Claim Missing Document
Check
Articles

Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning bagi Mahasiswa Kesehatan Heru Santoso Wahito Nugroho; Fajriansyah Fajriansyah; Wiwin Martiningsih; Sri Wayanti; Suparji Suparji; Ketut Sudiantara; Budi Joko Santosa; Sutio Rahardjo; Koekoeh Hardjito; M. Fadly Kaliky; Handoyo Handoyo; Hery Koesmantoro; Vincentius Supriyono; Tuhu Pinardi; Sunarto Sunarto; Bahtiar Bahtiar; Abd Rijali Lapodi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7402

Abstract

Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning disusun sebagai inovasi pendekatan secara paripurna untuk pembelajaran penelitian, yakni tidak hanya berakhir sampai dengan laporan penelitian, namun dilanjutkan sampai terwujudnya luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, seperti artikel jurnal, prosiding atau buku monograf. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian mahasiswa, maka inovasi-inovasi yang ditemukan bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, baik untuk diterapkan maupun diteliti lebih lanjut. Pembelajaran tuntas hingga output seperti ini diharapkan juga memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan perguruan tinggi, baik dari segi kinerja mahasiswa maupun dosen. Kata kunci: Output Based Learning (OutBaL); pembelajaran penelitian; mahasiswa kesehatan
Pemanfaatan Metode Participatory Rural Appraisal untuk Kesiapsiagaan Kapasitas Desa Tangguh Bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana di Desa Jajar Kartoharjo dan Desa Genilangit Poncol Magetan Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Agung Suharto; Ardela Reza Fernanda; Nurul Zakinah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.483

Abstract

Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah kapasitas forum pengurangan risiko bencana pada desa tangguh bencana. Lokasi kegiatan di desa Jajar Kartoharjo dan desa Genilangit Poncol kabupaten Magetan. Tujuan kegiatan adalah pendampingan kapasitas dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana dilanjutkan dengan penyusunan dokumen rencana kontinjensi. Tersusunnya dua dokumen ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kapasitas dalam pengurangan risiko bencana. Metode pendampingan berupa Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kapasitas dalam menganalisa potensi diri dengan melakukan perencanaan melalui kegiatan aksi secara partisipatif. Metode PRA dipilih karena masyarakat dalam hal ini kapasitas sangat dominan. Teknik PRA yang dipilih adalah pengkajian bencana partisipatif, pemetaan partisipatif, curah pendapat dan diskusi kelompok terfokus. Hasil kegiatan adalah tersusunnya dokumen kajian risiko bencana dan dokumen rencana kontinjensi. Tingkat pengetahuan dan sikap kapasitas meningkat setelah pendampingan, dan kedua desa juga telah memiliki peta ancaman, peta kerentanan, peta kapasitas, peta risiko bencana, peta titik kumpul dan peta wilayah terdampak bencana. Ketersediaan dokumen rencana kontinjensi masing-masing desa harus ditindaklanjuti dalam bentuk simulasi tanggap darurat yang melibatkan kapasitas dan masyarakat terdampak. Simpulan hasil metode Participatory Rural Appraisal sangat cocok diterapkan dalam pendampingan penyusunan dokumen kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana.
Metode Harmonisasi dan Akselerasi Kemitraan untuk Pengembangan Desa Siaga di Desa Sidowayah Panekan Magetan Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Dewi Rika Miranti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JPMI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.851

Abstract

Sejak digulirkan tahun 2006, capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat dan modal sosial dalam menyelenggarakan UKBM. Tujuan kegiatan adalah pengembangan desa siaga melalui kemitraan menggunakan metode harmonisasi dan akselerasi pengurus desa siaga. Metode kegiatan berupa harmonisasi dan akselerasi kemitraan pengurus melalui integrasi model Action Research Planner. Partisipan kegiatan adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, dan Juru Kesehatan Desa.  Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan diperoleh penetapan rencana kegiatan dan penandatangan perjanjian kerjasama operasional. Tahap pelaksanaan berupa pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL, praktik survei mawas diri, praktik analisis data hasil survei, praktik MMD, fasilitasi dan inisiasi pembentukan UKBM, praktik penilaian Posyandu Balita, dan fasilitasi penyusunan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, fasilitasi cara penyusunan laporan, dan penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah aktif kembali dan jenis UKBM telah dikembangkan dan dilaksanakan oleh pengurus. Program kerja pengurus telah ditetapkan dan masing-masing kader pengurus desa siaga sudah memahami tugas pokok dan fungsi sesuai kewennagan yang diberikan. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan untuk peningkatan status desa siaga aktif mandiri.
Risiko Perilaku Makan Selama Hamil Terhadap Kejadian Preeklamsia Di Puskesmas Panekan Tahun 2018 Anik Suparti; Suparji Suparji; Nana Usnawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.486 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.5

Abstract

Preeclampsia (PE) is a contributor to mortality and morbidity of mothers and babies. Preeclampsia is the second biggest cause of maternal mortality, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan in 2017 as many as 189 people, while in 2018 as many as 270 people. An increase in the incidence of pre-eclampsia from 2017 to 2018 as many as 81 people. The research objective to analyze the risks of eating behavior during pregnancy on the incidence of preeclampsia in Puskesmas Panekan 2018. This study is a retrospective observational analytic approach (case- control). The subjects were birth mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, for a total of 54 respondents. Data was collected by using a questionnaire, conducted on birth mothers in Puskesmas Panekan Year 2018. The analysis technique used is logistic regression. The results used logistic regression eating behavior p value = 0.00 (p <0.05) and OR (Exp B) 35.714. Based on the description above can be concluded that the eating behavior influenced the incidence of preeclampsia. pregnant women who have unhealthy eating behaviors have 35x greater risk for preeclampsia than women who have healthy eating behaviors, so it is advised untuk reduce the incidence of pre-eclampsia in pregnant women with preeclampsia risk factor control needed in pregnancy that is by implementing a healthy eating behavior. Keywords :Preeclampsia, eating behavior.
Gambaran Kejadian Kasus Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Puskesmas Kartoharjo Kabupaten Magetan Eni Nurwati; Suparji Suparji; Teta Puji Rahayu
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.418 KB) | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.6

Abstract

Kegawatadaruratan kehamilan dengan faktor risiko tinggi adalah suatu kehamilan yang membawa ancaman bagi jiwa dan kesehatan ibu dan bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator paling sensitif untuk menilai derajat kesehatan dan kualitas hidup suatu bangsa. Sedangkan di Kabupaten Magetan Jawa Timur AKI selama 3 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Berbanding lurus dengan data AKI kabupaten Magetan berdasarkan laporan KIA Puskesmas Kartoharjo tahun 2017 menunjukkan bahwa AKI di Puskesmas Kartoharjo selama 3 tahun terakhir juga mengalami peningkatan dengan rincian jumlah kematian maternal tercatat 3 kasus dari 342 kelahiran. Kecenderungan peningkatan AKI menunjukkan kegagalan dalam pencapaian target penurunan AKI sesuai Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat, dalam penelitian ini kegiatan survei bertujuan untuk menggambarkan kasus kegawatdaruratan maternal tahun 2016 - 2018 di Puskesmas Kartoharjo Kabupaten Magetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kegawatdaruratan maternal pada masa kehamilan yang tertinggi adalah Preeklampsia, Abortus dan Ketuban Pecah Dini. Untuk kasus kegawatdaruratan maternal pada masa persalinan yang tertinggi adalah Persalinan Kala II Lama. Serta kasus kegawatdaruratan maternal pada masa nifas yang tertinggi adalah Infeksi Nifas. Dari ketiga temuan kasus kegawatdaruratan maternal diatas penyebab kematian ibu di Puskesmas Kartoharjo Magetan adalah perdarahan dan infeksi nifas, maka perlu penanganan yang komperehensif terkait kasus tersebut untuk mencegah AKI dikemudian hari. Kata Kunci : Kegawatdaruratan; Maternal; Kehamilan; Persalinan; Nifas
Pembinaan Kesehatan Ibu Dan Anak Melalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) AGUNG SUHARTO; Sulikah Sulikah; Tinuk Esti H; Suparji; Budi Joko S
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.352 KB)

Abstract

Implementation of SDIDTK, from information obtained that only around 30% of toddlers have implemented SDIDTK. There are 10 high-risk pregnant women. Exclusive breastfeeding data in Milangasri Village is quite low. The purpose of this community service is to help Milangasri Village in solving maternal and child health problems as a form of social care in the form of Community Development in Milangasri Village. This community service method is a survey and health education. From the data analysis, the formulation of the problem can be formulated as follows: Implementation of SDIDTK, from information obtained that only about 30% of children under five who have implemented SDIDTK therefore want to implement SDIDTK for toddlers who have not. There are 39 pregnant women, so they want to carry out continuity care for pregnant women, starting from the first trimester, during childbirth, after childbirth, until they decide to use family planning in the form of mentoring by students, under the guidance of lecturers and local village midwives. In conclusion, this community service is very much needed to improve the fulfillment of MCH/KB as well as the growth and development of children
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Pembinaan Kesehatan Ibu Dan Anak Melalui Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) AGUNG SUHARTO; Sulikah Sulikah; Tinuk Esti H; Suparji; Budi Joko S
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of SDIDTK, from information obtained that only around 30% of toddlers have implemented SDIDTK. There are 10 high-risk pregnant women. Exclusive breastfeeding data in Milangasri Village is quite low. The purpose of this community service is to help Milangasri Village in solving maternal and child health problems as a form of social care in the form of Community Development in Milangasri Village. This community service method is a survey and health education. From the data analysis, the formulation of the problem can be formulated as follows: Implementation of SDIDTK, from information obtained that only about 30% of children under five who have implemented SDIDTK therefore want to implement SDIDTK for toddlers who have not. There are 39 pregnant women, so they want to carry out continuity care for pregnant women, starting from the first trimester, during childbirth, after childbirth, until they decide to use family planning in the form of mentoring by students, under the guidance of lecturers and local village midwives. In conclusion, this community service is very much needed to improve the fulfillment of MCH/KB as well as the growth and development of children
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2022): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Risiko Perilaku Makan Selama Hamil Terhadap Kejadian Preeklamsia Di Puskesmas Panekan Tahun 2018 Anik Suparti; Suparji Suparji; Nana Usnawati
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.5

Abstract

Preeclampsia (PE) is a contributor to mortality and morbidity of mothers and babies. Preeclampsia is the second biggest cause of maternal mortality, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan in 2017 as many as 189 people, while in 2018 as many as 270 people. An increase in the incidence of pre-eclampsia from 2017 to 2018 as many as 81 people. The research objective to analyze the risks of eating behavior during pregnancy on the incidence of preeclampsia in Puskesmas Panekan 2018. This study is a retrospective observational analytic approach (case- control). The subjects were birth mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, for a total of 54 respondents. Data was collected by using a questionnaire, conducted on birth mothers in Puskesmas Panekan Year 2018. The analysis technique used is logistic regression. The results used logistic regression eating behavior p value = 0.00 (p <0.05) and OR (Exp B) 35.714. Based on the description above can be concluded that the eating behavior influenced the incidence of preeclampsia. pregnant women who have unhealthy eating behaviors have 35x greater risk for preeclampsia than women who have healthy eating behaviors, so it is advised untuk reduce the incidence of pre-eclampsia in pregnant women with preeclampsia risk factor control needed in pregnancy that is by implementing a healthy eating behavior. Keywords :Preeclampsia, eating behavior.
Co-Authors Achmad Gatot Sunariyanto Agung Suharto Alvyana Indrajitha Ambo Dalle Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anik Suparti Any Sutiadiningsih Apriliawati, Anita Ardela Reza Fernanda Arief Budiono Aris Handayani Atik Badi&#039;ah Atik Badiah Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bambang Hadi Sugito Bambang Suprianto . Bringiwatty Batbual Budi Joko S Budi Susatia Budi Yulianto Chitya Widya Ayu Raswati Desita David Ackah David Ackah Dessy Arna, Yessy Dewi Rika Miranti Emy Rianti Eni Nurwati Evi Irianti Fajriansyah Fajriansyah Farida Halis Febri Lukitasari FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Handoyo Handoyo Hendrik Hendrik Hendriyani, Feftin Herlina, Tutiek Heru Santoso Wahito Nugroho Hupitoyo Hupitoyo I Gusti Putu Asto Buditjahjanto I Ketut Gama I Ketut Sudiantara I Putu Suiraoka I Wayan Mustika IGP Asto Buditjahjanto ilyas - ibrahim Irfansyah, Ade Jane Leo Mangi Joel Rey U. Acob Joel Rey U. ACOB Joel Rey Ugsang Acob Joel Rey Ugsang Acob Kamilus Mamoh Karwati Karwati Koekoeh Hardjito Koesmantoro, Hery Laorina Regel Lapodi, Abd Rijali Lilik Anifah Luthfiyah Nurlaela M. Fadly Kaliky Mariana Ngundju Awang Matje Meriati Huru muhammad saleh Myrna A. Mercado Nana Usnawati Nani Surtinah Nani Surtinah Nani Surtinah Ngestiningrum, Ayesha Hendriana Ni Wayan Rusni Nur Widiyawati nurlailis saadah Nurul Zakinah Nuryani, Nuryani Pius Selasa Purwanti, Dwi Rahardjo, Sutio Risky Ika Septiana Puspitasari Rohadi Hariyanto Sainuddin Sainuddin Sanglar Polnok Sanglar Polnok Santosa, Budi Joko Setiawan Sillehu, Sahrir Sri Angriani Sri Wayanti Sri Winarni subagyo subagyo Sulikah, Sulikah Sumasto, Hery Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto, Sunarto Surtinah, N Susi Milwati Sutio Rahardjo Syaifuddin Syaifuddin Syariefah Hidayati Tanjung Subrata Tanko Titus Auta Tanko Titus AUTA Teta Puji Rahayu Tinuk Esti H Titin Wulandari Tri Johan Agus Yuswanto Trisna Sumadewi Tuhu Pinardi, Tuhu Vincentius Supriyono Vincentius Supriyono Wahyurianto, Yasin Wayanti, Sri Winarko, Winarko Wisnu, Nurwening Tyas Wiwin Martiningsih Yetty Wilda Yuyun Setyorini