Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI REMAJA KELAS VII PONDOK PESANTREN ASKHABUL KAHFI Lamaanul Himmah; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.823 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19764

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri pada santri remaja. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 189 siswa kelas VII Pondok Pesantren Askhabul Kahfi. Sampel penelitian berjumlah 125 siswa dari kelas VII A SMP Putra, VII B SMP Putra, VII C SMP Putra, VII MTs Putra, VII MTs Putri, dan VII SMP Putri yang didapatkan melalui teknik proporsional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala penyesuaian diri yang berjumlah 30 aitem (α=0,911) dan skala kecerdasan emosional berjumlah 33 aitem (α=0,898). Hasil analisis dalam penelitian menggunakan uji regresi sederhana menunjukkan rxy=0,653 dengan p=0,000 (p<0,05), hal itu berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian diri. Semakin tingginya kecerdasan emosional maka semakin tinggi pula penyesuaian diri. Berlaku pula sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin rendah pula penyesuaian diri. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 42,7%, pada penyesuaian diri. Hasil analisis menggunakan uji-t memperlihatkan adanya perbedaan  penyesuaian diri dan kecerdasan emosional antara laki-laki dan perempuan, yaitu subjek perempuan lebih tinggi dibandingkan subjek laki-laki. Terdapat perbedaan juga pada penyesuaian diri dan kecerdasan emosional antara santri MTs dan santri SMP, yaitu lebih tinggi kelompok santri MTs.  
MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA PADA SISWA RSBI SMA NEGERI 1 KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Harmifa Yanuarini; Imam Setyawan; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.123 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5252

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi, dan kedua untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan tingkat pendidikan orang tua.Subjek penelitian adalah siswa program RSBI di SMA Negeri 1 Kajen, dengan rincian 64 siswa digunakan dalam try out dan 173 siswa digunakan dalam penelitian. Pemilihan subjek dilakukan secara cluster random sampling.  Pengambilan data menggunakan dua skala  yaitu skala motivasi berprestasi yang terdiri dari 27 aitem dan skala dukungan sosial orang tua yang terdiri dari 29 aitem serta tingkat pendidikan orang tua yang terlampir dalam identitas subjek. Analisis data dengan menggunakan Korelasi Spearman Rank dan Anava.Hipotesis pertama diterima, ditunjukkan koefisien korelasi rxy= 0,473 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi berprestasi pada siswa program RSBI di SMA Negeri 1 Kajen. Artinya semakin positif dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi pula motivasi berprestasinya atau semakin negatif dukungan sosial orang tua maka semakin rendah motivasi berprestasinya.Hipotesis yang kedua diperoleh hasil p.ayah=0,336 dan p.ibu=0,728 (p<0,05). Hasil tersebut dapat diartikan bahwa motivasi berprestasi yang dimiliki siswa berdasarkan tingkat pendidikan orang tua memiliki perbedaan yang tidak signifikan. Artinya siswa dengan tingkat pendidikan orang tua dasar, menengah, maupun tinggi memiliki motivasi berprestasi yang sedikit berbeda.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN INTENSI AGRESI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMK N) 4 SEMARANG AUNIYATUSYIFA ROSLINA; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.626 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20027

Abstract

Pendidikan kejuruan atau SMK adalah pendidikan yang memberikan bekal berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada peserta didik sehingga mampu melakukan pekerjaan tertentu yang dibutuhkan baik bagi dirinya, bagi dunia kerja, maupun bagi pembangunan. Terdapat beberapa kasus seorang siswa SMK melakukan kekerasan, bullying, dan tawuran. Salah satu penyebab seseorang melakukan agresi yaitu adanya konflik interpersonal yang terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan individu lain. Hal yang berhubungan dengan relasi sosial ini adalah terkait dengan kecerdasan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi agresi pada siswa SMK N 4 Semarang. Penelitian melibatkan siswa kelas XI SMK N 4 Semarang berjumlah 224 subjek dengan menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan model skala Likert yang terdiri dari Skala Kecerdasan Interpersonal (21 aitem, α=0,847) dan Skala Intensi Agresi (37 aitem, α=0,918). Berdasarkan analisis regresi sederhana diketahui adanya hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi agresi (r xy = -0,596; p=0,000). Semakin tinggi kecerdasan interpersonal maka intensi agresi siswa akan semakin rendah dan sebaliknya. Kecerdasan Interpersonal memberikan sumbangan efektif sebesar 35,5% terhadap intensi agresi, 64,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA PARENTING SELF-EFFICACY DENGAN PERSEPSI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU Anna Mardhotillah; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.631 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20190

Abstract

Tunarungu adalah gangguan pendengaran sebagian atau keseluruhan yang meliputi gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan emosi yang dibutuhkan anak untuk perkembangan kompetensi sosialnya. Oleh karena itu, orangtua sebagai pengasuh perlu menciptakan persepsi positif untuk membantu anak memenuhi kompetensi sosialnya. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi persepsi orangtua ialah kepribadian seperti self-efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Parenting Self-Efficacy dengan Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Sampel penelitian adalah 133 orangtua murid (ibu/ayah) di tiga Sekolah Luar Biasa tipe B Semarang dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala Parenting Self-Efficacy sebanyak 33 aitem (α = 0,919) dan skala Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak sebanyak 38 aitem (α = 0,922). Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi regresi sederhana dengan perolehan rxy = 0,574 dengan tingkat signifikansi korelasi pada  p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara Parenting Self-Efficacy dengan Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Semakin tinggi parenting self-efficacy maka semakin positif pula Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Hasil penelitian ini mayoritas parenting self-efficacy rendah, sejalan dengan persepsi terhadap kompetensi sosial anak tunarungu yang negatif. Parenting Self-Efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 33% pada Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu dan 67% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.                                                                                                                                      
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL GURU DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI (SELF DISCLOSURE) PADA REMAJA Andika Galuh Kumalasari; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.997 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial guru terhadap pengungkapan diri (self disclosure) pada remaja. Pengungkapan Diri (Self Disclosure) kemampuan individu menyampaikan informasi pribadi yang belum pernah disampaikan pada teman, orang tua dan guru yang berkaitan dengan pemikiran, perasaan, pengalaman dan pendapat, sedangkan dukungan sosial guru merupakan bantuan guru yang diberikan pada siswa berupa pemberian kenyamanan, kepedulian serta ketersediaan bantuan melalui interaksi dengan siswa, sehingga memunculkan perasaan percaya atas bantuan yang diberikan. Alat ukur yang digunakan dalam peneltian ini adalah Skala Dukungan Sosial Guru (Σ aitem = 30, α = ,92) dan Skala Pengungkapan Diri (Σ AITEM = 26, α= , 88). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 8 Semarang terdiri dari 9 kelas dengan jumlah 321 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 4 kelas sebanyak 131 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster sampling. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana didapatkan bahwa rxy = .30 (p< 0,001) artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial guru dan pengungkapan diri remaja. Hal ini menunjukan bahwa semakin positif dukungan sosial guru yang dirasakan remaja maka semakin tinggi pengungkapan diri remaja. Diketahui bahwa sumbangan efektif dukungan sosial guru terhadap pengungkapan diri sebesar 9%, sedangkan 91% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
The Achievement of Flourishing in the Elderly through Education at Pesantren Dinie Ratri Desiningrum; Yeniar Indriana; Suparno Suparno; Tazkiyah Aulia
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.74697

Abstract

This study aims to explore the flourishing in elders. In this study, the authors carried out a mixed method, a quantitative method in the form of giving two questionnaires, namely independence and resilience which were analyzed descriptively from each variable, and qualitative methods by developing an in-depth interview based on Seligman’s concept of flourishing. The interview had open questions, which were given to eight santri as research subjects aged 55 to 76 years. Data were analyzed using qualitative methods, i.e., Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) techniques. The results of the study showed that the elderly have fairly good flourishing achievements. They can do daily activities naturally formed from the results of habituation while in pesantren. They also have high independence and resilience as has been revealed in previous research which used quantitative methods that showed a high level of both variables. It can be concluded that the activities can increase the independence and resilience of the elderly who become santri and with habituation carried out can bring the elderly to achieve flourishing.
PENGALAMAN MENJADI MUALAF: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ida Rahmawati; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.014 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20151

Abstract

Melakukan konversi agama bukanlah hal mudah karena terkait dengan perubahan identitas, perubahan tata nilai, perilaku serta dapat berpengaruh pada kehidupan sosial yang menjalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses melakukan konversi agama dan pengaruh konversi agama terhadap kehidupan seseorang yang melakukannya. Subjek yang melakukan konversi agama dikhususkan dalam penelitian ini ialah seseorang yang berpindah agama dari non Islam masuk kedalam agama Islam atau yang sering disebut dengan mualaf. Metode penelitian yang digunakan ialah fenomenologis dengan teknik analisa Intrepetative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik ini dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang rinci dan sesuai untuk menjawab pertanyaan peneliti. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah tiga orang mualaf yang berdomisili di Kota Semarang. Penemuan ketiga subjek diperoleh menggunakan sampling purposive. Berdasarkan hasil riset ini peneliti menemukan tiga tema utama, (1) proses berpindah agama, (2) manifestasi menjalani kehidupan sebagai mualaf, (3) Upaya mengembangkan diri. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa tindakan konversi agama melibatkan beberapa proses; yaitu kognitif, sosial dan psikologis. Pengalaman konversi agama pada mualaf memberikan pengaruh pada keinginan meningkatkan kualitas keimanan, serta perubahan diri dalam sikap dan perilaku beragama dalam kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari motivasi, pengalaman positif yang muncul dari menjalankan keyakinan, komitmen mualaf terhadap keputusannya.   
Hubungan Konsep Diri dan Altruisme pada Caregiver dari Penderita Alzheimer dan Caregiver dari Anak Berkebutuhan Khusus Desiningrum, Dinie Ratri; Indriana, Yeniar; Rusydana, Alhimna
Journal of Psychological Science and Profession Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jpsp.v7i3.48961

Abstract

Penderita Alzheimer dan anak berkebutuhan khusus (ABK) mengalami keterbatasan yang nyata dalam kemampuan kognitif dan fungsi sehari-hari, sehingga memerlukan bantuan dari caregiver. Sikap altruisme merupakan variabel penting yang seharusnya dimiliki oleh caregiver untuk memenuhi kebutuhan pasien. Di sisi lain, konsep diri caregiver juga dapat memengaruhi perilakunya. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk melihat hubungan antara konsep diri dan altruisme pada caregiver dari penderita Alzheimer dan caregiver dari ABK serta melihat perbedaannya di kedua kelompok tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan kriteria: berasal dari komunitas caregiver Alzheimer Indonesia Chapter Semarang dan komunitas ABK di Jawa Tengah. Jumlah subjek per komunitas adalah 50 orang. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala yang diadaptasi, yaitu Skala Personal Self-Concept (PSC) sebanyak 22 item dan Skala Self-Report Altruism Scale sebanyak 14 item. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri sebagai caregiver dari penderita Alzheimer dan caregiver dari ABK dengan sikap altruisme pada individu (R = .500, α = .000, R2 = .250). Hasil uji beda kedua kelompok subjek tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Adanya korelasi antara konsep diri dan sikap altruisme pada hasil riset ini bisa ditindaklanjuti dengan mengembangkan riset-riset intervensi berupa psikoedukasi kepada para caregiver untuk membentuk konsep diri yang positif agar meningkatkan sikap altruisme dalam kehidupan sehari-hari.
Kecerdasan Interpersonal dan Perilaku Altruistik pada Anggota Tim SAR Wulanningsih, Marlida; Desiningrum, Dinie Ratri
Merpsy Journal Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v16i1.27346

Abstract

Tim SAR adalah salah satu organisasi milik negara yang bertanggung jawab atas terjadinya bencana di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan perilaku altruistik pada anggota tim SAR BPBD Kota Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota tim SAR BPBD Kota Semarang yang berjumlah 88 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Perilaku Altruistik (33 aitem valid, α = 0.936) dan Skala Kecerdasan Interpersonal (25 aitem valid, α = 0.836). Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = 0.584 dan F = 24,895 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara kecerdasan interpersonal dengan perilaku altruistik pada anggota tim SAR BPBD Kota Semarang dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin tinggi kecerdasan interpersonal anggota tim SAR maka semakin tinggi perilaku altruistik. Kecerdasan interpersonal memberikan sumbangan efektif sebesar 34,2% pada perilaku altruistik. 
The Adaptation and Validation of Adolescent Emotional Competence Scale for Indonesian Adolescents Desiningrum, Dinie Ratri; Arywibowo, Jessica Dhoria
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Volume 21 (2) 2024
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v21i2.565

Abstract

Assessing emotional competence is crucial for understanding how adolescents handle negative emotions and form their future scenarios. However, none of the Emotional Competency measurements are available for Indonesian’ adolescents. This research aimed to adapt and validate the short version of the Emotional Competency Scale for Indonesian adolescents. 352 high school students were selected as participants through a cluster sampling method. Twenty indicators of the Short Version of the Emotional Competence Scale were employed to collect data. The data was analysed using Second Order Confirmatory Factor Analysis (CFA) in the Lisrel 7.9 program to determine the scale's reliability and validity. The results showed that 18 indicators had loading factors larger than 0.5; the CR and AVE values were greater than 0.7 and 0.5, respectively. Thus, the 18 indicators of the Short Version of the Emotional Competency Scale demonstrated validity and reliability and were suitable for widespread use among Indonesian adolescents.
Co-Authors Abidah Salma Shalihah AMALIA, RACHMA Andika Galuh Kumalasari Anggun Resdasari Prasetyo Anna Mardhotillah Arika Zulfitri Karim Arywibowo, Jessica Dhoria AUNIYATUSYIFA ROSLINA Baso, Syahrul Hidayat Putra Cintya Fitri Febrianita, Cintya Fitri Dara Suci Amini Darosy Endah Hyoscyamina Devi Anggraeni Dewi Retno Suminar Dewi Yulia Nurul Majid, Dewi Yulia Nurul Dewina Pratitis Lybertha Donna Hermawati Dwi Retno Cahyaningrum Efi Wulansari Endang Retno Surjaningrum Endang Sri Indrawati Fajriati Nurhidayah Fatimah Rahmi Ahdiani Fendy Suhariadi Fisabella Dea Migiana Frieda NRH Harmifa Yanuarini Hasna Luthfia Zaim Hasna Nurbanaat Ida Rahmawati Ika Febrian Kristiana Inayatul Khoeriyah Iris Salsa Nabila Isnaeni, Maylya Karim, Chamilul Hikam Al Lamaanul Himmah Lana Shintia Sekar Sari Linawati, Rusda Aini Lusia Syailindri Maman Somantri Mas’ud, Fuad Maulida, Nisrina Rona Meirna Fatkhawati, Meirna Meytha Fitri Hapsari Mia Aisyah Putri Milcha Fakhria MUSTIKANINGRUM, LENA Mutiara Defika, Mutiara Nurhayati Isti’anah Larasati Prasetyo Budi Widodo PRAVITASARI, ARVINDA Putri Hastari Putri Perwita Sari, Putri Perwita Retno Wulandari Rizqa Andhini Rusydana, Alhimna Siefra Andrea Natasha Soraya Prabanjana Damayanti Sumayyah Sumayyah Suparno Suparno Suryanto Suryanto Swastika Larasati Syamatha Puspa Devi Tazkiyah Aulia Thagunna, Narendra Singh Trias Wulan M. Try Kemala Mutia Unika Prihatsanti Utami, Maulida Putri Titah Winda Esty Nidianti Wulanningsih, Marlida Yeniar Indriana Yeniar Indriana Yeniar Indriana Yunita Laras Pradipta Zaenal Abidin