Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Efek Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol Daun Jagung (Zea mays L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermis sebagai Antijerawat. susan mogi; Hosea Jaya Edy; Jainer Pasca Siampa
PHARMACON Vol. 13 No. 2 (2024): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.13.2024.50158

Abstract

Daun Jagung (Zea mays L.) memiliki kandungan flavonoid dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji antibakteri sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Jagung terhadap bakteri Staphylococcus epidermis serta membuktikan sediaan yang berkualitas berdasarkan parameter uji sifat fisik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, formula sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun Jagung dibuat dengan variasi konsentrasi 2, 4, dan 6%. Ekstrak daun Jagung diperoleh dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pada pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Diameter zona hambat paling besar yang ditimbulkan oleh sediaan masker gel peel-off pada konsentrasi 6% dengan diameter zona hambat sebesar 2,83 mm dan kemampuan daya hambat dikategorikan lemah. Pada uji fisik sediaan memenuhi persyaratan uji. Dapat disimpulkan bahwa sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol daun jagung memenuhi parameter uji fisik dan memiliki aktivitas antibakteri yang lemah.
UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN SESEWANUA (CLERODENDRON SQUAMATUM VAHL.) Mallaka, Indriyani; Mansauda, Karlah Lifie Riani; Edy, Hosea Jaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33954

Abstract

Clerodendron squamatum Vahl. atau biasa dikenal dengan tumbuhan Sesewanua mengandung banyak metabolit sekunder seperti saponin, alkaloid, tanin, dan flavonoid serta memiliki aktivitas antiinflamasi, antibakteri dan antioksidan. Pengembangan sediaan obat dari bahan alam daun sesewanua menjadi sediaan untuk menangani permasalahan kulit masih terbatas, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan patch ekstrak etanol daun sesewanua sehingga dapat mengembangkan sediaan patch berbahan aktif ekstrak kental daun sesewanua, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi serta menguji stabilitas fisik sediaan patch yang diformulasikan. Daun sesewanua diekstraksi dengan metode maserasi kemudian ekstrak kental yang didapatkan dari hasil maserasi diformulasikan menjadi sediaan patch dengan 15% konsentrasi ekstrak daun sesewanua, selanjutnya dievaluasi dan diuji stabilitas selama 28 hari penyimpanan pada dua suhu berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan patch yang diformulasikan memenuhi persyaratan parameter evaluasi fisik sediaan patch, juga memenuhi persyaratan uji stabilitas penyimpanan suhu ruang 29°±2°C dan suhu dingin 4°±2°C selama 28 hari penyimpanan yaitu untuk uji organoleptik (warna, bau dan tekstur sediaan), uji susut pengeringan, uji pH, uji ketebalan dan uji daya tahan lipatan sediaan patch. Kesimpulannya formulasi sediaan patch ekstrak etanol daun sesewanua dengan 15% konsentrasi ekstrak daun sesewanua stabil dalam penyimpanan selama 28 hari pada suhu ruang 29°±2°C dan suhu dingin 4°±2°C
STANDARISASI EKSTRAK MANGROVE Sonneratia ovata Backer. DARI DESA TONGKAINA, BUNAKEN, SULAWESI UTARA SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT TOPIKAL Jaya Edy, Hosea; Parwanto, edy; Sudewi, Sri; Hariyanto, Yuanita Amalia
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.59468

Abstract

Mangrove merupakan tanaman yang tumbuh pada area pantai atau daerah pesisir, hingga membentuk ekosistem hutan mangrove. Mangrove memiliki kandungan metabolit sekunder yang sangat beragam dan sangat berpotensi sebagai bahan baku obat-obatan. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi dan standarisasi ekstrak daun mangrove Sonneratia ovata Backer. yang dikoleksi dari desa Tongkaina, Sulawesi Utara. Metode standarisasi ekstrak dengan melakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non-spesifik ekstrak serta pengujian sterilitas ekstrak etanol daun mangrove Sonneratia ovata Backer. dari desa Tongkaina. Nilai kadar sari ekstrak etanol terlarut air adalah 18,78 % dan nilai kadar sari ekstrak larut etanol adalah 25,44%. Nilai susut pengeringan dari ekstrak etanol daun S. ovata adalah 0,187 % dan nilai kadar air dalam ekstrak adalah 7,254 %. Nilai kadar abu ekstrak daun S. ovata adalah 3,940 % dan nilai kadar abu tidak larut asam adalah 0,410 %. Ekstrak etanol daun S. ovata bebas kontaminan mikroorganisme dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku zat aktif sediaan topikal berbasis bahan alami.
PENGENALAN PANGAN LOKAL SEBAGAI EDUKASI GIZI DAN PENCEGAHAN STUNTING DI MIN 1 MINAHASA Sudewi, Sri; Sarwan, Sarwan; Edy, Hosea Jaya
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 2 JANUARI 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i2.41144

Abstract

Stunting menjadi isu kesehatan nasional yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang masih berada di bawah standar aman. Untuk mengatasinya, MIN 1 Minahasa bekerja sama dengan Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melaksanakan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) terkait edukasi gizi anak (ega) melalui program pencegahan stunting berbasis produk pangan lokal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, keterampilan memasak, dan konsumsi pangan lokal yang bergizi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi terkait pencegahan stunting, pelatihan memasak berbahan pangan lokal, distribusi paket makanan sehat, serta pengenalan menu berbasis pangan lokal di kantin sekolah. Kegiatan ini melibatkan 79 siswa dan 30 guru serta komite, dimulai dengan pengukuran kesehatan siswa melalui berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan. Guru dan komite sekolah mengikuti pelatihan memasak berbahan lokal seperti kripik daun gedi, es krim alpukat, dan minuman berbasis labu kuning (sambiki), sementara siswa diperkenalkan pada menu-menu tersebut. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan stunting dan gizi seimbang, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelah program. Keterampilan memasak guru dan komite juga meningkat dari 50% menjadi 90%, sedangkan konsumsi pangan lokal di kalangan siswa menunjukkan peningkatan signifikan dengan tingkat kepuasan mencapai 90%. Pengukuran status gizi siswa yang menerima paket makanan sehat menunjukkan perbaikan yang signifikan. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan konsumsi pangan lokal di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Minahasa serta meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak melalui asupan gizi yang lebih baik. Kata kunci: Edukasi gizi, stunting, pangan lokal, pangan fungsional, MIN 1 Minahasa. ABSTRACT Stunting is one of the national health issues that requires serious attention, especially in Minahasa Regency, North Sulawesi, which is still below safe standards. To overcome this problem, MIN 1 Minahasa in collaboration with the Pharmacy Study Program of FMIPA Sam Ratulangi University (Unsrat) implemented a Community-Based Empowerment Program (CEP) related to child nutrition education (ega) through a stunting prevention program based on local food products. The program aims to increase awareness, cooking skills, and consumption of nutritious local food in the school’s elements. The methods used include nutrition education related to stunting prevention, cooking training with local ingredients, distribution of healthy food packages, and the introduction of local food-based menus in school canteens. This activity involved 79 students and 30 teachers as well as a committee, starting with measuring the health of students through weight, height, and arm circumference. Teachers and school committees participated in cooking training with local ingredients such as gedi leaf chips, avocado ice cream, and yellow pumpkin-based drinks (sambiki), while students were introduced to the menus. The results of this program show an increase in awareness of stunting and the importance of balanced nutrition, from 50% before the program to 90% after the program. The cooking skills of teachers and committees also increased from 50% to 90%, while the consumption of local food among students showed a significant increase with a satisfaction rate of 90%. Measurement of nutritional status of students who received healthy food packages showed significant improvements. Overall, this program has a positive impact in increasing awareness and consumption of local food in the school environment. This step is expected to contribute to reducing the stunting rate in Minahasa Regency and improving the quality of children's health through better nutritional intake. Keywords: Nutrition education, stunting, local food, MIN 1 Minahasa
Pemanfaatan tanaman Tagetes erecta Linn. dalam kesehatan Hosea Jaya Edy; ML Edy Parwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.77-80

Abstract

Untuk mengembangkan obat baru, dewasa ini para peneliti berusaha untuk meneliti kandungan bahan alam, diantaranya kandungan zat dalam T. erecta Linn. Ekstrak etanol daun T.erecta Linn. diperoleh 17 senyawa dengan kandungan terbesar adalah senyawa neophytadiene diikuti 9,12,15-oktadecadienoic acid-methyl ester, hexadecanoic acid-methyl ester, palmitic acid, 9,12-oktadecadienoic acid, linolenic acid­-metil ester dan heptadecanoic acid. Tanaman T.erecta Linn. atau yang biasa dikenal dengan sebutan bunga tahi kotok memiliki kandungan kimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Bagian dari tanaman T.erecta Linn. yang telah diekstrak dengan berbagai macam pelarut juga telah terbukti memiliki sifat antioksidan, efek antibakteri dan mampu menyembuhkan luka. Ekstrak dari bagian tanaman T.erecta Linn. juga telah berhasil diformulasikan menjadi berbagai bentuk sedian farmasi seperti gel, krim, lotion antinyamuk dan juga pewarna rambut. Sedian farmasi dengan zat aktif ekstrak T.erecta Linn. tersebut terbukti memiliki efek yang baik dan tidak merugikan subyek uji.
Aktivitas antimikroba dan potensi penyembuhan luka ekstrak tembelekan (Lantana camara Linn.) Hosea Jaya Edy; ML Edy Parwanto
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.33-38

Abstract

Salah satu tanaman yang digunakan secara turun-temurun dalam pengobatan adalah tembelekan (Lantana camara Linn.). L. camara Linn. mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat karena jumlahnya yang sangat banyak dan mudah dibudidayakan. Hasil ekstraksi L. camara Linn. diketahui mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, steroid, polifenol, tanin. Ekstrak L. camara Linn. juga telah dibuat atau diformulasikan dalam berbagai jenis sediaan farmasi dalam bentuk semisolid seperti salep, krim maupun gel. Ekstrak methanol daun L. camara Linn. memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Ekstrak daun L. camara Linn. menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol juga memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus pyogenesis dan Micrococcus luteus) dan bakteri Gram negatif (Vibrio cholera dan Shigella dysenteriae). Selain itu, sediaan farmasi ekstrak L. camara Linn. juga memperlihatkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella typhi, Vibrio alginolyctus dan S. aureus. Aktifitas antifungi dari ekstrak etanol daun L. camara Linn. juga telah diuji terhadap jamur Trichophyton concentricum L. Sediaan farmasi ekstrak L. camara Linn. juga telah diuji aktifitas penyembuhan luka pada kulit hewan uji.
Uji Stabilitas Fisik Emulgel Klindamisin Dengan Pati Biji Alpukat Termodifikasi Oksidasi Sebagai Gelling Agent Korengkeng, Nathania Anabel; Edy, Hosea Jaya; Mansauda, Karlah Lifie
Jurnal Lentera Farma Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/lenterafarma.v1i01.4

Abstract

Emulgel merupakan sediaan emulsi baik tipe minyak dalam air (M/A) maupun air dalam minyak (A/M) yang dibuat dalam bentuk gel dengan penambahan gelling agent. Biji alpukat mengandung zat pati yang cukup tinggi, yakni sebesar 80,1%, hal tersebut memungkinkan biji alpukat sebagai alternatif sumber pati. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menguji stabilitas fisik sediaan emulgel pati biji alpukat yang termodifikasi oksidasi dapat dimanfaatkan sebagai gelling agent. Formula sediaan emulgel dibuat dengan variasi konsentrasi pati biji alpukat 2%, 4%, 6%, dan 8%. Evaluasi stabilitas sediaan menggunakan uji cycling test dengan evaluasi fisik sediaan emulgel meliputi pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah cycling test. Hasil penelitian yang didapatkan sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa pada konsentrasi 2%, 6% dan 8% sediaan emulgel pati biji alpukat memenuhi persyaratan stabilitas fisik dengan parameter uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN INSULIN (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS MANGUNE, GLORYA DORCHICYLHIA; EDY, HOSEA JAYA; JAYANTO, IMAM
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32232

Abstract

Masalah kulit yang sering dihadapi pada zaman sekarang adalah jerawat, penyebabnya bisa karena banyak hal salah satunya bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan jerawat tidak terbatas dengan penggunaan zat kimia tetapi penggunaan produk yang dihasilkan dari tanaman. Insulin (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, saponin, dan tannin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antibakteri, terlepas dari khasiat tanaman insulin pemanfaatannya sebagai antibakteri guna untuk pengobatan jerawat masih jarang. Penelitian ini untuk menguji efektivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etanol daun insulin dan mengevaluasi sediaan menggunakan parameter uji sifat fisik dan stabilitas fisik. Formula sediaan krim dibuat dengan variasi konsenterasi ekstrak etanol daun insulin 1%, 2%, 3%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunujukkan zona bening sebesar 10,20 mm pada konsenterasi 1%, 13,77 mm pada konsenterasi 2%, 14,40 mm pada konsenterasi 3% dan daya hambat tergolong kuat pada setiap konsenterasi. Hasil evaluasi fisik sediaan yang dilakukan sebelum dan sesudah cycling test menunjukkan bahwa sediaan krim memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun insulin efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus, memenuhi parameter uji fisik dan stabil.  
Effects of low-dose filtered kretek cigarette smoke on bronchial smooth muscle in male Sprague-Dawley rats Tjahyadi, David; Parwanto, Edy; Sisca, Sisca; Xavierees, Endrico; Jaya Edy, Hosea; Digambiro, Reza Aditya; Oladimeji, Ashaolu Victoria; Tjahyadi, Joey Joshua Vidova; Gabrielle, Laurentia
Universa Medicina Vol. 42 No. 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2023.v42.263-275

Abstract

BackgroundKretek cigarettes contain less nicotine and tar than conventional cigarettes. Exposure to cigarette smoke occurs mainly in the respiratory tract, resulting in histometric changes. The aim of this study was to evaluate the effect of filtered kretek cigarette smoke on bronchial histometric measurements in male Sprague-Dawley rats. MethodsAn experimental laboratory study was conducted involving 18 male Sprague-Dawley rats, aged 2-3 months, ranging from 150 to 250 grams in body weight. They were randomized into group 1 (controls) and experimental groups 2 and 3. Group 2 was exposed to filtered cigarette smoke at a dose of 1 stick/day and group 3 to 2 sticks/day. Treatment time for all groups was 30 days. Observation of bronchial histometric measurements of the lumen include, length, width, area, and perimeter. In addition, the bronchial mucosal and smooth muscle layers were also measured. The one way-ANOVA test was used to analyze the data. ResultsThe mean area and mean perimeter of the bronchial lumen of the rats were significantly greater in group 1 than in groups 2 and 3 (p=0.000). The mean bronchial smooth muscle area of the rats in group 1 was smaller than the mean in group 2, which was in turn smaller than the mean in group 3 (p=0.000). Apparently the rats in the treatment groups had undergone bronchoconstriction. ConclusionExposure to filtered kretek cigarette smoke at a dose of 1 stick/day as well as 2 sticks/day for 30 days caused bronchial mucosal hyperplasia and bronchoconstriction in male rats.
Role of sex steroid hormone on hand grip strength and cognitive function in the elderly Parwanto, Edy; Tjahyadi, David; Amalia, Husnun; Hairunisa, Nany; Edy, Hosea Jaya; Oladimeji, Ashaolu Victoria; Djebli, Noureddine
Universa Medicina Vol. 42 No. 3 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2023.v42.329-345

Abstract

The aging process is associated with changes in hormone levels. There is a noticeable change in estrogen levels in women, while in men, there is a change in testosterone levels. In the elderly, as a result of the aging process, changes in these hormone levels affect handgrip strength, and cognitive function. In both women and men, the function of several organs is influenced by sex steroid hormones, namely Oestrogen and androgens. There are two theories of steroid action mechanism on target cells, namely steroid hormone action mechanism genomically and non-genomically. The function and action mechanism of steroid hormone is important because it is the basis of the hormonal aspect for muscle mass, handgrip strength, and cognitive function. Due to the aging process, hormonal changes in the elderly are different compared to the previous period. This has consequences for changes in metabolic processes that affect the body’s condition, including changes in the composition of bones, muscles, and other tissues, such as the brain. In the aging process, it is important to pay attention to nutritional factors because they contribute to hormone levels that help maintain muscle mass, body mass index, hand grip strength, and cognitive function. In the brain, the sex steroid hormone has activating and organizational effects mediated by intracellular or transmembrane G-protein-coupled receptors. Articles published in English in the last 9 years (from 2014 to 2023) were retrieved from Science Direct, PubMed, Springer link, Oxford and Nature using relevant searching terms. The fact that testosterone bioavailability is predominated in the brain in relation to its activity and significant positive association with processing speed, sustained attention, and working memory in older men. To obtain a better quality of life for the elderly, nutritional factors must be considered to maintain optimal sex steroid hormone levels, hand grip strength, and cognitive function.
Co-Authors Abdullah, Surya Sumantri Ade Novia Mokodompit Adithya Yudistira Agnes S. G. Sahuleka Anisa Puspa Juwita Apitalau, Etserlisa A. Arsianita Ester Wawo Bidulang, Crunny Bidhya Ciptanti Putri Prakarsa Citra Tompunu David Tjahyadi Debora Tandy Djafar, Fadillah Djebli, Noureddine Eka Mulya Muthalib Ekadelania Buyung Elly Suoth Ezrani Tasiam Falles Raintung The Fathoni, Kristiani W. S. W. Fatimawali . Gabrielle, Laurentia Gayatri Citraningtyas Gratia, Berta Hairunisa, Nany Hamidah Sri Supriati Hana Katili Hardy Senjaya Haris Maupa Hariyanto, Yuanita Amalia Herny E.I. Simbala Hisan, Annisa Khoirotun Husnun Amalia I Made Putra Suwertayasa Inriani MarlinMareyke Rumayar Jainer Pasca Siampa Jainer Pasca Siampa Jayanto, Imam Jonathan Christofel Rumangkang Jovie M. Dumanauw2 Kalalo, Marko Jeremia Karlah L. R. Mansauda Karlah Lifie Riani Mansauda Korengkeng, Nathania Anabel Laloan, Dearizky Lebang, Julianri S. Legi, Angelika Pretty Lestari, Monica Dewi M. Agung Pratama Suharto Mallaka, Indriyani MANGUNE, GLORYA DORCHICYLHIA Marko Jeremia Kalalo Meilani Jayanti Missyeling Fransisca Saerang ML Edy Parwanto Mumu, Britney Stevani Nathania Anabel Korengkeng Novel Kojong Oladimeji, Ashaolu Victoria Parwanto, Edy Paulina yamlean Pongsapan, Abdul David Prayoga, Deshanda Kurniawan Puluh, Esterlina Aldora Purnomo, Novia Hanna Rajab, Mustika Nur Rambi, Salfa Efata Glory Redwik, Danni Umbu Wira Reza Aditya Digambiro Romario Aldi Rompas Santika Angela Van Gobel Sarwan, Sarwan Sergio Christiano Mandagi JR Siampa, Jainer P Siampa, Jainer Pasca Sisca Sisca, Sisca Somba, Gichella C.J Sri Murti Sari Syamsuddin Sri Sudewi, Sri Sukartiningsih, Yulita Ni Nyoman Surya Sumantri Abdullah susan mogi Tiara Mappa Tjahyadi, Joey Joshua Vidova Tondolambung, Axcel H. Tunas, Theresia H. Valencia Lumantow Viondy Damogalad Vyta N Sari Sinrang Weny Wiyono Widdhi Bodhi Widya Astuty Lolo Xavierees, Endrico Yosua Jaya Edy