Claim Missing Document
Check
Articles

A Path Analysis Model for Explaining the Factors Influencing Wearing a Mask among Commuting Workers Using Commuter Line Bogor-Jakarta Kusmawan, David; Andari, Shofi; Gustina, Ira; Susilowati, Indri Hapsari; Wirawan, Mufti
Kesmas Vol. 16, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta is one of the most air-polluted cities in the world, which can increase the health risk of commuting workers exposed to pollutants. This study aimed to determine the factors that directly and indirectly affect healthy behavior (wearing a mask) for commuters using the Bogor-Jakarta Commuter Line. Furthermore, a total of 155 respondents participated and the data collected were analyzed using descriptive and path analysis. The commuters aware of the hazard potential related to air pollution during commuting were 137 people (88.4%). While 104 people (67.1%) were aware of the good perception of pollution and 125 uses masks during commuting (80.6%). The healthy behavior in commuting workers using Commuter Line was affected by some factors, both directly and indirectly. The knowledge and commuting experience toward healthy behavior were two variables that significantly influenced on healthy behavior. The knowledge was also the only mediated variable with a significant indirect effect of education on healthy behavior.
Pekerjaan, Nonpekerjaan, dan Psikologi Sosial sebagai Penyebab Kelelahan Operator Alat Berat di Industi Pertambangan Batu Bara Susilowati, Indri Hapsari; Syaaf, Ridwan Zahdi; Satrya, Chandra; Hendra, Hendra; Baiduri, Baiduri
Kesmas Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan transportasi, ditandai dengan menurunnya kinerja fisik dan mental yang mengakibatkan kurangnya kewaspadaan karena rasa kantuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dan faktor pendukung kelelahan pada operator alat berat. Penelitian dilakukan pada operator alat berat di 3 tambang batubara di Kalimantan (2 area di Kalimantan Timur dan 1 area di Kalimantan Selatan), melibatkan 353 operator alat berat yang bekerja dengan 3 sif. Hasilnya menunjukkan bahwa keluhan kelelahan semakin tinggi dengan meningkatnya usia, lama kerja, dan kerja pada sif 3 (malam hari). Kelelahan paling banyak dirasakan oleh operator dump truck (bagian hauling) yang dipengaruhi oleh faktor-faktor pekerjaan (postur saat bekerja, faktor variasi pekerjaan, beban kerja dan vigilance) dan faktor-faktor bukan pekerjaan (kondisi medan atau area tambang yang berisiko, penerangan yang kurang pada malam hari, dan rute yang selalu berubah). Faktor lainnya berkaitan dengan masalah sosial-psikologis, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun lingkungan kerja, seperti waktu istirahat, standar gaji yang belum memadai, pengaturan jadwal cuti yang sering tidak jelas, dan masalah karier. Disimpulkan, secara umum kelelahan meningkat dengan bertambahnya usia dan lama kerja, dengan kelelahan yang lebih besar pada pekerja sif 3. Umumnya, penurunan waktu reaksi pekerja sif malam lebih besar daripada waktu reaksi pekerja sif siang. Fatigue is one of the causes of transportation accidents, characterized by reduced physical and mental performance resulting in reduced alertness due to drowsiness. The present study was to determine the risk factors and contributing factors of fatigue suffered by heavy equipment operators. The study was conducted at three coal mining sites in Kalimantan (2 areas in East Kalimantan and 1 area in South Kalimantan) involving 353 heavy equipment operators who work in shifts. It was found that fatigue complaint is higher by older age, longer work, and work at shift 3 (night time). The fatigue is mostly complained by dump truck (hauling part) operators which was influenced by work-related factors (work posture, job variety, workload, vigilance) and non-work related factors (terrain or mine risk area, lack of lighting at night, and route track which is always changed). Another factors related with socio-psychological factors, either related with job or working environment, such as adequacy of rest time, remuneration system, leave system, and insecure career. It is concluded that in general the fatigues were increased as the worker ages were older and longer duration of work, with higher fatigues were suffered at shift 3. Generally, reduced reaction time among shift 3 workers is higher than that those of daytime shift.
Variation of Driving Skill among Elderly Drivers Compared to Young Drivers in Japan Susilowati, Indri Hapsari; Yasukouchi, Akira
Kesmas Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan mengemudi pada pengemudi lanjut usia (lansia) dibandingkan dengan usia muda di Jepang dan melihat keterampilan mengemudi yang kurang sehingga dapat memengaruhi risiko kecelakaan di jalan raya. Subjek penelitian adalah pengemudi usia muda dan lansia, terdiri dari 10 mahasiswa (20 - 24 tahun) dan 25 pengemudi lansia (14 laki-laki dan 11 perempuan) berasal dari The Silver Menpower Center, organisasi bagi lansia > 60 tahun. Pengemudi lansia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lansia 1 berusia 60 - 65 tahun (10 orang) dan lansia 2 berusia > 65 tahun (15 orang). Kemampuan mengemudi dievaluasi dengan simulator permainan mengemudi dalam laboratorium. Analisis dilakukan pada konsistensi dalam jalur, perubahan jalur, kepatuhan pada rambu lalu lintas, kemampuan berbalik kanan, mengerem/akselerasi, dan kecepatan mengemudi. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA. Secara umum, kemampuan pengemudi lansia 2 lebih rendah dibandingkan usia muda hampir di semua parameter, meliputi kekonsistenan dalam jalur (nilai p < 0,007), kepatuhan pada rambu lalu lintas (nilai p < 0,011), kemampuan berbalik kanan (nilai p < 0,001), dan keterampilan mengerem/akselerasi (nilai p < 0,001). Dalam keterampilan mengubah jalur, pengemudi usia muda menunjukkan skor signifikan (nilai p < 0,007) lebih tinggi dari kedua kelompok pengemudi lansia dimana lansia 1 (nilai p < 0,004); lansia 2 (nilai p < 0,001). Pengemudi > 65 tahun cenderung salah dalam melihat rambu lalu lintas karena terbatasnya penglihatan dan lamanya respons dalam mematuhinya. This study analyzed driving skill among Japanese elderly drivers compared to young drivers and see which less skilled that might impact road accident risk in highway. Subjects included young and elderly drivers, consisting of 10 college students (20 – 24 years old) and 25 elderly drivers (14 men and 11 women) coming from The Silver Manpower Centre, an organization for elderly > 60 years. Elderly drivers were divided into two age groups, namely elderly 1 aged 60 – 65 years (10 persons) and elderly 2 aged > 65 years (15 persons). Driving performance was evaluated by using driving game simulator in laboratory. Analysis was conducted on consistency in the lane, lane-changing skill, traffic sign compliance, right-turning skill, braking and driving speed. Statistical analysis was performed using ANOVA test. Generally, performance of elderly 2 was lower than the young almost in all parameters including consistency in the lane (p value < 0.007), traffic sign compliance (p value < 0.011), right-turning skill (p value < 0.001) and braking (p value < 0.001). In the lane-changing skill, young drivers showed significantly higher score (p value < 0.007) than both elderly groups in which elderly 1 (p value < 0.004); elderly 2 (p value < 0.001). The group > 65 years old were likely to be wrong on seeing traffic signs due to visual limitation and long response of compliance.
Analisis Faktor Risiko Ergonomi yang Berhubungan dengan Keluhan GOTRAK pada Karyawan PT. X 2025 Isna Maulidia; Indri Hapsari Susilowati; Susiana Nugraha
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1155

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot dan rangka (GOTRAK) merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Data Global Burden of Disease 2019 menunjukkan sekitar 1,71 miliar orang mengalami GOTRAK, dengan low back pain sebagai penyebab utama disabilitas global (WHO, 2023). Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi tinggi GOTRAK pada usia kerja produktif, terutama pada perempuan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui faktor-faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan GOTRAK pada karyawan di PT. X.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 36 karyawan. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner SNI 9011:2021, REBA, serta pengukuran suhu dan pencahayaan. Hasil: Sebanyak 77,8% responden mengalami GOTRAK kategori risiko sedang. Faktor yang berhubungan signifikan meliputi jenis kelamin, masa kerja, postur kerja, beban berat, jam kerja, dan pencahayaan (p<0,05), sedangkan usia, IMT, olahraga, merokok, dan suhu tidak signifikan (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan pencahayaan tidak sesuai standar merupakan faktor dominan dengan risiko 16 kali lebih besar menyebabkan GOTRAK (OR=16,00; p=0,003). Kesimpulan: Beberapa faktor ergonomi berhubungan dengan kejadian GOTRAK, dengan pencahayaan sebagai faktor paling berisiko. Saran: Perusahaan disarankan memperbaiki pencahayaan kerja, memberikan pelatihan ergonomi, serta mengatur beban dan jam kerja untuk mencegah keluhan GOTRAK.
Analisis Faktor Psikososial Terhadap Kejadian Stres Kerja pada Karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X Tahun 2024: Analysis of Psychosocial Factors on the Occurrence of Occupational Stress in Mining Services Company Employees at PT X in 2024 Pratama, Mario Raka; Susilowati, Indri Hapsari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i6.5219

Abstract

Latar Belakang: Survei yang dilakukan dengan melibatkan 4.170 karyawan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia melaporkan peningkatan persentase karyawan yang mengalami tingkat stres menengah dan tinggi pada tahun 2023, yaitu sebesar 73%. Kesenjangan antara tuntutan pekerjaan saat ini dan keterbatasan keterampilan karyawan dapat menyebabkan stres di tempat kerja. Faktor di tempat kerja yang dapat menyebabkan stres kerja dikenal dengan istilah faktor atau bahaya psikososial. Selama 5 tahun terakhir, terdapat 16 kejadian kecelakaan kerja yang terjadi pada Perusahaan Jasa Pertambangan (PJP) di PT X. Berdasarkan hasil investigasi, penyebab dasar dari kecelakaan kerja tersebut berhubungan dengan kondisi personal karyawan yang berkaitan dengan faktor psikososial di tempat kerja. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor psikososial pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X, serta menganalisis hubungannya terhadap kejadian stres kerja. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain studi potong lintang, dengan responden penelitian sebanyak 105 karyawan. Pengukuran variabel independen berupa faktor psikososial menggunakan kuesioner Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III) dan pengukuran varibel dependen berupa stres kerja mengunakan kuesioner Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21). Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 29.0. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase responden yang mengalami stres kerja adalah sebesar 20.95%. Adapun hasil uji chi square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor psikososial dengan kejadian stres kerja pada responden, yang meliputi faktor tuntutan kuantitatif, kecepatan kerja, dukungan sosial dari rekan kerja, pengakuan, kualitas dari pekerjaan, kepuasan kerja, kepercayaan dengan atasan, keadilan organisasi, dan interaksi individu dengan orang lain (p value ? 0.05). Kesimpulan: Pengetahuan terhadap faktor psikososial yang memengaruhi stres kerja pada karyawan Perusahaan Jasa Pertambangan di PT X tersebut dapat memberikan tambahan wawasan bagi industri pertambangan mengenai penyusunan kebijakan, prosedur, maupun program intervensi yang tepat untuk mengendalikan stres yang terjadi pada karyawan, khususnya di industri pertambangan.
INSIDEN DAN TINGKAT KEPARAHAN CEDERA TANGAN DAN JARI DI PT. XYZ TAHUN 2021-2022 Masiha, Allif Fahriyani; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1813

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahan yang bergerak di industri eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. PT. XYZ merupakan salah satu penyumbang cadangan minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Area kerjanya berlokasi di wilayah lepas pantai (offshore). Kegiatan produksinya memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Segala bentuk insiden akan sangat berpengaruh pada aktivitas operasi dan produksi. Terjadinya kenaikan insiden cedera tangan dan jari pada PT. XYZ di tahun 2021-2022, dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut terkait penyebab langsung dan penyebab dasar tiap insiden serta tingkat keparahan cedera tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan data sekunder yang di dapat dari hasil investigasi yang dilakukan oleh PT. XYZ. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juni 2023 pada offshore di laut Jawa PT. XYZ. Populasi penelitian adalah seluruh kasus cedera tercatat mengenai tangan dan jari di PT. XYZ pada tahun 2021-2022. Dalam investigasi insiden, PT. XYZ menggunakan metode SCAT (Systematic Cause Analysis Technique). Dari framework SCAT tersebut dapat diketahui bahwa selama 2021 – 2022, PT. XYZ mengalami insiden cedera tangan dan jari sebanyak lima (5) kasus dengan kategori semuanya adalah personal injury. Dari kelima insiden tersebut, konsekuensi insidennya adalah empat (4) insiden mengalami Restricted Work Day Case (RWDC), dan satu (1) insiden mengalami Medical Treatment Case (MTC).
ANALISA FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEBARAN CORONAVIRUS PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RS RUJUKAN COVID 19 Janika, Hikmat; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2040

Abstract

Faktor yang meningkatkan tingkat keterpaparan corona pada pasien menjadi salah satu pertanyaan penting untuk dijawab. Beberapa dugaan menunjukkan usia, berat badan, kedekatan dengan zona beresiko dan berbagai hal lainnya yang menjadi alasan serta penyebab dari keterpaparan corona. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi deskriptif kuantitatif untuk melihat hubungan faktor faktor yang diduga beresiko meningkatkan infeksi korona. Penelitian lalu dilakukan dengan metode cross sectional di RS. X dengan membandingkan faktor diduga beresiko dengan tingkat keterpaparan corona. Hasil dari penelitian ini adalah faktor yang diduga beresiko ternyata tidak banyak berdampak pada penyebaran virus corona.
PENGARUH FAKTOR RISIKO KELELAHAN PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BATU BARA DI PT. X Beribe, Carlos Paulus Belan; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pertambangan merupakan salah satu penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan kerja. Dalam era industrialisasi saat ini, penting bagi individu untuk memiliki kemampuan bekerja dengan efisiensi maksimal guna meningkatkan aktivitas ekonomi. Peningkatan produktivitas ini dilengkapi dengan perbaikan teknis yang cepat yang bertujuan untuk mencapai efisiensi dan optimalisasi kerja. Dengan kemajuan teknologi, pekerja mungkin menghadapi bahaya pekerjaan yang dapat membahayakan keselamatan dan kesejahteraan mereka, yang dapat menyebabkan cedera atau masalah kesehatan. Kelelahan kerja mengurangi produktivitas tenaga kerja dan berkontribusi terhadap kecelakaan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang (cross-sectional) untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan kerja subyektif. Penelitian ini merupakan satu bentuk desain studi yang menggunakan metode desktriptif dengan desain studi cross sectional untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan dependen pada masa penelitian ini berlangsung. Dengan tujuan penelitian ini adalah menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kelelahan operator di sektor pertambangan, sehingga mengembangkan strategi yang efektif untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik individu, faktor risiko gaya hidup, pekerja shift, masa kerja, burnout, dan kelelahan pekerja di PT X. Beban kerja merupakan faktor yang signifikan, dimana 158 (93,5%) pekerja mengalami beban kerja tinggi, sedangkan 23 orang (85,2%) mengalami beban kerja rendah. Kelelahan dialami oleh 92,35% pekerja pertambangan batubara di PT X, menurut Skala Penilaian Kelelahan.
Risk Factors for Occupational Fatigue in Construction Workers: A Systematic Review Ghaisani, Dinda Adharia; Susilowati, Indri Hapsari
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1595

Abstract

Occupational fatigue is a common issue in various industries, particularly in the construction sector, which is characterized by high occupational risks. This study aims to identify the risk factors contributing to occupational fatigue among construction workers and propose strategies to mitigate these risks. The research employs a systematic literature review method following PRISMA guidelines. The literature search was conducted using Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect with keywords such as “Occupational Fatigue,” “Work Fatigue,” “Construction Worker,” “Risk Factor,” and “Construction,” covering publications from 2014 to 2024. Articles were selected based on inclusion and exclusion criteria to ensure relevance. The review of 12 selected articles identified several key risk factors associated with occupational fatigue, including job complexity, work stress, psychological health conditions, age, tenure, work climate, workload, and unsafe working conditions. Additionally, a negative work climate, excessive workload, and hazardous work environments were found to be major contributors to workplace fatigue. The findings indicate that addressing these risk factors is essential for improving worker safety and well-being. Implementing targeted interventions, such as workload management, stress reduction programs, and improvements in occupational health and safety standards, can significantly reduce fatigue levels among construction workers. These measures can also enhance productivity and overall job satisfaction in the construction industry.
Analisis Pemetaan Bibliometrik Komputational Publikasi Pada “Ergonomics”, “Human Factor” dan “Occupational Health” dengan Menggunakan VOSviewer Wicaksono, Ario; Susilowati, Indri Hapsari; Mu'minah, Afifah
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 7, No 2 (2026): Jurnal SENOPATI Vol 7, No 2 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2026.v7i2.8030

Abstract

Ergonomics, Human Factor, and Occupational Health are crucial interrelated disciplines for optimizing human interaction within work systems. Bibliometric analysis offers a quantitative approach to map the development and intellectual structure of these fields. This study aims to conduct a computational bibliometric mapping analysis of scientific publications related to "Ergonomics", "Human Factor", and "Occupational Health" to identify research structures, developmental trends, and potential areas for future research. Publication data from 2014-2024 (comprising 536 articles) were retrieved from the Scopus database and analyzed using Publish or Perish software for data extraction and VOSviewer software for keyword co-occurrence analysis, clustering, and visualization. The analysis identified publication trends and mapped the research landscape into 6 major thematic clusters, showcasing interconnections and the evolution of topics within the three fields. Network, density, and overlay visualizations were used to present these findings. This study provides comprehensive insights into current research dynamics and identifies potential focus areas for future research in Ergonomics, Human Factor, and Occupational Health.
Co-Authors Abdul Rohim Tulaeka Agnisyah Sutoyo Putro Putro Aji, Dimas Bayu Akbar Nugroho Sitanggang Akira Yasukouchi Al Asyary Alam, Eriena Nur Alimoeso, Sudibyo Anastasia, Nikita Bella Ari Probandari Arif Rahmat Abdullah Arif Susanto Ariscasari, Putri Astien Setianingrum Baiduri Baiduri Baiduri Baiduri Beribe, Carlos Paulus Belan Bonardo Prayogo Hasiholan Bonardo Prayogo Hasiholan Bonardo Prayogo Hasiholan Chairunisa, Ratu Chandra Satrya Chandra Satrya David Kusmawan Desti Ariani Desy Sulistiyorini Dian Surya Pratama Didik Triwibowo Diffah Hanim Dinda Adharia Ghaisani Dinda Arsyah Febriana Dita Mayasari Fadhilah, Dandy Ghaisani, Dinda Adharia Gunawan _ Gustina, Ira Hariandy Hasbi Hasani, Akbar Hasiholan, Bonardo Prayogo Hendra Hendra Heru Sutopo Heykal Aldaffa Azizie Ida Ayu Gede Jyotidiwy Ike Pujiriani Indra, Indrawan Adri Ira Gustina Irfan Muhammad Isna Maulidia Janika, Hikmat Karl Peltzer Khaliwa, Agra Mohamad Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Made Adhyatma Prawira Natha Kusuma Marzuki Isahak Masiha, Allif Fahriyani Mu'minah, Afifah Mufti Wirawan Ni Made Truly Pinanti Sastra Nisaa, Puspita Gaharu Nugraha, Susiana Nurrachmat Satria Orawan Kaewboonchoo Paul Ratanasiripong Pratama, Mario Raka Puspitasari, Pristi Putri Bungsu Machmud Ramadhan, Dwiki Ridwan Zahdi Syaaf Ridwan Zahdi Syaaf Rizka Maulida Rizkianto, Eko Rizky Ridhayanti Robiana Modjo Sabarinah Prasetyo Satria, Nur Rachmat Selfi Handayani Septiana, Harinta Dwi Shofi Andari Shofi Andari Sifa Fauzia, Sifa Simanjuntak, Magda Sabrina Theofany Sudijanto Kamso Sumardiyono Sumardiyono Supa Pengpid Susiana Nugraha Susiana Nugraha Toai Nguyen Phuong Utami, Dessy Laksyana Valyaty Frisa Aryadi Veruswati, Meita Wah Yun Low Wardiati, Wardiati Wicaksono, Ario Wicaksono, Faridl Wicaksono, Utomo Wirawan, Mufti Wisnu Harmawan Yasukouchi, Akira Yuniarso, Aji Dwi Zakianis