Claim Missing Document
Check
Articles

Sampah Rumah Tangga di Ternate Bahtiar Bahtiar; Zulkifli Ahmad; Wiyana Pobi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.661

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang berguna” maka jumlah penduduk sebanyak itu menghasilkan volume sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali. Terkait kepentingan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kota Ternate ke depan, maka kedudukan sampah merupakan sebuah potensi. Deskripsi potensi sampah harus diawali dengan pengenalan komposisi dan timbulan sampah yang ada, terutama sampah rumah tangga. Gambaran komposisi akan memberikan informasi tentang komponen yang terdapat dalam buangan padat beserta distribusinya. Timbulan sampah memberikan informasi banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan. Data timbulan sampah juga diperlukan untuk desain sistem pengelolaan persampahan, seleksi jenis peralatan untuk transportasi sampah dan desain tempat pembuangan sampah. Kata Kunci:, komposisi sampah, rumah tangga, Kota Ternate  Abstract The population of Ternate City is 212,997 people, the area of 111.39 km2 with the density of 1,865.42 people/km2. If we use the paradigm approach of "waste as a useful item" then the amount of population as much as it produces the volume of waste that has the potential to be utilized and reprocessed. Related to the management and utilization of waste in Ternate City in the future, the position of waste is a potential. Description of potential waste should be started with the introduction of composition and waste generation, especially household waste. The composition description will provide information on the components contained in solid waste and its distribution. Waste generation provides information on the amount of household waste generated. Waste generation data is also required for the design of waste management systems, the selection of equipment types for waste transport and the design of landfills. Keywords: composition of waste, household, Ternate city
Sampah Rumah Tangga di Ternate Bahtiar Bahtiar
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.662

Abstract

Jumlah penduduk Kota Ternate 212.997 jiwa, luas wilayah 111,39 km2 dengan kepadatan 1.865,42 jiwa/ km2. Apabila kita menggunaan pendekatan paradigma “sampah sebagai barang berguna” maka jumlah penduduk sebanyak itu menghasilkan volume sampah yang berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah kembali. Terkait kepentingan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kota Ternate ke depan, maka kedudukan sampah merupakan sebuah potensi. Deskripsi potensi sampah harus diawali dengan pengenalan komposisi dan timbulan sampah yang ada, terutama sampah rumah tangga. Gambaran komposisi akan memberikan informasi tentang komponen yang terdapat dalam buangan padat beserta distribusinya. Timbulan sampah memberikan informasi banyaknya sampah rumah tangga yang dihasilkan. Data timbulan sampah juga diperlukan untuk desain sistem pengelolaan persampahan, seleksi jenis peralatan untuk transportasi sampah dan desain tempat pembuangan sampah.Kata Kunci:, komposisi sampah, rumah tangga, Kota TernateThe population of Ternate City is 212,997 people, the area of 111.39 km2 with the density of 1,865.42 people/km2. If we use the paradigm approach of "waste as a useful item" then the amount of population as much as it produces the volume of waste that has the potential to be utilized and reprocessed. Related to the management and utilization of waste in Ternate City in the future, the position of waste is a potential. Description of potential waste should be started with the introduction of composition and waste generation, especially household waste. The composition description will provide information on the components contained in solid waste and its distribution. Waste generation provides information on the amount of household waste generated. Waste generation data is also required for the design of waste management systems, the selection of equipment types for waste transport and the design of landfills.Keywords: composition of waste, household, Ternate city
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut Di Kecamatan Kota Ternate Wa Ode Rosnawati; Bahtiar Bahtiar; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.569

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi dasar adanya pertambahan jumlah sampah yang  dihasilkan  setiap  harinya.  Keberadaan  sampah  dapat  menjadikan lahan pencaharian baru bagi sebagian orang, namun tidak menutup kemungkinan sampah dengan jumlah banyak menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang menggunakan variabel tunggal yaitu pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut yang berjumlah 42 KK. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut masih belum maksimal dengan kata lain masih tergolong sangat rendah hal ini dilihat berdasarkan responden dengan nilai persentase kategori nilai tertinggi berada pada responden yang tidak memiliki tempat penampungan sampah sementara didalam rumah, yaitu sebesar  90,47% sedangkan, kategori terendah berada pada responden yang memiliki dan  menyediakan tempat penampung sampah sementara didalam rumah yaitu, dengan persentase 9,53%. Kata kunci : Sampah Rumah Tangga, Pemukiman Atas Laut.                                                                                                                      AbstractIslandic growth one that more and more and increases it society activity becomes basic to mark sense waste amount increase that resulting everyday it. In the presence waste can make new work farm for some people, but doesn't close waste possible by totals a lot of as environment and health problem. This research did by aim to know family waste management settlement society on oceanic. This observational type is observational survey who utilize singles variable which is family waste management settlement society on oceanic total one 42 KK. Instrument who is utilized to gather data is observation and questionnaire. dianalisis's data by use of percentage formula. Analisis's result that point out ' date: Families Waste management Settlement Society On Oceanic still was maximal in other words still its bottommost rank is seen bases respondent with appreciative category percentage assesses supreme lie on Respondent that have no waste relocation place temporary at indoors, which is as big as 90,47% meanwhile, bottommost category lies on respondent that has and make place penampung temporary waste at indoors which is, with percentage 9,53%.Key word: Family waste, Settlement On Oceanic
POTENSI PEMBELAJARAN YANG MEMADUKAN STRATEGI THINK PAIRS SHARE (TPS) DAN READING QUESTIONING ANSWERING (RQA) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL DAN PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI SISWA SMA MULTIETNIS DI TERNATE Bahtiar Bahtiar
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural  menawarkan  pengajaran yang  mengakomodasi  perbedaan dalam wadah yang harmonis, toleran dan saling menghargai. Wujud pendidikan multikultur di antaranya dengan penerapan pembelajaran yang berbasis pada keberagaman etnis,  yakni pembelajaran  yang menjunjung nilai-nilai  heterogenitas, pluralitas  dan keragaman  etnik, sehingga nantinya menjadi pilar keharmonisan masyarakat yang multietnis, seperti di Kota Ternate. Hasil UNAS matapelajaran Biologi SMA di Ternate tiga tahun terakhir masih jauh dari harapan. Penguasaan SKKD termasuk dalam kategori belum memuaskan. Pada UNAS 2011 ketuntasan SKKD hanya 57,5%. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan pembelajaran Biologi yang cenderung bersifat  teacher centered.  Pada sekolah multietnis  di Ternate  perlu dirancang pembelajaran yang tidak  sekedar memudahkan siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa agar berprilaku humanis, pluralis dan demokratis. Pembelajaran Think Pair Share (TPS) sintaksnya memberi peluang untuk meningkatkan interaksi antarsiswa dan  meningkatkan  pemahaman konsep Biologi,  sementara  strategi  Reading  Questioning Answering (RQA)  diharapkan memaksa siswa memahami bacaan dan menemukan isi bacaan yang substansial sebelum pembelajaran di kelas berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perpaduan strategi tersebut untuk menigkatkan sikap sosial dan penguasaan konsep Biologi siswa SMA multietnis di Ternate. Penelitian ini adalah penelitian Quasi experiment design, dilakukan pada tiga SMA Negeri di Ternate pada semester ganjil T.A. 2012/2013, dengan menggunakan rancangan Pretest-Postest Control Group. Sebelum eksperimen, terlebih dahulu dikembangkan Silabus, RPP dan LKS yang telah disesuaikan dengan karakter strategi yang diterapkan, serta mengakomodir upaya pembauran etnis antarsiswa. Penelitian ini menggunakan tiga kelas eksperimen, yaitu kelas berstrategi  TPS, RQA,  perpaduan  TPS  &  RQA, dan satu kelas berstrategi konvensional. Teknik analisis data menggunakan uji ANACOVA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh strategi pembelajaran terhadap sikap sosial dan pemahaman konsep Biologi siswa SMA multietnis di Ternate, dan (2) perpaduan strategi TPS dan RQA memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sikap sosial dan pemahaman konsep Biologi pada siswa SMA multietnis di Ternate dibanding dengan strategi TPS dan strategi konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa perpaduan strategi TPS dan RQA baik digunakan pada pembelajaran Biologi di SMA multietnis di Ternate, sebab disamping menigkatkan pemahaman konsep, juga membangun sikap sosial siswa, yang meliputi sikap toleransi, kerjasama, tanggung-jawab, serta demikratis dan pluralitas.  Kata kunci :  Strategi TPS, Strategi RQA, sikap sosial,  pemahaman konsep, multietnis
Penerapan Program Gen Aktif (Generasi Anti Kekerasan, Narkoba, dan Zat Adiktif Lainnya) pada Pelajar Kota Ternate Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; M. Nasir Tamalene
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v10i1.130

Abstract

Kota Ternate adalah pusat pelajar di Provinsi Maluku Utara. Beberapa kasus kekerasan dan pengedaran narkoba di Kota Ternate sangat meresahkan pihak orangtua dan sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi pihak sekolah dan pelajar dalam mencegah kekerasan dan penyebaran anrkoba dengan mengintegrasikan suatu model pengabdian GEN AKTIF dalam ekstrakurikuler. Dua sekolah model digunakan sebagai mitra yakni SMP IT Albina Ternate dan SMA Nurul Hasan Kota ternate. Pelaksanaan IbM dimulai dengan kegiatan sosialisasi Anti Narkoba berupa Olimpiade Anti Narkoba untuk pelajar SMA Sekota Ternate. Tahapan kedua ialah pendempingan mengenai GEN AKTIF dan penyuluhan anti narkoba, anti kekerasan dan anti aids. Pendampingan mengambil waktu selama empat bulan yang dilaksanakan disekolah masing-masing. Selanjutnya evaluasi oleh tim pengabdi. Semua rangkaian usulan tersebut dapat dilakukan dengan program IbM pelajar Kota Ternate dalam GEN AKTIF (Generasi anti kekerasan, narkoba dan zat adiktif). Rangkaian program melibatkan siswa secara langsung dalam mengelola kegiatan dan pembentukan model komunitas sekolah bernuansa anti kekerasan dan narkoba dikalangan pelajar. Akhir program, tim mendapatkan perubahan pengetahuan peserta baik dari SMP maupun SMA tentang narkoba, aids dan kekerasan, yakni : pengetahuan peserta SMA rata-rata meningkat dari 30% menjadi 67%; peserta SMP meningkat dari 22% menjadi 61% pada tes akhir. Respon peserta juga menyatakan bahwa 100% peserta senang dengan kegiatan ini, dan 93% peserta mendapat pengalalan baru dan bermanfaat bagi masa depan.
Discovery Learning Model Assisted by Google Classroom and Zoom Efforts to Improve Critical Thinking Ability of Geography Education Students Risky Amelia; Bahtiar; Ramdani Salam; Vrita Tri Aryuni
SPATIAL: Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 21 No 1 (2021): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the Discovery Learning model assisted by Google Classroom and zoom in the Environmental Education course on the critical thinking skills of Khairun University Geography Education students. The research approach used was a quasi experimental design with a pretest-posttest control group experimental design. Data analysis with parametic statistics for hypothesis testing, namely covariance analysis (Ancova) using SPSS 22 for windows with a significance level of 0.05. The research was carried out in the Geography Education Study Program, Khairun University with student respondents who contracted the Environmental Education course. The results of this study indicate that there is a difference in the effect of learning between discovery learning and conventional models that both use google classroom and zoom on students' critical thinking skills with the Sig. 0.00.
Basic science process skills of biology laboratory practice: improving through discovery learning B Bahtiar; Nurhayati Dukomalamo
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 12 No 1 (2019): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.324 KB) | DOI: 10.21009/biosferjpb.v12n1.83-93

Abstract

Biology laboratory practice that applies the discovery learning model is expected to complement all necessary science process needed by the students during the learning activity. The research was an experiment of learning to find the differences in learning outcome in the form of students’ science process skills between discovery learning and the conventional model of biology laboratory practice. The research is conducted at the Public Junior High School 4, Ternate City for the 8th-grade students from October to December 2018. The research instrument used basic science process skills is observation sheet. The indicator of basic science process skills consists of observing, classifying, measuring, communicating, inferring, and predicting. The result of research data analysis shows that t count value was 4.261 with the significance of 0.000. The discovery learning model of biology laboratory practice is better in improving students’ basic science process skills than the learning model of conventional laboratory practice. According to the result, it was concluded that there were differences in students' basic science process skills between the discovery learning model and the conventional model of Biology laboratory practice. Discovery learning model of biology laboratory practice was better in improving the student's basic science skill than the conventional model.
PROBLEM BASED LEARNING DENGAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL SISWA MI CEMARA JAYA Rasneni Abd. Latif; Bahtiar; Taslim D. Nur
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.677 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan Metode Field Trip Terhadap Sikap Sosial di Madrasah Ibtidaiyah Cemara Jaya tahun pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian terdiri dari kelas Va (kelas eksperimen) dan kelas Vb (kelas kontrol) masing-masing kelas dengan jumlah sampel untuk kelas Va berjumlah 20 siswa dan kelas Vb berjumlah 21 siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan eksperimen pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni instrument penilaian sikap sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan metode Field Trip berpengaruh terhadap sikap sosial dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 ˂ 0,05.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RICOSRE BERBANTUAN VIDEOSCRIBE DAN QUIZZIZ TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA NEGERI 8 KOTA TERNATE Miftakhul Khasanah; Chumidach Roini; Bahtiar Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i1.4417

Abstract

Salah satu tujuan utama pendidikan saat ini adalah mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada peserta didik sejalan dengan perubahan ekonomi dan teknologi serta lapangan pekerjaan. Keterampilan berpikir kreatif peserta didik dapat diintegrasikan melalui proses pembelajaran, diantaranya pembelajaran Biologi dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti video pembelajaran dan Quizziz.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran RICOSRE berbantuan video pembelajaran dan Quizziz terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik di SMA Negeri 8 Kota Ternate. Penelitian ini merupakan quasi experiment, dengan menggunakan rancangan pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII-MIPA yang berjumlah 148 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan uji kesetaraan kelas. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelas yaitu kelas XII-MIPA2 dengan model pembelajaran RICOSRE berbantuan video pembelajaran dan Quizziz, kelas XII-MIPA3 dengan model pembelajaran RICOSRE berbantuan video pembelajaran dan XII-MIPA4 dengan model pembelajaran RICOSRE berbantuan Quizziz. Konsep biologi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah tentang materi genetik. Sampel penelitian dari ketiga kelas tersebut sebanyak 115 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan soal essay sebanyak 6 butir soal. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas berbantuan SPSS Ver.16.0 For Windows sedangkan uji hipotesis menggunakan uji anacova dan uji lanjut menggunakan uji Tukey HSD. Hasil uji anacova menunjukkan taraf nilai signifikansi 0,000 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata model pembelajaran RICOSRE berbantuan video pembelajaran dan Quizziz terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Sedangkan uji lanjut Tukey HSD menunjukkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik yang diajar mengguakan model pembelajaran RICOSRE berbantuan video pembelajaran dan Quizziz berbeda nyata dengan model RICOSRE berbantuan video pembelajaran, model RICOSRE berbantuan video pembelajaran berbeda nyata dengan model RICOSRE berbantuan Quizziz.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READING QUESTIONING AND ANSWERING (RQA) BERBANTUAN APLIKASI KIPIN SCHOOL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KOTA TERNATE Ummiyati Ummiyati; Said Hasan; Bahtiar Bahtiar
JURNAL BIOEDUKASI Vol 5, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2022
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v5i1.4385

Abstract

The teaching and learning process is an interaction between teachers and students through reciprocal communication that takes place in an effective situation to achieve learning objectives. Entering a decade of the 21st century, the development of information and communication technology in the era of the industrial revolution 4.0 has had a significant influence on learning that must adapt and use technology in the current era, many application-based learning technologies in the field of education can be utilized by teachers as media. or tools in learning to support the teaching and learning process. The aims of this research are to determine the effect of the Reading questioning and answering learning model assisted by the Kipin School application on cognitive learning outcomes. This research is a quasi-experimental research. The sample of this study consisted of two classes, namely class VIIc as the experimental class and class VIIa as the control class with a total of 57 students. The instruments used tests to measure cognitive learning outcomes. Data analysis used the SPSS-assisted normality and homogeneity test, while the hypothesis test used anacova test and regression test. The results showed that  there was an effect of the Reading questioning and answering learning model assisted by the Kipin School application on learning outcomes. cognitive, namely with a significant value level of 0.001 0.05 .