Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Sarapan Pagi One Dish Meal (Rice Bitterballen) Pada Orangtua Siswa di SD Inpres Oepura 3 Kota Kupang Maria Pantaleon; Christine R. Nenotek; Asweros Umbu Zogara
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6845

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kader penerus bangsa yang harus dijaga dan dilindungi serta diperhatikan tumbuh kembangnya. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal tentunya perlu didukung oleh ketersediaan pangan dalam keluarga yang memadai dan sesuai dengan gizi seimbang. Salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan status gizi anak sekolah adalah dengan menyediakan sarapan pagi yang sehat dan bergizi seimbang secara teratur setiap hari. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan masalah gizi pada anak usia sekolah perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Di Indonesia, prevalensi sangat pendek dan pendek pada anak usia 5-12 tahun mencapai 23,6%, sangat kurus dan kurus mencapai 9,2%, serta gemuk dan obesitas 20,0%. Di NTT, prevalensi sangat pendek dan pendek pada anak usia 5-12 tahun mencapai 41,1%, sangat kurus dan kurus mencapai 18,5%, serta gemuk dan obesitas 6,1%. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan orangtua siswa mengenai gizi seimbang dan manfaat sarapan pagi, serta keterampilan dalam pengolahan menu sarapan pagi yang bergizi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi serta demo masak menu Rice Bitter Ballen. Hasil kegiatan seluruh peserta sangat antusias saat mendengarkan penyuluhan serta dalam mempraktekkan menu sarapan yang sehat dan bergizi seimbang.
Penyuluhan Gizi seimbang dan Pemberian PMT Bagi siswa sekolah dasar di SD Inpres Tarus 2 Di Kabupaten Kupang Meirina S Loaloka; Anak Agung Ayu Mirah Adi; Agustina Setia; Asweros Umbu Zogara; Astuti Nur
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8882

Abstract

Gizi seimbang merupakan Susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi. Kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang memiliki tujuan untuk memberikan dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi mengenai pentingnya penerapan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan gizi seimbang dan Pemberian PMT yang diadakan pada SD Inpres Tarus II dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswi dalam pemahaman asupan gizi yang seimbang. Melalui kegiatan ini siswa siswi dapat mengetahui asupan gizi yang seharusnya di konsumsi sesuai dengan usia dan kondisi tubuhnya. Anak-anak yang sejak dini di ajarkan atau di beri pemahaman mengenai gizi seimbang akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan menjadi pondasi untuk kedepannya dalam memperhatikan asupan makanan yang masuk dalam tubuh, siswa-siswi juga dapat memilah-milah makanan yang baik untuk tubuh mereka karena sudah memiliki pemahaman yang sudah di dapat sebelumnya
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Screen Time dengan Kebiasaan Jajan pada Balita Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti; Nur, Astuti; Nita, Maria Helena Dua; Sine, Juni Gressilda L.; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.13-21

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi jajanan dilakukan oleh semua individu, termasuk balita. Konsumsi jajanan secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi jajanan pada balita adalah pengetahuan gizi ibu dan screen time. Ibu berpengetahuan gizi baik cenderung memberikan makanan yang sehat dan bergizi kepada anaknya. Penggunaan screen time yang lama akan meningkatkan konsumsi jajanan. Tujuan: menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kupang pada bulan Maret sampai Juni 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berumur 24-59 bulan berjumlah 366 orang. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Pengetahuan gizi ibu masih kurang (56,6%) dan screen time pada balita cukup tinggi, yaitu ≥2 jam per hari (77,9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita (p value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan screen time dengan kebiasaan jajan pada balita.
Pengaruh Penambahan Tepung Tempe dan Tepung Kelor Terhadap Kandungan Gizi Formula Teko (Tempe Kelor) Loaloka, Meirina S; Zogara, Asweros Umbu; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Costa, Santa Luciana Da; Niron, Maria F.D.P Kewa
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.27356

Abstract

Nutrition problems in Indonesia are still a serious health problem with 28,47% of children are in a condition of malnutrition and malnutrition. Efforts to develop materials Nutritious and affordable food is very necessary. This research was conducted to prove The impact of giving skim milk with the substitution of tempeh flour and moringa flour improve nutritional status in children with malnutrition. This research uses design completely randomized, namely with 4 treatments with 1 standard treatment. Based on the results above showed that the addition of tempeh flour and moringa flour had an effect on the levels The nutritional content of the product produced, especially protein, is 3.076. This is due to because the portion of carbohydrates was replaced with tempeh flour and moringa flour, it increased tempe flour and moringa flour are supplemented or added to the teko formula, the protein content in the formula becomes high so the teko formula is Substituted with tempeh flour and moringa flour, it can be consumed by malnourished toddlers can meet their nutritional needs.
Status Gizi dan Kaitannya dengan Body Image dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri Zogara, Asweros Umbu; Pantaleon, Maria Goreti; Nur, Astuti; Loaloka, Meirina Sulastri; Ruaida, Nilfar; Sammeng, Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32414

Abstract

Remaja putri rentan mengalami masalah gizi dibandingkan remaja laki-laki. Pola makan memberikan kontribusi paling besar pada masalah kekurangan gizi remaja putri. Faktor-faktor lainnya, yaitu body image dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang pada bulan Mei sampai Agustus 2021 dengan sampel berjumlah 397 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini akan diuji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan body image (p value = 0.000) dan aktivitas fisik (p value = 0.008) berhubungan dengan status gizi remaja putri. Faktor body image dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat diubah. Remaja putri perlu diberikan pemahaman agar dapat beraktivitas fisik secara teratur dan memandang berat dan bentuk tubuhnya secara positif.
Pencegahan Masalah Gizi Remaja Melalui Pembentukan Posyandu Remaja di Kelurahan Naioni Kota Kupang Pantaleon, Maria Goreti; Nita, Maria Helena Dua; Sanjiwani, Putu A.; Nenotek, Christine R.; Zogara, Asweros Umbu; Loaloka, Meirina S.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10866

Abstract

Remaja merupakan aset bangsa untuk terciptanya generasi mendatang yang baik. Kebutuhan gizi remaja relatif besar, karena remaja masih mengalami masa pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktifitas fisik lebih tinggi dibandingkan dengan usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak. Oleh karena itu, asupan pada remaja sebaiknya mengandung jumlah zat-zat gizi yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Sebagai contoh remaja putri membutuhkan makanan dengan kandungan zat besi yang tinggi, terutama remaja putri yang mengalami haid setiap bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah masalah-masalah gizi dan kesehatan pada remaja, melalui pembentukan posyandu remaja. Posyandu remaja diharapkan menjadi sebuah wadah masyarakat yang memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan mereka, dan memberdayakan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif terhadap masalah kesehatan remaja
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i02.505

Abstract

Masa balita merupakan periode yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ke depannya. Oleh karena itu, perlu diperhatikan kondisi kesehatan, termasuk status gizi balita. Masalah stunting memiliki dampak yang besar bagi masa depan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor orangtua dan kejadian stunting pada balita di Desa Kairane dan Desa Fatukanutu. Penelitian dilaksanakan di Desa Kairane dan Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang pada bulan September sampai Desember 2019. Desain studi cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian berjumlah 176 balita dan data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor orang tua yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah pendidikan ayah (Pvalue=0,035) dan ibu (Pvalue=0,031), jumlah anggota keluarga (Pvalue=0,008), dan pengetahuan gizi ibu (Pvalue=0,002). Sedangkan pekerjaan ayah (Pvalue= 0,233) dan pekerjaan ibu (Pvalue= 0,895) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan zat gizi yang berhubungan dengan kejadian stunting, yaitu asupan protein (Pvalue=0,002) dan lemak (Pvalue=0,017). Sedangkan asupan karbohidrat tidak berhubungan dengan kejadian stunting (Pvalue=0,687). Perlu dilakukan intervensi gizi untuk memperbaiki status stunting pada balita, antara lain peningkatan pengetahuan gizi ibu dan asupan makanan yang bergizi.
Teman Sebaya dan Aktivitas Fisik Kaitannya dengan Perilaku Diet pada Remaja Putri Asweros Umbu Zogara; Meirina Sulastri Loaloka; Maria Goreti Pantaleon
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2060

Abstract

Banyak remaja putri yang tidak puas dengan tubuhnya sehingga melakukan diet untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Akan tetapi seringkali diet yang dilakukan remaja putri merupakan diet beresiko padahal diet ini akan membawa dampak negatif bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara variabel bebas, yaitu teman sebaya dan aktivitas fisik dengan variabel terikat, yaitu perilaku diet remaja putri. Rancangan cross sectional diaplikasikan dalam studi ini. Waktu studi ini adalah bulan Januari sampai Mei 2022 di Kota Kupang. Responden dalam studi ini, yaitu remaja putri berjumlah 349 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel teman sebaya dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan aktivitas fisik dikumpulkan dengan form The International Physical Activity Questionnaire - Short Form (IPAQ-SF). Variabel perilaku diet yang dikumpulkan menggunakan kuesioner Youth Risk Behavior Surveillance. Uji chi square dipakai untuk menelaah hubungan variabel bebas dan terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teman sebaya (P-value = 0,000) dan aktivitas fisik (P-value = 0,014) berhubungan signifikan dengan perilaku diet remaja putri. Remaja putri perlu diberikan edukasi secara terus-menerus agar membina hubungan positif dengan teman sebaya dan selalu beraktivitas fisik secara teratur dengan porsi yang cukup.
Pelatihan pembuatan “Pie Susu Sokhateri” Tinggi Protein dan Zat Gizi Mikro bagi kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Manutapen Loaloka, Meirina S; Zogara, Asweros Umbu; da Costa, Santa Luciana D.V.; Adi, A.A.Ayu Mirah; Peni, Jane Austen
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.10590

Abstract

Pie susu sokatheri merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki kandungan gizi yang tinggi akan protein dan zat gizi mikro, yang terdiri dari Kacang hijau, kacang tanah, sorghum dan ikan teri.  Tujuan dari kegiatan ini Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) maka perlu pemberian makanan tambahan khususnya bagi kelompok rawan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi. Dalam rangka penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi pada lingkup pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yaitu pemberian makanan tambahan. sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu di wilayah kerja puskesmas manutapen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 metode yaitu ceramah dan praktek. Hasil dari kegiatan ini Peserta sangat antusias mengikuti tahapan kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan mengolah PMT bagi ibu hamil KEK. selain itu, manfaat lain yang di dapatkan peserta adalah produk ini bisa menjadi PMT bagi ibu hamil di posyandu kelurahan manutapen, para kader berharap untuk kegiatan seperti ini agar terus berlanjut
Asupan karbohidrat, status gizi dan kebugaran jasmani siswa sekolah dasar di kota Kupang Putu Amrytha Sanjiwani; Asweros Umbu Zogara
Kupang Journal of Food and Nutrition Research Vol. 1 No. 1 (2020): Kupang Journal of Food and Nutrition Research
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Physical fitness is one important indicator of health, because it has function as predictor not only for cardiovascular problem and other diseases but also indicate of academic achievement and psychosocial problem. Nutrition is one of determinant factor of physical fitness through supply energy for physical activity. Carbohydrate is the biggest energy supply for body, specifically glucose for rapid energy supply and glycogen for energy saving. Glycogen will use when body lack of glucose in the blood to supply energy for activity. Objective: to analysis correlation between carbohydrate intake and nutritional status with physical fitness among school children Methods: This study was Cross-sectional study with 204 elementary school children became from 11 elementary school in Kupang city. Measurement of carbohydrate intake used 24-h recall and was analysed by Nutrisurvey application. Measurement of nutritional status used WHO BMI for age z-score and measurement of physical fitness used Harvard Step Test. Spearman rho test for analyse correlation between carbohydrate intake and nutritional status with physical fitness. Results: The prevalence of wasting was 23.5%, and 43.6% of respondents had severe deficit carbohydrate intake. Mostly of the children (>70%) had either good or excellent fitness index. Spearman rho test showed significant positive correlation between carbohydrate intake with physical fitness (r = 0.165, p=0.029) and no significant correlation between nutritional status with physical fitness (r = -0.103, p=0.143) Conclusion: There was significant positive correlation between carbohydrate intake with physical and no significant correlation between nutritional status with physical fitness.