Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : LingTera

UJI KETERBACAAN WACANA PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS V SD NEGERI DI KECAMATAN WONOGIRI Widyaningsih, Nina; Zuchdi, Darmiyati
LingTera Vol 2, No 2: October 2015
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.561 KB) | DOI: 10.21831/lt.v2i2.7373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterbacaan wacana dalam buku teks BSE bahasa Indonesia, mendeskripsikan tingkat keterbacaan wacana dalam buku teks NONBSE, dan mendeskripsikan perbedaan tingkat keterbacaan wacana antara buku teks BSE dengan buku teks NONBSE setelah diukur dengan alat ukur uji keterbacaan teknik cloze. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis konten. Menggunakan populasi dan sampel buku dan sekolah. Teknik pengumpulan data dengan mengerjakan lembar jawab tes cloze secara objektif. Teknik analisis data dengan mengoreksi lembar tes cloze. Hasil penelitian ini: (1) persentase rerata skor keterbacaan BSE 1 57,60% dan persentase rerata skor keterbacaan BSE 2 59,64%; (2) persentase rerata skor keterbacaan NONBSE 56,55%; (3) hasil uji keterbacaan wacana pada buku BSE dan NONBSE menunjukkan sama-sama menunjukkan presentase yang berada pada kategori instruksional. Kata Kunci: keterbacaan wacana, teknik cloze   THE READABILITY DISCOURSES IN INDONESIAN LANGUAGE TEXTBOOKS GRADE V OF PUBLIC ELEMENTARY SCHOOLS IN WONOGIRI DISTRICT Abstract This study aims to describe the readability levels of the discourses in electronic school books (ESBs) of the Indonesian language, to describe the readability levels of the discourses in non-electronic school books (NONESBs), and to describe the difference in the readability levels of the discourses between ESBs and NONESBs after they are assessed by the cloze technique as a readability measurement instrument. The type of study was a content analysis. The research population and sample of the book and school.. The data were collected by asking respondents to do the cloze test objectively. They were analyzed by checking the cloze test sheet in accordance with the answer keys for further analysis. The results of the study are as follows. (1) on the ESB 1 produced an average readability score percentage of 57, 60% and on the ESB 2 produced an average readability score percentage of 59, 64%. (2) on the NONESB an average readability score percentage of 56.55%. (3) The result of the readability test of the discourses both on ESBs and NONESB showed the same precentage in the category of instructional. Keywords: readability of discourses, cloze technique
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN MENDONGENG DI TK ABA KARANGDUWUR DAN TK MASYITHOH PETANAHAN KEBUMEN Di’amah Fitriyyah; Darmiyati Zuchdi
LingTera Vol 1, No 1: May 2014
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.13 KB) | DOI: 10.21831/lt.v1i1.2470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai karakter dalam dongeng, (2) penyampaian dongeng oleh guru, dan (3) nilai-nilai karakter yang berpengaruh dalam kehidupan seha-ri-hari siswa. Penelitian kualitatif naturalistik, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) nilai-nilai karakter yang muncul dalam dongeng yaitu nilai religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, tanggung jawab, toleran-si, demokratis, cinta damai, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, dan peduli sosial. (2) penyampaian dongeng yaitu dengan membacakan dongeng dari buku, bercerita langsung tanpa alat peraga, bercerita dengan alat peraga. Penceritaan dengan menirukan gaya tokoh, menirukan bunyi-bunyi tokoh, dan menyisipi dongeng dengan nyanyian, diakhiri dengan ayat Quran, Hadis, atau pepa-tah Arab. (3) Nilai karakter yang berpengaruh pada siswa yaitu nilai religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, tanggung jawab, cinta damai, bersahabat/komunikatif, peduli lingkung-an, dan peduli sosial. Kata Kunci: pendidikan karakter, kegiatan mendongeng
Keefektifan strategi pengajaran membaca resiprokal dan strategi berpikir terarah dalam pembelajaran pemahaman bacaan Putri, Titis Kusumaningrum Witdaryadi; Zuchdi, Darmiyati
LingTera Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v8i1.10464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keefektifan strategi pengajaran membaca resiprokal dan strategi berpikir terarah dan (2) strategi yang paling efektif di antara strategi pengajaran membaca resiprokal, strategi berpikir terarah, dan strategi konvensional. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan (3) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan strategi pengajaran membaca resiprokal dan strategi berpikir terarah beserta solusi untuk mengatasi kendala. Penelitian ini merupakan metode penelitian kombinasi dengan model penelitian sequential explanatory design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji analisis varians satu jalan yang dilanjutkan uji scheffe dengan taraf kesalahan 0,05. Penelitian kualitatif yang diterapkan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) Strategi pengajaran membaca resiprokal lebih efektif daripada strategi konvensional; strategi berpikir terarah lebih efektif daripada strategi konvensional. (2) Strategi pengajaran membaca resiprokal paling efektif daripada strategi berpikir terarah dan strategi konvensional. (3) Kendala dalam penerapan strategi pengajaran membaca resiprokal antara lain beberapa siswa masih kesulitan dalam membuat prediksi, pertanyaan, mengklarifikasi, dan meringkas; kendala dalam penerapan strategi berpikir terarah antara lain beberapa siswa masih kesulitan dalam membuat prediksi, kesalahan teknis dalam membaca, dan membuktikan prediksi. Guru mengatasi kendala tersebut dengan memberikan motivasi, contoh, dan arahan kepada siswa. The effectiveness of the reciprocal teaching and DRTA strategies in the learning of reading comprehension Abstract: This study aimed to 1) find out the effectiveness of the reciprocal teaching and DRTA strategies, (2) find out which strategy was the most effective among the reciprocal teaching, DRTA, and conventional strategies. In addition, this study aimed to (3) describe the constraints that the teacher faces in the application of the reciprocal teaching and DRTA strategies and the solutions to the constraints. This was a mixed-methods study using the sequential explanatory design. The sample was selected by means of the simple random sampling technique and the cluster random sampling technique. The data were collected through tests, interviews, and observations. The data analysis technique was the one-way analysis of variance continued by the Scheffer test at a significance level of 0.05. The qualitative study was the descriptive qualitative study. The results of the study are as follows. (1) The reciprocal teaching strategy is more effective than the conventional strategy; the DRTA strategy is more effective than the conventional strategy. (2) The reciprocal teaching strategy is the most effective than the DRTA strategy and conventional strategy. (3) The constraints in the application of the reciprocal teaching strategy are, among others, that the students still find it difficult to make predictions about questions, clarification, and summary; constraints in the application of the DRTA strategy are, among others, that the students still find it difficult to make predictions, there are technical mistakes in reading, and they find it difficult to prove predictions. The teacher deals with the constraints by giving motivation, examples, and directions to the students. 
Kajian aliran filsafat pendidikan dalam buku ajar bahasa Jawa Pustaka Basa untuk kelas VIII sekolah menengah pertama Ekowati, Venny Indria; Zuchdi, Darmiyati
LingTera Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Applied Linguistics, FBSB, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lt.v7i1.30547

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis aliran filsafat pendidikan yang terdapat dalam buku ajar bahasa Jawa "Pustaka Basa" untuk kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis konten inferensial. Prosedur analisis konten yang dilakukan adalah: (1) pengadaan data, (2) reduksi data, (3) inferensi dengan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengurangi makna simboliknya dan menggunakan konstruk analitis, dan (4) analisis data. Analisis data menggunakan analisis kualitatif ranah konseptual. Validitas data menggunakan validitas semantis sedangkan reliabitiasnya menggunakan test-retest reliability. Hasil penelitian menunjukkan adanya enam aliran filsafat dalam sumber data, yaitu: (1) perenialisme, (2) esensialisme, (3) progresivisme, (4) realisme, (5) eksistensialisme, dan (6) humanis religius. Study of educational philosophy in the Javanese text book "Ajar Basa" for class VIII junior high school AbstractThis research aims to analyze the educational philosophy contained in the Javanese textbook "Ajar Basa" for class VIII SMP. This research uses inferential content analysis research design. The content analysis procedures performed are: (1) data procurement, (2) data reduction, (3) inference by trying as best as possible so as not to reduce its symbolic meaning and using analytical constructs, and (4) data analysis. Data analysis uses qualitative conceptual analysis. Data validity uses semantic validity while reliability uses test-retest reliability. The results showed six philosophical streams in the data source, namely: (1) perennialism, (2) essentialism, (3) progressivism, (4) realism, (5) existentialism, and (6) religious humanists.