Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Semiotika Film “Sore Istri Dari Masa Depan” Fairuz Aulia Ciptafiani; Hayu Lusianawati
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1524

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menganalisis makna tanda dan pesan yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan untuk memahami representasi nilai, relasi sosial, dan pesan moral yang disampaikan kepada penonton melalui pendekatan semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam film Sore: Istri dari Masa Depan (2025) karya sutradara Yandy Laurens melalui pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Film ini mengisahkan Jonathan, seorang fotografer yang tinggal di luar negeri dan menjalani gaya hidup tidak sehat, yang kehidupannya berubah setelah kedatangan Sore, perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan dan berupaya mengubah kebiasaan buruk Jonathan demi menyelamatkannya dari kematian dini akibat gangguan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis), di mana peneliti memilih sejumlah adegan kunci, dialog, ekspresi tokoh, serta unsur visual dan sinematografi yang dianggap sarat makna sebagai unit analisis, kemudian dimaknai melalui tiga tahap pemaknaan Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan tanda-tanda yang berkaitan dengan kesadaran akan kesehatan, penerimaan diri, pengorbanan, serta cinta sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, bukan sekadar romantisme sesaat. Konflik antara keinginan Sore untuk mengubah Jonathan dan hasrat Jonathan mempertahankan kebebasan pribadinya juga dimaknai sebagai representasi dinamika relasi rumah tangga yang realistis. Pada level mitos, film ini membangun narasi bahwa cinta sejati diwujudkan melalui perubahan perilaku dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri maupun pasangan, sekaligus mengangkat isu waktu dan kematian sebagai pengingat pentingnya menjalani hidup secara bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semiotika pada perfilman Indonesia kontemporer, khususnya yang mengangkat tema relasi personal dan gaya hidup, serta menjadi rujukan bagi penelitian sejenis di bidang ilmu komunikasi dan kajian media.
Bibliometric Analysis of Women Leadership in Islam Loso Judijanto; Hayu Lusianawati
West Science Islamic Studies Vol. 4 No. 03 (2026): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v4i03.3027

Abstract

Women leadership in Islam has become an increasingly discussed research topic due to growing academic interest in gender roles, religious interpretation, empowerment, and women's participation in social and institutional contexts. However, existing studies remain fragmented across various disciplines, making it necessary to understand the overall intellectual structure and development of this research field. This study aims to examine the global research landscape of women leadership in Islam through a bibliometric analysis approach. Data were collected from the Scopus database using relevant keywords related to women leadership and Islamic perspectives. The collected publications were analyzed using bibliometric techniques, including publication trend analysis, citation analysis, co-authorship analysis, institutional and country collaboration analysis, keyword co-occurrence analysis, overlay visualization, and density visualization through VOSviewer. The findings indicate that research on women leadership in Islam has developed through interdisciplinary contributions involving Islamic studies, gender studies, leadership, sociology, and social development. Influential literature highlights themes related to Islamic authority, gender equality, women's empowerment, and leadership experiences within Muslim societies. The collaboration analysis demonstrates strong international research networks involving institutions and countries from different regions, reflecting the global nature of this academic discourse. Furthermore, keyword analysis reveals that Islam, women, and leadership represent the dominant research themes, while emerging discussions increasingly focus on feminism, patriarchy, gender equality, and Muslim women's participation. This study contributes by mapping the intellectual evolution of women leadership research in Islamic contexts and identifying future research directions related to inclusive leadership models, gender equity, and the role of Islamic values in shaping contemporary women's leadership practice.