Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

MBKM Curriculum Management at Universitas Negeri Manado Delli Sabudu; Deitje A Katuuk; Sjamsi Pasandaran; Donal M Ratu
International Journal of Social Service and Research (IJSSR) Vol. 3 No. 2 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i2.256

Abstract

The purpose of this research is to analyze and describe the independent learning curriculum management model at Manado State University. Independent learning curriculum management is a form of curriculum management with the stages of planning, organizing, implementing and evaluating. The results of the study show that the independent curriculum management model at Manado State University has been implemented according to management functions, namely planning, organizing, implementing and evaluating. Of the nine study programs sampled that met the requirements, there were four study programs with a curriculum management model that were close to fulfilling the management function, although there were system constraints that were not yet available regarding the synchronization of courses between study programs and menus for MBKM contracts. In addition, the constraints related to human resources are still low knowledge about the implementation of independent curriculum management and the low interest of students to participate in MBKM activities
NILAI-NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT SANGIHE “BUKIDE BATU” DAN “GUMANSALANGI” DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH Yolkhya Lawendatu; Donal M Ratu; Wimsje R. Palar
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah :1) Mendeskrispsikan nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Sangihe “Bukide Batu” dan “Gumansalangi’ dan 2) mendeskripsikan Implikasi hasil penelitian bagi pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Sangihe “Bukide Batu” dan “Gumansalangi”.Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan ceriat rakyat “Bukide Batu” terdapat nilai budaya berupa simbol, sikap, dan kepercayaan. Simbol tersebut menggambarkan kehormatan dan kekeramatan, yakni “Putri Sangiang” dan “Bukide Batu”. Simbol yang kedua “Bukide Batu” sebuah tempat di perbukitan yang adalah pusat kerajaan Tabukan. Bukide Batu menyimbolkan kejayaan kerajaan Tabukan. Bukit itu memiliki kekuatan gaib yang melindungi dan menangkal setiap serangan yang datang. Nilai budaya yang bertalian dengan sikap dalam cerita rakyat “Bukide Batu” adalah tanggung jawab dan keberanian. Sementara nilai buruk, yang bertentangan dengan norma budaya masyarakat adalah kelicikan dan tidak menghormati. 2. Nilai budaya dalam cerita Rakyat “Gumansalangi adalah simbol dan sikap. Simbol merujuk pada ayah “Pangeran Gumansalangi”. Ayah Pangeran Gumansalangi menyimbolkan ketegasan mendidik dan memerintah sebagai raja. Naga menyimbolkan teror ketakutan, karena hewan ini diyakini dapat menyemburkan api dari mulutnya yang dapat menghanguskan apa saja. Simbol lain yang ditampilkan dalam cerita rakyat “Gumansalangi” adalah sebuah tempat yang bernama “Salurang”. Salurang memiliki arti “pengagungan” karena di tempat ini Pangeran Gumansalangi dan Putri Konda disambut, dimuliakan, dan diagungkan, kemudia diganti namanya menjadi “Medelu” yang berarti “bagaikan Guntur” dan “Mekila” yang berarti “bagaikan kilat”. Nilai budaya mengenai sikap yang tercermin dari cerita rakyat ini tampak pada sifat tokoh cerita. Dalam cerita ini sikap tegas dan adil ditampakkan oleh Raja Mindanau dan keberanian yang tampak pada tokoh-tokoh cerita yang adalah anak dan cucu Pangeran Gumansalangi membangun kerajaan sekalipun mendapat banyak tantangan.
PERBANDINGAN PRONOMINA PERSONA BAHASA DAERAH MONGONDOW DENGAN PRONOMINA BAHASA INDONESIA DAN SUMBANGANNYA DALAM PENGAJARAN BAHASA DAERAH Donal Matheos Ratu
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk membuat komparasi pronomina persona dalam bahasa daerah Mongondow dengan pronomina persona bahasa Indonesia dilihat dari segi bentuk, fungsi dan maknanya. Penelitian ini juga mendeskripsikan sumbangan pronomina persona bahasa daerah Mongondow terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan objek analisisnya adalah pronomina persona bahasa daerah Mongondow. Metode komparatif digunakan karena tujuan penelitiannya adalah membandingkan dua bahasa. Data penelitian diperolah lewat sumber data yang ada di wilayah Kecamatan Dumoga, Bolaang Mongondow, secara khusus desa Pusian Bersatu. Untuk memastikan keakuratan data, peneliti juga mengambil data di desa Torwakat dan Siniyung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pronomina persona bahasa daerah Mongondow berbentuk: Persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, dan persona ketiga tunggal dan jamak. Fungsi pronomina persona tersebut adalah menyatakan subjek, objek dan kepemilikan. Dari Segi makna, terdapat makna persona tunggal, jamak, laki-laki dan perempuan. Temuan penelitian menujukkan persamaan antara pronomina persona bahasa daerah Mongondow dan pronomina persona bahasa Indonesia baik dari segi bentuk, fungsi, dan makna, Hal yang membedakan adalah pada pronomina persona bahasa daerah Mongondow terdapat fungsi "milik". Dengan adanya persamaan anatara pronomina persona bahasa daerah Mongondow dan pronomina persona bahasa Indonesia dapat direkomendasikan pelestarian bahasa daerah Mongondow dalam pengajaran bahasa Indonesia di sekolah.
PENGGUNAAN DIKSI DAN GAYA BAHASA PADA NOVEL SELAMAT TINGGAL KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA Jequaline Pangemanan; Uus M. Kamajaya Al Katuuk; Donal Matheos Ratu
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa yang digunakan dalam novel Selamat Tinggal karya Tere Liye serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Secara khusus diksi yang didiskusikan dalam tulisan ini adalah diksi denotasi dan konotasi; dan gaya bahasa yang dibahas dalam penelitian ini adalah gaya bahasa perbandingan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan desrkiptif kualitatif. Novel Selamat Tinggal karya Tere Liye adalah sumber data utama dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini merupakan sebuah penelitian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik menyimak dan mencatat (note taking). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Selamat Tinggal karya Tere Liye terdapat 8 diksi konotasi dan 5 diksi denotasi. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis majas perbadingan yang terdiri atas 12 majas perumpamaan, 5 majas metafora, 3 majas personifikasi, 1 matas antithesis, 1 majas alegori dan 1 majas koreksio. Novel ini juga dapat memberikan implikasi dalam pembelajaran Sastra di tingkat SMA, khususnya kelas 12, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pembelajaran unsur kebahasaan novel. Pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk menemukan tema utama novel dengan lebih mudah, mengembangkan pemikiran kritis, dan memperkaya kosa kata. Adanya penggunaan diksi dan gaya bahasa pada novel Selamat Tinggal dapat dijadikan sebagai referensi tambahan dalam pembelajaran sastra.
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN KATA DALAM TEKS BERITA Inriane Kaes Moningka; Donal Matheos Ratu; Ruth C. Paath
KOMPETENSI Vol. 3 No. 8 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i8.6384

Abstract

Teks berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang terjadi, disajikan dalam bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ke tiga atau orang banyak. Kesalahan penulisan merupakan bentuk kesalahan penulisan yang umum terjadi dan tidak bisa dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penulisan kata dalam teks berita siswa kelas VIII. Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan pemakaian huruf, penggunaan tanda baca, penulisan kata.  Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tondano dan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi (mengamati), teknik baca dan tulis dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan data, identifikasi kesalahan, kesalahan dijelaskan, klarifikasi kesalahan, mengevaluasi kesalahan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti Siswa SMP Negeri 2 Tondano dikategorikan “Cukup” dalam memahami penulisan kata Bahasa Indonesia yang meliputi : Pemakaian huruf, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kata.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM LEARNING Natalia Anjela Rarung; Donal Matheos Ratu; Nontje Jultje Pangemanan
KOMPETENSI Vol. 3 No. 8 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i8.6459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kapasitas menghasilkan teks naratif dengan memanfaatkan model pembelajaran quantum pada siswa kelas IX SMP. Penelitian deskriptif analitik ini dilaksanakan di SMP Kristen Getsemani Sario Kotabaru Manado. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 16 murid kelas IX di SMP Kristen Getsemani, Sario Kotabaru, Manado. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan tes. Menurut temuan penelitian, kompetensi siswa kelas dalam menyusun teks naratif dengan memanfaatkan model pembelajaran quantum termasuk dalam kelompok kompeten, dengan skor rata-rata 86,59 %. Skor ini didapat dari 4 kriteria penilaian: 1) Aspek Oientasi mendapat skor 93,75 %; 2) Aspek komplikasi mendapat 96,87 %.; 3) Aspek Resolusi mendapat skor 72,91 %; dan 4) Aspek koda mendapat skor 79,68 %. Berdasarkan hasil karya siswa, diketahui bahwa 7 siswa mendapatkan nilai di antara 90 %-100 %, 7 siswa mendapat nilai di atnara 80%-89 %, dan 1 siswa pada rentang nilai 70-79 %. Selain itu, didapati juga bahwa 1 siswa berada pada rentang nilai 0% - 69%. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks naratif siswa kelas XI di SMP Kristen Getsemani Sario Kotabaru Manado berada pada kategori kompeten.
Prefix In Mongondow Language Donald Matheos Ratu; Veronika Listi Ferdini Damopolii
Journal of English Culture, Language, Literature and Education Vol. 11 No. 1 (2023): E-CLUE: Journal of English Culture, Language, Literature, and Education
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/eclue.v11i1.5930

Abstract

The goal of this research is to explain the word formation, prefix, of the Mongondow language. The method used in this study is a taxonomic descriptive method, namely exposure by classifying language elements according to hierarchical relationships. The results of the research show word formation patterns are done by adding prefixes, infixes, suffixes, confixes, and clitics. In this pattern of word formation, a morphophonemic process occurs, resulting in new forms like phoneme modifications or deletions. Reduplication and compounding procedures can also result in word formation patterns. As a result of forming words with these patterns a new class of words is formed. The focus of this research is to reveal the prefix in Mongondow Language. The result show there are Prefix {moN-}, {mo-}, {no-},{poN-}, {ko-} ,{mopo-}, {nopo-}, {popo-}, {moko-}, {noko-}, {poko-}, {mogi- , {nogi-}, {pogi-}, {mojiN-}, {pongiN-}, {moki-} {poki-}, {moliN}, {noliN-}, {moi-}, {noi-}, {monoN-}, {nonoN-}, {mopoko-}, {nopoko-}, {mopopo-}, {mopoko}, {poro-} , {pinoro-}, {pinoro-}, {pino-}, {pinopo-}, {poR-}, {toR}, {kinoR-} iand those prefixes depict process with root morphemes functions and  form specific categorical word class
EMOTION ENGINEERING THROUGH DICTION AND IMAGERY IN THE LYRICS OF THE SONG "TERJERAT" BY KEY RAN PSYCHOLINGUISTIC LITERARY STUDY Ari Ratu; Viktoty N.J Rotty; Donal M. Ratu
Journal of Learning on History and Social Sciences Vol. 1 No. 6 (2024): European Journal of Learning on History and Social Sciences
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ejlhss.v1i6.685

Abstract

The objectives of this research are 1. How can the language and images contained in the lyrics of the song "Terjerat" by Key Ran influence and stimulate the listener's emotions? 2. Are there differences in emotional interpretation between listeners with different cultural backgrounds regarding the lyrics of the song "Terjerat"? 3. How does the application of linguistic and literary techniques in the lyrics of the song "Terjet" help create a deep atmosphere and support emotional engineering? The method used in this research is a qualitative descriptive method. The approach that researchers will use to analyze the Engineering of Emotions through Language and Imagery in the lyrics of the song "Terjerat" by Key Ran is a textual analysis approach using Harold Bloom's theory (1930) to analyze song lyrics in depth to identify the language and image elements used to convey emotional messages to listeners. Apart from that, researchers used the mental image theory put forward by George Lakoff and Mark Johnson, to analyze the images created by the lyrics that influence the way you hear, understand and feel the song. The subject of this research is the lyrics of the song "Terjerat" by Key Ran. To collect data the technique used is technique. 1. Text analysis 2. Interviews with singers/composers 3. Literature study 4. Listener survey. The research results show: 1. The language and images contained in the lyrics of the song "Terjerat" can influence and stimulate the listener's emotions based on psychoanalytic engineering analysis, namely: word selection, visual imagery, repetition, grammar and rhythm, language style and metaphor, general themes, and Duality of Emotions 2. Listeners' interpretation after hearing this song is an interpretation based on the meaning of the song's lyrics 3. There is the application of linguistic and literary techniques in the lyrics of the song "Terjerat" which helps create a deep atmosphere and supports emotional engineering as seen from: Listener's emotional understanding, Connection with listeners, Message and meaning of songs, Creativity in the influence of emotions, Psychological Considerations in the Music Industry, Education and Language Arts.
SOCIOLINGUISTIC STUDY OF MONGONDOW LANGUAGE VARIATIONS IN THE YOUNGER GENERATION IN PANGIAN Joshua KA Loho; Santje Iroth; Donal M. Ratu
Journal of Higher Education and Academic Advancement Vol. 1 No. 7 (2024): Journal of Higher Education and Academic Advancement
Publisher : PT ANTIS INTERNATIONAL PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ejheaa.v1i7.708

Abstract

This research aims to describe variations of the Mongondow language among the younger generation in Pangian using sociolinguistic studies. This research uses the listening and professional method to examine language variations by listening to spoken symbols in the language and understanding the meaning of the communication that has been conveyed. The source of data obtained is primary data collected through direct observation. The data collection techniques used in the listening method are observation, recording and note-taking, then in the professional method using fishing techniques and face-to-face techniques. The data analysis used is a matching technique to analyze language by using language as a reference. Then, from the data that has been found, data classification and data presentation will be carried out informally. This research was carried out from April to May 2023 in Pangian Bersatu village. The results of this research show that the use of the Mongondow language among the younger generation in Pangian Bersatu village is still inherent. This is based on variations in ideolect, dialect, chronolect and sociolect used by the younger generation in Pangian Bersatu village in daily conversation with language styles that vary according to the speech acts used in each area in Pangian Bersatu village. These findings provide an overview of how the Mongondow language varies and provides benefits for educational institutions as a reference for research on language variations as well as sociolinguistic studies as the science of studying language and the social interactions of its people.
KONFLIK INTERNAL TOKOH UTAMA DALAM MIMPI KECIL TITA KARYA DESI PUSPITASARI Syifa Fauzia Chairul; Darsita Darsita Suparno; Santje Iroth; Donald Matheos Rattu
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i1.19327

Abstract

Abstract: Many experts have observed the main character's internal conflict, however their analysis has not explained the conflict form that has an impact on the mental state of the child.  This study aims to analyze: a) form of inner conflict experienced by the main character in the novel Mimpi Kecil Tita, b) find out what factors cause internal conflict in the novel Mimpi Kecil Tita?  Sigmund Freud’s Psychoanalytic theory is used to reveal internal conflict and several factors that cause it.  Descriptive qualitative analysis was used as a research method. Overall, these results indicate that fears, anxiety, absence, and hopes are identified as conflict settings referring to the concepts of approach-avoidance and avoidance-avoidance. Viewed from the concept of approaching-avoidance (approach-avoidance) and broad-away (avoidance-avoidance) refers to anxiety, failure, pain, cunning based on the impact of personality or id.  The facts of the story show the Ego is miserable. This misery causes an inner conflict is identified as the avoidance of desire (approach-avoidance) marked by the confused id.  The form of Superego conflict in Tita is feelings of suffering, anger at someone, and hurt.  Four factors that cause internal conflict, namely economic hardship, dishonesty, frustration, and hurt feelings.Abstrak: Penelitian yang mengkaji konflik internal tokoh utama telah banyak dilakukan para ahli, namun analisis mereka terhadap konflik internal tokoh utama belum menjelaskan bentuk konflik yang berdampak pada keadaan jiwa anak. Teori Psikoanalis dari Freud digunakan untuk mengungkap tikai batin dan aneka faktor penyebab konflik. Analisis kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode penelitian.  Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan ketakutan, kegalauan, ketiadaan, dan berharap diidentifikasi sebagai tatanan konflik merujuk kepada konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance), dan konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance). Ditinjau dari konsep mendekat-menjauh (approach-avoidance) dan menjauh-menjauh (avoidance-avoidance) merujuk kepada kecemasan, kegagalan, kepedihan, kelicikan didasarkan adanya dampak personalitas atau id. Fakta cerita menunjukkan Ego sengsara. Kesengsaraan itu menimbulkan konflik batin yang diidentifikasi sebagai penghindaran diri dari keinginan (appproach-avoidance) ditandai oleh id yang merasa kebingungan. Wujud konflik superego dalam diri Tita adalah perasaan penderitaan, marah pada seseorang, dan sakit hati. Faktor-faktor yang menimbulkan konflik internal ada empat yaitu kesulitan ekonomi, ketidakjujuran, frustasi, dan sakit hati.