Articles
Hubungan dukungan sosial dengan kecemasan karir pada fresh graduate yang sedang mencari kerja di kota Padang
Syasya Asyiah;
Suci Rahma Nio
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 1 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62260/causalita.v3i1.430
Penelitian ini berfungsi untuk melihat hubungan Dukungan sosial dengan kecemasan karier pada fresh graduate yang sedang mencari kerja. Penelitian ini menggunakan skala Future Career Anxiety yang berasal dari Tsai et al. (2017) dan skala dukungan sosial yang digunakan dirancang oleh Sukrisnawati (2022) dengan dasar teori Sarafino dan Smith (2011). Sampel penelitian ini berjumlah 279 fresh graduate menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menunjukan nilai Rank Spearman dengan bantuan IBM SPSS statistic25 for window. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai coefficient corelation sebesar -0,458yang artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara hubungan dukungan sosial dengan kecemasan karier pada fresh graduate yang sedang mencari kerja di kota Padang. Hal ini menunjukan bahwa kecemasan karier fresh graduat akan meningkat jika dukungan sosial menurun, begitu pula sebaliknya dengan Ha diterima dan Ho ditolak.
Hubungan Spouse Support terhadap Work Family Pada Wanita Bekerja Yang Memiliki Anak
Haq, Mutmainnah Fitri;
Nio, Suci Rahma
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/es.v6i2.1767
Tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan spouse support terhada work family conflict pada wanita bekerja yang memiliki anak. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan peneliti, teknik pengumpulan data dengan skala likert. Responden dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan wanita yang memiliki anak usia dibawah pra-sekolah di Kecamatan Pasaman sebanyak 60 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Analisis penelitian menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara spouse support terhada work family conflict dengan nilai r= -0,651 dengan signifikansi p<0.05.
Hubungan Stress Akademik dengan Motivasi Akademik pada Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi
Nadyandra, Kurnia Ramadhani;
Nio, Suci Rahma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i2.6701
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stress Akademik Dengan Motivasi Akademik Pada Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Universitas Negeri Padang. Sampel penelitian yang digunakan yaitu 148 orang mahasiswa yang diambil berdasarkan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Academic Stress Scale dan Educational Stress Scale for Adolescents. Uji validitas terhadap Academic Motivation Scale memiliki nilai indeks 0,315 - 0,762, sementara hasil uji validitas terhadap Academic Stress Scale for Adolescents memiliki nilai indeks 0,341 - 0,721. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) sebesar -0.194 dan signifikansi 0.018 (p<0.05), sehingga dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa stress akademik memiliki korelasi yang signifikan dengan motivasi akademik dengan jenis korelasi negatif.
Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja
Rafi, Muhammad;
Nio, Suci Rahma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v7i2.8760
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku phulbbing pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah remaja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang remaja Kota Padang belrulsia 11-18 tahuln dan menggunakan smartphone > 6 jam. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Phubbing yang dikelmbangkan olelh Chotpitayasulnondh dan Douglas (2018) yaitu Gelnelric Scalel of Phulbbing (GSP) dan skala kontrol diri yang melngacul pada telori kontrol diri yang dikelmulkakan olelh Avelrill (Harahap, 2017). Analisis data menggunakan uji korelasi produlct momelnt spelarman. Hasil analisis data didapatkan sebesar -0,304 artinya telrdapat hubungan negatif yang cukup signifikan antara kontrol diri dengan perilaku phulbbing pada remaja, yaitu semakin tinggi kontrol diri pada remaja maka akan semakin rendah tingkat perilaku phulbbing yang dilakukan remaja, begitu pun selbaliknya semakin rendah kontrol diri pada remaja maka akan semakin tinggi perilaku phulbbing yang dilakukan remaja.
Hubungan Career Adaptability dengan Work Readiness Mahasiswa Tingkat Akhir D3 di Universitas Negeri Padang
Ayuni, Sarah;
Nio, Suci Rahma
TSAQOFAH Vol 5 No 3 (2025): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i3.6050
This study aims to examine the relationship between career adaptability and work readiness among final-year diploma (D3) students at Universitas Negeri Padang. A quantitative method with a correlational design was employed. The study population consisted of final-year D3 students from the 2021–2022 cohorts, with a sample of 311 participants selected using proportionate stratified random sampling. The instruments used included the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) and a work readiness scale. Data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test. The analysis yielded a correlation coefficient of 0.603 with a significance value (2-tailed) of 0.000, indicating a positive and significant relationship between career adaptability and work readiness. This means that the higher a student’s level of career adaptability, the higher their level of work readiness, and vice versa. These findings underscore the crucial role of career adaptability in preparing students for the workforce and provide a foundation for strengthening career guidance interventions in vocational higher education settings.
PENGARUH SELF EFFICACY TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA AKHIR PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Nadia Brilianty Nabila;
Suci Rahma Nio
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.10953
This study aims to examine the relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students of the Psychology Study Program at Universitas Negeri Padang. The research gap lies in the limited number of studies that specifically investigate the relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students, particularly Psychology students, who are in the transition phase from academic life to the workforce. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 228 students selected using purposive sampling. Data were collected using Likert scales to measure self-efficacy based on Bandura’s theory and career maturity based on Super’s theory. The data were analyzed using Spearman’s correlation because the data were not normally distributed. The results showed a positive and significant relationship between self-efficacy and career maturity among final-year students of the Psychology Study Program at Universitas Negeri Padang. Thus, the higher the students’ self-efficacy, the higher their career maturity. These findings indicate that strengthening self-efficacy is important in helping final-year students prepare for career planning, career exploration, and career decision-making more maturely. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan kematangan karir pada mahasiswa akhir Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang. Gap penelitian ini terletak pada masih terbatasnya kajian yang secara spesifik meneliti hubungan self-efficacy dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat akhir, khususnya mahasiswa Psikologi, yang sedang berada pada fase transisi dari dunia akademik menuju dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 228 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert untuk mengukur self-efficacy berdasarkan teori Bandura dan kematangan karir berdasarkan teori Super. Analisis data menggunakan Spearman Correlation karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan kematangan karir pada mahasiswa akhir Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang. Dengan demikian, semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin tinggi pula kematangan karir yang dimilikinya. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan self-efficacy penting dalam membantu mahasiswa tingkat akhir mempersiapkan perencanaan, eksplorasi, dan pengambilan keputusan karir secara lebih matang.
Analisis Gaya Kepemimpinan Direktur Operasional PT Swakarya Pagaran Amerta dalam Perspektif Psikologi Kepemimpinan
Widya Maharani;
Ana Yuliani;
Sherly Yulitri;
Azizah Meihana;
Nayya Desrial Marsanda;
Alifurizky Alifurizky;
Suci Rahma Nio
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63822/q2hep036
This study aims to analyze the leadership style implemented by the leader of PT Swakarya Pagaran Amerta from the perspective of leadership psychology. The research employed a qualitative method with a case study approach through direct interviews with the Operational Director of PT Swakarya Pagaran Amerta. The collected data were analyzed based on leadership theories, particularly democratic, transactional, and transformational leadership. The findings indicate that the company's leader applies a democratic leadership style characterized by open communication, employee involvement in decision-making processes, and appreciation of team members' opinions. In addition, transactional leadership practices are evident through the implementation of reward and punishment systems based on employee performance. The leader also demonstrates transformational leadership characteristics by providing motivation, guidance, and support for employee development. The combination of these leadership styles contributes to a positive work environment, enhances employee motivation, and supports the achievement of organizational goals effectively. Therefore, the leadership approach implemented not only focuses on organizational performance but also emphasizes human resource development and employee well-being.
Future Orientation and Work Readiness in the Context of Curricular Internship: An Industrial-Organizational Psychology Perspective
Cindy Vanesha;
Suci Rahma Nio
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty of Islamic State University Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/ijip.v8i1.6699
This study aims to examine the relationship between future orientation and work readiness among psychology students who have participated in a curricular internship program using an industrial and organizational psychology perspective. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional correlational design, involving 222 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the Work Readiness Scale (WRS) and a future orientation scale with good reliability. Data analysis employed Spearman’s correlation. The results indicate a significant positive relationship between future orientation and work readiness (r = 0.680; p < 0.001), indicating a strong relationship. These findings underscore the importance of psychological factors in supporting students’ transition from the academic world to the workplace.This study contributes to the development of interdisciplinary psychology by integrating educational experiences and competencies in industrial and organizational psychology, and emphasizes the role of future orientation in enhancing.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Pegawai UPTD Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto
Farhan Lauhil Athallah;
Suci Rahma Nio
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63822/vvp55k03
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja pegawai UPTD Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan, sedangkan stres kerja menjadi salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi kinerja individu di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 51 pegawai UPTD Puskesmas Kampung Teleng Kota Sawahlunto yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Stres Kerja yang dikembangkan oleh Shukla dan Srivastava serta Skala Kinerja Karyawan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) yang dikembangkan oleh Koopmans. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja pegawai dengan nilai signifikansi p < 0,05. Koefisien regresi bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pegawai, maka semakin rendah kinerja pegawai, dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan stres kerja yang baik penting untuk meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan puskesmas. Oleh karena itu, instansi diharapkan dapat memperhatikan faktor-faktor penyebab stres kerja guna mendukung peningkatan kinerja pegawai secara optimal.
Analisis Komparasi Kepuasan Kerja Perawat Indonesia yang Bekerja di Indonesia dan Jepang
Andareas Kiser Purba;
Suci Rahma Nio
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2363
Perawat memegang peranan penting dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga tingkat kepuasan kerja perawat merupakan aspek krusial yang menjadi perhatian. Perbedaan sistem kerja, budaya organisasi, serta lingkungan pekerjaan antar negara diduga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja perawat. Penelitian bertujuan guna menganalisis serta membandingkan kepuasan kerja perawat Indonesia yang bekerja di Indonesia dan Jepang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Responden penelitian ini sebanyak 192 perawat Indonesia (96 perawat di Indonesia dan 96 perawat Indonesia di Jepang) yang didapatkan mempergunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepuasan kerja Hapsari (2019). Analisi data mempergunakan uji independent samples t-test guna memahami pertidaksamaan kepuasan kerja dari masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kerja perawat di kedua negara berada pada kategori sedang. Di Indonesia, sebanyak 62,50% perawat berada pada kategori kepuasan kerja sedang, sedangkan di Jepang mencapai 76,04%. Meskipun demikian, nilai rata-rata kepuasan kerja perawat Indonesia yang bekerja di dalam negeri (M = 31,47) lebih tinggi dibandingkan perawat Indonesia yang bekerja di Jepang. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kepuasan kerja yang signifikan antara kedua kelompok perawat, sehingga hipotesis Ha diterima.