Claim Missing Document
Check
Articles

Teman Sebaya dan Aktivitas Fisik Kaitannya dengan Perilaku Diet pada Remaja Putri Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria Goreti Pantaleon
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2060

Abstract

Banyak remaja putri yang tidak puas dengan tubuhnya sehingga melakukan diet untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Akan tetapi seringkali diet yang dilakukan remaja putri merupakan diet beresiko padahal diet ini akan membawa dampak negatif bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara variabel bebas, yaitu teman sebaya dan aktivitas fisik dengan variabel terikat, yaitu perilaku diet remaja putri. Rancangan cross sectional diaplikasikan dalam studi ini. Waktu studi ini adalah bulan Januari sampai Mei 2022 di Kota Kupang. Responden dalam studi ini, yaitu remaja putri berjumlah 349 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel teman sebaya dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan aktivitas fisik dikumpulkan dengan form The International Physical Activity Questionnaire - Short Form (IPAQ-SF). Variabel perilaku diet yang dikumpulkan menggunakan kuesioner Youth Risk Behavior Surveillance. Uji chi square dipakai untuk menelaah hubungan variabel bebas dan terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teman sebaya (P-value = 0,000) dan aktivitas fisik (P-value = 0,014) berhubungan signifikan dengan perilaku diet remaja putri. Remaja putri perlu diberikan edukasi secara terus-menerus agar membina hubungan positif dengan teman sebaya dan selalu beraktivitas fisik secara teratur dengan porsi yang cukup.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Mahasiswa Meirina Sulastri Loaloka; Asweros Umbu Zogara; Supriati Wila Djami
Jumantik Vol 10, No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Muhammadiyah Pontianak University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5291

Abstract

Asupan makanan yang kurang maupun berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik dapat mengakibatkan masalah gizi. Kemajuan teknologi membawa banyak perubahan pada gaya hidup mahasiswa, antara lain mahasiswa cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Selain itu, perkembangan teknologi yang memudahkan segala aktivitas sehingga kecenderungan untuk minimnya melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan dari bulan Januari hingga Mei 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang yang berjumlah 156 orang dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan fisher exact. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara asupan karbohidrat (p value = 0,003), lemak (p-value = 0,020), dan aktivitas fisik (p-value = 0,018) dengan status gizi mahasiswa. Mahasiswa perlu menjaga kecukupan asupan zat gizi makro dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengimbanginya dengan aktivitas fisik secukupnya agar terhindar dari masalah gizi.
Kajian Karakteristik Sensoris Mutu Fisik, Uji Organoleptik Dan Kandungan Gizi Kerupuk Subtitusi Tepung Ikan Tenggiri Dan Tepung Kulit Buah Manggis Bagi Ibu Hamil Kek Di Kota Kupang Meirina S Loaloka; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Maria F Vinsensia D P Kewa Niron; Asweros Umbu Zogara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4228

Abstract

Kecukupan energi yang dikonsumsi merupakan salah satu permasalahan gizi pada wanita hamil di Indonesia dan Negara berkembang lainnya. Besarnya prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) di Indonesia sebesar 41% (Depkes 2003). Mengingat dampak kurang gizi yang sangat luas, maka perlu upaya penanggulangan gizi ibu hamil melalui intervensi yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk salah satunya adalah dengan pemberian makanan tambahan. Kerupuk merupakan makanan yang sangat populer di Indonesia sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif produk Pemberian Makanan Tambahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ikan tenggiri dan tepung kulit manggis terhadap daya terima dan nilai gizi kerupuk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan M0 menggunakan resep standar kerupuk sedangkan M1 sampai M3 menggunakan substitusi tepung ikan tenggiri dan tepung kulit manggis. Formula tersebut kemudian diuji daya terima dan nilai gizi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang pada Bulan Juni - Agustus Tahun 2023. Daya terima kerupuk diuji dengan menggunakan analisis statistik Kruskal Wallis sedangkan nilai gizi menggunakan uji proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima kerupuk M0 sampai M3 masuk dalam kategori suka sampai dengan sangat suka. Terdapat perbedaan daya terima dan nilai gizi antar perlakuan. Kerupuk yang menjadi rekomendasi adalah M1 karena paling disukai dan memiliki nilai gizi paling tinggi diantara perlakuan yang lain.
Pelatihan Pembuatan MP-ASI dan PMT Lokal Bagi Kader Posyandu di Desa Oeltuah Kabupaten Kupang Meirina S Loaloka; Asweros Umbu Zogara
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5598

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang di miliki indonesia sampai saat ini. berdasarkan hasil SSGI Tahun 2021 Propinsi NTT menempati urutan pertama dengan proporsi stunting terbesar yaitu sebesar 37,8 % ( Kemenkes RI 2021). Stunting berdampak buruk terutama pada balita dengan umur dibawah dua tahun akan berisiko besar memiliki kemampuan kognitif yang rendah dan akan dengan mudah terkena penyakit degeneratif pada saat usia dewasa (Rahmawati SM,M.S,2019). salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada balita yaitu dengan melatih kader posyandu dalam pengolahan pangan lokal. harapan dari upaya ini adalah kader dapat memahami pentingnya pengolahan MP – ASI dan PMT Lokal bagi balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan april – mei 2023 di posyandu oeltuah kabupaten kupang . sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu berjumlah 25 orang. Pelatihan ini dilaksanakan dalam beberapa metode yaitu ceramah, penyuluhan dan praktek demo pengolahan pangan lokal yaitu kroket kelor, bubur ceria dan pizza sehat.
Pelatihan Pembuatan Sarapan Pagi One Dish Meal (Rice Bitterballen) Pada Orangtua Siswa di SD Inpres Oepura 3 Kota Kupang Maria Pantaleon; Christine R. Nenotek; Asweros Umbu Zogara
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6845

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kader penerus bangsa yang harus dijaga dan dilindungi serta diperhatikan tumbuh kembangnya. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal tentunya perlu didukung oleh ketersediaan pangan dalam keluarga yang memadai dan sesuai dengan gizi seimbang. Salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan status gizi anak sekolah adalah dengan menyediakan sarapan pagi yang sehat dan bergizi seimbang secara teratur setiap hari. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan masalah gizi pada anak usia sekolah perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Di Indonesia, prevalensi sangat pendek dan pendek pada anak usia 5-12 tahun mencapai 23,6%, sangat kurus dan kurus mencapai 9,2%, serta gemuk dan obesitas 20,0%. Di NTT, prevalensi sangat pendek dan pendek pada anak usia 5-12 tahun mencapai 41,1%, sangat kurus dan kurus mencapai 18,5%, serta gemuk dan obesitas 6,1%. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa mengenai gizi seimbang dan manfaat sarapan pagi, serta keterampilan dalam pengolahan menu sarapan pagi yang bergizi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi serta demo masak menu Rice Bitter Ballen. Hasil kegiatan seluruh peserta sangat antusias saat mendengarkan penyuluhan serta dalam mempraktekkan menu sarapan yang sehat dan bergizi seimbang.
Pemanfaatan Multi Metode dalam Edukasi Gizi kepada Siswa SD Inpres Oepura 3, Kota Kupang Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon; Maria FVDP Kewa Niron
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6815

Abstract

Siswa sekolah dasar mengalami dua masalah gizi, yaitu gizi kurang dan kelebihan gizi. Masalah gizi harus segera diatasi dengan dukungan semua pihak. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi adalah melakukan edukasi gizi. Edukasi gizi harus dilaksanakan dengan metode yang menarik agar siswa tidak cepat bosan dan lebih mudah memahami materi edukasi. Edukasi gizi dapat mempengaruhi perilaku siswa yang berkaitan dengan gizi. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 di SD Inpres Oepura 3, Kota Kupang. Edukasi gizi diberikan dalam tiga metode, yaitu ceramah, menonton video, dan bermain game. Peserta kegiatan adalah siswa kelas 4 dan 5 dengan jumlah 100 orang. Para siswa diberikan materi tentang sarapan, makanan bergizi, serta masalah gizi dan cara pencegahannya. Hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa. Rata nilai pretest sebesar 50,8 dan rata-rata nilai posttest sebesar 73,5.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS KELOR DI KOTA KUPANG Meirina Sulastri Loaloka; Asweros Umbu Zogara; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Maria Goreti Pantaleon
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.849

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan yang gizi yang tinggi. Daun kelor kaya akan beta karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol, dan sumber antioksidan alami yang baik. Akan tetapi tanaman kelor masih kurang dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kader posyandu dan ibu balita tentang olahan kelor, yaitu kroket kelor, cendol kelor dan bolu kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu balita di Posyandu Kamboja II, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode, yaitu ceramah dan demo/praktik. Hasil kegiatan ini adalah seluruh peserta paham tentang pembuatan makanan berbasis kelor dan mampu menghasilkan keuntungan dari penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat ibu balita memiliki variasi makanan yang diberikan kepada balita dan juga produk ini dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
EDUKASI GIZI MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA KUPANG Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria F Vinsensia DP Kewa Niron
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3515

Abstract

Masa tumbuh kembang yang cepat perlu didukung dengan status gizi yang baik. Akan tetapi masalah gizi pada siswa sekolah dasar masih cukup banyak Masalah gizi pada siswa sekolah dasar bukan hanya terbatas pada masalah kurang gizi, tetapi juga masalah kelebihan gizi (overweight dan obesitas). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada siswa sekolah dasar, yaitu melakukan pendidikan gizi. Harapan dari upaya ini adalah orang dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga mau bersikap dan bertindak mengikuti norma-norma gizi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2022 di SD Inpres Oebufu, Kota Kupang. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dan siswa di SD Inpres Oebufu dengan total peserta 40 orang. Edukasi gizi ini dilaksanakan dalam beberapa metode, yaitu ceramah dan pemutaran film. Hasil perhitungan pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan orang tua terhadap seluruh materi penyuluhan yang diberikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 47, sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 77,25.
Pelatihan Pembuatan MP-ASI dan PMT Lokal Bagi Kader Posyandu di Desa Oeltuah Kabupaten Kupang Meirina S Loaloka; Asweros Umbu Zogara
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5598

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang di miliki indonesia sampai saat ini. berdasarkan hasil SSGI Tahun 2021 Propinsi NTT menempati urutan pertama dengan proporsi stunting terbesar yaitu sebesar 37,8 % ( Kemenkes RI 2021). Stunting berdampak buruk terutama pada balita dengan umur dibawah dua tahun akan berisiko besar memiliki kemampuan kognitif yang rendah dan akan dengan mudah terkena penyakit degeneratif pada saat usia dewasa (Rahmawati SM,M.S,2019). salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada balita yaitu dengan melatih kader posyandu dalam pengolahan pangan lokal. harapan dari upaya ini adalah kader dapat memahami pentingnya pengolahan MP – ASI dan PMT Lokal bagi balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan april – mei 2023 di posyandu oeltuah kabupaten kupang . sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu berjumlah 25 orang. Pelatihan ini dilaksanakan dalam beberapa metode yaitu ceramah, penyuluhan dan praktek demo pengolahan pangan lokal yaitu kroket kelor, bubur ceria dan pizza sehat.
Pemanfaatan Multi Metode dalam Edukasi Gizi kepada Siswa SD Inpres Oepura 3, Kota Kupang Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon; Maria FVDP Kewa Niron
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6815

Abstract

Siswa sekolah dasar mengalami dua masalah gizi, yaitu gizi kurang dan kelebihan gizi. Masalah gizi harus segera diatasi dengan dukungan semua pihak. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi adalah melakukan edukasi gizi. Edukasi gizi harus dilaksanakan dengan metode yang menarik agar siswa tidak cepat bosan dan lebih mudah memahami materi edukasi. Edukasi gizi dapat mempengaruhi perilaku siswa yang berkaitan dengan gizi. Kegiatan edukasi dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023 di SD Inpres Oepura 3, Kota Kupang. Edukasi gizi diberikan dalam tiga metode, yaitu ceramah, menonton video, dan bermain game. Peserta kegiatan adalah siswa kelas 4 dan 5 dengan jumlah 100 orang. Para siswa diberikan materi tentang sarapan, makanan bergizi, serta masalah gizi dan cara pencegahannya. Hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa. Rata nilai pretest sebesar 50,8 dan rata-rata nilai posttest sebesar 73,5.