Claim Missing Document
Check
Articles

Dominasi Instagram sebagai Media Pemasaran UMKM Fashion Sustainable: Studi Kasus Ealsmore dengan Pendekatan Analisis STP dan Observasi Online Fafi Rahmatillah; Riky Azharyandi Siswanto; Didit Widiatmoko Soewardikoen
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7525

Abstract

Media sosial merupakan salah satu medium eksistensi yang meningkatkan interaksi antara konsumen dan brand yang dapat menjadi faktor penting untuk posisi pasar (Bilro et al., 2022). Dengan seiringnya perkembangan beragamnya pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai 97,8% dari total populasi berdasarkan data We Are Social, penting untuk menganalisis alasan penggunaan Instagram oleh UMKM fashion berkelanjutan Ealsmore dibandingkan dengan media sosial lain seperti Tiktok dan Facebook. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta observasi daring terhadap aktivitas semua media sosial yang dimiliki Ealsmore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi platform yang paling efektif dalam penyebaran informasi dan keterjangkauan audiens. Berdasarkan hasil observasi, TikTok memperoleh total 7.833 penonton, dengan 7.587 di antaranya merupakan penonton baru, namun belum menunjukkan konsistensi interaksi dan konversi. Sementara itu, Facebook belum menunjukkan data yang signifikan sebagai media promosi. Sebaliknya, Instagram menunjukkan performa yang lebih stabil dengan capaian akun (account reach) sebesar 35 akun per bulan, yang selaras dengan karakter audiens dan Positioning Ealsmore sebagai brand fashion berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi media strategis bagi UMKM fashion berkelanjutan dalam membangun komunikasi brand yang informatif dan memperkuat citra pasar melalui pengembangan konten yang relevan dan edukatif.
From Local Wisdom To Cultural Branding: Visual Communication And Identity Construction In Rural Bamboo Communities Tanzila Vibia Mumtaza; Didit Widiatmoko Suwardikun; Syarif Hidayat
KOMUNIKA Vol 9 No 1 (2026): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/v7at7931

Abstract

This study examines how visual communication constructs collective identity through the translation of local wisdom into cultural branding strategies in rural bamboo handicrafts. Focusing on Muaradua village, Sukabumi, Indonesia, the study reconceptualizes branding not as a promotional technique but as a process of symbolic identity construction. Employing a qualitative case study combined with a research-based design approach, data were collected from senior artisans, small enterprise managers, and local facilitators through observations, in-depth interviews, focus group discussions, and visual documentation. The findings indicate that weak cultural positioning is primarily due to the absence of a structured, collectively governed visual identity system rather than to limitations in production capacity or market access. Local artistic wisdom remains fragmented because it has not been institutionalized within a structured framework of visual governance. This study proposes visual brand guidelines as a mechanism of visual governance that translates cultural values into a coherent identity system capable of stabilizing meaning across actors and media. The primary contribution of this study lies in demonstrating how visual communication functions as a process of identity construction in rural creative enterprises and how collective visual systems operate as symbolic infrastructure in cultural branding. These findings contribute to cultural branding theory and visual communication studies by repositioning branding as an institutional and symbolic process rather than a short-term promotional strategy.
Perancangan Ulang Signage Laswee Creative Space untuk Mengoptimalkan Keterbacaan Signage Diswatra, Krishna; Soewardikoen, Didit Widiatmoko; Azhar, Hanif; Hadiansyah, Mahendra Nur
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.96361

Abstract

Laswee Creative Space adalah ruang kreatif yang mewadahi tenant di bidang kuliner, fashion, dan pengalaman, sekaligus menjadi tempat bagi komunitas untuk mengadakan acara. Sebagai ruang kreatif, keberadaan signage yang optimal menjadi aspek penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan signage di Laswee Creative Space dan merancang desain ulang sebagai rekomendasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan keterbacaan signage yang ada. Metode yang digunakan adalah mix method dengan kuatitatif dan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola dan 72 orang pengujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang signage Laswee Creative Space berhasil meningkatkan keterbacaan, melengkapi kekurangan signage yang ada, dan menyeragamkan identitas merek. Perancangan ini merekomendasikan material beton dan logam dengan finishing yang tahan lama dan estetis, sesuai dengan palet warna logo Laswee. Selain itu, informasi pada signage dirancang menggunakan kombinasi ikon dan teks untuk meningkatkan aksesibilitas. Penempatan signage difokuskan pada area strategis seperti pintu masuk dan area parkir, dengan tambahan elemen pencahayaan untuk visibilitas optimal. Proses desain ini juga melibatkan masukan dari pengelola dan pengunjung, sehingga menghasilkan signage yang lebih fungsional, inklusif, dan sesuai kebutuhan komunitas.
Co-Authors Abdillah, Muhammad Faqih Abdillah, Muhammad Faqih AlAzhari, Muhamad Roihan Alghonyu, Dhara Alit Kumala Dewi Amaliani, Ragil Nahya Aminahtul Zahroh Andreas Rio Adriyanto Andrina, Hanifaturrahmi Anggie Khairunnisa Apip Apip Ari Riadi Aris Sutejo Avison Xaquil Azhar Azhari, Irfan Azizah Septiningtyas Azlina Ahmad Azzahra, Shafa Tasya Dandi Yunidar Dea Aulia Sari I.M.S Denisha Octavia Diani Apsari Diswatra, Krishna Dody Achmad S.Sn Fafi Rahmatillah Faishal Mufied Al Anshary Faizal, Mochammad Faizal, Mochammad Fajriani, Mediva Dyah Fauzy, Mohamad Tohir Fia Izzah Maylinda Gagat Ekasakti Pertiwi Ghifari, Asy Syifa Rahma Guntur Guntur Hanif Azhar Hanifah, Harum Iffah I Dewa Alit Dwija P I Gusti Agung Rangga Lawe Ilhamsyah Indrawan, Ricky Irfan Dwi Rahadianto Isyaturrodiyah, Amalina Mahendra Nur Hadiansyah Mochammad Faizal Mohamad Taha Ijab Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata Muhammad Faqih Abdillah Muhammad Yudhi Rezaldi Muhammad Yudhi Rezaldi Octavia, Denisha Octavia, Denisha Oktavian Eka Wahyuning Tyas Prabandaru, Hanindito Putra Pangestu, Desthyo Putra, I Dewa Alit Dwija Putri, Alisa Dwi Rabiah Abdul Kadir Rahmandito Dwiatno Rahmi, Lutfia Fatihah RATNA SARI Razi, Aria Ar Rifanti, Alifah Hanifia Riky Azharyandi Siswanto Riky Azharyandi Siswanto Rizka Arika Romadhoni, Bobby Sari I.M.S, Dea Aulia Sari I.M.S, Dea Aulia Sari Ramadeni Sasangka Bhima Asmara Setyonugroho, Kukuh Nur Shafira Nursyah Putri Soewarlan, Santosa Suhendari, Wulan Suhendari, Wulan Sunarmi Sunarmi Syarif Hidayat Takbir Maliek Muhammad Tanzila Vibia Mumtaza Taufik Murtono Wahdan Arum Inawati Wahyu Setiadi Wahyu Setiadi, Wahyu Wirania Swasty Wulan Suhendari Yanuar Rahman Yusantiar, Renta