Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Light Vehicle Accident Data at PT Z Period 2018-2022 Using Human Factor Analysis and Classification System-Mining Industry Framework Aji, Dimas Bayu; Susilowati, Indri Hapsari
Journal of Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v5i4.891

Abstract

The mining industry is an industry with high risk characteristics, where human factors are one of the main causes of work accidents. PT Z, is a mineral mining company operating in the Papua region, Indonesia with quite complex operations, ranging from underground mining techniques to various numbers and types of production equipment. With the workforce currently reaching more than 29,563 (February 2023 data), the potential for human interaction with moving vehicles is quite high so that the risk of traffic accidents is something that is currently the company's focus. In the period 2018 to 2022, there have been 513 incidents involving light vehicles. This research, which was conducted at PT Z, aims to examine light vehicle accidents using the Human Factors Analysis and Classification-Mining Industry (HFACS-MI) framework. The research methodology consists of collecting qualitative data on accident cases at PT Z for 5 years, which are included in the classification of light vehicle accidents sourced from the incident management system. Next, the light vehicle accident data will be classified using the HFACS-MI framework, with descriptive statistics for data analysis. Data shows that 88% of light vehicle accidents occur in the highland operating area. Based on the HFACS-MI framework, light vehicle accidents that occurred at PT Z occurred due to contributions from several layers or levels, namely organizational influence factors (106%), unsafe leadership (9%), precondition for unsafe acts (109%) , as well as unsafe acts carried out (77%). It can be concluded that by reducing errors caused by human factors, light vehicle accidents can be reduced in mining operation areas. The HFACS-MI framework is considered effective in analyzing accidents in a structured and standardized manner, especially regarding the contribution of human factors in accidents in the mining industry.
Analisis Keluhan Gangguan Otot dan Tulang Rangka Akibat Kerja Pada Profesi Dokter Gigi Berdasarkan Sni 9011:2021 Ramadhan, Dwiki; Yuniarso, Aji Dwi; Hasbi, Hariandy; Puspitasari, Pristi; Nisaa, Puspita Gaharu; Septiana, Harinta Dwi; Susilowati, Indri Hapsari
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i5.3372

Abstract

Postur janggal dalam praktik kedokteran gigi sering dilakukan untuk menjangkau area kerja yang sempit demi visibilitas dan presisi, namun berisiko menimbulkan gangguan otot dan tulang rangka. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi bahaya ergonomi pada aktivitas dokter gigi menggunakan kuesioner SNI 9011:2021. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan analisis deskriptif. Sampel terdiri dari enam dokter gigi di Kota Tangerang Selatan dengan masa kerja 5–10 tahun dan durasi kerja 4–8 jam per hari. Evaluasi ergonomi dilakukan melalui kuesioner SNI 9011:2021 serta analisis video berdurasi tiga menit yang merekam satu siklus perawatan gigi. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki nilai risiko ergonomi >7, yang tergolong berbahaya. Keluhan gangguan otot dan tulang rangka (GOTRAK) secara umum berada pada kategori rendah, namun ditemukan pada beberapa area tubuh, yaitu pinggul kanan, tangan kanan, tangan kiri, bahu kanan, punggung bawah, bahu kiri, dan punggung atas. Rekomendasi untuk menurunkan risiko adalah perbaikan postur kerja, pengaturan jam kerja, rehabilitasi dan penilaian periodik, serta penerapan konsep four-handed dentistry yang dimodifikasi menjadi six-handed dentistry untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban fisik.
Factors of Anxiety Symptoms Due to Large-Scale Social Restriction Policy During the COVID-19 Pandemic in Indonesia Susilowati, Indri Hapsari; Alimoeso, Sudibyo; Nugraha, Susiana; Hasiholan, Bonardo Prayogo; Simanjuntak, Magda Sabrina Theofany; Satria, Nur Rachmat
Kesmas Vol. 20, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Government took some preventive measures to slow the spread of the COVID-19 virus, including social restrictions and encouraging individuals to stay at home and avoid needless gatherings. This study aimed to identify factors related to anxiety symptoms during large-scale social restrictions. This study employed a cross-sectional design using the snowball technique in an online survey. A total of 788 respondents comprised the target population to detect the smallest effect size (Cohen's dz = .2), with the level of power of 0.8 using G*Power 3.1, specifically targeting adults aged over 18 years. Out of 1,194 people who took part in the survey, 847 completed all the answers. The findings revealed that 42% of participants experienced feelings of nervousness, anxiety, or agitation, and 42.5% became easily agitated during the COVID-19 pandemic. Nonetheless, 81.7% of those surveyed reported being able to manage their concerns, and 80.7% had good time management during the COVID-19 pandemic. Descriptive analysis showed that sex, residence, marital status, number of children, occupational status, being infected by COVID-19, health concern, and time management had a relationship with anxiety symptoms.
Editorial: The Public Health Scholars as the Health Leaders Asyary, Al; Veruswati, Meita; Machmud, Putri Bungsu; Susilowati, Indri Hapsari
Kesmas Vol. 18, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1. Achmadi UF. Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers; 2014. 2. Asyary A. Editorial. Kesmas. 2023; 18 (Special Issue 1): 1-3. DOI: 10.21109/kesmas.v18isp1.7201 3. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Pembangunan Kesehatan di Indonesia melalui Kesinambungan Finansial Jaminan Kesehatan serta Meningkatkan Kualitas Layanan dengan Integrasi Data. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.
A Path Analysis Model for Explaining the Factors Influencing Wearing a Mask among Commuting Workers Using Commuter Line Bogor-Jakarta Kusmawan, David; Andari, Shofi; Gustina, Ira; Susilowati, Indri Hapsari; Wirawan, Mufti
Kesmas Vol. 16, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta is one of the most air-polluted cities in the world, which can increase the health risk of commuting workers exposed to pollutants. This study aimed to determine the factors that directly and indirectly affect healthy behavior (wearing a mask) for commuters using the Bogor-Jakarta Commuter Line. Furthermore, a total of 155 respondents participated and the data collected were analyzed using descriptive and path analysis. The commuters aware of the hazard potential related to air pollution during commuting were 137 people (88.4%). While 104 people (67.1%) were aware of the good perception of pollution and 125 uses masks during commuting (80.6%). The healthy behavior in commuting workers using Commuter Line was affected by some factors, both directly and indirectly. The knowledge and commuting experience toward healthy behavior were two variables that significantly influenced on healthy behavior. The knowledge was also the only mediated variable with a significant indirect effect of education on healthy behavior.
Pekerjaan, Nonpekerjaan, dan Psikologi Sosial sebagai Penyebab Kelelahan Operator Alat Berat di Industi Pertambangan Batu Bara Susilowati, Indri Hapsari; Syaaf, Ridwan Zahdi; Satrya, Chandra; Hendra, Hendra; Baiduri, Baiduri
Kesmas Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan transportasi, ditandai dengan menurunnya kinerja fisik dan mental yang mengakibatkan kurangnya kewaspadaan karena rasa kantuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan faktor pendukung kelelahan pada operator alat berat. Penelitian dilakukan pada operator alat berat di 3 tambang batubara di Kalimantan (2 area di Kalimantan Timur dan 1 area di Kalimantan Selatan), melibatkan 353 operator alat berat yang bekerja dengan 3 sif. Hasilnya menunjukkan bahwa keluhan kelelahan semakin tinggi dengan meningkatnya usia, lama kerja, dan kerja pada sif 3 (malam hari). Kelelahan paling banyak dirasakan oleh operator dump truck (bagian hauling) yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pekerjaan (postur saat bekerja, faktor variasi pekerjaan, beban kerja dan vigilance) dan faktor-faktor bukan pekerjaan (kondisi medan atau area tambang yang berisiko, penerangan yang kurang pada malam hari, dan rute yang selalu berubah). Faktor lainnya berkaitan dengan masalah sosial-psikologis, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun lingkungan kerja, seperti waktu istirahat, standar gaji yang belum memadai, pengaturan jadwal cuti yang sering tidak jelas, dan masalah karier. Disimpulkan, secara umum kelelahan meningkat dengan bertambahnya usia dan lama kerja, dengan kelelahan yang lebih besar pada pekerja sif 3. Umumnya, penurunan waktu reaksi pekerja sif malam lebih besar daripada waktu reaksi pekerja sif siang. Fatigue is one of the causes of transportation accidents, characterized by reduced physical and mental performance resulting in reduced alertness due to drowsiness. The present study was to determine the risk factors and contributing factors of fatigue suffered by heavy equipment operators. The study was conducted at three coal mining sites in Kalimantan (2 areas in East Kalimantan and 1 area in South Kalimantan) involving 353 heavy equipment operators who work in shifts. It was found that fatigue complaint is higher by older age, longer work, and work at shift 3 (night time). The fatigue is mostly complained by dump truck (hauling part) operators which was influenced by work-related factors (work posture, job variety, workload, vigilance) and non-work related factors (terrain or mine risk area, lack of lighting at night, and route track which is always changed). Another factors related with socio-psychological factors, either related with job or working environment, such as adequacy of rest time, remuneration system, leave system, and insecure career. It is concluded that in general the fatigues were increased as the worker ages were older and longer duration of work, with higher fatigues were suffered at shift 3. Generally, reduced reaction time among shift 3 workers is higher than that those of daytime shift.
Variation of Driving Skill among Elderly Drivers Compared to Young Drivers in Japan Susilowati, Indri Hapsari; Yasukouchi, Akira
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan mengemudi pada pengemudi lanjut usia (lansia) dibandingkan dengan usia muda di Jepang dan melihat keterampilan mengemudi yang kurang sehingga dapat memengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Subjek penelitian adalah pengemudi usia muda dan lansia, terdiri dari 10 mahasiswa (20 - 24 tahun) dan 25 pengemudi lansia (14 laki-laki dan 11 perempuan) berasal dari The Silver Menpower Center, organisasi bagi lansia > 60 tahun. Pengemudi lansia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lansia 1 berusia 60 - 65 tahun (10 orang) dan lansia 2 berusia > 65 tahun (15 orang). Kemampuan mengemudi dievaluasi dengan simulator permainan mengemudi dalam laboratorium. Analisis dilakukan pada konsistensi dalam jalur, perubahan jalur, kepatuhan pada rambu lalu lintas, kemampuan berbalik kanan, mengerem/akselerasi, dan kecepatan mengemudi. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA. Secara umum, kemampuan pengemudi lansia 2 lebih rendah dibandingkan usia muda hampir di semua parameter, meliputi kekonsistenan dalam jalur (nilai p < 0,007), kepatuhan pada rambu lalu lintas (nilai p < 0,011), kemampuan berbalik kanan (nilai p < 0,001), dan keterampilan mengerem/akselerasi (nilai p < 0,001). Dalam keterampilan mengubah jalur, pengemudi usia muda menunjukkan skor signifikan (nilai p < 0,007) lebih tinggi dari kedua kelompok pengemudi lansia dimana lansia 1 (nilai p < 0,004); lansia 2 (nilai p < 0,001). Pengemudi > 65 tahun cenderung salah dalam melihat rambu lalu lintas karena terbatasnya penglihatan dan lamanya respons dalam mematuhinya. This study analyzed driving skill among Japanese elderly drivers compared to young drivers and see which less skilled that might impact road accident risk in highway. Subjects included young and elderly drivers, consisting of 10 college students (20 – 24 years old) and 25 elderly drivers (14 men and 11 women) coming from The Silver Manpower Centre, an organization for elderly > 60 years. Elderly drivers were divided into two age groups, namely elderly 1 aged 60 – 65 years (10 persons) and elderly 2 aged > 65 years (15 persons). Driving performance was evaluated by using driving game simulator in laboratory. Analysis was conducted on consistency in the lane, lane-changing skill, traffic sign compliance, right-turning skill, braking and driving speed. Statistical analysis was performed using ANOVA test. Generally, performance of elderly 2 was lower than the young almost in all parameters including consistency in the lane (p value < 0.007), traffic sign compliance (p value < 0.011), right-turning skill (p value < 0.001) and braking (p value < 0.001). In the lane-changing skill, young drivers showed significantly higher score (p value < 0.007) than both elderly groups in which elderly 1 (p value < 0.004); elderly 2 (p value < 0.001). The group > 65 years old were likely to be wrong on seeing traffic signs due to visual limitation and long response of compliance.
Analisis Faktor Risiko Ergonomi yang Berhubungan dengan Keluhan GOTRAK pada Karyawan PT. X 2025 Isna Maulidia; Indri Hapsari Susilowati; Susiana Nugraha
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1155

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot dan rangka (GOTRAK) merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Data Global Burden of Disease 2019 menunjukkan sekitar 1,71 miliar orang mengalami GOTRAK, dengan low back pain sebagai penyebab utama disabilitas global (WHO, 2023). Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi tinggi GOTRAK pada usia kerja produktif, terutama pada perempuan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui faktor-faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan GOTRAK pada karyawan di PT. X.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 36 karyawan. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner SNI 9011:2021, REBA, serta pengukuran suhu dan pencahayaan. Hasil: Sebanyak 77,8% responden mengalami GOTRAK kategori risiko sedang. Faktor yang berhubungan signifikan meliputi jenis kelamin, masa kerja, postur kerja, beban berat, jam kerja, dan pencahayaan (p<0,05), sedangkan usia, IMT, olahraga, merokok, dan suhu tidak signifikan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan pencahayaan tidak sesuai standar merupakan faktor dominan dengan risiko 16 kali lebih besar menyebabkan GOTRAK (OR=16,00; p=0,003). Kesimpulan: Beberapa faktor ergonomi berhubungan dengan kejadian GOTRAK, dengan pencahayaan sebagai faktor paling berisiko. Saran: Perusahaan disarankan memperbaiki pencahayaan kerja, memberikan pelatihan ergonomi, serta mengatur beban dan jam kerja untuk mencegah keluhan GOTRAK.
Analisis Faktor Psikososial Terhadap Kejadian Stres Kerja pada Karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X Tahun 2024: Analysis of Psychosocial Factors on the Occurrence of Occupational Stress in Mining Services Company Employees at PT X in 2024 Pratama, Mario Raka; Susilowati, Indri Hapsari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6: JUNE 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5219

Abstract

Latar Belakang: Survei yang dilakukan dengan melibatkan 4.170 karyawan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia melaporkan peningkatan persentase karyawan yang mengalami tingkat stres menengah dan tinggi pada tahun 2023, yaitu sebesar 73%. Kesenjangan antara tuntutan pekerjaan saat ini dan keterbatasan keterampilan karyawan dapat menyebabkan stres di tempat kerja. Faktor di tempat kerja yang dapat menyebabkan stres kerja dikenal dengan istilah faktor atau bahaya psikososial. Selama 5 tahun terakhir, terdapat 16 kejadian kecelakaan kerja yang terjadi pada Perusahaan Jasa Pertambangan (PJP) di PT X. Berdasarkan hasil investigasi, penyebab dasar dari kecelakaan kerja tersebut berhubungan dengan kondisi personal karyawan yang berkaitan dengan faktor psikososial di tempat kerja. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor psikososial pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X, serta menganalisis hubungannya terhadap kejadian stres kerja. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain studi potong lintang, dengan responden penelitian sebanyak 105 karyawan. Pengukuran variabel independen berupa faktor psikososial menggunakan kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III) dan pengukuran varibel dependen berupa stres kerja mengunakan kuesioner Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21). Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 29.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase responden yang mengalami stres kerja adalah sebesar 20.95%. Adapun hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor psikososial dengan kejadian stres kerja pada responden, yang meliputi faktor tuntutan kuantitatif, kecepatan kerja, dukungan sosial dari rekan kerja, pengakuan, kualitas dari pekerjaan, kepuasan kerja, kepercayaan dengan atasan, keadilan organisasi, dan interaksi individu dengan orang lain (p value ? 0.05). Kesimpulan: Pengetahuan terhadap faktor psikososial yang memengaruhi stres kerja pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X tersebut dapat memberikan tambahan wawasan bagi industri pertambangan mengenai penyusunan kebijakan, prosedur, maupun program intervensi yang tepat untuk mengendalikan stres yang terjadi pada karyawan, khususnya di industri pertambangan.
INSIDEN DAN TINGKAT KEPARAHAN CEDERA TANGAN DAN JARI DI PT. XYZ TAHUN 2021-2022 Masiha, Allif Fahriyani; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1813

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahan yang bergerak di industri eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. PT. XYZ merupakan salah satu penyumbang cadangan minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Area kerjanya berlokasi di wilayah lepas pantai (offshore). Kegiatan produksinya memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Segala bentuk insiden akan sangat berpengaruh pada aktivitas operasi dan produksi. Terjadinya kenaikan insiden cedera tangan dan jari pada PT. XYZ di tahun 2021-2022, dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut terkait penyebab langsung dan penyebab dasar tiap insiden serta tingkat keparahan cedera tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder yang di dapat dari hasil investigasi yang dilakukan oleh PT. XYZ. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juni 2023 pada offshore di laut Jawa PT. XYZ. Populasi penelitian adalah seluruh kasus cedera tercatat mengenai tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Dalam investigasi insiden, PT. XYZ menggunakan metode SCAT (Systematic Cause Analysis Technique). Dari framework SCAT tersebut dapat diketahui bahwa selama 2021 – 2022, PT. XYZ mengalami insiden cedera tangan dan jari sebanyak lima (5) kasus dengan kategori semuanya adalah personal injury. Dari kelima insiden tersebut, konsekuensi insidennya adalah empat (4) insiden mengalami Restricted Work Day Case (RWDC), dan satu (1) insiden mengalami Medical Treatment Case (MTC).
Co-Authors Abdul Rohim Tulaeka Agnisyah Sutoyo Putro Putro Aji, Dimas Bayu Akbar Nugroho Sitanggang Akira Yasukouchi Al Asyary Alam, Eriena Nur Alimoeso, Sudibyo Anastasia, Nikita Bella Ari Probandari Arif Rahmat Abdullah Arif Susanto Ariscasari, Putri Astien Setianingrum Baiduri Baiduri Baiduri Baiduri Beribe, Carlos Paulus Belan Bonardo Prayogo Hasiholan Bonardo Prayogo Hasiholan Bonardo Prayogo Hasiholan Chairunisa, Ratu Chandra Satrya Chandra Satrya David Kusmawan Desti Ariani Desy Sulistiyorini Dian Surya Pratama Didik Triwibowo Diffah Hanim Dinda Adharia Ghaisani Dinda Arsyah Febriana Dita Mayasari Fadhilah, Dandy Ghaisani, Dinda Adharia Gunawan _ Gustina, Ira Hariandy Hasbi Hasani, Akbar Hasiholan, Bonardo Prayogo Hendra Hendra Heru Sutopo Heykal Aldaffa Azizie Ida Ayu Gede Jyotidiwy Ike Pujiriani Indra, Indrawan Adri Ira Gustina Irfan Muhammad Isna Maulidia Janika, Hikmat Karl Peltzer Khaliwa, Agra Mohamad Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Machmud, Putri Bungsu Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma Marzuki Isahak Masiha, Allif Fahriyani Mu'minah, Afifah Mufti Wirawan Ni Made Truly Pinanti Sastra Nisaa, Puspita Gaharu Nugraha, Susiana Nurrachmat Satria Orawan Kaewboonchoo Paul Ratanasiripong Pratama, Mario Raka Puspitasari, Pristi Ramadhan, Dwiki Ridhayanti, Rizky Ridwan Zahdi Syaaf Ridwan Zahdi Syaaf Rizka Maulida Rizkianto, Eko Robiana Modjo Sabarinah Prasetyo Satria, Nur Rachmat Selfi Handayani Septiana, Harinta Dwi Shofi Andari Shofi Andari Sifa Fauzia, Sifa Simanjuntak, Magda Sabrina Theofany Sudijanto Kamso Sumardiyono Sumardiyono Supa Pengpid Susiana Nugraha Susiana Nugraha Toai Nguyen Phuong Utami, Dessy Laksyana Valyaty Frisa Aryadi Veruswati, Meita Wah Yun Low Wardiati, Wardiati Wicaksono, Ario Wicaksono, Faridl Wicaksono, Utomo Wirawan, Mufti Wisnu Harmawan Yasukouchi, Akira Yuniarso, Aji Dwi Zakianis