Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kejadian Kasus Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Puskesmas Kartoharjo Kabupaten Magetan Eni Nurwati; Suparji Suparji; Teta Puji Rahayu
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.6

Abstract

Kegawatadaruratan kehamilan dengan faktor risiko tinggi adalah suatu kehamilan yang membawa ancaman bagi jiwa dan kesehatan ibu dan bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator paling sensitif untuk menilai derajat kesehatan dan kualitas hidup suatu bangsa. Sedangkan di Kabupaten Magetan Jawa Timur AKI selama 3 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Berbanding lurus dengan data AKI kabupaten Magetan berdasarkan laporan KIA Puskesmas Kartoharjo tahun 2017 menunjukkan bahwa AKI di Puskesmas Kartoharjo selama 3 tahun terakhir juga mengalami peningkatan dengan rincian jumlah kematian maternal tercatat 3 kasus dari 342 kelahiran. Kecenderungan peningkatan AKI menunjukkan kegagalan dalam pencapaian target penurunan AKI sesuai Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat, dalam penelitian ini kegiatan survei bertujuan untuk menggambarkan kasus kegawatdaruratan maternal tahun 2016 - 2018 di Puskesmas Kartoharjo Kabupaten Magetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kegawatdaruratan maternal pada masa kehamilan yang tertinggi adalah Preeklampsia, Abortus dan Ketuban Pecah Dini. Untuk kasus kegawatdaruratan maternal pada masa persalinan yang tertinggi adalah Persalinan Kala II Lama. Serta kasus kegawatdaruratan maternal pada masa nifas yang tertinggi adalah Infeksi Nifas. Dari ketiga temuan kasus kegawatdaruratan maternal diatas penyebab kematian ibu di Puskesmas Kartoharjo Magetan adalah perdarahan dan infeksi nifas, maka perlu penanganan yang komperehensif terkait kasus tersebut untuk mencegah AKI dikemudian hari. Kata Kunci : Kegawatdaruratan; Maternal; Kehamilan; Persalinan; Nifas
Community Empowerment During the Covid 19 Pandemic, Through Assistance for Vulnerable Communities (Interprofessional Collaboration/Interprofessional Education Approach) Hery Sumasto; Teta Puji Rahayu; Suparji Suparji; Nurwening Tyas Wisnu; Syaifuddin Syaifuddin; Hupitoyo Hupitoyo; Yuyun Setyorini
Frontiers in Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2022): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ficse.v1i2.12

Abstract

This community empowerment activity is carried out in the form of mentoring for the people of Bedagung Village, Panekan District, Magetan Regency, East Java. The people of Bedagung Village, Panekan District, Magetan Regency, are very anxious and afraid of the ferocity of the Covid-19 Non-Natural Disaster. Besides they face natural disasters of landslides and cyclones every year, they are currently facing the ferocity of the Covid 19 pandemic. Bedagung village is located on the slopes of a mountain so it is very prone to natural disasters, landslides. Based on these problems, the role of academics is needed to improve preparedness and Disaster Risk Reduction, through community empowerment. Community empowerment is very much needed through the assistance of Interprofession Collaboration (IPC) and Interprofession Education (IPE) approaches with Disaster Mitigation And Training (DMT). The purpose of empowering community assistance is to realize a Healthy Village through preparedness and disaster risk reduction in dealing with the threat of natural disasters and non-natural disasters (Covid-19). Methods to achieve the goal with the Golden Triangle, namely: 1) apply research and expertise; 2) build university cooperation; 3) apply IPC and IPE from 5 (five) professions, namely the profession of Midwife, Nurse, Electromedical Engineering, Environmental Health and management science. Parties involved in this activity: 1) Magetan Regency Government; 2) Bedagung Village Government; 3) Community health center; 4) Disaster Preparedness Village Team; and 5) Regional Disaster Management Agency. Activities carried out to achieve the objectives include: 1) classical material; 2) field practice; 3) follow-up implementation. The time for empowerment activities is 6 months. Outputs: 1) Journal publications; 2) publication through mass media; 3) Intellectual Property Rights; 4) update the Village Disaster Risk map; 5) the establishment of a Destanasif Task Force (Comprehensive Disaster Resilient Village); 6) have a Volunteer certificate and a trainer certificate; 7) training module with ISBN.
Increasing Awareness of the Village Disaster Risk Reduction Forum in Magetan Regency in Realizing Disaster Preparedness Sunarto Sunarto; Heru Santoso Wahito Nugroho; Suparji Suparji
Health Dynamics Vol 1, No 2 (2024): February 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10204

Abstract

Disaster risk reduction forums as a capacity in disaster resilient villages often experience difficulties in realizing disaster preparedness. It is necessary to prioritize any element that is immediately realized, so that what is done truly makes society have resilience and toughness. five disaster preparedness parameters that must be prepared by the forum. These five parameters have 25 elements as constructs. Elements as a construct of disaster preparedness parameters become an instrument called Difficulty and Usefulness of Elements in Disaster Preparedness (DUEDP-Questionnaire). This DUEDP questionnaire serves as a guide enumerator for interviewing forum administrators and communities in 23 disaster-resilient villages in the Magetan district. Data was collected for three months starting May-July 2023. The element prioritization technique uses the Quadrant of Difficulty and Usefulness (QoDU) method. This method focuses on elements in the upper left quadrant, namely elements that are very useful but how to make it happen is very difficult. The research results place the elements of involving vulnerable groups in socializing about disasters, providing village funds for disaster management, preparing contingency plan documents, providing early warning system tools, and training families to provide disaster preparedness bags as the main priorities that must be immediately realized by the forum.
Peran Pembelajaran Kewirausahaan dalam Memoderasi Self-Efficacy dan Dukungan Keluarga terhadap Kesiapan Berwirausaha Siswa SMK Nur Widiyawati; Suparji Suparji; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto; Lilik Anifah
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 3 (2024): Volume 8, Nomor 3, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i3.1027

Abstract

Sesuai kurikulum pembelajaran SMK yaitu “Pembelajaran Kewirausahaan” seorang siswa harus memiliki efikasi diri dan dukungan keluarga agar dapat menjadi seorang wirausaha dan siap menghadapi segala tantangan dalam perjalanannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kausalitas dan teknik analisis data pengujian kualitas data, pengujian hipotesis, dan pengujian interaksi (Moderated Regression Analysis/MRA) terhadap 100 responden, untuk mengetahui peran pembelajaran kewirausahaan dalam memoderasi self-eficacy dan dukungan keluarga terhadap kesiapan berwirausaha siswa SMK Kabupaten Pacitan. Berdasarkan temuan penelitian, dukungan keluarga dan self-eficacy berdampak positif terhadap kesiapan berwirausaha. Hal ini berarti semakin besar dukungan dari anggota keluarga, semakin besar kepercayaan diri dalam berwirausaha. Pembelajaran kewirausahaan dapat berdampak pada self-eficacy untuk kesiapan berwirausaha, meskipun self-eficacy tidak hanya diperoleh melalui sekolah formal. Namun self-eficacy dapat dipengaruhi oleh usia, kepercayaan diri, pola asuh orang tua, dan lingkungan masyarakat.
DAMPAK FAKTOR STRESS DAN GANGGUAN WAKTU MENSTRUASI PADA MAHASISWA Suparji Suparji
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/rhpd4a59

Abstract

Dampak dari gangguan menstruasi yang tidak teratur nyeri haid, gangguan dalam jumlah perdarahan, dan PMS (Pre Menstural Syndrome). Hal ini dapat menjadi serius jika tidak segera ditangani. Haid yang tidak teratur dapat menjadi pertanda bahwa siklus yang dilaluinya tidak berovulasi (anovulatoir) sehingga wanita tersebut cenderung sulit memiliki keturunan (infertile). Masalah utama penelitian ini adalah 36% mahasiswa Prodi Kebidanan Magetan mengalami stress dan mengalami gangguan menstruasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara tingkat stress dengan gangguan menstruasi pada mahasiswa Prodi D III Kebidanan Kampus Magetan Poltekkes Kementrian Kesehatan Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 147 mahasiswa dan pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Sampling diperoleh besar sampel 108 mahasiswa. Variabel bebas adalah tingkat stress dan variable terikat adalah gangguan menstruasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan taraf signifikansi < 0.05. Penelitian ini menunjukkan bahwa 55.56% mahasiswa mengalami stress pada tingkat normal dan 63% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Pada tingkat stress normal, 76.7% mahasiswa tidak mengalami gangguan menstruasi. Sedangkan pada tingkat stress parah, 100% mahasiswa mengalami gangguan menstruasi. Hasil Uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,000 (<0.05) dengan nilai koefisien kontingensi 0.44 yang berarti mempunyai keeratan sedang. Selanjutnya disimpulkan ada hubungan antara tingkat stres dengan gangguan menstruasi dengan keeratan hubungan sedang. Semakin tinggi tingkat stress seorang wanita, semakin besar potensi mengalami gangguan menstruasi pada wanita tersebut. Saran penelitian lebih lanjut dengan memperbesar populasi dan perbaikan instrumen pengumpulan data tentang tingkat stress dan gangguan menstruasi.
Penyususan Draf Modul Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendekatan Focus Group Discussion Suparji Suparji; Nani Surtinah; Susi Milwati; Farida Halis; Emy Rianti; Heru Santoso Wahito Nugroho; Aris Handayani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14209

Abstract

In an effort to increase community capacity, especially knowledge and attitudes about disaster preparedness, it is necessary to optimize. Therefore the development of teaching materials in the form of modules is a very urgent need. In order to develop good modules that are in accordance with the needs of the community, a needs analysis step is needed based on the real conditions that exist in the community. A good module is a module that can condition learning activities in the community to be more well-planned, independent, thorough and with clear results (outputs). The purpose of this research was to design a module through needs analysis in preparing a draft disaster preparedness module through a Focus Group Discussion approach, so that a good module is produced. The method used in this study was Research and Development with steps that had been implemented including analysis of the needs of teaching materials through Focus Group Discussion activities, and good module drafts are produced as a basis for preparing disaster preparedness modules. Participants in the FGD activities were representatives of members of the DESTANA DRR forum in four villages in the Poncol District area. 40 people, DESTANA forum facilitators 2 people and 2 disaster practitioners. The data collection method uses FGD activities. The FGD implementation process was designed through several stages, namely determining objectives, number of participants, implementation time, length of implementation, FGD topics and a list of questions that need to be discussed in FGD activities regarding the framework of the disaster preparedness module. The results of the FGD based on strategic issues as the basis for drafting the preparedness module draft agreed that there were 5 module chapters, namely integrated knowledge and attitude variables on disaster management concepts, policies and guidelines, emergency response plans, early warning systems, and human resource mobilization. The conclusion from the FGD results was the drafting of a community-based disaster preparedness module based on the development of the strategic issues discussed in the FGD activities. The strategic contents include integrated knowledge and attitude variables regarding the concept of disaster management, policies and guidelines, emergency response plans, early warning systems, and HR mobilization.Keywords: focus group discussion; module; disaster preparedness ABSTRAK Dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat terutama pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan bencana perlu untuk dioptimalkan. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar dalam bentuk modul menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Untuk menyusun modul yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diperlukan langkah analisis kebutuhan berasarkan kondisi riil yang ada di masyarakat. Modul yang baik adalah modul yang dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran dimasyarakat lebih terencana dengan baik, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah merancang modul melalui analisis kebutuhan dalam penyususan draf modul kesiapsiagaan bencana melalui pendekatan Focus Group Discussion, supaya dihasilkan modul yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) dengan langkah-langkah yang telah dilaksanakan meliputi analisis kebutuhan bahan ajar melalui kegiatan Focus Group Discussion, dan dihasilkan draf modul yang baik sebagai dasar penyusunan modul kesipsiagaan bencana. Partisipan dalam kegiatan FGD adalah perwakilan dari anggota forum PRB DESTANA di empat desa di wilayah Kecamatan Poncol. berjumlah 40 orang, fasilitator forum DESTANA sebanyak 2 orang dan praktisi  bencana sejumlah 2 orang. Metode pengumpulan data menggunakan melalui kegiatan FGD. Proses peelaksanaan FGD dirancang melalui beberapa tahapan yaitu menentukan tujuan, jumlah partisipan, waktu pelaksanaan, lama pelaksanaan, topic FGD serta daftar pertanyaan yang perlu dibahas dalam kegiatan FGD tentang kerangka modul kesiapsiagaan bencana. Hasil FGD berdasarkan isu strategis sebagai dasar penyusunan draf modul kesiapsiagaan disepakati ada 5 bab modul yaitu variabel pengetahuan dan sikap yang terintegrasi tentang konsep manajemen kebencanaa, kebijakan dan panduaan, Rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi SDM. Kesimpulan dari hasil FGD adalah tersusunya draf modul kesiapsiagaan bencana berbasis masrakat berdasarkan pengembangan dari issu strategis yang dibahas dalam kegiatan FGD. Issi strategis tersebut meliputi variabel pengetahuan dan sikap yang terintegrasi tentang konsep manajemen kebencanaa, kebijakan dan panduaan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan mobilisasi SDM.Kata kunci: focus group discussion; modul; kesiapsiagaan bencana
The Influence of Learning Environment, Lecturer Knowledge, and Personal Initiative on Learning Process and Graduate Quality: a Structural Equation Modeling Approach Irfansyah, Ade; Suparji Suparji; Bambang Suprianto
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 11 (2024): November 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i11.11963

Abstract

This study aims to analyze the influence of the learning environment, lecturer knowledge, and personal initiative on the learning process and graduate quality in higher education institutions. The methodology employed is Structural Equation Modeling (SEM) to test the relationships among these variables. The results indicate that a conducive learning environment and adequate lecturer knowledge significantly contribute to the learning process. Additionally, students’ personal initiative also positively impacts graduate quality. These findings provide essential insights for educational managers to create a better learning environment and enhance teaching quality in efforts to improve graduate outcomes.
Co-Authors Achmad Gatot Sunariyanto Agung Suharto Alvyana Indrajitha Ambo Dalle Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anik Suparti Any Sutiadiningsih Apriliawati, Anita Ardela Reza Fernanda Arief Budiono Aris Handayani Atik Badi&#039;ah Atik Badiah Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bahtiar Bambang Hadi Sugito Bambang Suprianto . Bringiwatty Batbual Budi Joko S Budi Susatia Budi Yulianto Chitya Widya Ayu Raswati Desita David Ackah David Ackah Dessy Arna, Yessy Dewi Rika Miranti Emy Rianti Eni Nurwati Evi Irianti Fajriansyah Fajriansyah Farida Halis Febri Lukitasari FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Handoyo Handoyo Hendrik Hendrik Hendriyani, Feftin Herlina, Tutiek Heru Santoso Wahito Nugroho Hupitoyo Hupitoyo I Gusti Putu Asto Buditjahjanto I Ketut Gama I Ketut Sudiantara I Putu Suiraoka I Wayan Mustika IGP Asto Buditjahjanto ilyas - ibrahim Irfansyah, Ade Jane Leo Mangi Joel Rey U. Acob Joel Rey U. ACOB Joel Rey Ugsang Acob Joel Rey Ugsang Acob Kamilus Mamoh Karwati Karwati Koekoeh Hardjito Koesmantoro, Hery Laorina Regel Lapodi, Abd Rijali Lilik Anifah Luthfiyah Nurlaela M. Fadly Kaliky Mariana Ngundju Awang Matje Meriati Huru muhammad saleh Myrna A. Mercado Nana Usnawati Nani Surtinah Nani Surtinah Nani Surtinah Ngestiningrum, Ayesha Hendriana Ni Wayan Rusni Nur Widiyawati nurlailis saadah Nurul Zakinah Nuryani, Nuryani Pius Selasa Purwanti, Dwi Rahardjo, Sutio Risky Ika Septiana Puspitasari Rohadi Hariyanto Sainuddin Sainuddin Sanglar Polnok Sanglar Polnok Santosa, Budi Joko Setiawan Sillehu, Sahrir Sri Angriani Sri Wayanti Sri Winarni subagyo subagyo Sulikah, Sulikah Sumasto, Hery Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto, Sunarto Surtinah, N Susi Milwati Sutio Rahardjo Syaifuddin Syaifuddin Syariefah Hidayati Tanjung Subrata Tanko Titus Auta Tanko Titus AUTA Teta Puji Rahayu Tinuk Esti H Titin Wulandari Tri Johan Agus Yuswanto Trisna Sumadewi Tuhu Pinardi, Tuhu Vincentius Supriyono Vincentius Supriyono Wahyurianto, Yasin Wayanti, Sri Winarko, Winarko Wisnu, Nurwening Tyas Wiwin Martiningsih Yetty Wilda Yuyun Setyorini