Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) sebagai Sediaan Topikal Antimikroba Nurmalia Zakaria; Cut Yuliana; Amelia Sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.64

Abstract

Daun ketepeng cina mengandung senyawa alkaloid, saponinm tannin, steroid, antrakuinon, dan flavonoid, serta memiliki efek antiinflamsi, antimikroba dan antijamur. Daun ketepeng cina secara empiris digunakan untuk mengatasi dermatitis, scabies, kurap, eksim, psoriasis, herpes, dan sariawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina terhadap stabilitas fisik sediaan gel. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Objek dari penelitian ini yaitu konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina pada 3 formula gel yaitu 1% (F1), 3%(F2) dan 5% (F3). Ketiga Sediaan gel ditentukan stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula gel menunjukkan organoleptik dengan bentuk semi padat, warna coklat hingga coklat kehitaman, dan aroma khas ekstrak daun ketepeng cina. pH ketiga gel berkisar antara 5,6±0,0738 hingga 6,5±0,2182, daya sebar berkisar 5±0,1734 hingga 6,6±0,1093 cm, dan viskositas F1, F2 dan F3 adalah 3580 cp; 4357,7 cp; dan 7175,3 cp. Ketiga formula memiliki stabilitas yang cukup baik terhadap organoleptik, pH dan daya sebar selama penyimpanan 4 minggu. Viskositas ketiga formula mengalami peningkatan pada minggu ke-4, tetapi masih sesuai dengan ketentuan viskositas gel menurut SNI 16-4399-1996. Sediaan gel ekstrak daun ketepeng cina memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi suatu sediaan topikal antimikroba. kata kunci: Gel Topikal Antimikroba, Ekstrak Daun Ketepeng Cina, Carbopol, Stabilitas
Formulasi Dan Uji Kesukaan Serbuk Effervescent Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Nurmalia Zakaria; Amelia Sari
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.86

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloid, terpenoid, flavonoid, tiamin, niasin, piridoksin, kobalamin, fenolik, karoten, fitoalbumin dan memiliki khasiat antioksidan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan, salah satunya dalam bentuk serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menentukan karakteristik fisik (organoleptis, kadar air, waktu alir, waktu dispersi) serta tingkat kesukaan serbuk effervescent sari kulit buah naga dengan variasi konsentrasi aspartam sebagai pemanis. Penelitian menggunakan metode eksperimental, dengan 3 variasi konsentrasi aspartam, yaitu FI: 2,5%, FII: 3%, FIII: 3,5%. Hasil penelitian menunjukkan FI, FII dan FIII berwarna merah muda tidak homogen, aroma tidak berbau, FI berasa asam FII asam manis, dan FIII manis. Kadar air FI, FII, dan FIII secara berturut-turut 3,6%, 3,19% dan 2,35%, dengan waktu alir 8,86 detik, 8,32 detik dan 8,62 detik, sudut diam 34o, 33o, dan 32o, dan waktu dispersi 1,77 menit, 1,45 menit dan 1,12 menit. Karakteristik fisik ketiga formula tidak jauh berbeda dengan serbuk Adem Sari®. Uji tingkat kesukaan untuk FI, FII dan FIII diperoleh masing-masing nilai 3,56 (cukup suka), nilai 4 dengan (suka), dan nilai 3,5 dengan (cukup suka). Didapat kesimpulan bahwa serbuk effervescent kulit buah naga merah dengan variasi konsentrasi aspartam memenuhi persyaratan karakteristik fisik dan tingkat kesukaan tertinggi adalah pada FII dengan variasi konsentrasi aspartam sebanyak 3%. Kata kunci : Kulit buah naga merah, serbuk effervescent, aspartam, karakteristik fisik, uji hedonik
Efek Antidiabetes Infusa Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius Mill.) Pada Mencit (Mus musculus L.) Jantan dengan Metode Tes Toleransi Glukosa Nurmalia Zakaria; Amelia Sari; Fauziah Fauziah; Rini Handayani
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.134

Abstract

Daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Mill.) dipercaya secara empiris dapat menurunkan kadar glukosa darah atau mengontrol kondisi hiperglikemik yang lebih ringan. Daun pepaya jepang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia karena salah satu kandungan kimia yang terdapat pada daun pepaya jepang yaitu flavonoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek antidiabetes dari infusa daun pepaya jepang terhadap mencint jantan. Metode uji antidiabetes menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa (TTG) terhadap tiga kelompok dosis perlakuan infus daun pepaya yaitu dosis 16,5 mg/20g BB; 33 mg/20g BB; dan 66 mg/20g BB, serta kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil uji menunjukkan bahwa ketiga kelompok dosis infusa pepaya jepang memiliki efek antidiabetes dengan cara menurunkan kadar glukosa darah (KGD) mencit hingga menit ke-120 dengan persentase penurunan KGD secara berurutan yaitu 60,2%, 70,0% dan 71,8%. Nilai persentase penurunan KGD ketiga kelompok infusa daun pepaya jepang memberikan hasil yang berbeda secara signifikan dengan kontrol positif dan kontrol negatif yaitu 51,8% dan 24,2% (P<0,05). Efek antidiabetes dari ketiga infusa daun pepaya lebih tinggi dibandingkan dengan obat antidiabetes oral Metformin. Persentase penurunan KGD paling tinggi diberikan oleh infusa daun pepaya jepang dosis 66 mg/20 g BB dan tidak berbeda secara signifikan dengan infusa daun pepaya jepang dosis 33 mg/20g BB. Kata kunci : Antidiabetes, Tes Toleransi Glukosa (TTG), Infusa Daun Pepaya Jepang, Penurunan Kadar Gula Darah (KDG)
Formulation and Antibacterial Activity of Averrhoa bilimbi L. Fruits Extract in Vegetable Oil-Based Liquid Hand Soap Hayati, Rima; Sari, Amelia; Hanum, Faridah; Nabilah, Nada; Earlia, Nanda; Lukitaningsih, Endang
Malacca Pharmaceutics Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Heca Sentra Analitika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60084/mp.v1i1.35

Abstract

The main method of preventing infections is good hand cleanliness. Bilimbi (Averrhoa bilimbi) fruits contains flavonoids, which have been tested for antibacterial activity. Polar chemicals like flavonoids are often extracted using ethanol as a solvent.  Therefore, this study aimed to formulate an ethanol extract of A. bilimbi fruits in the form of hand soap. This formulation used vegetable oils such as olive oil, coconut oil, and castor oil, which are high in fatty acids to maintain healthy skin. Antibacterial activity was carried out against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The extract was prepared by maceration for 5 days using an ethanol solvent. Liquid soap contained A. bilimbi fruit extracts at 5% (F1) and 10% (F2). The F1 and F2 organoleptic tests showed the preparation as a thick liquid with a distinctive coconut oil aroma, light brown (F1) and brown (F2) color. pH values of 5.8 (F1) and 5.6 (F2). Foam height stability was 71.5% (F1) and 73.1% (F2). The specific gravity for the two formulas was 1.02 g/mL. The viscosity of F1 and F2 was 137.6 cP and 163.5 cP, respectively. Inhibition power against S. aureus using the agar diffusion method by measuring the diameter of the inhibition zone showed strong (F1) and very strong (F2) categories The inhibition against S. aureus showed strong (F1) and very strong (F2) categories. While F1 has no inhibitory power against E. coli, F2 showed inhibition in the strong category. Based on our research, it can be concluded that A. bilimbi fruit extract can produce good hand soap and have bacteria-inhibiting activity. However, further formula development is still needed to obtain preparations that meet all the requirements and stability tests.
Implementasi Pengetahuan tentang Kosmetik untuk Ibu Hamil dan Menyusui: Upaya Pengabdian kepada Masyarakat di kalangan Mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes Hayati, Rima; Sari, Amelia; Aroni, Defri
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Oktober)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v6i2.21211

Abstract

Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk membersihkan, memelihara, dan meningkatkan daya tarik tubuh. Bagi ibu hamil dan menyusui, pemilihan kosmetik yang aman sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit dan menghindari bahan kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Maraknya peredaran kosmetik yang tidak aman di masyarakat menuntut adanya pengetahuan yang tepat tentang produk yang digunakan, terutama bagi tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengukur persepsi mahasiswi tingkat 2 program studi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh terhadap penggunaan kosmetik yang aman bagi ibu hamil dan menyusui. Hasil dari kegiatan edukasi ini menunjukkan bahwa setelah edukasi 61,6% (45 responden) memiliki persepsi yang baik mengenai pentingnya penggunaan kosmetik yang aman dalam perawatan ibu hamil dan menyusui.
Evaluasi Fisik dan Uji Kesukaan Sediaan Masker Gel Peel Off Serbuk Cangkang Telur (Pullum Ovum) dan Madu (Apis) Zakaria, Nurmalia; Fauziah; Sari, Amelia; Zarwinda, Irma; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.85

Abstract

Cangkang telur (Pullum Ovum) dan memiliki kandungan 97% kalsium karbonat, fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga. Madu merupakan humektan alami dimana madu bisa menarik air dan mempertahankannya di dalam lapisan kulit sehingga terhidrasi dan kenyal. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu memberikan efek perawatan pada kulit wajah sebagai anti aging untuk kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serbuk cangkang telur dan madu dalam sediaan masker gel peel off dan melakukan evaluasi fisika, uji iritasi dan uji kesukaan panelis. Penelitian bersifat eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasetika Akafarma Banda Aceh pada tahun 2022. Masker gel peel off dibuat dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi serbuk cangkang telur yaitu 1% (F1), 2% (F2), 3% (F3). Basis yang digunakan yaitu Polivinyl Alkohol (PVA) dan Hidroxy Propyl Methyl Cellulosa (HPMC) dan dilakukan evaluasi fisik terhadap sediaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula masker gel peel off memenuhi syarat evaluasi fisika dan uji iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai responden dari segi bentuk F1, dari segi warna F1 dan F2, dari segi aroma yaitu F2. Maka disimpulkan bahwa Serbuk cangkang telur dan madu dapat diformulasikan dalam sedian masker gel peel off dengan karakteristik fisik dan hasil uji iritasi yang baik. Kata kunci : Cangkang telur, Madu, Formulasi, Masker gel peel-off, Evaluasi sediaan
Formulasi body scrub alami berbahan sari labu kuning dan ampas kelapa sebagai eksfolian Maria Irwani; Wurul Maghfiranda; Amelia Sari; Ernita Silviana; Burdah Burdah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1843

Abstract

Background: Pumpkin juice and coconut pulp are natural ingredients that have potential as body scrubs. Pumpkin is known to be rich in antioxidants, such as vitamin C, vitamin E, and β-carotene, which play an important role in protecting the skin from UV damage. Coconut pulp functions as a natural exfoliant that can remove dead skin cells, scrape off the outermost layer of dry and rough skin, and moisturize the skin. The use of these natural ingredients in making body scrubs aims to develop skin care products made from natural ingredients.Objective: This study aims to formulate pumpkin juice (Curcubita moschata) and coconut pulp (Cocos nucifera L.) into a body scrub preparation and evaluate the physical characteristics of the preparation.Methods: Experimental research was conducted at the Unsyiah Herbarium Laboratory and the Pharmaceutics Laboratory of the Poltekkes Kemenkes Aceh from February to April 2023. Evaluation of the preparation includes organoleptic test, homogeneity, spreadability, emulsion type, irritation, liking test, and pH measurement. Data analysis was carried out descriptively.Results: The results showed that the formulated body scrub preparation had a semi-solid shape, yellow color, distinctive aroma of pumpkin juice and coconut pulp, and good homogeneity. The pH of the preparation was in accordance with SNI standards (pH 6.1-6.2), the spreadability met the requirements (5.5 cm), and the type of emulsion formed was oil in water. All preparations did not cause skin irritation, and the formula most preferred by respondents was F3 (20% pumpkin juice and 15% coconut pulp).Conclusion: The combination of pumpkin juice and coconut pulp can be used as a natural exfoliant in body scrub cream.
Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Terhadap Penggunaan Sendok Takar Obat Di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs) UPTD Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat: Tingkat Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Terhadap Penggunaan Sendok Takar Obat Di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs) UPTD Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat Sari, Amelia; Burdah, Burdah; Rizka, Tia; Aroni, Defri; Irwani, Maria; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Munazar, Munazar
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v4i2.750

Abstract

Medicine measuring spoon is one of the measuring tools used to obtain the appropriate dose when taking medicine in liquid form so that it is effective against disease. Patient treatment compliance with the use of measuring spoons is very important for the patient's recovery in treatment. This study aims to determine the level of compliance of outpatients with the use of measuring spoons. Sampling in this study was conducted using purposive sampling method. Measurement of the level of compliance was carried out using the MMAS-8 (Eight Item Modified Morisky Adherence Scale) questionnaire by collecting data on 66 respondents. The results of this study indicate that patients with a low level of compliance with a percentage of 62.1%, a moderate level of compliance with a percentage of 24.2%, and high compliance with a percentage of 13.6%. It can be concluded that the level of compliance of outpatients with the use of measuring spoons of medicine at the Integrated Management of Sick Toddlers (IMCI) Poli UPTD Puskesmas Meureubo West Aceh Regency is in the low category.
Edukasi Risiko Mengkonsumsi Minuman Kemasan Terhadap Penyakit Diabetes Mellitus di SMP N 1 Darul Imarah Aceh Besar Aroni, Defri; Sari, Amelia; Malina, Tanzilal; Maulana, Iska; Helda, Hidayani; Ronaldo, Leo; Zakaria, Nurmalia; Fauziah
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.836

Abstract

High-sugar packaged beverage consumption is a common habit among adolescents and contributes to the growing risk of early-onset Diabetes Mellitus. This community service activity aimed to increase students’ knowledge regarding the risks of packaged drinks through interactive health education. The activity was conducted at SMP Negeri 1 Darul Imarah, Aceh Besar, involving 23 eighth-grade students. The educational intervention included lectures, group discussions, and nutrition label reading simulations. Evaluation was carried out using pretest and posttest instruments. The results showed a significant increase in the students’ average knowledge scores from 55.2 to 82.6. The program also raised awareness about limiting added sugar intake and choosing healthier beverages. This activity demonstrated that contextual health education is effective in improving nutrition literacy and preventing non-communicable diseases from an early age
Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Besar Aroni, Defri; Sari, Amelia
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 14 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v14i2.909

Abstract

The quality of health services is one of the key factors in determining the level of patient satisfaction, especially for National Health Insurance (JKN) participants served through the Social Security Organising Agency (BPJS). This study aims to analyse the effect of health service quality on BPJS patient satisfaction at the Regional General Hospital (RSUD) of Aceh Besar Regency. This study uses a quantitative approach with a survey method through a questionnaire distributed to 68 respondents of BPJS patients who receive outpatient services. Service quality variables were analysed through five SERVQUAL dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results showed that the quality of service at the Aceh Besar District Hospital was in the Good category at 73.5% and Not Good at 26.5%. Meanwhile, the level of patient satisfaction showed a Satisfied category of 52.9% and Unsatisfied of 47.1%. Further analysis with linear regression showed that all dimensions of service quality had a positive effect on patient satisfaction, with the empathy and assurance dimensions contributing the most. These findings emphasise the importance of improving the quality of interactions and trust in health services for BPJS participants. This study recommends that RSUD Aceh Besar continue to improve service quality, especially in the aspects of communication and personal attention to patients