu 1 pemegang program dan 27 kader posyandu. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08-23 Agustus 2018. Hasil; ketersediaan input: SDM semua responden menilai baik sebanyak 28 orang (100%), petunjuk pelaksanaan: responden menilai baik sebayak 21 orang (75%) dan menilai kurang sebanyak 7 orang (25%), pada sarana dan prasarana menilai baik sebanyak 15 orang (53,6%) dan menilai kurang sebanyak 13 orang (46,4%). Proses: pelaksanaan program yang menilai baik sebanyak 21 orang (75%) dan menilai kurang sebanyak 7 orang (25%). Output: pencapaian/hasil menilai baik sebanyak 22 orang (78,6%) dan menilai kurang sebanyak 6 orang (21,4%). Kesimpulan; secara keseluruhan ketersediaan input: SDM, sarana dan prasarana, serta petunjuk pelaksanaan tersedia. Proses: SDM, sarana dan prasarana dan petunjuk plaksanaan telah diterapkan Output: SDM, sarana dan prasarana, serta petunjuk pelaksanaan dapat mndukung pelaksanaan posyandu lansia berjalan dengan baik. Saran; perlu adanya monitoring dan evaluasi dari kepala puskesmas, menyediakan sarana dan prasarana, dan melaksanakan posyandu sesuai dengan SOP.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KABAENA KABUPATEN BOMBANA KENDARI Andi Ayumar; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.228

Abstract

Imunisasi dasar merupakan pemberian imunisasi awal untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Imunisasi pada bayi antara umur 1-2 tahun terdiri dari imunisasi BCG, DPT, Polio, Hepatitis B dan Campak. Data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2013 cakupan imunisasi sebesar 90,00%, sedangkan pada tahun 2014 cakupan imunisasi di Indonesia terjadi penurunan yakni dengan jumlah sebesar 86,9%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Kabaena Kabupaten Bombana Kendari.Jenis penelitian dengan metode analitik, menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini semua ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun di Puskesmas Kabaena Kabupaten Bombana yaitu 77 orang. Jumlah sampel 65 orang menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 07 s/d 18 Maret 2016. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi kemudian dilakukan analisa statistik menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan  < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 53 orang (81,5%), dan sebagian besar bayi dengan status imunisasi lengkap yaitu sebanyak 49 orang (75,4%). Hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,003 < 0,05.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi. Disarankan kepada masyarakat, khususnya ibu agar selalu mencari informasi tentang pentingnya kelengkapan imunisasi dasar pada bayi baik melalui media cetak, atau dengan mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh pihak Puskesmas.
Pengaruh Permainan Simulasi Terhadap Pengetahuan Tentang Perilaku Hygiene Menstruasi Di SMAN 1 Sabbangparu Kabupaten Wajo Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.247

Abstract

Pengetahuan tentang perilaku hygiene menstruasi sangatlah penting, sehingga perlu dilaksanakan pendidikan kesehatan terkait dengan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan simulasi (persimu) terhadap pengetahuan tentang perilaku hygiene menstruasi SMAN 1 Sabbangparu. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest postest design. Sampel yang diambil sebanyak 40 remaja putri SMA. Penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden mengalami peningkatan dengan permainan simulasi sebesar 36,6%. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode permainan simulasi (persimu) tentang perilaku hygiene menstruasi kepada remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri SMAN 1 Sabbangparu sehingga dapat berperilaku hygiene menstruasi dengan baik.
Gambaran Mutu Komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Andi Ayumar; Irwan; Andi Yulia Kasma; Fifi Alfirah
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.274

Abstract

Komunikasi merupakan faktor yang paling mendukung untuk kesuksesan seseorang, berdasarkan penelitian sebelumnya di RSUD Labuang Baji Kota Makassar tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi yang kurang baik sebanyak 12 pasien (23,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran mutu komunikasi terhadap pelayanan perawat di instalasi rawat inap RSUD Labung Baji Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah pasien rawat inap kelas II RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 262 pasien dengan sampel sebanyak 158 pasien dengan tehnik Purposive Sampling. Hasil penelitian diperoleh 96,8% pasien yang menyatakan Baik terhadap Keterbukaan perawat Instalasi Rawat Inap kelas II. Sebesar 98,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Empati Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Mendukung Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 87,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Positif Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,1% pasien yang menyatakan Baik terhadap Kesamaan Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Simpulan penelitian ini adalah dari 5 variabel Mutu Komunikasi Perawat berada pada kategori baik. Oleh karena itu disarankan kepada Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II mampu mempertahankan dan meningkatkan lagi Mutu komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di RSUD Labuang Baji Makassar.