Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DESA KOITITI KECAMATAN GANE BARAT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Akson Ishak; Bahtiar Bahtiar; Endang Purwati
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 2 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i2.4619

Abstract

Masyarakat di kawasan pesisir Indonesia sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Karakteristik masyarakat nelayan terbentuk mengikuti sifat dinamis sumber daya yang digarapnya, sehingga untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, nelayan harus berpindah-pindah. Selain itu,resiko usaha yang tinggi menyebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu diliputi ketidakpastian dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Karakteristik Sosial ekonomi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penenlitian ini adalah penelitian kuatitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang mengacu pada aliran positivisme atausuatu kegiatan yang memiliki hasil yang berupa kesimpulan yang memiliki sifat jelas dan pasti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Nelayan Desa Koititi Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan yang bekerja sebagai nelayan. Jumlah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan adalah 40 orang yang bekerja sebagai nelayan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, pada penelitian ini menggunakan prosedur perhitungan presentase dengan menggunakan rumus presentase P=f/n x 100%. Berdasaarkan data yang diperoleh melalui kuesioner hasil pendapatan nelayan dapat dilihat bahwa pendapatan perbulan yang diperoleh dengan melakukan penangkapan ikan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yang di tanggung,berupa biaya pendidikan, biaya kesehatan pola konsumsi, dan gizi, dengan pedapatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan untuk kebutuhan para nelayan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE(CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 KABUPATEN HALMAHERA BARAT PADA KONSEP PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Safril Hi Nurdin; Bahtiar Bahtiar; Tamrin Robo
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 3, No 1 (2021): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v1i1.4609

Abstract

Pendekatan model pembelajaran Children Learning In Science ( CLIS ) merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan yang dilakukan melalui kegiatan aktif berpikir, menyusun konsep tentang hal-hal yang dipelajari. Pembelajaran kooperatif Children Learning In Science (CLIS) juga memungkinkan siswa untuk lebih aktif berinteraksi dengan siswa lain melalui kegiatan diskusi kelompok Tanya jawab, maupun menyusun kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini itu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran children learning in scienci ( CLIS ) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui penigkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Children learning In Scienci (clis). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu suatu penelitian yang berisi tindakan– tindakan sebagai serangkaian langkah-langkah sistematis.Setiap langkah memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting)), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Model Pembelajaran Children Learning In Science ( CLIS ) pada siswa kelas VI dalam dua siklus.al ini terbukti pada setiap siklus seluruh indikator dapat tercapai dengan baik sesuai RPP yang dibuat. Penggunaan model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar klasikal yaitu 27,27% pada siklus I meningkat menjadi 85,5% pada siklus II.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH WAIKYON KEC. PULAU MAKIAN PADA POKOK BAHASAN SIKLUS HIDROLOGI DENGAN MODEL BELAJAR WORD SQUARE Marlina Hamisi; Said Hasan; Bahtiar Bahtiar; Vrita Tri Aryuni
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 2, No 2 (2020): Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v2i2.4554

Abstract

Aktivitas dan hasil belajar siswa pada Madrasah Aliyah Waikyon Kec. Pulau Makian terlihat masih sangat rendah. Ditandai dengan nilai siswa yang masih jauh dari standar KKM yang ditentukan Sekolah. Oleh karena itu penelitian terkait metode pembelajaran yang cocok untuk diaplikasikan di sekolah menjadi sangat penting. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas melalui dua siklus. Dengan subejek penelitian berjumlah 25 orang. Adapun jenis instrument yang digunakan adalah tes dan non tes untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas siswa dan guru. Hasil penelitian dianalisis secara deskripstif kualitatif. Alhasil, terjadi peningkatan aktivitas siswa dan guru maupun dari segi ketuntasan belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Word Square pada materi siklus hidrologi.
Investigasi Pengetahuan Dasar Tentang Bahaya Sampah Plastik pada Siswa Sekolah Dasar di Pulau Maitara, Maluku Utara Bahtiar Bahtiar; Yusmar Yusuf; M. Nasir Tamalene; Mesrawaty Sabar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 20 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.456 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7232670

Abstract

Maitara Island is a small island with an area of ​​206 hectares, located between the islands of Tidore and Ternate islands, and to the west of the island of Halmahera in North Maluku, Indonesia. The behavior of throwing garbage in any place, especially on the shores of beaches, rivers, and ditches is a concern for the degradation of coastal ecosystems (mangrove forests, seagrasses and coral reefs). The tendency of people's behavior to throw plastic waste in any place is influenced by the low level of public knowledge about the negative impact of plastic waste. Elementary schools (SD) are one of the largest producers of plastic waste in addition to markets, shops, offices and households. Basic knowledge of elementary school students (as future generations in the region) about the negative impact of plastic waste is important to investigate. It is also important to see the extent to which elementary schools function as educational institutions that impart non-curricular knowledge that is beneficial to students. The results showed that the basic knowledge of elementary school students on the island of Maitara about the dangers of plastic waste was categorized as sufficient. Based on the assessment of individual knowledge, there are still 34.62% of students with basic knowledge about the dangers of plastic waste are categorized as lacking. Students do not have sufficient knowledge about the properties of plastic waste (score 33.33) and the dangers of microplastics (score 55.13), but have good knowledge about the impact of waste and plastic waste (macroplastic) on human health (score 76.92). Students' knowledge about the negative impact of plastic waste on damage to aquatic ecosystems and decreasing soil productivity is in the sufficient category (scores 71.15 and 58.33, respectively). Cognitive domains related to the nature of plastic waste, the negative impact of plastic waste on decreasing soil productivity, damage to aquatic ecosystems, and the dangers of microplastics still need to be developed among elementary school students on Maitara Island.
Pengaruh Pembelajaran Biologi Berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Iskam Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Halmahera Selatan Roni Daud; Ade Haerullah; Bahtiar Bahtiar; Rauf Yusuf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.306 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7549275

Abstract

Problem Based Learning integrated with Islamic values ​​in biology learning is one of the innovative contextual learning designs that can encourage students in learning biology related to Islamic values ​​to train students' mindsets to be more critical in solving problems in learning biology. The purpose of this study was to determine the effect of Biology teaching materials based on Problem Based Learning integrated with Islamic values ​​on the critical thinking skills of class X students at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 South Halmahera. This research is a quasi-experimental research (Quasy Experiment). The research sample consisted of two classes, namely class X-A as the experimental class and X-B as the control class with a total of 43 students. The instrument used is a test to measure students' critical thinking skills. Data analysis used SPSS-assisted normality and homogeneity tests while hypothesis testing used the Anacova test. The results showed that problem-based learning-based biology learning integrated with Islamic values ​​had an effect on the critical thinking skills of students of class X at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 South Halmahera with a significant grade of 0.003 > 0.05.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK SISWA SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Jalmia Larahidu; Bahtiar Bahtiar; Abdu Mas'ud; Aswal Salewangeng; Magfirah Rasyid; WD Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.4272

Abstract

Perangkat pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi model atau contoh bagi guru dan dapat memberikan rangsangan bagi kreativitas guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran lain yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Pencapaian prestasi belajar yang tinggi memerlukan perangkat yang menunjang keterlaksanaan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi: Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan (1). Menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak digunakan sebagai acuan mengajar bagi guru untuk mencapai suatu pembelajaran yang valid; (2). Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Kota Ternate dan dibatasi pada materi keanekaragaman hayati serta dilaksanakan pada November tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan Model Learning Cycle  5e Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Siswa SMA Negeri 5 Kota Ternate dengan nilai validasi untuk Silabus rata-rata 4,31 dengan kategori sangat valid, hasil validasi RPP dengan rata-rata 1,14 kategori kurang valid, dan hasil validasi Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan rata-rata 22,1 kategori cukup valid. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran ini layak digunakan dalam proses belajar-mengajar.
KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MAN 1 HALMAHERA SELATAN DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Roni Daud; Ade Haerullah; Bahtiar Bahtiar; Dharmawaty M Taher
JURNAL BIOEDUKASI Vol 6, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2023
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v6i1.5888

Abstract

Pembelajaran biologi di sekolah menuntut siswa agar tidak hanya memahami suatu konsep, prinsip, teori, hukum dan postulat yang berkait dengan kehidupan makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan, namun juga memahami bagaimana menghadapi persoalan hidup dan menghadapi fenomena alam yang terjadi di sekitar karena kekuasaan Tuhan sehingga seseorang mampu mengarahkan diri menuju manusia seutuhnya dalam mengembangkan kecerdasan spiritual secara holistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) mampu membangun kecerdasan spiritual siswa kelas X pada MAN 1 Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design, dilaksanakan di kelas X-A. Instrumen tes digunkan untuk mengukur kecerdasan spritual. Analisis data menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran biologi berbasis PBL dapat berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PBL dapat membangun kecerdasan spritual siswa kelas X MAN 1 Halmahera Selatan.
Ethnobotany of robusta coffee (coffea canephora pierre ex a. froehner) as a spiced coffee drink of the indigenous people of bale village on halmahera island M. Nasir Tamalene Tamalene; Bahtiar Bahtiar; Suparman Suparman; Slamet Hariyadi
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 16 No 2 (2023): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.28006

Abstract

A study on inherited local knowledge of spiced coffee ethnobotany in processing coffee by the people of Bale Village is necessary to depict the sub-system coffee processing. Bale Village is situated on Halmahera Island. It is one of the villages in the Oba Sub-district, Tidore Kepulauan Regency. The village is known as a producer of coffee bean and coffee powder. This study on local knowledge is an initiative to acquire information on spiced coffee. The research design is a survey design to investigate and document the knowledge of the utilization of spice plants in coffee drinks as a traditional beverage of people in Bale Village. Data are analyzed in a qualitative-thematic manner to describe respondents’ ethnobotanical knowledge and are independent of the researcher’s assessment. The research results indicate that spiced coffee made by the villagers uses six spice plants, namely clove (Syzygium aromaticum (L.), red ginger (Zingiber officinale Roscoe.), cinnamon (Cinnamomum verum J. Presl.), kara benguk (Mucuna pruriens (L.) DC.), nutmeg (Myristica fragrans Houtt.), and pandan (Pandanus amaryllifoliusRoxb.). Stages in the making of spiced coffee with the 5M method include: 1) determine the composition of spiced coffee, 2) grind spiced coffee beans into powder, 3) prepare water, 4) stir the spiced coffee and 5) enjoy the spiced coffee
Pelatihan Guru IPA MTs Swasta di Kecamatan Ternate Selatan dalam Menerapkan Praktikum Keragaman Genetika Makhluk Hidup Ade Haerullah; Suparman Suparman; Aswal Salewangeng; Bahtiar Bahtiar; Mufti Ali; M Nasir Tamalene
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): November 2023
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v4i1.257

Abstract

Praktikum keragaman genetik makhluk hidup sangat penting bagi siswa MTs tetapi keterampilan guru-guru MTs swasta di Kecamatan Ternate Selatan masih kurang dalam berpraktikum dan jarang mendapatkan workshop sejenis. Pengabdian yang dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan bagi guru IPA MTs swasta se-Kecamatan Ternate Selatan dalam melaksanakan praktikum keragaman genetik makhluk hidup dengan menggunakan objek tumbuhan sekitar sekolah. Metode yang digunakan ialah pelatihan dan pendampingan mulai dari merencanakan dan pemilihan sampel tumbuhan, menentukan karakter, menghitung persamaan, hingga mendesain dendrogram secara manual dan menggunakan software PAST 4.1. Dua belas guru yang mengikuti pelatihan menunjukan keterampilan membuat dendogram dengan nilai rata-rata 81. Pelatihan praktikum keragaman genetika sangat penting karena dapat membantu para guru MTs dalam menerapkan praktikum di MTs Kota Ternate.
SOSIALISASI DAN DEKLARASI SEKOLAH ANTI BULLYING DI SMP NASIONAL BANAU KOTA TERNATE Bahtiar, Bahtiar
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i1.19034

Abstract

Abstract. SMP Nasional Banau Kota Ternate is one of the private schools under Yayasan Pendidikan Nasional (YPN) Maluku Utara, located in Kalumata, South Ternate subdistrict, Ternate City. SMP Nasional Banau Kota Ternate was continues to strive to improve educational services for its students, according to the expectations of the local community. One of the factors that hinders the learning process and educational activities in schools is bullying among students. Bullying of students occurs face-to-face and through social media platforms. The objectives of this community service is to increase positive attitudes in preventing bullying behavior among students at school. The implementation of the socialization and declaration SMP Nasional Banau Kota Ternate  was carried out smoothly and in an orderly manner, all participants were very enthusiastic about participating in this program. Implementation of a series of outreach and declarations as an anti-bullying school is able to build positive attitudes of students in preventing bullying behavior in schools. The bullying prevention socialization and anti-bullying school declarations as a preventive effort against acts of violence in schools be carried out continuous, consistent, well-planned, and involve relevant stakeholders. Abstrak. SMP Nasional Banau Kota Ternate adalah salah satu sekolah swasta di bawah Yayasan Pendidikan Nasional (YPN) Maluku Utara, terletak di kelurahan Kalumata kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate. SMP Nasional Banau terus berupaya meningkatkan pelayanan pendidikan kepada peserta didiknya sesuai dengan tuntutan masyarakat di sekitarnya. Salah satu faktor yang masih menghambat proses belajar dan aktivitas pendidikan di sekolah adalah kasus bullying di kalangan siswa. Bullying terhadap siswa tidak hanya terjadi secara face-to-face, juga terjadi pada platform media sosial. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan sikap positif siswa dalam mencegah prilaku bullying pada kalangan siswa di sekolah. Pelaksanaan seluruh rangkaian sosialisasi dan deklarasi SMP Nasional Banau Kota Ternate berlangsung lancar dan tertib, seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Pelaksanaan seluruh rangkaian sosialisasi dan deklarasi sebagai sekolah anti bullying mampu membangun sikap-sikap positif siswa dalam mencegah prilaku bullying di sekolah. Sosialisasi pencegahan bullying dan deklarasi sekolah anti bullying sebagai upaya preventif terhadap tindak kekerasan di sekolah perlu dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten, dan terncana, serta melibatkan stakeholder terkait.