Claim Missing Document
Check
Articles

Penambahan Telur Ikan Nilem Terhadap Tingkat Kesukaan Produk Olahan Stick Azka Iqbal; Emma Rochima; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai Penambahan Telur Ikan Nilem Terhadap Tingkat Kesukaan Produk Olahan Stick ini bertujuan untuk mengetahui persentase konsentrasi penambahan telur ikan nilem pada Stick yang paling disukai panelis. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret sampai April 2016 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Jasa Uji Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan yaitu penambahan telur ikan nilem  0%, 10%, 15%, 20% dan 25% dengan 20 panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah Uji Organoleptik meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur dan Uji kimia (kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak untuk perlakuan kontrol dan stick yang paling disukai). Berdasarkan hasil penelitian terhadap Uji Hedonik menunjukkan bahwa penambahan telur ikan nilem pada semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penambahan telur ikan nilem 15% menghasilkan stick yang lebih disukai dibanding perlakuan lainnya dengan nilai rata-rata hedonik terhadap kenampakan 7,2, aroma 7,1, tekstur 7,2, rasa 6,2, nilai kadar air 4,27%, kadar abu 2,19%, kadar lemak 37,66%, dan kadar protein 12,72%.
PEMANFAATAN SURIMI IKAN LELE DALAM PEMBUATAN DIM SUM TERHADAP TINGKAT KESUKAAN Laily Hikmawati; Nia Kurniawati; Iis Rostini; Evi Liviawaty
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase terbaik surimi lele dalam pembuatan dim sum yang disukai oleh panelis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2016 di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium Mikrobiologi dan Biokimia Institut Pertanian Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu penggunaan daging lumat 100% serta kombinasi daging lumat dan surimi lele 30% : 70%; 25% : 75%; 20% : 80%; dan 15% : 85% berdasarkan berat daging lumat dan surimi lele. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu kadar air, kadar protein, dan karakteristik organoleptik (uji hedonik) yang meliputi kenampakan, aroma, rasa, dan tekstur dim sum. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tingkat kesukaan dim sum surimi lele dapat disimpulkan bahwa penggunaan surimi ikan lele untuk semua perlakuan disukai panelis, akan tetapi perlakuan penggunaan daging lumat 20% dan surimi lele 80% merupakan perlakuan yang paling disukai panelis dengan nilai median 7,  nilai rata-rata kenampakan 7, aroma 7, rasa 7, tekstur 7, serta kadar air sebesar 56,72% dan kadar protein sebesar 9,86%.
Penambahan Surimi Lele Terhadap Tingkat Kesukaan Permen Jelly Rumput Laut Rahmi Amanah; Junianto -; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penambahan surimi lele pada permen jelly rumput laut yang  paling  disukai  panelis.  Penelitian ini  telah  dilaksanakan pada  bulan Mei  sampai  Juli  2015  di  Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan, serta Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan lima perlakuan penambahan surimi lele yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% berdasarkan berat rumput laut. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu karakteristik organoleptik dan karakteristik kimia meliputi kenampakan, aroma, rasa, tekstur, kadar air, kadar protein dan kadar serat. Pengujian kadar air dilakukan pada semua perlakuan. Sementara itu, pengujian kadar protein dan kadar serat dilakukan pada permen jelly rumput laut tanpa penambahan surimi lele sebagai kontrol dan permen jelly rumput laut yang paling disukai panelis. Hasil penelitian menunjukan, bahwa penambahan surimi lele sebanyak 30% menghasilkan permen jelly rumput laut yang paling disukai panelis dengan kadar protein 10%, kadar serat0,35% dan kadar air 16,92%. Kata Kunci : penambahan surimi, surimi lele, permen jelly, rumput laut, tingkat kesukaan
Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Burung Puyuh dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan Daphnia spp. Nur Annisa Diva Rizki Utami; Herman - Hamdani; Iis - Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.603 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan konsentrasi optimum pupuk kotoran burung puyuh yang menghasilkan laju pertumbuhan Daphnia spp. tertinggi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian berbagai konsentrasi pupuk kotoran burung puyuh yaitu 1,8 g/L, 2,4 g/L, 3,0 g/L dan 3,6 g/L. Kultur ini menggunakan 100 indukan Daphnia spp. dengan kohort yang sama sejak menjadi neonet hingga menjadi dewasa dan mati pada satu siklus hidup. Semenjak hari ke-2 sudah terdapat neonet pada media kultur dengan puncak populasi perlakuan A (1,8 g/L), B (2,4 g/L) dan D (3,6 g/L) pada hari ke-3 sedangkan perlakuan C (3 g/L) pada hari ke-4. Usia kematian seluruh perlakuan induk Daphnia sp. adalah 10 hari. Laju pertumbuhan Daphnia spp. pada perlakuan A (1,8 g/L) sebesar 2,091, B (2,4 g/L) yaitu 2,186, C (3 g/L) yaitu sebesar 2,195, dan D (3,6 g/L) sebesar 2,013. hal ini menunjukan bahwa pupuk kotoran burung puyuh dengan konsentrasi 3 g/L memberikan laju pertumbuhan Daphnia sp. tertinggi.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASAM JAWA TERHADAP MASA SIMPAN FILET NILA PADA SUHU RENDAH Dwiky Prabowo; Eddy Afrianto; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.961 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masa simpan filet nila dengan pemberian ekstrak daun Asam Jawa pada konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah bakteri filet nila selama penyimpanan pada suhu rendah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 6 perlakuan dan 2 ulangan (duplo). Perlakuan ekstrak daun asam jawa dengan konsentrasi 0%, 45%, 55%, 65%, 75%, dan 85%.  Lama perendaman 30 menit, kemudian disimpan pada suhu rendah (5o-10oC). Pengamatan dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 6, dan 7, untuk filet nila konsentrasi 0% (tanpa perendaman ekstrak daun asam jawa), sedangkan perlakuan ekstrak daun asam jawa 45%, 55%, 65%, 75%, dan 85% dilakukan pada hari ke- 1, 3, 5, 7, 8, 9, 10, dan 11. Parameter yang diamati meliputi jumlah koloni bakteri, derajat keasaman (pH), dan susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun asam jawa dengan konsentrasi 85% pada filet nila selama penyimpanan suhu rendah memiliki masa simpan yang paling lama yaitu hingga hari ke-10 dengan nilai total bakteri 7,7.106 cfu/g, nilai derajat keasaman terendah yaitu 6,80 dan susut bobot 4,08%.
Penggunaan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Masa Simpan Filet Patin Berdasarkan Karakteristik Organoleptik Mutiara Insani; Evi Liviawaty; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh dengan masa simpan filet patin yang paling lama pada penyimpanan suhu rendah berdasarkan karakteristik organoleptik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Filet patin dengan perlakuan perendaman Ekstrak Daun Belimbing Wuluh terdiri atas konsentrasi 5%, 10%, 15% (v/v) selama 30 menit perendaman, kemudian disimpan pada suhu rendah (5-10˚). Untuk filet dengan perlakuan perendaman, pengamatan dilakukan pada penyimpanan hari ke-1, 4, 7, 8, 9, 10, 11 sedangkan untuk filet patin tanpa perendaman ekstrak daun belimbing wuluh pengamatan dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 6, 7, dan 8. Parameter yang diamati meliputi pengukuran nilai derajat keasaman (pH), susut bobot, tingkat kekerasan, dan karakteristik organoleptik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh terhadap masa simpan filet patin yang dilihat dari karakteristik organoleptik. Pengaruh konsentrasi ekstrak daun beolimbing wuluh dengan perbandingan 10% memberikan pengaruh terbaik terhadap masa simpan filet patin pada penyimpanan suhu rendah dengan batas penerimaan hingga hari ke-9.
Penambahan Ekstrak Kunyit Terhadap Karakteristik Presto Ikan Nila yang Disimpan Pada Suhu Kamar Hendra Nopandi; Rusky Intan Pratama; Asep Agus Handaka Suryana; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.164 KB)

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kunyit serta konsentrasi terbaiknya dalam mengawetkan pindang presto ikan nila berdasarkan karakteristik uji mikrobiologis dan uji kimiawi meliputi kadar air dan pH, dengan demikian dapat diketahui lama masa simpan pindang presto ikan nila yang ditambahakan ekstrak kunyit tersebut. Riset ini dilaksanakan di Laboratorium Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran pada bulan Juli 2019. Metode riset yang digunakan adalah eksperimental, dengan empat perlakuan penambahan larutan ekstrak kunyit sebesar 0%, 3%, 4% dan 5%. Parameter uji yang diamati dalam riset yaitu uji mikrobiologis dengan metode TPC (Total Plate Count) secara duplo dan uji kimiawi meliputi analisis kadar air dan pH. Hasil riset menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ekstrak kunyit dengan konsentrasi sebesar 4% mampu memberikan masa simpan pindang presto ikan nila sampai lima hari dibandingkan dengan pindang presto ikan nila yang tidak diberi perlakuan ekstrak kunyit atau kontrol (0%) yang hanya mampu bertahan selama dua hari, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah total bakteri pada perlakuan 4% mencapai 5,57x104 CFU/gram pada hari ke-5, nilai kadar air mencapai 73% pada hari ke-5 dan  nilai pH mecapai 6,5 pada hari ke-5.
Hasil Tangkapan Alat Tangkap Bagan Apung Dengan Waktu Hauling Berbeda Di Pantai Timur Perairan Pangandaran M. Firhandy Dwipayana; Sunarto -; Iis Rostini; Izza Mahdiana Apriliani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.846 KB)

Abstract

Bagan apung merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan Pangandaran untuk menghasilkan ikan pelagis ekonomis penting khususnya pelagis kecil. Pada pengoperasian alat tangkap bagan apung, nelayan pangandaran biasanya melakukan waktu hauling setiap 2 jam sekali dengan waktu sebelum tengah malam dan setelah tengah malam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu hauling terbaik terhadap hasil tangkapan yang didapat dengan menggunakan alat tangkap bagan apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2017 - Oktober 2017 di Pantai Timur Perairan Pangandaran. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian terdiri atas 2 perlakuan dan 9 kali ulangan pada waktu sebelum tengah malam dan setelah tengah malam berdasarkan fase bulan. Data yang diamati dalam penelitian meliputi bobot total hasil tangkapan, bobot total per jenis ikan dan parameter kualitas air yang meliputi kecerahan, salinitas dan suhu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot total hasil tangkapan lebih banyak terjadi pada waktu hauling setelah tengah malam dan hasil tangkapan udang rebon terbanyak didapat pada trip 3 pada fase bulan kuartal 3 sebesar 240 kg. Hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian adalah udang rebon.  
Penambahan Jahe Sebagai Flavor Dalam Pembuatan Kecap Udang Putih Secara Fermentasi Enzimatis Dini Maliha; Eddy Afrianto; Ibnu Dwi Buwono; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.233 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor pada bulan April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase jahe untuk menghasilkan kecap udang putih terbaik setelah dilakukan penambahan jahe dan dapat mengetahui tingkat kesukaan panelis serta uji kimia (kadar air dan kadar protein) dari kecap udang putih dengan persentase terbaik yang ditambahkan jahe tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, perlakuan penambahan jahe dengan persentase berdasarkan jumlah daging udang putih (Penaeus merguiensis) sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Pengamatan yang dilakukan terhadap karakteristik kimia seperti kadar air, kadar protein, dan karakteristik organoleptik seperti kenampakan, aroma, tekstur dan rasa kecap udang putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi jahe sebesar 0,5% adalah perlakuan yang menghasilkan kecap udang putih terbaik dengan nilai rata-rata kenampakan 7,6, nilai aroma 6,8, nilai tekstur 8, serta nilai rasa 6,9. Nilai alternatif kecap udang putih sebesar 7,79 serta nilai kadar air 17,04%, dan  kadar protein 6,74%. 
ANALISIS SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN IKAN SEGAR DI KOTA BANDUNG (Studi Kasus di Pasar Induk Caringin) Ickman Santi Kusumawardani; Iwang Gumilar; Iis Rostini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis surplus konsumen dan surplus produsen ikan segar di Kota Bandung di lokasi Pasar Induk Caringin di Kota Bandung dengan  menggunakan metode survey. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden (Pedagang dan Pembeli Ikan Segar di Pasar Induk Caringin). Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surplus konsumen lebih besar dari pada surplus produsen. Berarti bahwa keuntungan yang dinikmati oleh para konsumen lebih besar dari produsen. Hal ini berkaitan dengan struktur Pasar Induk Caringin yaitu pasar persaingan sempurna.
Co-Authors Achmad Rizal Affandy, Faried Alexander M. A. Khan Anggreini, Diyah Ayu Ardytiandi, Rifky Arief, R. Mochamad Candra Wirawan Asep Agus Handaka Atikah Nurhayati Aulia Andhikawati Ayi Yustiati Azka Iqbal Beni Guswanto Danella, Amanda Puspa Dede Supriatna Dhita Hapsari Anggraeni Dini Maliha Dwi Oktarahdiana Dwiky Prabowo Eddy Afrianto Eddy Afrianto Eddy Afrianto Emma Rochima Evi Liviawaty Fajrianto, Fiqri Febriana, Nisrina Filardi, Tara Firanida, Sinta Firdaus, Nur Aini Azhar Fitrianto, Nur Gabriela, Lisa Giwangkara, Muhammad Qobul Raja Dirgantara Hana Siti Maharani Handaka, Asep Agus Hanun, Inas Maya Tamimah Hasani, Fiza Jasmine Hasibuan, Linda Naomi Hendra Nopandi Herman - Hamdani Herman, Roffi Grandiosa Heti Herawati Ibnu Dwi Buwono Ickman Santi Kusumawardani Indah Nurwulan Ine Maulina Ine Maulina Intan Pratama IRPAN IRPAN, IRPAN Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Junianto Junianto - JUNIANTO JUNIANTO Junianto Junianto Junianto Junianto Kiki Haetami Laily Hikmawati Lantun Paradhita Dewanti Lina Karlina M. Firhandy Dwipayana Meida Maulida Mochamad Untung Kurnia Agung Muhammad Yusuf Awaluddin Mutiara Insani Nasrunnisa, Ayuni Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nielam Vioni Nur Annisa Diva Rizki Utami Nur Latifah, Atik Oktarahdiana, Dwi Parliamentary, Fazira Pramesti, Adriana Putri Prasetya, Muhamad Diva Pratama , Rusky Intan Pratama, Rusky Pratiwy, Fittrie Meylianawaty Putri, Dinda Lestari Putri, Zaky Yoana Rahayu, Wanda Sri Rahmi Amanah Ratih Wulandari Reni Rahmi Afriani Rita Rostika Riyadi, Reihan Slamet Rohmah, Tuhpatur Rusky I. Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Intan Pratama Rusky Pratama Salsabila, Lulu Santi Amelia Saputra, Fachrul Sari, Elviana Dian Mustika Solihah, Rif'atus sunarto sunarto Syamsuddin, Mega Laksmini Syarifudin Sahlan Syauqibik, Achmad Tiaraningsih, Thania Vadhilah Savetri Wildah, Halyda Aulia Yeni Mulyani Yuli Andriani Yuli Andriani Yuniar Mulyani Zain, Balqis Aliya