Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN PERKEMBANGAN MOTORIK, PSIKOSOSIAL, DAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK IMAM SYAFI’I Andi Ayumar; Halmina Ilyas; Wina Eka Cahyani
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.508

Abstract

Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah sangat penting, terutama di usia 5-6 tahun, yang dikenal sebagai masa keemasan. Pada tahun 2018 WHO melaporkan bahwa prevalensi balita yang mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan di dunia adalah 28,7%. Terdapat 525 anak prasekolah mengalami keterlambatan perkembangan di bidang keterampilan motorik kasar, motorik halus, bahasa, perkembangan sosial individu, dan jumlah ini terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan: untuk menggambarkan perkembangan anak prasekolah di TK Imam Syafi’i dalam aspek motorik, psikososial, dan bahasa. Metode: penelitian ini adalah penelitiam observasional menggunakan desain deskriptif. Sampel penelitian ini seluruh anak di TK Imam Syafi’i berjumlah 57 anak. Hasil: Hasil penelitian di TK Imam Syafi'i menunjukkan dari 57 anak sebanyak 52 (91,2%) anak menunjukkan perkembangan motorik kasar sesuai dan yang tidak sesuai sebanyak 5 (8,8%) anak. Perkembangan motorik halus sesuai sebanyak 51 (89,5%), dan yang tidak sesuai sebanyak 6 (10,5%) anak. Perkembangan psikososial sesuai sebanyak 48 (84,2%), dan yang tidak sesuai sebanyak 9 (15,8%) anak. Perkembangan bahasa sesuai sebanyak 52 (91,2%) anak, dan yang tidak sesuai sebanyak 5 (8,8%) anak. Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini untuk menggambarkan perkembangan anak prasekolah di TK Imam Syafi’i dalam aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan psikososial.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LONRONG KECAMATAN PONRE KABUPATEN BONE Andi Ayumar; Halmina Ilyas; Susanti; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.538

Abstract

Latar belakang: ASI eksklusif merupakan pemberian ASI sampai usia 6 bulan tanpa memberikan makanan pendamping ASI lainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI ekskluisf di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lonrong Kecamatan Ponre.. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 48 ibu menyusui di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lonrong. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan dengan menggunakan Uji chi-square fisher exact yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai yang didapatkan yaitu ρ = 0,254 > ɑ = 0,05 Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil penelitian tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif
GAMBARAN RISIKO ERGONOMI PADA PEKERJA BURUH DI PELABUHAN LAUT SOEKARNO HATTA MAKASSAR Andi Ayumar; Ilham Syam; Desmawati; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.564

Abstract

Latar belakang: Risiko ergonomi merupakan kondisi atau situasi yang di buat dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mendorong kondisi bertentangan dengan prinsip ergonomi yang dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan pada saat bekerja maupun setelah bekerja. Tarwaka mengatakan bahwa 80% kecelakaan kerja di akibatkan perilaku kerja tidak aman (unsafe act) dan sisanya kondisi kerja tidak aman (unsef condition) serta faktor lain. Tujuan: Diketahuinya gambaran risiko ergonomi pekerja buruh di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional, populasi penelitian pekerja buruh di pelabuhan laut soekarno hatta makassar 300 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampel jumlah sampel 171 orang. Hasil: Pekerja dan pergerakan risiko ergonomi 169 orang (98,8%) sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 2 orang (1,2%), kriteria berisiko ergonomi posisi dan sikap kerja 160 orang (93,6%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 11 orang (6,4%) kriteria berisiko ergonomi berat beban dan pengerahan tenaga 154 orang (90,1%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 17 orang (9,9%). Kesimpulan: Menunjukkan sebagian besar pekerja menghadapi risiko tinggi terutama pada pekrjaan dan pergerakan, posisi dan sikap kerja, berat beban dan pengerahan tenaga. Disarankan perbaikan kondisi kerja memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Predictive factors of family health management for caring toddlers with acute respiratory infections Eka Yulianita, Marisna; Yulia Kasma, Andi; Ayumar, Andi
Jurnal Ners Vol. 18 No. 2 (2023): JUNE 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v18i2.41408

Abstract

Introduction: Poor air quality due to air pollution, unhealthy lifestyle, and easily transmittable viruses further increases the incidence of acute respiratory infections, especially in toddlers. This study aimed to determine the predictive factors, namely knowledge, attitude, and anxiety, of family health management in preventive and curative areas for caring toddlers with acute respiratory infections. Methods: This type of research is correlational predictive. The sample was mothers who have toddler with a history of ARI. A total of 392 mothers were involved and selected using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire of knowledge, attitudes, anxiety, and family health management. Bivariate data analysis used the chi-square test and multivariate analysis used the logistic regression test. Results: Bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, and anxiety with family health management (p-value=0.000). Multivariate analysis showed that variables significantly related to family health management were knowledge (OR=19.791; 95% CI=10.349 to 37.847), attitude (OR=9.265; 95% CI = 3.969 to 21.628), and anxiety (OR=0.137; 95% CI = 0.066 to 0.285). Conclusions: Good knowledge and positive attitudes were related to effective family health management in the care of toddlers with acute respiratory infections. Furthermore, an increase in anxiety will reduce the effectiveness of family health management in the care of toddlers with ARI. Nurses need to optimize the role of the family through health education that focuses on increasing the mother's knowledge and attitudes in family health management, as well as managing anxiety in caring for children with ARI.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada buruh di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar Rombe, Aneke A Linda; Ayumar, Andi; Basri
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 1 No. 2: (August) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v1i2.2024.852

Abstract

Background: Low back pain is the most common musculoskeletal complaint and the leading cause of disability worldwide, with a prevalence ranging from 20% to 33% among all patients with musculoskeletal pain. Low back pain is not only experienced by the elderly but can also occur across all age categories, including the productive adult age group. Factors that may contribute to low back pain include age, length of service, workload, and duration of work. The aim of this study is to determine the relationship between age, length of service, workload, and work duration with complaints of low back pain. Methods: This study is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population consists of all laborers at the Makassar Health Quarantine Center. The sample comprises 133 respondents from the population of laborers working at the Makassar Health Quarantine Center. The sampling technique used is random sampling with the Slovin formula. The measuring instrument used is the Numeric Rating Scale questionnaire. The statistical test employed is the Chi-Square Test, with Fisher's Exact Test as an alternative. Findings: The results of the study show a significant relationship between age (p-value ρ=0.000<0.05), length of service (ρ=0.000<0.05), workload (ρ=0.009<0.05), and work duration (ρ=0.000<0.05) with complaints of low back pain among laborers. Conclusion: The study concludes that there is a relationship between age, length of service, workload, and work duration with complaints of low back pain among laborers at the Makassar Health Quarantine Center. It is recommended that the Makassar Health Quarantine Center conduct regular medical check-ups for laborers, provide adequate work hours, and monitor and reduce the burden lifted by laborers.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA PUSKESMAS DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS MANNANTI KABUPATEN SINJAI Sulaiman; Muhammad Hatta; Jufri; Basri; Andi Ayumar; Hamzah Tasa; Dian Adriana Amri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.638

Abstract

Latar belakang: Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan adanya motivasi yang mampu memengaruhi dan membimbing sekelompok individu dalam lingkungan kerja. Salah satu faktor kunci yang berperan dalam meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala puskesmas dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja perawat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tempat kerja. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 33 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Gaya kepemimpinan di Puskesmas Mannanti tergolong dalam kategori sesuai (66,7%), dengan gaya kepemimpinan yang paling dominan diterapkan adalah gaya demokratis dan/atau liberal. Tingkat motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 18 orang (54,5%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai ρ = 0,026 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala puskesmas dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Mannanti, Kabupaten Sinjai. Oleh karena itu, disarankan agar pihak Puskesmas Mannanti, khususnya kepala puskesmas, menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan/atau liberal guna meningkatkan motivasi kerja perawat sehingga kinerja dan pencapaian tujuan organisasi dapat lebih optimal.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DIGITAL DENGAN PERSONAL HYGIENE SISWA DI SMP NEGERI 2 MAKASSAR Kasma, Andi Yulia; Melki S Husain; Marisna Eka Yulianita; Kamariana; Andi Wahyuni; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.649

Abstract

Latar belakang: Perilaku menjaga kebersihan diri penting dalam mewujudkan kenyamanan, keamanan, serta kesehatan individu. Personal hygiene kurang pada anak usia sekolah menimbulkan masalah kesehatan, seperti terjadi gangguan integritas kulit, gangguan mukosa bibir, serta gangguan mata, telinga dan gangguan pada kuku. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan literasi kesehatan digital dengan personal hygiene siswa SMP Negeri 2 Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian 178 siswa kelas IX dengan teknik pengambilan sampel dengan proporsional systematic random samping. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara literasi kesehatan digital dengan personal hygiene siswa diperoleh hasil p-value = 0,000. Literasi kesehatan digital kurang baik 36 responden (20,2%) dan literasi kesehatan baik 142 responden (79,8%) pada personal hygiene kurang baik 42 responden (23,6%) dan personal hygiene baik 136 responden (76,4%) Kesimpulan: Siswa yang memiliki literasi kesehatan digital lebih tinggi maka kecenderungannya lebih peduli dengan kebersihan diri serta lebih sering menerapkan kebiasaan hygiene baik, seperti mencuci tangan dan merawat kebersihan mulut. Diharapkan orang tua memperkuat kebiasaan personal hygiene anak di rumah dengan memanfaatkan informasi kesehatan digital akurat serta membimbing penggunaan teknologi secara bijak.
HUBUNGAN BUDAYA KESELAMATAN SEKOLAH DAN PROGRAM SPAB TERHADAP PENERAPAN MITIGASI BENCANA Syam, Ilham; Andi Ayumar; Athira Nurul Annisa
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.652

Abstract

Latar Belakang : Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Budaya keselamatan di sekolah merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi. Budaya keselamatan ini tidak hanya mencakup tindakan pencegahan dan respons terhadap bencana, tetapi juga melibatkan upaya yang sistematis dan terintegrasi untuk melindungi seluruh komunitas sekolah dari berbagai risiko Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, penilaian risiko, dan kesadaran berperilaku k3 dengan penerapan mitigasi bencana Methods: Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah warga sekolah yaitu, kepala sekolah, guru, staf, dan petugas keamanan sekolah dengan jumlah sampel 101 responden Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kebijakan K3 dengan penerapan mitigasi bencana di sekolah dengan (p=0,002), ada hubungan pelatihan k3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), ada hubungan saran keselamatan dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), dan tidak hubungan (p=0,727)kesadaran berperilaku K3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah. Kesimpulan: terdapat hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, dan sarana keselamatan terhadap penerapan mitigasi bencana serta tidak terdapat hubungan antara kesadaran berperilaku k3 terhadap penerapan mitigasi bencana. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan budaya keselamatan sekolah dan penerapan mitigasi bencana di lingkungan sekolah sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.