Claim Missing Document
Check
Articles

Screen Based Activity dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.495 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i3.326

Abstract

Latar belakang. Screen based activity pada anak adalah segala aktivitas yang dilakukan anak berkaitan dengan penggunaan media berbasis layar (televisi, komputer, video game, dan gadget). Anak yang mempunyai aktivitas berbasis layar lebih panjang dilaporkan mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan anak dengan aktivitas berbasis layar lebih rendah. Screen based activity lebih dari 2 jam/hari akan meningkatkan risiko kegemukan. Aktivitas berbasis layar akan mengurangi aktivitas fisik anak. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko kegemukan dan obesitas.Tujuan. Untuk menganalisis hubungan screen based activity dengan status gizi anak sekolah dasar di Kota Kupang.Metode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Responden lebih lama melakukan aktivitas menonton televisi dan bermain handphone dalam seminggu dibandingkan aktivitas berkaitan dengan layar lainnya. Responden yang menghabiskan waktu >28 jam seminggu untuk melakukan screen based activity sebanyak 30,59% . Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka lebih banyak perempuan yang melakukan screen based activity ≤28 jam seminggu dibandingkan laki-laki. Lebih banyak responden yang memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik membuktikan tidak ada hubungan antara status gizi dengan screen based activity (p-value 0.86).Kesimpulan. Siswa yang melakukan screen based activity >28 jam cukup banyak. Oleh karena itu, perlu perhatian orang tua dan guru untuk mengurangi screen based activity siswa sehingga nantinya tidak banyak siswa yang mengalami kelebihan gizi.
Gambaran Pola Makan pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.744 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.327

Abstract

Latar belakang. Anak sekolah dasar merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Hal ini menjadi penting karena anak sekolah merupakan generasi penerus tumpuan bangsa sehingga perlu dipersiapkan kualitasnya, baik fisik maupun mental. Pertumbuhan fisik yang baik sangat ditunjang oleh pola makan yang sehat dan bergizi.Tujuan. Mengetahui pola makan anak sekolah dasar di Kota KupangMetode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Semua responden mengalami defisit karbohidrat, protein, dan lemak karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat gizi makro tersebut. Ikan menjadi lauk hewani yang paling sering dikonsumsi, sedangkan lauk nabati yang dikonsumsi responden tidak bervariasi, yaitu tempe, tahu, dan kacang merah. Konsumsi sayur dan buah cukup rendah pada responden.Kesimpulan. Semua responden mengalami defisit asupan zat gizi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang bervariasinya makanan yang dikonsumsi setiap hari sehingga perlu adanya perhatian dari pihak orang tua, sekolah dan dinas terkait untuk memecahkan masalah ini.
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan Status Gizi Balita di Kelurahan Tuak Daun Merah Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 4 No 1 (2020): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.844 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v4i1.737

Abstract

Background. Traditionally, malnutrition is influenced by food availability in the community, weak economic development, poverty, climate issues, and war, and other contributing factors, such as the number of family members, the pattern of feeding and the prevalence of high infectious diseases. Another factor affecting the occurrence of malnutrition in infants is complementary feeding/MPASI. Feeding too early is 3.2 times can cause malnutrition. The timing of complementary feeding (MPASI) is also related to the occurrence of stunting. Objective. To find out the description of complementary feeding (MPASI) and nutritional status of infants in Tuak Daun Merah Village. Method. A cross sectional study was used for this research. It was conducted in the Village of Tuak Daun Merah, Kupang City. The research started from January to July 2018. The population of this research was mothers of infants aged 6-24 months with a total 193 people and samples amounting to 66 people. Sampling used simple random sampling technique. Results. Female (57.6%) respondents are more than men (42.4%). Most of the respondents were in the age group of 12-24 months (63.7%). There was 2 severe malnutrition status of new-born babies (baby under 2 months) who got an early MPASI and 6 babies have malnutrition; 3 babies who received an early MPASI have very short body of their nutritional status, while 11 babies experience short nutrition; and 1 baby who got an early MPASI has a very underweight nutritional status while 5 babies are underweight. Conclusion. Infants who got an early MPASI can have a negative impact on their growth and development. Every mother should be aware of the importance of giving MPASI on time and giving a nutritious food to prevent children from nutritional problems. Keywords: early complementary feeding, infants, nutritional status
EDUKASI GIZI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG SARAPAN SEHAT Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2021): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v5i2.971

Abstract

Siswa sekolah dasar merupakan kelompok yang mulai terlibat pada banyak aktivitas, terutama di sekolah, sehingga membutuhkan asupan zat gizi yang cukup. Pemenuhan asupan zat gizi dapat dimulai dengan sarapan teratur setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang sarapan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain One Group Pre test - Post test Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa kelas 4 dan 5 SDI Oebufu, Kota Kupang yang dipilih menggunakan total sampling. Analisis statistik menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang sarapan (p value=0.000). Pihak sekolah perlu melakukan edukasi gizi secara rutin kepada siswa bekerjasama dengan petugas kesehatan agar mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap, serta dipraktekkan siswa setiap hari
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN POLA MAKAN MAHASISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA KUPANG Asweros Umbu Zogara; Astuti Nur
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2022): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v6i2.1153

Abstract

In today's world, COVID-19 has become a pandemic. It spreads swiftly and kills a lot of people. The COVID-19 epidemic has resulted in numerous societal changes. The community must develop health procedures and improve healthy habits as a result of the changes. A nutritious diet at all levels of society, including students, is one of the healthy lifestyles that must be followed by the community. The A cross-sectional design was adopted in this investigation. The study took place at the Health Poltekkes, Ministry of Health, Kupang, from June to December 2020. The research sample consisted of 204 students who were chosen using a simple random sampling. The role of parents (p value = 0.00) and student nutritional behavior (p value = 0.00) are factors connected to student eating patterns, according to the findings of this study. Not connected to the student's diet include father's education (p value = 0.88), mother's education (p value = 0.72), father's occupation (p value = 0.64), mother's occupation (p value = 0.91), and nutrition knowledge (p value = 0.20). During the COVID-19 epidemic, diet plays a crucial role in developing students immunity. As a result, it is vital to provide ongoing education so that students can adopt healthy eating pattern. Keyword: students, eating pattern, COVID-19
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS KELOR DI KOTA KUPANG Meirina Sulastri Loaloka; Asweros Umbu Zogara; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Maria Goreti Pantaleon
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.849

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan yang gizi yang tinggi. Daun kelor kaya akan beta karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol, dan sumber antioksidan alami yang baik. Akan tetapi tanaman kelor masih kurang dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kader posyandu dan ibu balita tentang olahan kelor, yaitu kroket kelor, cendol kelor dan bolu kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu balita di Posyandu Kamboja II, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode, yaitu ceramah dan demo/praktik. Hasil kegiatan ini adalah seluruh peserta paham tentang pembuatan makanan berbasis kelor dan mampu menghasilkan keuntungan dari penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat ibu balita memiliki variasi makanan yang diberikan kepada balita dan juga produk ini dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
SOSIO EKONOMI ORANG TUA, UANG SAKU, DAN MEDIA SOSIAL BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI FAST FOOD PADA REMAJA PUTRI DI KOTA KUPANG Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria Goreti Pantaleon
Journal of Nutrition College Vol 11, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i4.35589

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi makanan yang kurang sehat, contohnya fast food, akan mempengaruhi kesehatan remaja putri. Fast food mengandung kalori, lemak, protein, gula dan garam yang relatif tinggi dan rendah serat. Jika fast food dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan masalah gizi lebih dan penyakit degeneratif di masa mendatangTujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara sosio ekonomi orang tua, uang saku dan media sosial dengan konsumsi fast food pada remaja putri di Kota Kupang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Kota Kupang. Sampel penelitian adalah remaja putri di Kota Kupang sebanyak 349 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel bebas yaitu sosio ekonomi orang tua, uang saku dan penggunaan media sosial, sedangkan variabel terikat yaitu konsumsi fast food. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square (p-value <0,05) dan dilanjutkan dengan uji multivariat menggunakan uji regresi logistik (p-value <0.05). Hasil: Sebanyak 58,2% remaja putri mengkonsumsi fast food >3x seminggu. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi fast food pada remaja putri adalah pendidikan ayah (p value<0,001; OR=3,587), pendidikan ibu (p value<0,001; OR=3,069), uang saku (p value=0,035; OR=1,660) dan media sosial (p value=0,011; OR=1,857)Simpulan: Pendidikan orang tua, uang saku dan media sosial berhubungan dengan konsumsi fast food pada remaja putri. Orang tua memiliki peran penting dalam mengontrol konsumsi fast food dengan cara mengatur jumlah uang saku remaja dan dapat menyiapkan lebih banyak makanan sehat di rumah sehingga remaja tidak sering membeli fast food.Kata kunci: Fast food; Media sosial; Sosio ekonomi; Uang saku, 
EDUKASI GIZI MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA KUPANG Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria F Vinsensia DP Kewa Niron
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.093 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3515

Abstract

Masa tumbuh kembang yang cepat perlu didukung dengan status gizi yang baik. Akan tetapi masalah gizi pada siswa sekolah dasar masih cukup banyak Masalah gizi pada siswa sekolah dasar bukan hanya terbatas pada masalah kurang gizi, tetapi juga masalah kelebihan gizi (overweight dan obesitas). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gizi pada siswa sekolah dasar, yaitu melakukan pendidikan gizi. Harapan dari upaya ini adalah orang dapat memahami pentingnya makanan dan gizi, sehingga mau bersikap dan bertindak mengikuti norma-norma gizi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2022 di SD Inpres Oebufu, Kota Kupang. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dan siswa di SD Inpres Oebufu dengan total peserta 40 orang. Edukasi gizi ini dilaksanakan dalam beberapa metode, yaitu ceramah dan pemutaran film. Hasil perhitungan pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan orang tua terhadap seluruh materi penyuluhan yang diberikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 47, sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 77,25.
POLA MAKAN DAN EFEKTIFITAS EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI KOTA KUPANG Maria Goreti Pantaleon; Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2023): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron Nutritional Anemia is Anemia that arises due to iron deficiency so that the formation of red blood cells and other functions in body disrupted. Nutritional anemia is very common in Indonesia an occur in every age groups. Riskesdas 2018 found that is increase in cases of anemia in young women. In 2013, there is 37,1 percent of young women experienced anemia. The largest proportion of anemia occurs in the age group 15 – 24 years, and those aged 25 to 34 years. The purpose of this study was to describe the diet of young women, and to analyze the effectiveness of nutrition education on increasing the knowledge of young women about nutritional anemia in Kupang City. The sample in this study were 30 young women. The research was conducted in May until October 2022. The result found that there were differences in knowledge before and after being given education with a value of p = 0.000, and the results of the analysis of the effectiveness of educational methods on changes in knowledge showed that there were no significant differences of three methods on changes in knowledge of young women p = 0.532. to describe the dietary pattern of respondents, it is known that the highest energy consumption is in the sufficient category (43.33%), the highest protein consumption in in the sufficient category (33,33%), and the highest iron consumption in in the less category (93,33%). Keywords : Iron Deficiensy, Knowledge, and Diet
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL BERBASIS KELOR DI KOTA KUPANG Meirina Sulastri Loaloka; Asweros Umbu Zogara; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Maria Goreti Pantaleon
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i3.849

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan yang gizi yang tinggi. Daun kelor kaya akan beta karoten, vitamin C, vitamin E, polifenol, dan sumber antioksidan alami yang baik. Akan tetapi tanaman kelor masih kurang dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan kader posyandu dan ibu balita tentang olahan kelor, yaitu kroket kelor, cendol kelor dan bolu kelor. Sasaran kegiatan ini adalah kader dan ibu balita di Posyandu Kamboja II, Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode, yaitu ceramah dan demo/praktik. Hasil kegiatan ini adalah seluruh peserta paham tentang pembuatan makanan berbasis kelor dan mampu menghasilkan keuntungan dari penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat ibu balita memiliki variasi makanan yang diberikan kepada balita dan juga produk ini dapat dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga.