Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) : PEMBENTUKAN KELOMPOK IBUHAMIL DI DESA KANGKUNG MRANGGEN DEMAK Machmudah -; Nikmatul Khayati; Sri Widodo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.74 KB)

Abstract

Kehamilan dan persalinan memberikan kontribusi terhadapnya banyaknya Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI sebagian besar disebabkan karena adanya komplikasi dan gawat darurat obstetrik selama kehamilan, persalinan dan nifas antara lain kasus hipertensi dalam kehamilan (pre eklampsia/eklampsia), perdarahan dan infeksi. Menurut laporan tahunan MDGs Indonesia tahun 2006, penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan, eklampsia, partus lama, komplikasi aborsi, dan infeksi. Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal jika ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC). Kepatuhan untuk melakukan ANC di Desa Kangkung Mranggen Demak masih rendah disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya program tersebut dan ketidakpatuhan ibu hamil melakukan ANC karena alasan bekerja di luar rumah (Dwijayanti, 2013). Melihat kondisi tersebut perlu dicari solusi strategis yang dapat memfasilitasi ibu hamil yaitu dengan pembentukan  kelompok ibu hamil dan kelas prenatal (kelas ibu hamil). Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelaksanaan kelas ibu hamil, pemeriksaan fisik dan deteksi dini pada ibu hamil, senam hamil. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi ketrampilan role play dan pendampingan pelaksanaan kelas ibu hamil.Evaluasi dilakukan pada pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu kemampuan instruktur, kehadiran ibu hamil dan aktivitas kader dalam  memotivasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil.
BEKAM BASAH MENURUNKAN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH PADA PENDERITA HIPERURISEMIA DI KOTA SEMARANG Sri Widodo; A. Mustofa
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.373 KB)

Abstract

Hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah di atas normal. Prevalensi hiperurisemia akhir-akhir ini cenderung meningkat. Hiperurisemia yang berkepanjangan dapat menyebabkangout, terdiri dari kelainan yang sangat serius berupa artritis pirai atau artritis gout, tophus, nefropati urat dan pembentukan batu urat pada ginjal, gagal ginjal, penyakit jantung dan mata.Terapi bekam basah memungkinkan terjadinya perlukaan kecil dan tipis pada permukaan kulit dan adanya tindakan vakumisasi memungkinkan terjadinya “ekskresi melalui kulit secara artifisial” yakni suatu proses ekskresi material melalui kulit yang dibuat dengan cara melakukan insisi/perlukaan tipis pada permukaan kulit dikombinasi dengan vakumisasi sebagai analogi dari proses ekskresi yang dilakukan ginjal. Komponen yang diekskresikan meliputi produk-produk sisa metabolisme tubuh, radikal bebas, substansi kimiawi dan biologi yang dilepaskan ke dalam cairan interstitial dan darah termasuk substansi hidrofilik dan atau hidropubik. Hasil penelitian diperoleh data bahwa terapi bekam basah tidak mempunyai efek atau pengaruh yang bermakna secara statistik meskipun terdapat kecenderungan penurunan kadar asam urat dalam darah, ditunjukkan hasil analisis secara tunggal perlakuan data nilai p sebesar 0,266 (>0,05) untuk tahap 1 kelompok A dan nilai p sebesar 0,263 (>0,05) untuk tahap 2, sedangkan kelompok B diperoleh nilai p sebesar 0,900 (>0,05) pada tahap 1 dan nilai p sebesar 0,308 (>0,05) pada tahap 2. Terapi bekam basah tidak memberi efek atau pengaruh yang bermakna statistik terhadap peningkatan kadar asam urat dalam urin bahkan cenderung menurun, hal ini ditunjukkan hasil analisis secara tunggal perlakuan data nilai p sebesar 0,102 (>0,05) untuk tahap 1 kelompok A dan p sebesar 0,157 (>0,05) tahap 2, kelompok B diperoleh nilai p sebesar 0,317 (>0,05) pada tahap 1 dan p sebesar 0,180 (>0,05) pada tahap 2. Kata kunci: terapi bekam basah, hiperurisemia dan asam urat
EFEK TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA HIPERKOLESTEROLMIA DI KLINIK BEKAM CENTER SEMARANG Sri Widodo; Khoiriyah -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.965 KB)

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya aterosklerosis, yaitu suatu plak ateromatosa atau fibrofatty flaques yang menonjol ke dalam dan menyumbat pembuluh darah, memperlemah media dibawahnya dan mungkin mengalami penyulit serius.Bentuk konsekuensi utama aterosklerosis dapat berupa serangan jantung karena infark miokardium, stroke karena infark serebri, aneurisma aorta dan penyakit vaskuler (gangren tungkai). Terapi bekam basah dapat menurunkan kadar kolesterol total dan kadar LDL serta menaikkan HDL dan mempunyai efek pencegahan terhadap terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar kolesterol darah total pada laki-laki usia 20 – 65 tahun yang  hiperkolesterolemia di Klinik Bekam Center Semarang. Penelitian ini adalah merupakan penelitian aksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian nonrandomizedpre test-post test control group design. Hasil kadar kolesterol darah total subjek penelitian secara umum berkisar antara 226 mg/dl hingga 314 mg/dl dengan simpangan baku 27. Kadar ini cenderung menurun berdasarkan progres intervensi. Rerata kadar kolesterol darah total awal283.5, menurun menjadi 246 pada tahap kedua, dan menjadi 244.25 pada tahap akhir. Data ini menunjukkan perbedaan kadar yang signifikan berdasarkan progres perlakuan yang berarti juga ada pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol darah total padapenderita hiperkolesterolemia. Hasil uji Anova menunjukkan nilai F=4,332 dan p=0,048
OPTIMALISASI UKS DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN DI SEKOLAH MELALUI PELATIHAN KEGAWATDARURATAN DASAR Chanif -; Maryam -; Sri Widodo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.493 KB)

Abstract

The Position of red cross personnel in school trained in prehospital stage in an integrated system of emergency response (SPGDT) has a very strategic position. The victim's condition requiring the airway clear, adequacy of pulmonary ventilation, blood circulation is good and avoid further bleeding and protected from disability becomes an important point that a first helper must have an adequate scientific basis on skills Patient Emergency Response. The school is one of the educational institution as a place to learn the students gain knowledge. Various circumstances in the school environment could trigger the arrival of emergency medical service that can not be estimated time for example a storied school building, a slippery floor can be at risk of risk of injury. It is necessary a safe community concept in the school environment such as in SMA 1 and SMK Muhammadiyah Semarang. This study aims to describe the knowledge of emergency first aid in members of the red cross at each school. The methodology in this study is descriptive study with number of subject is 44. Result of the study showed that the average score of knowledge before and after is 46 and 63 respectively. If members of red cross dealing with emergency cases of trauma and non-trauma or in the school environment should be able to provide first aid by using the steps appropriate action. To achieve this, the participants were given training First Emergency Aid Course (EFAC), basic emergency equipment procurement tool in each school and development activities in a sustainable manner.Key words: Training, emergency first aid course, red cross
Co-Authors - Sulistiyawati A. Dirwan A. Mustofa A. Noor Setyo HD A.Noor Setyo HD, A.Noor Abd Razak Kadir Abdullah Kilian Achmad Sumitro Ade Rifaldi Adityo Noor Setyo Hadi Darmo Agung Suryadi Agus Ardianto Budiman Ahmad Faisal Alfian Nawir Alia Bihrajihant Raya Amalya Puspitasari Andi Nurul Isma Yogie Wirdaningsi Adi Anshariah, Anshariah Any Suryantini Ari Astuti Arief Nashrullah Arif Nurwasikto Arif Nurwaskito Arif Nurwaskito Aris Priyatmoko Aryanti V A Aryanti Virtanti Anas Asta Arjunoarwan Hatta Budi Santoso Budi Setiawan Budiarto Tedy Agung C. Catur Pramono Chanif - Cryzna Rizky Hermawan Desy Puspita Devia Fairus Bilqis Didik Sumanto Dwi Wahyu Retnaningtyas Elsi Dwi Hapsari Erwin Suhendar Fadhillah Ayu Pratiwi Firman Nullah Yusuf Fuad Hilmy Habibie Anwar Hanny Putri Ariani Haryanti Fitri Hasbi Bakri Hasyim Tri Gustomo Herindiyati Herindiyati Husniyatun Nisrina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Justitia Julita Indarwati Indarwati Indra Wahyudin Irzal Nur, Irzal Khoiriyah - Kisman Kisman Kun Suharno Kun Suharno Lakon Utamakno Lathif Talayansa M. Rezky Agung Setiawan M.S.Priyono Nugroho Machmudah - Machmudah Machmudah Marwan Syah Maryam - Maryatun Masyhuri Masyhuri Meinarni Thamrin Miftahkul Khoir Muhamad Galih Ardiyanto Muhammad - Ramli Muhammad - Ramli Naomi Falirat Naufal Widiyatama Aslam Nazarudin Rif’at Rasyidi Nikmatul Khayati Nirmana Fiqra Qaidahiyani Nur Asmiani Nurliah Jafar Nurliah Jafar Prasetyawati Umar, Emi Purwanto Purwanto Rahmah Hidayanti Andi Wawo Ratih Hardini Kusuma Putri Ricky Dwi Akhsanul Rini Novrianti Sutardjo Rizki Amalia Roby Mardiyan Safitra Samto Hadi Sandi Setya Wibowo Sigit Mujiarto Siti Maesaroh Sofyan P. Warsito Sri Peni Wastutiningsih Sufriadin, Sufriadin Suparmi Suparmi Syamsul Fahmi Syamsunasir Syarifuddin Syarifuddin Transtoto Handadhari Trisiwi Wahyu Widayati Wahyudin Wahyudin Wijiyanto - Xander Salahudin Yosepha, Sri Yanthy Yulinaus Mendaun