Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan Tepung Ikan Cakalang Sebagai Sumber Protein Pada Tingkat Kesukaan Tortilla Chips Firdaus, Nur Aini Azhar; Rostini, Iis; Arief, R. Mochamad Candra Wirawan; Pratama, Rusky Intan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1638

Abstract

Innovations to increase protein content in tortilla chips can be achieved by adding skipjack tuna flour. This study aims to analyze the percentage of skipjack tuna flour addition in the production of tortilla chips that are most preferred by panelists and to analyze the proximate composition of the most preferred tortilla chips. This study was conducted at the Fisheries Product Processing Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of Padjadjaran, and the Laboratory of PT Saraswanti Indo Genetech in February 2025. The research method used was experimental with 4 treatments and 25 semi-trained panelists as replicates. The treatments involved adding skipjack tuna flour to tortilla chips at levels of 0%, 7.5%, 10%, and 12.5%. The parameters observed were organoleptic characteristics (appearance, aroma, texture, taste) and chemical characteristics (protein content, ash content, fat content, moisture content, and carbohydrate content). The data obtained will be analyzed using the Friedman test and Bayes' equation. The study concluded that the addition of 12.5% skipjack tuna flour was the most preferred treatment, with an average score of 6.28 for appearance, 7.64 for aroma, 8.04 for texture, and 8.84 for taste. The alternative value for the treatment with 12.5% skipjack tuna flour addition was 8.21. The proximate analysis results of the most preferred tortilla chip treatment showed a protein content of 7.56%, ash content of 1.82%, fat content of 20.67%, moisture content of 4.35%, and carbohydrate content of 65.60%.
Pengaruh Penambahan Tepung Daging Ikan Patin Terhadap Karakteristik Sensoris dan Tingkat Kesukaan Kue Semprit Solihah, Rif'atus; Junianto, Junianto; Nurhayati, Atikah; Rostini, Iis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1656

Abstract

Kue semprit adalah salah satu kue kering yang banyak disukai oleh masyarakat karena memiliki rasa yang manis dan tekstur yang renyah. Inovasi dalam pengolahan kue semprit dapat dilakukan dengan menambahkan bahan pangan lain, salah satunya tepung daging ikan patin. Penambahan bahan tersebut diharapkan memberikan variasi rasa dan karakteristik sensori yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daging ikan patin terhadap tingkat kesukaan kue semprit, serta untuk menentukan persentase penambahan yang paling disukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan empat variasi perlakuan penambahan tepung daging ikan patin, yaitu: 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi uji hedonik yang mencakup aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan metode statistik non-parametrik, yaitu Uji Freidman. Berdasarkan hasil analisis, kue semprit dengan penambahan tepung daging ikan patin sebesar 5% memperoleh tingkat kesukaan tertinggi, dengan skor warna 7, aroma 9, tekstur 9, rasa 9, dan nilai alternatif 8,68. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan penggunaan tepung daging ikan patin pada kisaran 2,5-5% dalam pembuatan kue semprit untuk mempertahankan daya terima konsumen
Pengaruh Penambahan Tepung Daging Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Sebagai Peningkat Protein Terhadap Tingkat Kesukaan Roti Bagelen Putri, Dinda Lestari; Junianto, Junianto; Nurhayati, Atikah; Rostini, Iis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1659

Abstract

Ikan patin merupakan sumber protein hewani yang potensial guna memperbaiki kandungan gizi dalam produk pangan, seperti roti bagelen yang diketahui memiliki kandungan protein relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daging ikan patin terhadap karakteristik organoleptik roti bagelen serta menentukan perlakuan terbaik berdasarkan metode Bayes. Dalam penelitian ini diterapkan metode eksperimental dengan 4 perlakuan (0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%) dan parameter yang diamati dalam riset ini yaitu kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dan metode Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daging ikan patin berpengaruh nyata terhadap aroma dan rasa (p<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kenampakan dan tekstur (p>0,05). Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan 5% tepung daging ikan patin yang menghasilkan nilai tingkat kesukaan tertinggi pada semua parameter yaitu kenampakan (8,0), aroma (7,9), rasa (8,4), dan tekstur (7,5). Hasil analisis menggunakan metode Bayes menunjukkan bahwa rasa memiliki bobot kriteria tertinggi yaitu 0,55 dalam menentukan daya terima panelis terhadap roti bagelen
Pengaruh Penambahan Tepung Daging Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Terhadap Tingkat Kesukaan Kulit Macaron Rahayu, Wanda Sri; Junianto, Junianto; Nurhayati, Atikah; Rostini, Iis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1662

Abstract

Striped catfish meat flour contains a valuable source of protein that can be utilized as an additive in the production of baked goods such as macaron shell. This study aims to determine the right amount of addition of striped catfish meat flour (Pangasius hypophthalmus) in making macaron shell so as to produce the most preferred product. This research was conducted from December 2024 to May 2025 at the Fishery Product Processing Technology Laboratory, Joint Building of Fisheries and Agriculture, Fishery Product Processing Laboratory, Building 2 FPIK Unpad, and Laboratory Services UPTD Testing and Application of Quality of Fishery Products Cirebon. The method used in this study is an experimental method, namely the manufacture of macaron shell which is given the addition of striped catfish meat flour with 4 different addition treatments (0%, 2.5%, 5% and 7.5%) with 25 semi trained panelists as replicates to determine the level of panelist preference for macaron shell.
PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) SEBAGAI SUMBER SERAT TERHADAP TINGKAT KESUKAAN CENDOL Parliamentary, Fazira; Rostini, Iis; Nurruhwati, Isni; Pratama, Rusky Intan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Eucheuma cottonii terhadap karakteristik kimia dan organoleptik cendol. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, serta di Laboratorium (SIG) PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor. Metode riset yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan 4 perlakuan penambahan tepung rumput laut sebanyak 0%, 5%, 10%, dan 15% pada cendol. Uji organoleptik dilakukan sebanyak 25 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diuji meliputi tingkat kesukaan kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur serta kadar air, protein, lemak, abu, serat pangan. Data hasil uji organoleptik dianalisis dengan uji Friedman dan Bayes, sedangkan hasil uji kimia dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil riset ini menunjukkan bahwa penambahan tepung rumput laut Eucheuma cottonii pada cendol sebesar 5% merupakan perlakukan yang paling disukai berdasarkan parameter organoleptik dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan kenampakan (7,3); aroma (6,8); rasa (7,0); dan tekstur (6,8) dan menghasilkan komposisi proksimat yaitu kadar air (91,55%); kadar abu (0,16%); kadar protein (0,59%); kadar lemak (0,02%); karbohidrat (7,70%) dan kadar serat pangan menjadi (1,94%).
Sanitasi dan Higienitas Tempat Pelelangan Ikan Serta Analisis Mutu Organoleptik Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei Risso, 1810) di Muara Angke, Jakarta Utara Tiaraningsih, Thania; Pratama, Rusky Intan; Mulyani, Yuniar; Rostini, Iis
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1697

Abstract

The Fish Auction Place (FAP) is a facility that supports fishermen in distributing their catches. Muara Angke FAP is one of the active auction places in Jakarta. Fish is a perishable commodity that requires proper handling to maintain its quality, including hygiene and sanitation facilities, especially to preserve the quality of little tuna (Auxis rochei). This study aims to analyze the sanitation and hygiene conditions at Muara Angke FAP based on Minister of Marine Affairs and Fisheries Decree No. 1 of 2007 (KEP. KP 01/MEN/2007), assess the organoleptic quality of little tuna, and analyze the relationship between sanitation-hygiene and tuna quality. The research was conducted from January to February 2025 using a case study method. Sanitation and hygiene data were obtained using purposive sampling, while little tuna samples for organoleptic and pH tests were taken using simple random sampling. Spearman correlation was used to analyze the relationship between FAP sanitation-hygiene and tuna quality. The results show that most sanitation and hygiene aspects meet the standards, although some deficiencies remain in facilities such as handwashing stations, toilets, environmental cleanliness, and warning signs. The organoleptic test yielded a final score of 7, indicating that frozen little tuna at Muara Angke FAP is still considered fresh. The pH ranged from 5.3 to 5.7, also indicating freshness. Spearman correlation analysis showed a weak positive relationship (r= 0.281) with no significant correlation (p= 0.231) between sanitation-hygiene and the quality of little tuna.
The Effect of Eucheuma cottonii Seaweed Flour Addition on the Preference Level of Dogol Shrimp Nuggets Hanun, Inas Maya Tamimah; Rostini, Iis; Haetami, Kiki; Pratama, Rusky Intan
Jurnal Natur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.23.2.116-125

Abstract

This study aims to determine the effect of adding Eucheuma cottonii seaweed flour on the preference level of dogol shrimp (Metapenaeus monoceros) nuggets. Dogol shrimp nuggets have high protein content but are low in fiber, so adding seaweed flour as a dietary fiber source is expected to improve the nutritional value and product quality. The research used an experimental method with four treatments of seaweed flour addition to dogol shrimp nuggets: 0% (control), 1.5%, 2.5%, and 3.5%. Hedonic testing was conducted with 25 semi-trained panelists as replicates to evaluate sensory attributes (color, aroma, taste, and texture). Based on panelist preference level and Bayes test results, the priority product was subsequently analyzed through proximate analysis (moisture, protein, fat, and ash), crude fiber content, and texture testing (Texture Profile Analysis). The research showed that adding seaweed flour significantly affected the increase in fiber content. The treatment with 1.5% seaweed flour addition was the best treatment with moisture content values of 61.11%; protein 8.47%; ash 1.84%; fat 1.78%; crude fiber 2.15%; and texture analysis values of hardness 4,315.7523 gForce; fracturability not detected; springiness 0.8487%; cohesiveness 0.5813%; gumminess 2,500.1247 gForce; chewiness 2,110.6553 gForce; and resilience 0.2553%. The addition of Eucheuma cottonii seaweed flour to dogol shrimp nuggets can serve as an innovation in developing healthier fishery product processing that consumers prefer
IDENTIFIKASI KOMPONEN FLAVOR VOLATIL IKAN KEMBUNG SEGAR (Rastrelliger sp.) Pratama, Rusky; Rohmah, Tuhpatur; Liviawaty, Evi; Rochima, Emma; Rostini, Iis
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2220

Abstract

Ikan kembung merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Beberapa alasan penyebabnya ialah karena ikan ini tingkat ketersediannya cukup tinggi, mudah ditemukan di pasaran dan memiliki karakteristik flavor yang disukai oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa flavor volatil pada ikan kembung segar. Sampel dalam penelitian ini adalah daging ikan kembung segar yang senyawa volatilnya diekstraksi pada suhu 40oC menggunakan metode Solid Phase Micro-Extraction (SPME) dan diidentifikasi menggunakan alat Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC/MS). Selain itu, analisis proksimat juga dilakukan pada sampel daging ikan kembung (kadar air, abu, lemak, dan protein). Hasil analisis komponen volatil menunjukkan bahwa terdapat 27 senyawa volatil pada sampel daging ikan kembung segar dimana sebagian besar senyawa volatil yang terdeteksi berasal dari kelompok senyawa hidrokarbon, aldehida, alkohol, dan keton. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa ikan kembung segar yang diteliti memiliki kandungan air, abu, lemak dan protein sebesar 74,2%; 1,66%; 1,38% dan 20,91% secara berurutan.
The Effect of Tilapia Meat Flour Addition on the Preference level of Dried Sus Meida Maulida; Rusky Intan Pratama; Asep Agus Handaka Suryana; Iis Rostini
Grouper Vol. 15 No. 2 (2024): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v15i2.274

Abstract

Tilapia as a food ingredient has a high nutritional content, one of which is protein content. Tilapia meat can be processed into flour, which can then be used as an ingredient to increase the nutritional content of dried sus. This study aims to determine the amount of tilapia meat flour added to produce dried sus that is most favored by panelists. The method used was an experimental method with 0%, 10%, 15%, and 20% tilapia meat meal addition. The parameters observed were the hedonic test and the proximate test. The results showed that the addition of tilapia meat flour to the most preferred dry sus was the 15% treatment with an average value of appearance of 8.0; aroma of 7.7; texture of 8.4; taste of 7.9; criterion weight of 0.57 and alternative value of 8.8. The resulting proximate test is water content of 4.86; ash content of 2.91%; protein content of 12.35%; fat content of 31.95%; and carbohydrate content of 45.52%.
Pengaruh fortifikasi tepung tulang ikan patin (Pangasius sp.) terhadap peningkatan kalsium dan preferensi donat: The effect of shark catfish (Pangasius sp.) bone flour fortification on increasing calcium and donut preference Saputra, Fachrul; Rochima, Emma; Apriliani, Izza Mahdiana; Rostini, Iis
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.57118

Abstract

Tulang ikan patin dapat dimanfaatkan dalam bentuk tepung untuk memperkaya gizi produk. Donat dengan penambahan tepung tulang ikan patin merupakan langkah untuk memenuhi kebutuhan pasar akan camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan konsentrasi terbaik tepung tulang patin pada pembuatan donat berdasarkan karakteristik sensori, daya mekar, komposisi kimia, dan kandungan kalsium. Perlakuan fortifikasi tepung tulang patin, yaitu 0; 2,5; 5; dan 7,5% berdasarkan berat tepung terigu. Parameter yang dianalisis meliputi tingkat kesukaan, kadar kalsium, proksimat, dan kemekaran donat. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan konsentrasi tepung tulang ikan patin tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada parameter ketampakan dan aroma, namun berpengaruh nyata (p<0,05) pada rasa dan tekstur. Perlakuan terbaik pada konsentrasi tepung tulang ikan patin 2,5% dengan nilai ketampakan (7,00), aroma (5,80), rasa (6,60), dan tekstur (6,28). Donat yang dihasilkan lebih disukai untuk parameter ketampakan, agak suka untuk rasa dan tekstur. Donat dengan perlakuan 2,5% memiliki daya kembang 15,77%; air 24,16%; abu 1,02%; protein 21,12%; lemak 6,94%; karbohidrat 44,35%; dan kalsium 255,30 mg/100 g. Fortikasi tepung tulang ikan patin dapat meningkatkan kadar abu, protein, dan kalsium donat.
Co-Authors Achmad Rizal Affandy, Faried Alexander Muhammad Akbar Khan Anggreini, Diyah Ayu Asep Agus Handaka Atikah Nurhayati Aulia Andhikawati Ayi Yustiati Ayuni Nasrunnisa Azka Iqbal Beni Guswanto Danella, Amanda Puspa Dede Supriatna Dhita Hapsari Anggraeni Dini Maliha Dwi Oktarahdiana Dwiky Prabowo Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Emma Rochima Evi Liviawaty Fajrianto, Fiqri Febriana, Nisrina Filardi, Tara Firanida, Sinta Firdaus, Nur Aini Azhar Fitrianto, Nur Fittrie Meylianawaty Pratiwy Fiza Jasmine Hasani Gabriela, Lisa Giwangkara, Muhammad Qobul Raja Dirgantara Halyda Aulia Wildah Hana Siti Maharani Handaka, Asep Agus Hanun, Inas Maya Tamimah Hasani, Fiza Jasmine Hasibuan, Linda Naomi Hendra Nopandi Herman - Hamdani Heti Herawati Ibnu Dwi Buwono Ickman Santi Kusumawardani Indah Nurwulan Ine Maulina Intan Pratama Irpan Irpan IRPAN IRPAN, IRPAN Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto - JUNIANTO JUNIANTO Junianto Junianto Junianto Junianto Kiki Haetami Laily Hikmawati Lantun Paradhita Dewanti Lina Karlina M. Firhandy Dwipayana Mega Laksmini Syamsuddin Meida Maulida Mochamad Candra Wirawan Arief Mochamad Untung Kurnia Agung Muhammad Yusuf Awaluddin Mutiara Insani Nasrunnisa, Ayuni Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nielam Vioni Nur Annisa Diva Rizki Utami Nur Latifah, Atik Oktarahdiana, Dwi Parliamentary, Fazira Pramesti, Adriana Putri Prasetya, Muhamad Diva Pratama , Rusky Intan Pratama, Rusky Pratiwy, Fittrie Meylianawaty Putri, Dinda Lestari Putri, Zaky Yoana Rahayu, Wanda Sri Rahmi Amanah Ratih Wulandari Reni Rahmi Afriani Rita Rostika Riyadi, Reihan Slamet Roffi Grandiosa Herman Rohmah, Tuhpatur Rufi'i Rusky I. Pratama Rusky I. Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Pratama Salsabila, Lulu Santi Amelia Saputra, Fachrul Sari, Elviana Dian Mustika Solihah, Rif'atus sunarto sunarto Syarifudin Sahlan Syauqibik, Achmad Tiaraningsih, Thania Vadhilah Savetri Wildah, Halyda Aulia Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zain, Balqis Aliya