Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Hikamatzu Journal of Multidisciplinary Research

Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam pada Masa Khulafaurasyidin Rohadi; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the period of Islamic Education Management Thought during the Khulafaurasyidin Period. Data collection with documentation. Analysis with SLR. Mecca, with Muadz bin Jabal radhīyallāhu 'anhu as the first teacher who taught the Koran and fiqh. 2. Medina, whose teachers were the most popular companions of the Prophet, namely Abu Bakr, Uthman bin Affan, Ali bin Abi Talib, and other companions. 3. Basrah, the teacher was Abu Musa al-Asy'ary radhīyallāhu 'anhu who was an expert in jurisprudence and the Qur'an. 4. Kuffah, famous teachers namely Ali bin Abi Talib and Abdullah bin Mas'ud radhīyallāhu 'anhum. Abdullah bin Mas'ud is an expert on tafsir, hadith and fiqh and teaches the Koran. 5. Damascus (Syam). After Sham (Syria) became part of an Islamic country and its population was mostly Muslim, Caliph Umar then sent three teachers to that country, namely Mu'adz bin Jabal, Ubaidah, and Abu Darda' radhīyallāhu 'anhum. They taught in different places in the city of Syria, namely Abu Darda' in Damascus City, Mu'adz bin Jabal in Palestine City, and Ubaidah in Hims City.
Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam Pada Masa Dinasti Abbasiyah dahrani; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga pendidikan islam adalah tempat yang berupaya untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman siswa tentang agama islam sehingga menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan Islam mulai berkembang sejak masa Rasulullah SAW., Khulafaur Rasyidin, Bani Ummayah, Bani Abbasiyah, dan masih terus berkembang hingga saat ini. Pendidikan Islam mengalami kemajuan terutama pada masa Dinasti Abbasiyah. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas tentang konsep pendidikan Islam pada masa dinasti Abbasiyah dan perkembangan Islam masa modern. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, sumber informasi penelitian ini diperoleh melalui berbagai sumber, media cetak, media online mengenai topik yang dibahas. Hasil penelitian dalam artikel ini dilihat dari bentuk dan sifat lembaga pendidikan Islam yang ada pada zaman dinasti Abbasiyah dapat dikategorikan menjadi 3 jenis. Yang terdiri dari lembaga pendidikan informal; seperti rumah para ulama’, lembaga pendidikan nonformal; seperti kutab, masjid, toko buku, perpustakaan dan lembaga pendidikan formal contohnya adalah madrasah. Banyaknya lembaga pendidikan tersebut menunjukkan bahwa hal ini sesuai dengan keyakinan dalam Islam yang mewajibkan menuntut ilmu dan dianggap sebagai suatu ibadah. Oleh karenanya tempat untuk belajar sangatlah beragam, tidak hanya terpusat pada tempat tertentu
Mengenang Pendidikan Islam Pada Massa Dinasti Fatimiyah Di Mesir (909-1171 M) Rizadiliyawati; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti  Fatimiyah  di  Mesir, maka dapat disimpulkan bahwa Dinasti Fatimiyah adalah Dinasti Syi¶ah yang  didirikan  oleh  Ubaidillah  Al-Mahdi.  Dinasti  ini  berkuasa  dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M, atas dasar bukti keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim  saat  itu  yang  terpusat  di  Bagdad,  yaitu  Bani  Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Berdirinya Dinasti Fatimiyah dilatarbelakangi oleh melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga Pendidikan yang digunakan sebagai basis pengembangan pendidikan terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan dan Dar al-‘Ilm atau  disebut Jamiah Ilmiyah  Akademi  (lembaga  riset).  Perkembangan  ilmu  pengetahuan pada masa Dinasti  Fatimiyah meliputi beberapa bidang ilmu seperti; Bahasa dan Sastra, Ilmu Kedokteran, Syair dan Filsafat. Berkenaan dengan   hal   tersebut,   universitas    Al-azhar   merupakan   lembaga pendidikan tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan pendidikan, dan sampai sekarang menjadi  kiblat  pendidikan  yang  bernuansa  Islam.  Dari  sisi pengajarannya, al-Azhar pada masa Dinasti Fatimiyah dilaksanakan dengan sistem kelas. Metode pengajaran menggunakan metode berhalaqah dan metode diskusi. Sedangkan kurikulum yang dipakai di al-Azhar pada mula  fiqih dan al-Azhar pada mula fiqih dan al-Qur’an dan ilmu agama lainnya
Pemikiran Manajemen Pendidikan Islam Masa Rasulullah Saw Periode Madinah: Strategi, Materi Dan Lembaga Pendidikan Madaniyah; Muhammad Syaifuddin
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the thoughts on Islamic education management during the time of the Prophet Muhammad SAW in the Medina period, focusing on strategies, materials, and educational institutions. The Prophet Muhammad developed an educational strategy centered on Islamic moral values ​​and sharia, accompanied by a practical approach to learning through mosques and halaqah. Educational materials include the Qur'an, religious knowledge, and life skills that are relevant to the needs of the community. Educational institutions at that time, such as the Nabawi Mosque, became centers of learning that supported the intellectual and spiritual development of the community. This thinking became the foundation for the development of a comprehensive Islamic education system to this day.