Claim Missing Document
Check
Articles

Nitrate, Phosphate, Silica and Phytoplankton Abundance in the Coastal Waters of Maitara Island, North Maluku Sabar, Mesrawaty; Samman, Ardan; Abubakar, Salim; Sunarti, Sunarti; Rina, Rina; Bahtiar, Bahtiar
Journal Omni-Akuatika Vol 20, No 2 (2024): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2024.20.2.1147

Abstract

Nitrate, phosphate, and silica are nutrients needed for the growth of phytoplankton populations. The primary objective of the present study was to establish the relationship between the nutrient composition (nitrate, phosphate, and silica) and phytoplankton abundance. Sampling was was conducted at three observation stations located in the tidal zone of Maitara Island coast, North Maluku. Collection of plankton samples in coastal waters using a 25 µm plankton net. Phytoplankton cells were identified and counted in the laboratory using an electric microscope with 100x magnification. Phytoplankton observations were carried out using the field of view method. Testing the concentration of nitrate, phosphate, and silica using spectrophotometer techniques. The research data were analyzed using a correlation test. The research findings indicated that the coastal waters surrounding Maitara Island were classified as oligotrophic waters, based on the nitrate and phosphate, and silica content. Oligotrophic waters have very low nutrient content such as nitrogen and phosphorus, causing low primary productivity. Simultaneously, nitrate, phosphate, and silica concentrations had a very strong correlation (R=0.823) with phytoplankton abundance. Partially, the correlation between nitrate concentration and phytoplankton abundance was classified as very strong (R=0.729). However, the correlation between phosphate concentration and phytoplankton abundance was moderately significant (R=0.577), and the correlation between silica concentration and phytoplankton abundance was weak (R=0.386). High concentrations of nitrate and phosphate in coastal waters lead to increased abundance of phytoplankton. However, high silica concentrations in waters can only increase the abundance of certain phytoplankton groups, for example diatoms and radiolarians. Keywords: Phytoplankton abundance, nitrate, phosphate, silica, Maitara Island
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Media Google Site untuk Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pembelajaran Salewangeng, Aswal; Suparman, Suparman; Saibi, Ningsi; Rasyid, Magfirah; Bahtiar, Bahtiar; Haerullah, Ade; Yusuf, Yusmar; Tala, W. D. Syarni; Sabar, Mesrawaty; Hidayat, Hapsah Usman
DEDIKASI Vol 26, No 2 (2024): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v26i2.69861

Abstract

Abstrak. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembelajaran mencakup beberapa aspek penting yang bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 di SD Al Khairaat 02 Kota Ternate. Terdapat 3 tahap dalam kegiatan ini yakni berupa pelatihan, pendampingan dan evaluasi pencapaian PKM. Hasil evaluasi pada saat kegiatan pelatihan dan pendampingan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan dapat terlaksana dengan lancar, tertib, guru bersemangat dalam mengikuti kegiatan dan guru dapat menggunakan media pembelajaran google site untuk mendesain media pembelajaran interaktif sehingga siswa menjadi semangat dalam melaksanakan pembelajaran serta meningkatkan percaya diri guru dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran.  Kata Kunci: Google Site, Inovasi, Media Pembelajaran, Teknologi
PENGARUH MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KOTA TERNATE Wahyuni, Ungki; Bahtiar, Bahtiar; Sinyo, Yumima
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2024): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v9i2.9343

Abstract

Model Guided Discovery Learning berbantuan Video pembelajaran merupakan model pembelajaran yang menciptakan situasi belajar yang melibatkan siswa belajar secara aktif dan mandiri dalam menemukan suatu konsep atau teori, pemahaman, dan pemecahan masalah dengan memanfaatkan media video pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar kognitif siswa. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penguruh  model Guided Discovery Learning berbantuan video pembelajaran terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif pada materi Konservasi Keanekeragaman Hayati siswa kelas VII. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen, sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 38 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 38 siswa sehingga secara keseluruhan berjumlah 76 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar kognitif dan angket untuk mengukur keterampilan proses sains. Analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas berbantuan SPSS, sedangkan uji hipotesis menngukanan uji anacova dan uji t (Independent Sampel test). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh keterampilan proses sains dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP Negeri 1 kota Ternate yang diajarkan dengan model Guided Discovery Learning berbantuan Video Pembelajaran pada siswa kelas VII SMP Nergeri 1 Kota Ternate.
ANALISIS BIBLIOMETRIK, RISET PRELIMINARI PADA TEMA RISET PISANG LOKAL DI MALUKU UTARA Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; M. Nasir Tamalene; Magfirah Rasyid
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9290

Abstract

Riset bibliometrik pada tema pisang di maluku utara dilakukan dengan mengambil data penelitian sejak tahun 2013 hingga 2023 dari sumber meta data pada google Scholar. Data yang dikoleksi ialah meta data publikasi pada tiap artikel jurnal yang umumnya terdapat judul, kata kunci, abstrak dan informais dasar lainnya. Peneliti membatasi artikel sebanyak 200 artikel yang diambil dari rekomendasi rangking 200 besar oleh Publish or Perish (PoP). Pengeditan meta data dilakukan dengan software Mendeley yang dieksport ke dalam bentuk file RIS. Konstruksi peta bibliometrik dilakukan dengan VOSviewer. Pada penelitian ini, pilihan pembuatan peta adalah berdasarkan data bibliografik (biblioghrapic data) dengan pilihan sumber data dari file pengelola referensi (references manager file). Tipe analisis pembuatan peta menggunakan co-occurrence kata kunci dengan metode penghitungan full counting. Visualisasi peta menggunakan ketiga jenis penampilan yakni: network visualization, overlay visualization, dan density visualization pada software VOSviewer. Kecendrungan peningkatan jumlah publikasi pada tema pisang selama sepuluh tahun, dengan kata kunci yang memiliki netrowk tinggi dengan yang lain ialah kata ternate, maluku utara dan pisang.
Keterampilan Tradisional Pengolahan Minuman Kopi Rempah Masyarakat Lokal Kelurahan Indonesiana Kota Tidore Kepulauan Safitra Iskandar; Bahtiar Bahtiar; Yusmar Yusuf; M. Nasir Tamalene
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9256

Abstract

Kopi rempah merupakan potensi khas yang bisa dijadikan produk unggulan. Rempah-rempah banyak dikombinasikan dengan minuman kopi untuk menambah cita rasa yang khas dan efek menyegarkan. Keterampilan tradisional merupakan  kemampuan atau keahlian dalam menggunakan cara dan alat yang sudah ada sejak dahulu sampai sekarang (turun temurun). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis-jenis rempah lokal yang dicampurkan pada kopi sehingga menjadi minuman kopi rempah (2) mendeskripsikan metode pengolahan kopi rempah oleh masyarakat Kelurahan Indonesiana, Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jenis tumbuhan rempah yang digunakan sebagai tambahan pada minuman kopi adalah jahe, kayu manis, pala, cengkih, pandan, serta serei, dan teknik Pengolahan minuman kopi rempah terdiri dari tahap persiapan, tahap pembuatan dan tahap penyajian.
KEANEKARAGAMAN JENIS SERANGGA PADA TANAMAN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) DI KECAMATAN PULAU TERNATE Karmila Wahid; Suparman Suparman; Bahtiar Bahtiar; Taslim D. Nur
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.7891

Abstract

Serangga mempengaruhi keseimbangan dalam ekosistem dan dijadikan sebagai bioindikator suatu ekosistem. Serangga dapat menimbulkan kerugian misalnya penyebab kerusakan tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis serangga pada tanaman cengkeh dan keanekaragaman jenis serangga. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitafif dengan mengunakan eksplorasi. Hasil penelitian ditemukan 15 jenis serangga yaitu semut rangrang (Oecophylla smaragdina), semut hitam kebun (Dolichoderus thoracicus), semut api (Solenopsis invicta), semut hitam kecil (Monomorium minimum), semut kecoklatan (Anoplolepis gracilipes), semut kayu (Polyrhachis pruinosa), lalat (Musca domestica), belalang (Atractomorpha crenulata), kupu-kupu coklat (Melanitis leda), kupu-kupu hitam (Troides hypolitus), kupu-kupu kuning (Eurema candida), rayap (Macrotermes gilvus), kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros), kumbang merah (Coccinella sexmaculata), dan undur-undur (Myrmeleon formicarius). Keanekaragaman jenis pada stasiun I Kelurahan Bula  ditemukan sebesar H’= 0.45 dikategorikan keanekaraganan jenis serangga rendah, stasiun II Kelurahan Togafo sebesar H’=0,678 dikategorikan keanekaraganan jenis serangga rendah dan stasiun III Kelurahan Kastela sebesar H’= 0,424 keanekaraganan jenis serangga rendah.
PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP METAKOGNISI SISWA Julfadli Wahab; Bahtiar Bahtiar; Abdu Mas’ud
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i1.8056

Abstract

Peningkatan kemampuan metakognisi dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran biologi model Group Investigation berbantuan peta konsep terhadap kemampuan metakognisi siswa SMA Negeri 6 Halmahera Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas Xa dengan jumlah siswa 24 orang sebagai kelas Eksperimen, dan kelas Xb dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang sebagai kelas kontrol. Kemampuan metakognisi siswa diukur menggunakan instrumen tes essay, selanjutnya dianalisis dengan uji anakova dengan program SPSS 19.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (˂ α=0,05), ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Group Investigation berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap kemampuan metakognisi siswa. Kombinasi peta konsep dengan model pembelajaran kooperatif Group Investigation memiliki efek positif pada kemampuan metakognisi siswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan.
EFEKTIVITAS ANTI-NYAMUK BAKAR ALAMI BERBAHAN TANGKAI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L. Merr. & L.M. Perry) SERTA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATANNYA Dharmawaty M Taher; Yuyun Muhammad; Bahtiar Bahtiar; Syamsul Bahri; Febri Ayu
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9817

Abstract

Clove flower stalks (Syzygium aromaticum L. Merr. Perry) are agricultural waste containing eugenol compounds, which have the potential to be natural active ingredients in mosquito repellent products. This study aims to describe the formulation process of mosquito repellent made from clove flower stalks, evaluate the effectiveness of burning time, and analyze public perception of its use. The method used is descriptive quantitative. The product is formulated from a mixture of clove flower stalk powder, adhesive (joss powder), and water with a ratio of 20 g: 6 g: 40 mL, molded in a spiral shape, and dried for 2-3 days. The resulting product has a dark brown color, a distinctive clove aroma, a smooth texture, a spiral length of 65 cm, a diameter of 11 cm, and an average weight of 21 grams, resembling the shape of synthetic mosquito repellent. The average burning time reaches 9.3 hours. Public perception of this product is relatively positive, especially in terms of aroma, color, and effectiveness in repelling mosquitoes. These findings indicate that clove flower stalks have the potential to be an alternative raw material that is effective, environmentally friendly, and acceptable to the community in the development of natural mosquito repellent products.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 3 KOTA TERNATE Sintia Kaimudin; Dharmawaty M. Taher; Bahtiar Bahtiar; WD. Syarni Tala
JURNAL BIOEDUKASI Vol 7, No 2: Jurnal Bioedukasi Edisi Oktober 2024
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v7i2.9241

Abstract

Model Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang menjadikan sebuah masalah yang diambil dari lingkungan sekitar siswa sebagai pokok bahasan di dalam pembelajaran yang kemudian diselesaikan dan ditemukan solusinya secara bersama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan produk video animasi sebagai media pembelajaran bagi siswa dan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah penerapan model PBL. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Urutan kegiatan dalam penelitian ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan data uji kelayakan produk video animasi menunjukan bahwa produk video animasi layak untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video animasi di SMA Negeri 3 Kota Ternate dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, dari 28 siswa yang mengikuti proses pembelajaran hanya terdapat 11 siswa atau 39% yang dapat mencapai nilai KKM, dengan nilai rata-rata yang diperoleh 53,93. Sedangkan pada siklus II terjadi peningakatan siswa yang tuntas yaitu sebanyak 26 siswa atau 93% yang berhasil mencapai KKM dengan nilai rata-rata 84,29. Peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dipengaruhi oleh aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan pada hasil pengamatan aktivitas siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning pada siklus II mengalami peningkatan dari 77% menjadi 100%. Hal ini disebabkan karena aktivitas guru pada siklus II juga telah mengalami peningakatan dari 77% menjadi 92%. Dengan demikian penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan video animasi pada materi sistem gerak pada manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 3 Kota Ternate.
Exploring of the Genus Coffea L. (1753) in North Maluku: a Preliminary Study for Coffee Database Bahtiar Bahtiar; Suparman Suparman; M. Nasir Tamalene; Yusmar Yusuf; Slamet Hariyadi
JURNAL BIOEDUKASI Vol 8, No 1: Jurnal Bioedukasi Edisi April 2025
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/bioedu.v8i1.9809

Abstract

Genus Coffea L. (1753), family Rubiaceae, is well known as coffee; it has 171 accepted species with many synonyms from around the world. Coffee is exotic plant in Indonesia that was imported by Dutch. Now, in North Maluku, coffee is one of the cultivated plants. This study formally reported for the first time the data for Coffea spp. in North Maluku. The exploration research was conducted from January to June 2023 and collected three accepted species and one variety of Coffea namely Coffea arabica L., C. canephora Pierre ex Froehner, C. liberica Bull. Ex Hiern, and C. liberica var. dewevrei (De Wild. T. Durand) Lebrun. The second species and C. liberica var. dewevrei are more popular known as coffee Robusta and Excelsa respectively. All species are discovered as cultivated plants and spread in many places in North Maluku. The C. liberica var. dewevrei or excelsa coffee is only cultivated in Sula district. This publication also shares information about the location and comparison of every taxon.