Claim Missing Document
Check
Articles

Variation of Driving Skill among Elderly Drivers Compared to Young Drivers in Japan Susilowati, Indri Hapsari; Yasukouchi, Akira
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan mengemudi pada pengemudi lanjut usia (lansia) dibandingkan dengan usia muda di Jepang dan melihat keterampilan mengemudi yang kurang sehingga dapat memengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Subjek penelitian adalah pengemudi usia muda dan lansia, terdiri dari 10 mahasiswa (20 - 24 tahun) dan 25 pengemudi lansia (14 laki-laki dan 11 perempuan) berasal dari The Silver Menpower Center, organisasi bagi lansia > 60 tahun. Pengemudi lansia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lansia 1 berusia 60 - 65 tahun (10 orang) dan lansia 2 berusia > 65 tahun (15 orang). Kemampuan mengemudi dievaluasi dengan simulator permainan mengemudi dalam laboratorium. Analisis dilakukan pada konsistensi dalam jalur, perubahan jalur, kepatuhan pada rambu lalu lintas, kemampuan berbalik kanan, mengerem/akselerasi, dan kecepatan mengemudi. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA. Secara umum, kemampuan pengemudi lansia 2 lebih rendah dibandingkan usia muda hampir di semua parameter, meliputi kekonsistenan dalam jalur (nilai p < 0,007), kepatuhan pada rambu lalu lintas (nilai p < 0,011), kemampuan berbalik kanan (nilai p < 0,001), dan keterampilan mengerem/akselerasi (nilai p < 0,001). Dalam keterampilan mengubah jalur, pengemudi usia muda menunjukkan skor signifikan (nilai p < 0,007) lebih tinggi dari kedua kelompok pengemudi lansia dimana lansia 1 (nilai p < 0,004); lansia 2 (nilai p < 0,001). Pengemudi > 65 tahun cenderung salah dalam melihat rambu lalu lintas karena terbatasnya penglihatan dan lamanya respons dalam mematuhinya. This study analyzed driving skill among Japanese elderly drivers compared to young drivers and see which less skilled that might impact road accident risk in highway. Subjects included young and elderly drivers, consisting of 10 college students (20 – 24 years old) and 25 elderly drivers (14 men and 11 women) coming from The Silver Manpower Centre, an organization for elderly > 60 years. Elderly drivers were divided into two age groups, namely elderly 1 aged 60 – 65 years (10 persons) and elderly 2 aged > 65 years (15 persons). Driving performance was evaluated by using driving game simulator in laboratory. Analysis was conducted on consistency in the lane, lane-changing skill, traffic sign compliance, right-turning skill, braking and driving speed. Statistical analysis was performed using ANOVA test. Generally, performance of elderly 2 was lower than the young almost in all parameters including consistency in the lane (p value < 0.007), traffic sign compliance (p value < 0.011), right-turning skill (p value < 0.001) and braking (p value < 0.001). In the lane-changing skill, young drivers showed significantly higher score (p value < 0.007) than both elderly groups in which elderly 1 (p value < 0.004); elderly 2 (p value < 0.001). The group > 65 years old were likely to be wrong on seeing traffic signs due to visual limitation and long response of compliance.
Analisis Faktor Risiko Ergonomi yang Berhubungan dengan Keluhan GOTRAK pada Karyawan PT. X 2025 Isna Maulidia; Indri Hapsari Susilowati; Susiana Nugraha
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1155

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot dan rangka (GOTRAK) merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Data Global Burden of Disease 2019 menunjukkan sekitar 1,71 miliar orang mengalami GOTRAK, dengan low back pain sebagai penyebab utama disabilitas global (WHO, 2023). Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi tinggi GOTRAK pada usia kerja produktif, terutama pada perempuan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui faktor-faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan GOTRAK pada karyawan di PT. X.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 36 karyawan. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner SNI 9011:2021, REBA, serta pengukuran suhu dan pencahayaan. Hasil: Sebanyak 77,8% responden mengalami GOTRAK kategori risiko sedang. Faktor yang berhubungan signifikan meliputi jenis kelamin, masa kerja, postur kerja, beban berat, jam kerja, dan pencahayaan (p<0,05), sedangkan usia, IMT, olahraga, merokok, dan suhu tidak signifikan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan pencahayaan tidak sesuai standar merupakan faktor dominan dengan risiko 16 kali lebih besar menyebabkan GOTRAK (OR=16,00; p=0,003). Kesimpulan: Beberapa faktor ergonomi berhubungan dengan kejadian GOTRAK, dengan pencahayaan sebagai faktor paling berisiko. Saran: Perusahaan disarankan memperbaiki pencahayaan kerja, memberikan pelatihan ergonomi, serta mengatur beban dan jam kerja untuk mencegah keluhan GOTRAK.
INSIDEN DAN TINGKAT KEPARAHAN CEDERA TANGAN DAN JARI DI PT. XYZ TAHUN 2021-2022 Masiha, Allif Fahriyani; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1813

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahan yang bergerak di industri eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. PT. XYZ merupakan salah satu penyumbang cadangan minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Area kerjanya berlokasi di wilayah lepas pantai (offshore). Kegiatan produksinya memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Segala bentuk insiden akan sangat berpengaruh pada aktivitas operasi dan produksi. Terjadinya kenaikan insiden cedera tangan dan jari pada PT. XYZ di tahun 2021-2022, dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut terkait penyebab langsung dan penyebab dasar tiap insiden serta tingkat keparahan cedera tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder yang di dapat dari hasil investigasi yang dilakukan oleh PT. XYZ. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juni 2023 pada offshore di laut Jawa PT. XYZ. Populasi penelitian adalah seluruh kasus cedera tercatat mengenai tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Dalam investigasi insiden, PT. XYZ menggunakan metode SCAT (Systematic Cause Analysis Technique). Dari framework SCAT tersebut dapat diketahui bahwa selama 2021 – 2022, PT. XYZ mengalami insiden cedera tangan dan jari sebanyak lima (5) kasus dengan kategori semuanya adalah personal injury. Dari kelima insiden tersebut, konsekuensi insidennya adalah empat (4) insiden mengalami Restricted Work Day Case (RWDC), dan satu (1) insiden mengalami Medical Treatment Case (MTC).
ANALISA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEBARAN CORONAVIRUS PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RS RUJUKAN COVID 19 Janika, Hikmat; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2040

Abstract

Faktor yang meningkatkan tingkat keterpaparan corona pada pasien menjadi salah satu pertanyaan penting untuk dijawab. Beberapa dugaan menunjukkan usia, berat badan, kedekatan dengan zona beresiko dan berbagai hal lainnya yang menjadi alasan serta penyebab dari keterpaparan corona. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi deskriptif kuantitatif untuk melihat hubungan faktor faktor yang diduga beresiko meningkatkan infeksi korona. Penelitian lalu dilakukan dengan metode cross sectional di RS. X dengan membandingkan faktor diduga beresiko dengan tingkat keterpaparan corona. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang diduga beresiko ternyata tidak banyak berdampak pada penyebaran virus corona.
PENGARUH FAKTOR RISIKO KELELAHAN PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BATU BARA DI PT. X Beribe, Carlos Paulus Belan; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pertambangan merupakan salah satu penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan kerja. Dalam era industrialisasi saat ini, penting bagi individu untuk memiliki kemampuan bekerja dengan efisiensi maksimal guna meningkatkan aktivitas ekonomi. Peningkatan produktivitas ini dilengkapi dengan perbaikan teknis yang cepat yang bertujuan untuk mencapai efisiensi dan optimalisasi kerja. Dengan kemajuan teknologi, pekerja mungkin menghadapi bahaya pekerjaan yang dapat membahayakan keselamatan dan kesejahteraan mereka, yang dapat menyebabkan cedera atau masalah kesehatan. Kelelahan kerja mengurangi produktivitas tenaga kerja dan berkontribusi terhadap kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang (cross-sectional) untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan kerja subyektif. Penelitian ini merupakan satu bentuk desain studi yang menggunakan metode desktriptif dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen pada masa penelitian ini berlangsung. Dengan tujuan penelitian ini adalah menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan operator di sektor pertambangan, sehingga mengembangkan strategi yang efektif untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu, faktor risiko gaya hidup, pekerja shift, masa kerja, burnout, dan kelelahan pekerja di PT X. Beban kerja merupakan faktor yang signifikan, dimana 158 (93,5%) pekerja mengalami beban kerja tinggi, sedangkan 23 orang (85,2%) mengalami beban kerja rendah. Kelelahan dialami oleh 92,35% pekerja pertambangan batubara di PT X, menurut Skala Penilaian Kelelahan.
Risk Factors for Occupational Fatigue in Construction Workers: A Systematic Review Ghaisani, Dinda Adharia; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1595

Abstract

Occupational fatigue is a common issue in various industries, particularly in the construction sector, which is characterized by high occupational risks. This study aims to identify the risk factors contributing to occupational fatigue among construction workers and propose strategies to mitigate these risks. The research employs a systematic literature review method following PRISMA guidelines. The literature search was conducted using Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect with keywords such as “Occupational Fatigue,” “Work Fatigue,” “Construction Worker,” “Risk Factor,” and “Construction,” covering publications from 2014 to 2024. Articles were selected based on inclusion and exclusion criteria to ensure relevance. The review of 12 selected articles identified several key risk factors associated with occupational fatigue, including job complexity, work stress, psychological health conditions, age, tenure, work climate, workload, and unsafe working conditions. Additionally, a negative work climate, excessive workload, and hazardous work environments were found to be major contributors to workplace fatigue. The findings indicate that addressing these risk factors is essential for improving worker safety and well-being. Implementing targeted interventions, such as workload management, stress reduction programs, and improvements in occupational health and safety standards, can significantly reduce fatigue levels among construction workers. These measures can also enhance productivity and overall job satisfaction in the construction industry.
Analysis of risk factors associated with subjective fatigue symptoms among coal mining vehicle operators Modjo, Robiana; Sulistiyorini, Desy; Rizkianto, Eko; Susilowati, Indri Hapsari; Triwibowo, Didik
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 4: December 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i4.26601

Abstract

Coal mining vehicle operators have negative consequences with health effects such as fatigue. The aim of the study was to analyze the risk factors related to subjective fatigue among coal mining operators. Specifically, it seeks to examine the relationship between work shift, working period, sleep quantity, sleep quality, and personal characteristics, such as age, neck circumference, and body mass index. Data were collected from a coal mining site in South Kalimantan, Indonesia in 2022 with primary questionnaires. A total of 440 workers who worked in the mining and hauling area for at least one year were recruited in this study. This was a cross-sectional study. Quantitative data were obtained to describe the level of subjective fatigue and to analyze the risk factors associated with the work fatigue in coal mining vehicle operators. The fatigue was associated with obesity (OR:1.777, 95% CI:1.0067-2.960), overweight (OR:1.783, 95% CI:1.046-3.040), neck circumference (OR:1.513, 95% CI:1.0983-2.329), sleep quality (OR:4.597, 95% CI:2.762-7.650), and working period (OR:0.545, 95% CI:10.360-0.825) (p<0.05 for all). However, fatigue did not significantly affect from sleep quantity and work shift. Ensuring individual health is essential for preserving the opportunity to sleep and allowing the body to recover from fatigue.
Mortality Trends of Air Pollution-Sensitive Diseases in Jakarta, Indonesia: A Population-Based Analysis, 2019-2023 Fauzia, Sifa; Zakianis; Susilowati, Indri Hapsari; Maulida, Rizka
International Journal of Science and Society Vol 7 No 4 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i4.1568

Abstract

Air pollution is a leading environmental health risk, especially in megacities with limited monitoring infrastructure. In Jakarta, few studies have examined mortality trends for air pollution-sensitive diseases. This population-based study analyzed registered deaths in Jakarta (2019–2023) attributed to cardiovascular and respiratory diseases linked to air pollution. Mortality data were disaggregated by disease type, age, sex, region, and reporting facility. Stroke consistently accounted for the highest number of deaths, increasing by 36% from 2020 to 2023. Pneumonia and influenza declined until 2022 but surged in 2023 by 48%. Senior adults (≥60 years) bore the highest burden, and men consistently had higher death counts than women. East Jakarta recorded the highest regional mortality, while Thousand Islands had the lowest. Reporting by community health centers grew steadily, reaching 48.3% of all reported deaths in 2023. Mortality trends in Jakarta reflect a growing burden of air pollution-sensitive diseases, particularly among the elderly and in more polluted districts. Expanding surveillance coverage, improving cause-of-death certification, and integrating mortality with environmental data are essential for guiding air quality and health policy in urban Indonesia.
INJURY MECHANISMS AND SURVIVAL IN FIGHTER AIRCRAFT EJECTIONS BASED ON A SYSTEMATIC REVIEW Muhammad Hilmi Wiratama; Indri Hapsari Susilowati
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 6 No. 1 (2026): March-June 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ejection seat system in fighter aircraft is a safety technology that plays a crucial role in saving pilots in flight emergencies. However, the high vertical acceleration during the early ejection phase and the propulsion phase exposes pilots to significant axial loads, increasing the risk of spinal cord injury. This systematic review was conducted following PRISMA 2020 guidelines by reviewing literature from Scopus (n = 20) and PubMed (n = 12) databases. After screening and assessing eligibility, 15 studies were included in the qualitative synthesis. The results showed that axial compression of the spine during the early ejection phase was the most common injury mechanism. Vertebral fractures, particularly in the thoracolumbar segment, were the most frequently reported acute injuries. In addition to biomechanical factors, pilot survival is also influenced by operational factors, particularly the timing of the ejection decision and the altitude at which ejection was initiated. Delayed ejection has been reported to be associated with an increased risk of fatality. Thus, injury severity and survival are influenced by the interaction between axial biomechanical loads and operational decisions in emergency situations. These findings demonstrate the importance of an integrated safety approach through the development of ejection system designs, improvements to operational training, and monitoring the occupational health of fighter aircraft crews.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA LEPAS PANTAI INDUSTRI MINYAK DAN GAS Nikita Bella Anastasia; Indri Hapsari Susilowati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 1 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i1.5030

Abstract

The construction of offshore platforms that aims to support the process of exploration or exploitation of oil and gas has a high risk because workers carry out activities on board for a certain period. Fatigue is a condition where there is a decrease in efficiency and endurance at work. Workload and individual characteristics are one of the factors supporting the occurrence of fatigue so that the workload received must be following the physical and mental abilities of workers which are analyzed based on the individual characteristics of workers. Work-related fatigue significantly affects worker capacity and can impact worker performance. This research method is a literature study based on previous studies by adjusting the criteria to the variables studied. In this study, it was found that workload risk factors and individual characteristics can increase worker fatigue which results in several physical diseases such as asthma, high blood pressure, heart, kidney, and mental disorders such as stress, depression, and anxiety disorders.
Co-Authors Abdul Rohim Tulaeka Afifah Mu&#039;minah Agnisyah Sutoyo Putro Putro Aji, Dimas Bayu Akbar Nugroho Sitanggang Akira Yasukouchi Al Asyary Alam, Eriena Nur Alimoeso, Sudibyo Ari Probandari Arif Rahmat Abdullah Arif Susanto Ario Wicaksono Ariscasari, Putri Astien Setianingrum Baiduri Baiduri Baiduri Baiduri Beribe, Carlos Paulus Belan Bonardo Prayogo Hasiholan Bonardo Prayogo Hasiholan Chairunisa, Ratu Chandra Satrya Chandra Satrya David Kusmawan Desti Ariani Desy Sulistiyorini Dian Surya Pratama Didik Triwibowo Diffah Hanim Dinda Adharia Ghaisani Dinda Arsyah Febriana Dita Mayasari Fadhilah, Dandy Ghaisani, Dinda Adharia Gunawan _ Gustina, Ira Hariandy Hasbi Hasani, Akbar Heru Sutopo Heykal Aldaffa Azizie Ida Ayu Gede Jyotidiwy Ike Pujiriani Indra, Indrawan Adri Ira Gustina Irfan Muhammad Isna Maulidia Janika, Hikmat Karl Peltzer Khaliwa, Agra Mohamad Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma Mario Raka Pratama Marzuki Isahak Masiha, Allif Fahriyani Mufti Wirawan Muhammad Hilmi Wiratama Ni Made Truly Pinanti Sastra Nikita Bella Anastasia Nisaa, Puspita Gaharu Nugraha, Susiana Nurrachmat Satria Orawan Kaewboonchoo Paul Ratanasiripong Puspitasari, Pristi Putri Bungsu Machmud Ramadhan, Dwiki Ridwan Zahdi Syaaf Ridwan Zahdi Syaaf Rizka Maulida Rizkianto, Eko Rizky Ridhayanti Robiana Modjo Rufi'i Sabarinah Prasetyo Selfi Handayani Septiana, Harinta Dwi Shofi Andari Shofi Andari Sifa Fauzia, Sifa Simanjuntak, Magda Sabrina Theofany Siti Rahmah Hidayatullah Lubis Sudijanto Kamso Sumardiyono Sumardiyono Supa Pengpid Susiana Nugraha Susiana Nugraha Toai Nguyen Phuong Utami, Dessy Laksyana Valyaty Frisa Aryadi Veruswati, Meita Wah Yun Low Wardiati, Wardiati Wicaksono, Faridl Wicaksono, Utomo Wirawan, Mufti Wisnu Harmawan Yasukouchi, Akira Yuniarso, Aji Dwi Zakianis