Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Numeration Ability form the Results of the Minimum Competency Assessment (AKM) in Class V Students of at SD Negeri 101 Palembang Ridho Alhafits; Rohana Rohana; Treny Hera
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7349

Abstract

The numeracy abilities in the AKM results for class V students at SD Negeri 101 Palembang are classified as below the set standards. Because students do not understand the AKM numeracy questions at the level of knowing, applying and reasoning. students are not yet adept at doing numeracy questions. Fulfillment of infrastructure for working on numeracy questions, especially inadequate IT. The aim of the research is to analyze the numeracy abilities of class V students at SDN 101 PLG in terms of perceptions of Creating, Applying and Reasoning as well as analyzing the level of students' numeracy abilities. The method used is descriptive with a quantitative approach. Research with a quantitative approach, pressure analysis on numerical data (numbers) which is then analyzed using appropriate statistical methods. The sample consisted of 30 fifth grade students and data analysis used the SPSS program. The numeracy abilities of class V students at SD Negeri 101 Palembang are mostly obtained based on the results of calculations between the students' average scores and the standard deviation of the data, then the results will be determined based on norm references. At the knowledge question level, for the "high" category there were 2 students or 6.67%, for the "medium" category there were 13 students or 43.33% and for the "low" category there were 15 students or 50%. At the application question level for the "high" category there were 3 students or 10% for the "medium" category there were 14 students or 46.67% and there were 13 students or 43.33% for the "low" category. At the level of reasoning questions for the "high" category there were 3 students or 10%, for the "medium" category there were 14 students or 50% and for the "low" category there were 12 students or 40%. The results of the overall numeracy ability test assessment show that the numeracy ability of students in the "high" category is 6 students or 20%, in the "medium" category is 18 students or 60% and in the "low" category is 6 students or 20%. So it can be concluded that the majority of students at SD Negeri 101 Palembang have a medium numeracy ability category.Keywords: Numeracy, Numeracy Ability, AKM ABSTRAKKemampuan numerasi pada hasil AKM pada siswa kelas V di SD Negeri 101 Palembang tergolong dibawah standar yang di tetapkan. Dikarenakan siswa kurang memahami soal AKM numerasi level knowing, applying dan reasoning. siswa belum terlatih mengerjakan soal – soal numerasi. Pemenuhan sarana prasaranan mengerjakan soal – soal numerasi, terutama IT yang belum memadai. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kemampuan numerasi siswa kelas V SDN 101 PLG ditinjau dari persepsi Knowing, Applying dan Reasoning serta menganalisis tingkat kemampuan numerasi siswa. Metode yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisis pada data numerik (angka) yang kemudian dianalisis dengan metode statistik yang sesuai. Sampel sejumlah 30 siswa kelas V dan analisis data menggunakan program SPSS. Kemampuan numerasi siswa kelas V SD Negeri 101 Palembang yang mayoritas sedang diperoleh berdasarkan hasil hitung antara nilai rata-rata siswa dengan standar deviasi data kemudian hasilnya akan dikategorikan berdasarkan acuan norma. Pada level soal knowing untuk kategori “tinggi” terdapat 2 siswa atau 6,67% untuk kategori “sedang” terdapat 13 siswa atau 43,33% dan untuk kategori “rendah” terdapat 15 siswa atau 50%. Pada level soal applying untuk kategori “tinggi” terdapat 3 siswa atau 10% untuk kategori “sedang” terdapat 14 siswa atau 46,67% dan terdapat 13 siswa atau 43,33% untuk kategori “rendah”. Pada level soal reasoning untuk kategori “tinggi” terdapat 3 siswa atau 10% untuk kategori “sedang” terdapat 14 siswa atau 50% dan untuk kategori “rendah” terdapat 12 siswa atau 40%. Hasil penilaian tes kemampuan numerasi secara keseluruhan menunjukkaan bahwa, kemampuan numerasi siswa untuk kategori “tinggi” sebanyak 6 siswa atau sebesar 20% kategori “sedang” sebanyak 18 siswa atau 60% dan kategori “rendah” sebanyak 6 siswa atau 20%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa SD Negeri 101 Palembang memiliki kategori kemampuan numerasi sedang. Kata Kunci: Numerasi, Kemampuan Numerasi, AKM
PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI LITERASI INFORMASI ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL Nurul Fikriati Ayu Hapsari; Rohana Rohana; Nur Hayati Mufida
JOURNAL OF PROGRESSIVE INNOVATION LIBRARY SERVICE Vol. 6, No.1 (2026): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpils.v6i1.40098

Abstract

Era digital membawa tantangan besar bagi pola asuh anak usia dini, di mana paparan gawai yang tidak terawasi berisiko memicu perubahan sikap anak menjadi agresif dan pemarah. Banyak orang tua di daerah semi-perdesaan menghadapi kendala manajemen waktu karena kesibukan bekerja, sehingga bersikap permisif dalam memfasilitasi gawai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi dan memperkuat kapasitas digital parenting orang tua siswa. Metode pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui tiga tahapan utama: persiapan (analisis kebutuhan), pelaksanaan (workshop edukasi dan simulasi kasus nyata), serta evaluasi deskriptif. Pada sesi simulasi, orang tua dilatih langsung mengaktifkan fitur kontrol gawai dan menyusun family plan (rencana aksi digital keluarga) untuk menjadwalkan aktivitas digital anak di rumah. Hasil evaluasi berbasis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua yang nyata dari berbagai aspek yaitu pemahaman literasi digital, keterampilan teknis kontrol gawai, manajemen waktu dan kemampuan komunikasi emosional. Melalui lembar refleksi, orang tua berkomitmen membatasi waktu layar anak maksimal 1 jam per hari, memfilter konten edukatif, serta menyisihkan waktu konsisten untuk mendampingi anak secara aktif. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Sebagai keberlanjutan program, disarankan adanya kolaborasi lanjutan berupa pendampingan langsung di rumah.
Analisis Transaksi Jual Beli Kelapa Sawit Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi CV Rimbo Jaya Desa Perintis Makmur Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo) Dandi Kurniawan; Novi Mubyarto; Rohana Rohana
ANWARUL Vol 4 No 2 (2024): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v4i2.2832

Abstract

This study aims to analyze how the sale and purchase of oil palm transactions are viewed from the perspective of Islamic business ethics that occur at CV Rimbo Jaya The main problems are put into several sub-problems or research questions, namely: 1. How is the palm oil sale and purchase transaction system at CV Rimbo Jaya. 2. How is the perspective of Islamic business ethics on oil palm buying and selling transactions at CV Rimbo Jaya, Perintis Makmur Village. This study aims to determine the reality of oil palm buying and selling transactions at CV Rimbo Jaya, Perintis Makmur Village. The method used in writing this thesis is descriptive qualitative method, using data collection techniques with Observation, Interview, and Documentation. The results of the research obtained regarding the sale and purchase of oil palm transactions carried out by toke and farmers. However, the problem that occurs is that there is fraud in weighing the oil palm sale and purchase transactions carried out by the toke to the farmers at CV Rimbo Jaya, Perintis Makmur Village. Cheating in weighing can be of special concern in the Koran because activities like this have deprived other people of their property rights.
Designing a Biophilic Cocoa Hub for Integrated Processing, Education and Tourism in Humid-Tropical Indonesia Nova Ibrahim; Sahabuddin Latif; Citra Amalia Amal; A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin; Rohana Rohana; Muh. Syarif Syarif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 4 No. 1 (2026): August
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v4i1.278

Abstract

This study develops an architectural framework for a biophilic cocoa processing, education, and tourism hub in Masamba, Luwu Utara, Indonesia. A research-by-design method combined site observation, rainfall and population data, precedent analysis, user–activity mapping, space programming, and iterative design synthesis. Quantitative evidence was used descriptively to test the consistency of site and program decisions. The available monthly rainfall series totals 3,064 mm over 154 rainy days; rainfall depth and rainy-day frequency show a strong descriptive association (r=0.947). The selected 2.5-ha site accommodates a 3,482.1-m² gross program for education–processing, greenhouse and drying, dining–retail, prayer, storage, and waste-management functions. The visitor route follows a farm–process–product sequence, while production and service flows remain separate for safety and hygiene. Biophilic strategies include cocoa-landscape views, controlled cross-ventilation, filtered daylight, shaded transitions, natural materials, rainwater harvesting, and composting. The result is a testable architectural hypothesis linking rural value addition, experiential learning, and humid-tropical design. Hydrological, thermal, daylight, operational, economic, and post-occupancy validation remain necessary before implementation.
Co-Authors A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A. Tarmizi Ade Rezka Anzeli Aditya Arbi Agus Anjar Agus Anjar Agustina Mutia Ahmad Dany Kuslima Alhadi Yan Putra Amal, Citra Amalia Ayu Hantika Baiq Fitriah Darmayanti P Bambang Kurniawan Dandi Kurniawan Darma Yulianti Purba Darwin Darwin Destiniar Destiniar Devina Pramesti Pangindaran Dewi Fitriyana Dewi Tanjung Dian Sapitri Duma Intan Siregar Efni Anita Eja Armaz Hardi Eka Febriani Eka Karolina Ela Purnama Elvi Salviani Elysa Rohayani Enni Ersari Fuadiah, Nyiayu Fahriza Gea Rosnani Saragih Hartutik (Hartutik) Hastuti Hastuti HERA, TRENY Imam Hanafi Isni Majidah Iwin Adryawin Juli Asmini Junaidi Junaidi Junita Junita Kanaya Tabitha Wulansari Liza Ardayani Lorensius, Lorensius M. Sauqy Marhamah Marhamah Mar’atur Rahmah Mayyadah Syuaib Mellya Embun Baining Mila Nirmala Sari Hasibuan Mila Nirmalasari Hasibuan Misdalina Misdalina Misdani Pohan Muh. Syarif Syarif Muhammad Khoirul Ritonga Mutmainah Mutmainah Nadia Aulia Nanda Ria Mentari Nani Angraini Nasution, Annio Indah Lestari Nova Ibrahim Novi Mubyarto Novika Sari Nur Fitriani Nur Hayati Mufida Nurhayati Nurhayati Nurmalina Nurmalina Nurtilawati Nurtilawati Nurul Fikriati Ayu Hapsari Nuryuningsih, Nuryuningsih Panggih Nur Adi Panggih Nur Hadi Pertiwi Munthe Purwaka Hari Prihanto Purwoko Purwoko Purwoko Purwoko Putri Apria Ningsih Putri Fitriasari Rahayu Mei Sabrina Rahma Muti Ah Rapita Harahap Ridho Alhafits Ridwan Ridwan Rika Syahriani Manungkalit Risma Melati Sahabuddin Latif Saida, dan Seppy Indriyani Siska Andriani Siska Wahyuni Siti Nurfeti Siti Zahara Saragih Siti Zahara Saragih Siti Zahara Siregar Sonia Febriyanti Sri Isma Fadhila Sri Wahyuni Suci Wulandari Susilawati, Hirma Suwarno Suwarno Syarifuddin Syarifuddin Tasya Hariska Tika Dwi Nopriyanti Toni Toni Toni Toni Usnan Amin Siregar Vika Sagita Munthe Warman Warman Wenny Mahliana Widiastuti Furbani Yunika Lestaria Ningsih Yusuf Hartono