Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Ketersediaan Tenaga Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara amelia sari; defri aroni; katijah saleh
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit.Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah suatu bagian/unit/divisi atau fasilitas di Rumah Sakit, tempat penyelenggaraan semua kegiatan pekerjaan kefarmasian yang ditujukan untuk keperluan Rumah Sakit itu sendiri.Setiap Rumah Sakit yang sudah terklasifikasi harus menyediakan tenaga kefarmasian yang sesuai standar minimal pelayanan kefarmasian berdasarkan Permenkes Nomor 58 Tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran ketersediaan tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, apakah sudah memenuhi persyaratan yang diatur oleh Permenkes atau tidak.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Data dikumpulkan dari dokumentasi arsip bagian kepegawaian dan Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah tenaga kefarmasian terbanyak pada tahun 2017 yaitu sebanyak 43 orang berupa magister farmasi sebanyak 4 orang, sedangkan apoteker sebanyak 12 orang, sarjana farmasi 1 orang, akademi farmasi sebanyak 22 orang dan asisten apoteker sebanyak 4 orang. Berdasarkan data diatas disimpulkan bahwa jumlah tenaga farmasi yang tersedia di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara sudah memenuhi standar Permenkes Nomor 58 tahun 2014.
Tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pelanggan tunai di Apotek Kimia Farma No.60 Lhokseumawe amelia sari; Defri Aroni; Nursafni Nursafni
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apotek adalah sarana layanan kefarmasian tempat dilakukannya praktik kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker merupakan sebagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Salah satu indikator yang digunakan untuk menganalisis kualitas pelayanan di Apotek adalah dengan mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pelanggan tunai di Apotek Kimia Farma No.60 Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Instrument yang digunakan berupa kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pelanggan tunai di Apotek Kimia Farma No.60 Lhokseumawe dengan menggunakan metode random sampling yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 98 responden. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi kehandalan diperoleh persentase skor 66,3%, pada dimensi empati diperoleh persentase skor 84,7%, pada dimensi ketanggapan diperoleh persentase skor 77,6%, pada dimensi jaminan diperoleh persentase skor 66,3%, pada dimensi bukti fisik 69,4%. Dapat disimpulkan secara umum bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pelanggan tunai di Apotek Kimia Farma No.60 Lhokeumawe menunjukkan kriteria puas dengan skor72,8%.
Uji efek antidepresan ekstrak metanol biji kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) terhadap mencit putih jantan Burdah Ali; Sagita Rahmadhani; Noni Zakiah; amelia sari
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 1 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan suatu masalah kesehatan dalam masyarakat yang dapat dikatakan cukup serius yang merupakan salah satu penyebab utama dari kejadian bunuh diri (suicide). Adapun salah satu tanaman obat yang diperkirakan dapat mengatasi depresi adalah biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antidepresan dan dosis yang paling kuat dari ekstrak metanol biji kedelai (Glycine max (L.) Merr). Metode yang digunakan dalam ekstraksi yaitu secara maserasi dengan pelarut metanol, sedangkan metode yang digunakan untuk uji antidepresan yaitu FST (Forced Swim Test) disini melihat immobility time (waktu diam) menggunakan 24 ekor mencit yang terbagi atas 4 perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dosis 300 mg/kg dan 500 mg/kg BB yang diberikan secara oral. Data yang diperoleh diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa immobility time dengan pemberian ekstrak dosis 300 mg/kg BB dengan 500 mg/kg BB bila dibandingkan dengan pemberian kontrol negatif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai 0,003 (<0,05) dan 0,000 (<0,05), yang berarti antara kontrol negatif dengan kedua dosis memiliki efek sebagai antidepresan. Berdasarkan rata-rata waktu diam paling panjang yaitu kontrol negatif (167,67detik) sedangkan paling pendek yaitu dosis 500 mg/kg BB (98,50 detik) membuktikan bahwa efek yang paling kuat adalah dosis tertinggi ekstrak biji kedelai sebagai antidepresan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kedelai memberikan efek antidepresan dan pada dosis 500 mg/kg BB adalah dosis yang memberikan efek antidepresan paling kuat pada mencit jantan.
Analisis Kuantitatif Akrilamida Produk Kopi Arabika (Coffea arabica) Gayo Secara Spektrofotometri UV-Vis Ernita Silviana; Cut Aysha Nizia; Burdah Burdah; Amelia Sari; Maria Irwani; Puji Lestari
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akrilamida merupakan senyawa kimia yang terdapat pada kopi setelah disangrai pada suhu di atas 120oC, yang berpotensi memicu kanker pada manusia. Kopi yang digunakan merupakan produk kopi arabika (Coffea arabica) gayo, dengan aroma kopi arabika yang sangat kuat tercium ketika kopi disangrai dengan temperatur di atas 200oC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar akrilamida yang terdapat dalam produk kopi arabika gayo. Teknik pengambilan sampel berupa Purposive sampling yaitu produk kopi arabika gayo yang paling banyak di beli sebanyak 3 sampel. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penentuan kadar akrilamida produk kopi gayo pada kopi A, kopi B dan kopi C mempunyai kadar berturut-turut adalah 15,45 μg/g, 20,55 μg/g dan 17,23 μg/g. Dari ketiga sampel produk kopi arabika gayo menunjukan bahwa kadar akrilamida masing-masing sampel melebihi batas aman konsumsi akrilamida yang dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu 2 μg/g.
Identifikasi hidroquinon dalam lotion pemutih dengan metode kromatografi lapis tipis Burdah Burdah; Ass-Siri Mirriyan Farsya; Ernita Silviana; Amelia Sari; Maria Irwani
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i1.1299

Abstract

Background: Cosmetics have been widely used to enhance the appearance and make it look more attractive. One of the most commonly used cosmetics is lotion. As science and technology progress, many lotions are introduced to the market. As pharmaceutical regulations require, not all lotion products are safe, effective, and of high quality. However, many losses are caused by whitening lotion products in circulation, one of which is the addition of hydroquinone, a whitening substance that can cause damage to the skin.Objectives: This study aims to identify the hydroquinone content contained in whitening lotion.Methods: Experimental research using the Thin Layer Chromatography (KLT) method to test lotions for hazardous ingredients. It was conducted at the Chemistry Laboratory of Poltekkes Kemenkes Aceh in June 2022. Materials are whitening hand body lotion available online and not branded as many as five samples—determination of criteria, namely, low prices, high demand, and instant results. The single variable used in this study determines the presence or absence of hydroquinone in lotion samples.Results: This study has shown that five whitening lotion samples are positive. Sample S4 contains hydroquinone with an Rf value of 0,55 (< 0,05). Meanwhile, samples S1, S2, S3, and S5 were negative for hydroquinone.Conclusion: Some lotions tested have met the requirements of BPOM regulations and are safe to use, but one lotion is unsafe to use because it contains high hydroquinone.
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) sebagai Sediaan Topikal Antimikroba Nurmalia Zakaria; Cut Yuliana; Amelia Sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.64

Abstract

Daun ketepeng cina mengandung senyawa alkaloid, saponinm tannin, steroid, antrakuinon, dan flavonoid, serta memiliki efek antiinflamsi, antimikroba dan antijamur. Daun ketepeng cina secara empiris digunakan untuk mengatasi dermatitis, scabies, kurap, eksim, psoriasis, herpes, dan sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina terhadap stabilitas fisik sediaan gel. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Objek dari penelitian ini yaitu konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina pada 3 formula gel yaitu 1% (F1), 3%(F2) dan 5% (F3). Ketiga Sediaan gel ditentukan stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula gel menunjukkan organoleptik dengan bentuk semi padat, warna coklat hingga coklat kehitaman, dan aroma khas ekstrak daun ketepeng cina. pH ketiga gel berkisar antara 5,6±0,0738 hingga 6,5±0,2182, daya sebar berkisar 5±0,1734 hingga 6,6±0,1093 cm, dan viskositas F1, F2 dan F3 adalah 3580 cp; 4357,7 cp; dan 7175,3 cp. Ketiga formula memiliki stabilitas yang cukup baik terhadap organoleptik, pH dan daya sebar selama penyimpanan 4 minggu. Viskositas ketiga formula mengalami peningkatan pada minggu ke-4, tetapi masih sesuai dengan ketentuan viskositas gel menurut SNI 16-4399-1996. Sediaan gel ekstrak daun ketepeng cina memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi suatu sediaan topikal antimikroba. kata kunci: Gel Topikal Antimikroba, Ekstrak Daun Ketepeng Cina, Carbopol, Stabilitas
Formulasi Dan Uji Kesukaan Serbuk Effervescent Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Nurmalia Zakaria; Amelia Sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.86

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid, terpenoid, flavonoid, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, fenolik, karoten, fitoalbumin dan memiliki khasiat antioksidan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, salah satunya dalam bentuk serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menentukan karakteristik fisik (organoleptis, kadar air, waktu alir, waktu dispersi) serta tingkat kesukaan serbuk effervescent sari kulit buah naga dengan variasi konsentrasi aspartam sebagai pemanis. Penelitian menggunakan metode eksperimental, dengan 3 variasi konsentrasi aspartam, yaitu FI: 2,5%, FII: 3%, FIII: 3,5%. Hasil penelitian menunjukkan FI, FII dan FIII berwarna merah muda tidak homogen, aroma tidak berbau, FI berasa asam FII asam manis, dan FIII manis. Kadar air FI, FII, dan FIII secara berturut-turut 3,6%, 3,19% dan 2,35%, dengan waktu alir 8,86 detik, 8,32 detik dan 8,62 detik, sudut diam 34o, 33o, dan 32o, dan waktu dispersi 1,77 menit, 1,45 menit dan 1,12 menit. Karakteristik fisik ketiga formula tidak jauh berbeda dengan serbuk Adem Sari®. Uji tingkat kesukaan untuk FI, FII dan FIII diperoleh masing-masing nilai 3,56 (cukup suka), nilai 4 dengan (suka), dan nilai 3,5 dengan (cukup suka). Didapat kesimpulan bahwa serbuk effervescent kulit buah naga merah dengan variasi konsentrasi aspartam memenuhi persyaratan karakteristik fisik dan tingkat kesukaan tertinggi adalah pada FII dengan variasi konsentrasi aspartam sebanyak 3%. Kata kunci : Kulit buah naga merah, serbuk effervescent, aspartam, karakteristik fisik, uji hedonik
FORMULATION AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF HERBAL TOOTHPASTE BASED ON ACEH TRADITIONAL MEDICINE Rima Hayati; Amelia Sari; Rini Handayani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.925

Abstract

This research is based on Acehnese traditional medicine containing betel leaf, areca nut, kencur rhizome, gambier sap, and clove buds. Traditionally, all parts of the plant are wrapped in betel leaf folds and chewed to maintain oral health. This study aimed to incorporate these ingredients into an herbal toothpaste and test its efficacy against bacteria that cause tooth decay, such as S. mutans and E. faecalis. Extracts from betel leaf, areca nut, aromatic ginger, gambier sap, and clove buds were used in this study. Based on variations in extract concentrations, three formulations were developed: F1, F2, and F3. In addition, F0 was the toothpaste base. The herbal toothpaste was light brown in color, homogeneous, semisolid, and had a characteristic betel leaf aroma, according to the evaluation results. The final product had a pH of 7.52–8.59, viscosity of 238.9–242.3 cP, and a foam height of 20 mm (F0), 11 mm (F1), 9 mm (F2), and 6 mm (F3). These values meet the toothpaste quality standard (SNI 112-3524-1995). While F1 showed moderate inhibition against S. mutans and E. faecalis in the antibacterial test, F2 and F3, showed high inhibition against S. mutans and moderate inhibition against E. faecalis. Based on these results, the optimal formula is F3 which has a larger inhibition diameter of 12.23 mm for S. mutans and 9.10 mm for E. faecalis. This herbal toothpaste can be developed to prevent oral candidiasis and gingivitis.  Keywords: herbal toothpaste, antibacterial activity, Streptococcus mutans, Enterococcus faecalis
Formulasi Sediaan Shampo Antiketombe Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc Sari, Amelia Sari; Hayati, Rima Hayati
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.142 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i1.195

Abstract

Ketombe merupakan suatu keadaan anomali pada kulit kepala dan salah satu penyebabnya ialah jamur Malssezia sp. Tanaman Jahe merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antijamur, yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan sampo antiketombe ekstrak rimpang jahe konsentrasi 3,13% dengan 2 basis yang berbeda dan evaluasi sediaan shampoo.  Basis Na CMC dan HPMC dapat diformulasikan ke dalam sediaan shampoo ekstrak jahe. Evaluasi sediaan shampoo dari organoleptis, tinggi busa, pH dan viskositas  sudah memenuhi persyaratan berdasarkan SNI.Kata Kunci : Shampoo, Ekstrak Jahe, Na CMC, HPMCDandruff is an anomalous condition on the scalp and one of the causes is the fungus Malssezia sp. Ginger plants are natural ingredients that contain antifungal compounds, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, triterpenoids and steroids. The aim of this study was to make a formulation of anti-dandruff shampoo preparations of ginger rhizome concentration of 3.13% with 2 different bases and evaluation of shampoo preparation. Base Na CMC and HPMC can be formulated into preparations of ginger extract shampoo. Evaluation of shampoo preparations from organoleptic, foam height, pH and viscosity have met the requirements based on SNI.Keywords: Shampoo, ginger exract, Na CMC, HPMC
Sosialisasi Cara Mencuci Tangan Yang Baik Dan Pentingnya Mengkonsumsi Tablet Fe Bagi Kalangan Remaja Putri Di Rumah Penuntun Muhammadiyah Banda Ace Burdah, Burdah; Sari, Amelia; Mauyah , Nizan
Journal of Law and Social Politics Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jlsp.v1i3.24

Abstract

Tingginya angka kejadian anemia pada remaja putri disebabkan masih banyak remaja putri yang tidak terbiasa mengkonsumsi tablet Fe saat menstruasi. Hal ini disebabkan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe pada remaja putri masih rendah. Selain masalah anemi, masih banyak masyarakat belum memahami tentang pentingnya mencuci tangan yang baik dan benar untuk mencegah penularan penyakit oleh sebab itu tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan pentingnya mengkonsumsi Tablet Fe. Kegiatan ini di lakukan di Rumah penuntun Muhammadiyah Banda Aceh pada tanggal 11 Februari 2023. Sasaran kegiatan adalah remaja putri pada Rumah Penuntun Muhammadiyah Banda Aceh sebanyak 36 orang. Metode yang dilakukan adalah dengan pemaparan materi dan pemutaran video. Kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar serta pentingnya mengkonsumsi Tablet Fe. Hasil yang didapat terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, Nilai Post test lebih tinggi dari nilai Pre test. Hasil Uji T- Tes menunjukkan hasil pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri Rumah Penuntun Muhammadiyah tentang cara mencici tangan yang baik dan benar serta pentingnya mengkonsumsi Tablet Fe dengan nilai P=0,000.