Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Metode Proyek dalam Keterampilan Membuat Abon Ikan pada Anak Tunarungu Nasliah, Syafwatun; Sopandi, Asep Ahmad
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 3 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.822 KB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan yang peneliti temukan di kelas VII tunarungu di SLB Perwari. Dua orang siswa mengalami masalah dalam membuat abon ikan. Selama ini guru menggunakan metode ceramah dan penugasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah metode proyek dapat meningkatkan keterampilan membuat abon ikan pada anak tunarungu, serta mendeskripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan membuat abon ikan melalui metode proyek pada anak tunarungu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi peneliti dengan guru kelas. Sebagai subjek penelitian dua orang siswa tunarungu kelas VII dan satu orang guru kelas. Data diperoleh melalui observasi, dan tes perbuatan. kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian setelah diberikan perlakuan selama delapan kali pertemuan menunjukkan bahwa kemampuan awal sebelum perlakuan membuat abon ikan  oleh TK 40% dan TS 34%. Sedangkan pada akhir siklus I kemampuan TK meningkat (64%) dan TS (64%). Pada siklus II kemampuan TK meningkat menjadi (92%) dan TS (89%).
KEPULAUAN MENTAWAI DAN PENDIDIKAN INKLUSIF Irdamurni, Irdamurni; Iswari, Mega; Sopandi, Asep Ahmad
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 3 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.477 KB) | DOI: 10.24036/jpkk.v3i2.540

Abstract

The problem in the pejat old village, namely the number of children with special needs who have not had the opportunity in proper education, this is in the teachers do not have the competence in spending children with special needs in inclusive settings. The purpose of this service is to increase teacher competence in improving inclusive education in primary schools. The method in organizing PKM uses multiple methods, namely lecture and question and answer methods for inclusive education materials and children with special needs. Furthermore, using demonstration methods, methods of practice and practice on material on how to conduct discussions and assessments of children with special needs, as well as developing learning programs (RPP) in inclusive settings, all training implementation uses the principles of learning for adults (andragogic). The implementation of this PKM received a very enthusiastic welcome from the teachers. It is expected that trainees can provide their experiences to other teachers in their respective schools, and be able to work closely with SLB teachers and parents of children with special needs in the learning of children in inclusive schools.
Pengaruh Analisis Tugas terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Anak Tunanetra Kurniati, Kurniati; Sopandi, Asep Ahmad; Zulmiyetri, Zulmiyetri
Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Vol 3 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.076 KB)

Abstract

Penelitian berawal dari permasalahan yang ditemukan di SLB N 1 Painan, seorang anak tunanetra belum menguasai keterampilan menggosok gigi. Ketika diamati, anak sering melewatkan beberapa langkah yang seharusnya dilakukan dalam menggosok gigi serta melakukan teknik menggosok gigi yang salah. Anak tunanetra memiliki hambatan dalam penglihatan, sehingga berpengaruh pada kemampuan anak dalam melakukan suatu kegiatan. Menggosok gigi adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siapapun sehingga ini adalah suatu kewajiban bagi anak tunanetra untuk bisa melakukannya dengan baik. Salah satu cara yang digunakan untuk penerapannya adalah analisis tugas. Dengan menyederhanakan kegiatan, analisis tugas dapat membantu anak untuk memahami langkah-langkah menggosok gigi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan anak meningkat menggunakan analisis tugas dibandingkan sebelum menggunakan analisis tugas. Terbukti dari hasil penelitian analisis tugas dapat meningkatkan kemampuan menggosok gigi anak tunanetra. Penelitian berawal dari permasalahan yang ditemukan di SLB N 1 Painan, seorang anak tunanetra belum menguasai keterampilan menggosok gigi. Ketika diamati, anak sering melewatkan beberapa langkah yang seharusnya dilakukan dalam menggosok gigi serta melakukan teknik menggosok gigi yang salah. Anak tunanetra memiliki hambatan dalam penglihatan, sehingga berpengaruh pada kemampuan anak dalam melakukan suatu kegiatan. Menggosok gigi adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siapapun sehingga ini adalah suatu kewajiban bagi anak tunanetra untuk bisa melakukannya dengan baik. Salah satu cara yang digunakan untuk penerapannya adalah analisis tugas. Dengan menyederhanakan kegiatan, analisis tugas dapat membantu anak untuk memahami langkah-langkah menggosok gigi. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan anak meningkat menggunakan analisis tugas dibandingkan sebelum menggunakan analisis tugas. Terbukti dari hasil penelitian analisis tugas dapat meningkatkan kemampuan menggosok gigi anak tunanetra.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Bagi Anak Tunarungu Kelas VII di SLB Negeri 1 Painan Welly Manovy; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1085400.64

Abstract

This study discusses the problems found in SLB Negeri 1 Painan regarding the implementation of the school literacy movement. This study aims to learn how to apply the school literacy movement for deaf children of class VII in SLB Negeri 1 Painan. The method used is descriptive qualitative, research subjects are school principals, class teachers, librarians, students and parents of students. Data collected through observation, interviews and documentation obtained are then analyzed and presented by drawing conclusions about the meaning of the data collected. Strategies in the school literacy movement prioritize effective social environments as a model of communication and literacy-friendly environmental conditions. Implementation starts from coaching training towards development and learning training. The benefits of applying the literacy movement can be felt by principals, class teachers, librarians, students and parents of students. SLB Negeri 1 Painan.
Persepsi Tunanetra terhadap Penggunaan Tongkat di SMK Negeri 7 Padang Neno Azni Khamil; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.622 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the perception of the visually impaired on the use of a white cane. The object of this study is visually impaired students in SMK N7 Padang. This study was based on the fact that there were a few visually impaired students who did not use a whire cane to help them walk. This study aims to explorer and describe the perception of the visually impaired on the use of the white cane. The study employed a descriptive qualitative method. The technique of information collection was observation, interview, and documentation. The results show the perception of the visually impaired students on comprehending the use of the white cane is good. The students inclination to use white cane is good, eventhough they are reluctant to use the white cane due to their fear of embarrassment, the readiness of a sighted assistant to guide them.
Cara Belajar Siswa Tunanetra dalam Pembelajaran Matematika Kelas X di SMK Negeri 7 Padang Weni Putri Aulia; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.848 KB) | DOI: 10.24036/juppekhu1059790.64

Abstract

ABSTRACTThis study disscused about visually impaired student in SMK Negeri 7 Padang, named F. Backgrounds of this study was presence of blind student who did not make any notes when studied. Meanwhile, made the notes was the easier wayfpr students to repeat the subject. The air of this study was want to know how the blind student learn the math subject. This study used case study methods. The techniques of collecting information was using observasion, interview, and documentation. The result of this study can concludedthat this learning way of student F only focused though this her hearing. It was because F can not write the braille the way to repeat and save the subject was through a record that prouded by a special companion teacher. About learning time, F did not givespecial schedule for that, but if there were task and exam, F always study with her special companion teacher. The way asignment to make the asignmentand exam, F helped by her special companion teacher, read the question and wrote down her anwers, but for the answer she spoke lively to her special companion teacher. ABSTRAK      Penelitian ini membahas mengenai seorang siswa tunanetra bernama F di SMK Negeri 7 Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya siswa tunanetra yang tidak menulis catatan saat belajar, sedangkan dengan mencatat dapat memudahkan siswa untuk untuk mengulang materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara belajar siswa tunanetra dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cara belajar F hanya memusatkan pendengarannya. Hal tersebut disebabkan karena F tidak bisa menulis Braille. Cara mengulang maupun menyimpan materi pelajaran melalui rekaman yang diberikan Guru Pendamping Khusus. Mengenai waktu belajar, F tidak menjadwalkan secara khusus, namun ketika ada tugas F selalu belajar dengan Guru Pendamping Khusus nya. Cara membuat tugas dan ujian, F dibantu oleh Guru Pendamping Khusus untuk membacakan soal dan menuliskan jawaban, tapi jawabannya disampaikan secara lisan kepada Guru Pendamping Khusus.
Meningkatkan Keterampilan Membuat Dendeng Daun Singkong Melalui Strategi Mastery Learning Bagi Anak Tunarungu Rizki Khairani; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.675 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses meningkatkan keterampilan membuat dendeng daun singkong melalui strategi mastery learning. Latar belakang penelitian ini adalah ditemukan 2 orang siswa tunarungu kelas VII Slb Yappat Lubuk Sikaping yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran keterampilan memasak, membuat dendeng daun singkong, berdasarkan hasil pengamatan diketahui siswa kurang menguasai langkah-langkah dalam membuat dendeng daun singkong. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mencoba menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, strategi mastery learning merupakan salah satu strategi yang cocok diterapkan dalam pembelajaran keterampilan, karena strategi mastery learning menekankan pada ketuntasan hasil belajar, sehingga dirasa cocok digunakan dalam pembelajaran keterampilan yang menuntut penguasaan materi hingga dirasa tuntas atau mampu dilakukan secara mandiri..
Meningkatkan Keterampilan Membuat Tasbih dari Manik-manik Melalui Analisis Tugas bagi Anak Tunagrahita Ringan Kelas VIII di SLBN 2 Padang Selvi Nofianti; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.428 KB)

Abstract

This research aims to determine the process of improving the skill in creating tasbih from beads through task analysis and to determine wheter task analysis method can improve the skill in creating tasbih from beads for students with mild intellectual disability in the 8th Grade of Special School Number 2 Padang. This study is a singgle subject research with desain A-B-A. The data analysis is in the form of visual analysis of graphich displays. The object of the research is an 8th grade student with mild intellectual disability. The target behavior of this reserch is for the student to be able to perform the steps in creating tasbih correctly. The variable measurement was in the form of the percentage of the number of intrument items. The results show that the student's skill in creating tasbih improved. In the baseline (A1) condition, classroom observation was conducted five times, and the persentage of the student's achievement was still low. In the intervention (B) condition, classroom observation was conducted seven times, and the percentage of the student's achievement increased from the percentage in the baseline (A1) condition. In the baseline (A2) condition, classroom observation was conducted five times, and the persentage of the student's achievement increased as compared to the initial ability. Based on these results, it is concluded that task analysis can improve the skill in creating tasbih from beads in a student with mild intellectual disability.
Pelaksanaan Identifikasi dan Asesmen bagi Anak Berkesulitan Belajar di SD Negeri 63 Surabayo Lubuk Basung Kab. Agam Yuliana Putri; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.391 KB) | DOI: 10.24036/juppekhu1059800.64

Abstract

ABSTRACTThis study based on to find out and describe the identification and assessment design, implementation of identification and assessment, evaluation of identification and assessment for children with learning disabilities in 63 Surabayo Elementary School, Lubuk Basung, Agam. This study used a descriptive research method with a qualitative approach conducted at 63 Surabayo Elementary School in Lubuk Basung, Agam. The research subjects are Special Education Teachers (SET). The technique of collecting data uses are observation, interviews and documentation. The validity of the data is tested using triangulation techniques. The results of this study indicate that the process of identifying learning difficulties is carried out by classroom teachers, then the problematic identified students are reported to special education teachers, after that special education teachers at the school with the source center special education teachers work together to carry out the assessment. After the assessment process has been completed, the center's special education teacher will prepare an individual learning program which will be given to special education teachers and classroom teachers of each difficulty learning students to carry out. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang rancangan identifikasi dan asesmen, pelaksanaan identifikasi dan asesmen serta evaluasi identifikasi dan asesmen  bagi anak berkesulitan belajar di SD Negeri 63 Surabayo Lubuk Basung Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan di SD Negeri 63 Surabayo Lubuk Basung Kabupaten Agam. Subjek peneliitian yaitu Guru Pembimbing Khusus (GPK). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses identifikasi anak berkesulitan belajar dilakukan oleh guru kelas, kemudian siswa yang teridentifikasi bermasalah dilaporkan kepada guru pendidikan khusus, setelah itu guru pendidikan khusus di sekolah tersebut bersama guru pendidikan khusus pusat sumber bekerja sama melaksanakan asesmen. Setelah proses asesmen selesai dilaksanakan guru pendidikan khusus pusat sumber menyusun program pembelajaran individual yang kemudian diberikan kepada guru pendidikan khusus dan guru kelas masing–masing anak berkesulitan belajar untuk dilaksanakan.
Pelaksanaan Pembelajaran oleh Guru Mata Pelajaran dalam Setting Inklusif Di SMP Pembangunan Laboratorium UNP Aisyi Hurun Ein; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.866 KB)

Abstract

Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah fenomena pelaksanaan pendidikan inklusif yang terkait dengan pelaksanaan pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana situasi di lapangan dalam pelaksanaan pembelajaran di salah satu sekolah penyelengara pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif guna mendeskripsikan kondisi di lapangan secara apa adanya. Penelitian ini dilakukan tanpa adanya partisipasi langsung dari peneliti. Pemrolehan data melalui tiga teknik yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di SMP Pembangunan Laboratorium UNP masih belum berjalan dengan baik. Hal ini tergambar pada kegiatan pembelajaran yang belum mengayomi seluruh siswa juga belum menggunakan prinsip khusus. Baik dari segi materi maupun tujuan pembelajaran tidak dilakukan modifikasi sehingga siswa berkebutuhan khusus harus mengikuti pelajaranyang sama dengan siswa lainnya. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah masih belum sempurna ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian dalam pembelajaran.
Co-Authors Adinda Fania Afnika, Selvia Agustin, Nur Hairra Aisyi Hurun Ein Amelia, Riska Fitri Amsyaruddin, Amsyaruddin Andef, Inneke Muarta Annisa Annisa Aprimadona, Wela Ardisal Ardisal Armaini Armaini Astaningsih, Dwi Bella, Shinta Budi, Setia Cassandra Edward Damri Damri Deri April Ningsih Deska Dwi Rahma Anggraini Diana Putri Edward, Cassandra Elfina, Maria Elita, Riza Elsa Efrina Elsa Efrina Endang Sri Handayani Faradisya, Popy Purna Fathiasari, Saina Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Firdaus, Wafi Maulana Fitra, Bunga Rahmah Fitriza Yunisa Gaby Arnez Grahita Kusumastuti, Grahita Havivah Fadillatul. H Hendra Wijaya Wijaya Indri Yulianti Intania, Intania Irdamurni Jaya Saputra Johandri Taufan Jon Efendi Jon Efendi Kasiyati Kasiati Kasiyati Kasiyati Kedhaton, Ayu Sekar Kesya, Azzahra Berliana Khairunisa, Widya Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Lestari, Kasih Indah Lusi Afrila M. Arief Wicaksana P Mahdi, Arisul Mardani, Rada Maria Elfina Marlina Marlina Marlina Marlina Marlini Marlini Mega Iswari Miftahul Jannah Miftahur Rizka Nafami Kartika Nasliah, Syafwatun Nasution, Syahputra Neno Azni Khamil Nera Lestari Nugraha, Danu Dwi Nurul Nafisah Nurwijayanti Pajariah, Pajariah Pangestu, Dewo Popy Purna Faradisya Putri Diana Putri Sabila Putri Yunisya Putri, Riska Alwasih Putri, Serliya Qalby, Suci Raudatul Rahma Anggraini, Deska Dwi Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmi, Annisa Yulia Rice Apriliani Rila Muspita Riza Elita Rizka, Miftahur Rizki Khairani Rudi Setiawan Rudi Setiawan Safaruddin Safaruddin Safna, Faiqah Dzakiyatus Salsabila, Azila Saputra, Jaya Selvi Nofianti Serliya Putri Shinta Bella Sisviona, Tika Sri Wahyuni Suzana, Veronica Syari Yuliana, Syari Triswandari, Retno Tsaputra, Antoni Vocia, Widari Wandari, Fauziyah Tabitha Wardani, Dedi Nurdiana Kusuma Welly Manovy Weni Putri Aulia Whiend Indani Putri Agacha Wijaya, Hendra Wijaya Wiwit Dwi Yuliana Yuliana Putri Yuliana Putri Yuliana, Wiwit Dwi Yunisa, Fitriza YUNITA, MELISA Yunita, Melisa Zarratul Khairi Zhafirah, Rifdah Zulfarahmi, Vivi Zulham Zulham Zulmiyetri Zulmiyetri