Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS ANTI-NYAMUK BAKAR ALAMI BERBAHAN TANGKAI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L. Merr. & L.M. Perry) SERTA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATANNYA Dharmawaty M Taher; Yuyun Muhammad; Bahtiar Bahtiar; Syamsul Bahri; Febri Ayu
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9817

Abstract

Clove flower stalks (Syzygium aromaticum L. Merr. Perry) are agricultural waste containing eugenol compounds, which have the potential to be natural active ingredients in mosquito repellent products. This study aims to describe the formulation process of mosquito repellent made from clove flower stalks, evaluate the effectiveness of burning time, and analyze public perception of its use. The method used is descriptive quantitative. The product is formulated from a mixture of clove flower stalk powder, adhesive (joss powder), and water with a ratio of 20 g: 6 g: 40 mL, molded in a spiral shape, and dried for 2-3 days. The resulting product has a dark brown color, a distinctive clove aroma, a smooth texture, a spiral length of 65 cm, a diameter of 11 cm, and an average weight of 21 grams, resembling the shape of synthetic mosquito repellent. The average burning time reaches 9.3 hours. Public perception of this product is relatively positive, especially in terms of aroma, color, and effectiveness in repelling mosquitoes. These findings indicate that clove flower stalks have the potential to be an alternative raw material that is effective, environmentally friendly, and acceptable to the community in the development of natural mosquito repellent products.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 3 KOTA TERNATE Sintia Kaimudin; Dharmawaty M. Taher; Bahtiar Bahtiar; WD. Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9241

Abstract

Model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang menjadikan sebuah masalah yang diambil dari lingkungan sekitar siswa sebagai pokok bahasan di dalam pembelajaran yang kemudian diselesaikan dan ditemukan solusinya secara bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan produk video animasi sebagai media pembelajaran bagi siswa dan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan model PBL. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Urutan kegiatan dalam penelitian ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan data uji kelayakan produk video animasi menunjukan bahwa produk video animasi layak untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video animasi di SMA Negeri 3 Kota Ternate dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, dari 28 siswa yang mengikuti proses pembelajaran hanya terdapat 11 siswa atau 39% yang dapat mencapai nilai KKM, dengan nilai rata-rata yang diperoleh 53,93. Sedangkan pada siklus II terjadi peningakatan siswa yang tuntas yaitu sebanyak 26 siswa atau 93% yang berhasil mencapai KKM dengan nilai rata-rata 84,29. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan pada hasil pengamatan aktivitas siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning pada siklus II mengalami peningkatan dari 77% menjadi 100%. Hal ini disebabkan karena aktivitas guru pada siklus II juga telah mengalami peningakatan dari 77% menjadi 92%. Dengan demikian penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video animasi pada materi sistem gerak pada manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Kota Ternate.
Exploring of the Genus Coffea L. (1753) in North Maluku: a Preliminary Study for Coffee Database Bahtiar Bahtiar; Suparman Suparman; M. Nasir Tamalene; Yusmar Yusuf; Slamet Hariyadi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9809

Abstract

Genus Coffea L. (1753), family Rubiaceae, is well known as coffee; it has 171 accepted species with many synonyms from around the world. Coffee is exotic plant in Indonesia that was imported by Dutch. Now, in North Maluku, coffee is one of the cultivated plants. This study formally reported for the first time the data for Coffea spp. in North Maluku. The exploration research was conducted from January to June 2023 and collected three accepted species and one variety of Coffea namely Coffea arabica L., C. canephora Pierre ex Froehner, C. liberica Bull. Ex Hiern, and C. liberica var. dewevrei (De Wild. T. Durand) Lebrun. The second species and C. liberica var. dewevrei are more popular known as coffee Robusta and Excelsa respectively. All species are discovered as cultivated plants and spread in many places in North Maluku. The C. liberica var. dewevrei or excelsa coffee is only cultivated in Sula district. This publication also shares information about the location and comparison of every taxon.
MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS KHAIRUN Yusri Hi. Tauhid; Bahtiar Bahtiar; Aswal Salewangeng; WD. Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8076

Abstract

Perguruan Tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang diselengarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi maupun kesenian. Proses belajar merupakan suatu hal yang kompleks bagi mahasiswa dan menentukan terjadi tidaknya belajar, sehingga mahasiswa dituntut aktif dan mandiri dalam belajarnya. Motivasi mahasiswa akan memberikan dampak yang sangat signifikan dalam jangka panjang, salah satunya dalam hal prestasi akademik. Bila motivasi tinggi, maka akan meningkatkan semangat belajar serta prestasi akademiknya. Begitupun sebaliknya bila motivasi rendah, maka akan berpengaruh pada semangat belajar dan prestasi akademik yang juga ikut menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berprestasi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Khairun. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan metode kualitatif yaitu suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Adapun yang disajikan dalam deskripsi data ini adalah deskripsi frekwensi yang disajikan per indikator beserta prosentase frekwensi dan perolehan skor. Hasil penelitian menunjukan bahwa, motivasi berprestasi mahasiswa pendidikan biologi Universitas Khairun sangat tinggi dengan skor senilai 85.2%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS VII DI MTs NEGERI 1 KOTA TERNATE yayu Fardi; Dharmawaty M. Taher; Bahtiar Bahtiar; Ningsi Saibi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9238

Abstract

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran problem based learning pada materi pencemaran lngkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi melalui model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian (PTK). Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan tehnik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya yaitu siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi, khususnya pada kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, siswa yang dikatakan tuntas 35% atau 9 siswa, dengan nilai rata-rata yang di peroleh 48,19% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan siswa yang tuntas 92% atau 24 siswa dengan nilai rata-rata 84,92%. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning telah mengalami peningkatan dari 50% meningkat menjadi 83%. Hal tersebut disebabkan karena pada siklus II aktivitas guru juga telah mengalami peningkatan dari 58% menjadi 83%. Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) materi pencemaran lingkungan, dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas VII MTs Negeri 1 Kota Ternate.