p-Index From 2021 - 2026
5.094
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MISKONSEPSI MAHASISWA PADA KONSEP HIMPUNAN DITINJAU DARI KEMAMPUANNYA DALAM MENGKONSRUKSI BUKTI MATEMATIS Arif Hidayatul Khusna; Alfiani Athma Putri Rosyadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1604.92 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3735

Abstract

Salah satu hal yang mempengaruhi mahasiswa melakukan kesalahan pada materi himpunan adalah belum mahirnya kemampuan dalam membuktikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan miskonsepsi  mahasiswa pada konsep himpunan ditinjau dari kemampuannya dalam mengkonstruksi bukti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes untuk memperoleh data miskonsepsi, dan pedoman wawancara untuk mendukung temuan miskonsepsi pada instrument tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada kriteria general argument miskonsepsi yang tejadi adalah ketidaksesuaian penafsiran konsep himpunan kosong dengan makna konsep himpunan kosong yang sebenarnya serta ketidak akuratan konsep subset yang dipahami. Pada subjek invalid general argument mengalami miskonsepsi berupa ketidak akuratan dalam memahami konsep anggota himpunan dan subset. Miskonsepsi yang terjadi pada subjek empirical argument adalah ketidak tepatan dalam menghubungkan konsep himpunan dan himpunan kosong, ketidaktepatan dalam mendiskripsikan makna simbol himpunan kosong, dan ketidak akuratan pada konsep subset. Sedangkan pada subjek non genuine argument miskonsepsi berupa ketidak tepatan dalam menafsirkan konsep anggota himpunan serta tidak dapat menghubungkan konsep negasi implikasi pada definisi subset, dan ketidak tepatan dalam memaknai simbol himpunan kosong.
BERPIKIR KRITIS CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTROVERSIAL MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN HIGH ORDER THINKING SKILLS Alfiani Athma Putri Rosyadi; Cholis Sadijah; Susiswo Susiswo; Swasono Rahardjo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2579.445 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4082

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis calon guru dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematika dengan menggunakan High Order Thinking Skills. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah calon guru yang mengalami kontroversial setelah menyelesaikan masalah kontroversial yang diberikan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses berpikir dalam menyelesaikan masalah kontroversial matematika terdiri dari aspek identifying, connecting, applying, argumentation dan clarifying. Pada saat menggunakan HOTS untuk mengetahui proses berpikir kritisnya diperoleh kesimpulan bahwa tahap analisis terjadi pada saat calon guru identifying dan connecting. Untuk aspek evaluasi terjadi pada saat calon guru melakukan proses applying. Untuk aspek mencipta, terjadi pada saat calon guru menggunakan argumentation  and clarifying dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Kata kunci: Berpikir kritis; calon guru matematika; high order thinking skills;  masalah kontroversial. Abstract This study aims to describe the critical thinking process of prospective teachers in solving controversial mathematics problems using High Order Thinking Skills. This research uses a case study research type with a qualitative approach. The research subjects in this study were prospective teachers who experienced controversy after solving a given controversial problem. The research instruments used were tests and interviews. The data analysis technique used is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The thinking process in solving controversial mathematical problems consists of identifying, connecting, applying, argumentation and clarifying aspects. When using HOTS to determine the critical thinking process, it can be concluded that the analysis stage occurs when the prospective teacher is identifying and connecting. For the evaluation aspect, it occurs when the prospective teacher does the applying process. For the creative aspect, it occurs when prospective teachers use argumentation and clarifying in solving the problems given. Keywords: Critical Thinking; Mathematics Prospective Teacher; High Order Thinking Skills; Controversial Issues.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Baiduri Baiduri; Dwi Priyo Utomo; Alfiani Athma Putri Rosyadi; Anis Farida Jamil
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 5 No. 1 (2019): Mei 2019
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i1.4973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian autentik kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini berjenis penelitian Research and Development. Intrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi dan lembar angket respon siswa. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini antara lain: 1) menganalisis kurikulum, 2) membuat instrumen, 3) melakukan validasi terhadap instrumen, 4) merevisi instrumen, dan 5) menerapkan instrumen pada pembelajaran. Hasil yang diperoleh pada penelitian pengembangan ini adalah 1) berdasarkan hasil validasi, instrumen berkategori valid dan dapat diterapkan pada pembelajaran, 2) instrumen penilaian autentik mendapatkan respon positif oleh guru mata pelajaran matematika 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN REACT DAN TINJAUANNYA TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORATIF MAHASISWA Marhan Taufik; Siti Khoiruli Ummah; Alfiani Athma Putri Rosyadi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 6 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v6i1.10036

Abstract

ABSTRAKPembelajaran untuk mata kuliah pendidikan matematika yang meliputi teori belajar, perkembangan peserta didik, profesi keguruan. Selama dua tahun berturut-turut pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, diskusi kelompok dan penugasan berupa pengerjaan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Metode ini mengakibatkan mahasiswa jarang melakukan kerja sama untuk mengingat serta memaknai dan mengimplementasikan materi melalui kegiatan microteaching. Inovasi model pembelajaran diperlukan agar mahasiswa mampu berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan serta mengimplementasikan materi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil implementasi model pembelajaran REACT dan tinjauannya terhadap kemampuan kolaboratif mahasiswa melalui kegiatan observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu dengan data kualitatif berupa hasil implementasi model pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan pada kelas Strategi Pembelajaran Matematika untuk mahasiswa Semester Kedua di Universitas Muhammadiyah Malang serta adanya peningkatan kemampuan kolaboratif mahasiswa. Kemampuan kolaboratif terlihat dari pengerjaan LKM secara berkelompok dan kerja sama dalam pembuatan desain pembelajaran matematika. Kolaborasi juga dapat terlihat dari kontribusi ide penyelesaian masalah, saran, gagasan, serta pertanyaan yang bersifat konfirmasi. Selain itu, simulasi desain pembelajaran juga merupakan bentuk kolaborasi anggota tim. Kemampuan kolaboratif terlihat paling jelas ketika tahap Experiencing, Cooperating, dan Transfering. Tahap experiencing menunjukkan mahasiswa mampu menjawab pertanyaan yang didasarkan pada pengalaman pribadi. Tahap cooperating menunjukkan mahasiswa berdiskusi aktif menyelesaikan LKM secara berkelompok. Tahap transferring menunjukkan mahasiswa bekerja sama membuat desain pembelajaran serta mensimulasikan. Dengan demikian, melalui implementasi model pembelajaran REACT, mahasiswa mampu meningkatkan kemampuan kolaboratif. Kata-Kunci:  Model Pembelajaran REACT; Kemampuan Kolaboratif; Pendidikan Matematika. ABSTRACTLearning on mathematics courses education that includes learning theory, students’ development, and the teaching profession, was performed for two years in a row by using the method of lectures, group discussions, and assignments in the form of a worksheet. The methods caused the students rarely to do work together to memorize, interpret, and implement the material through the activities of microteaching. The innovation learning model was necessary so that students could collaborate to solve problems and implement the material. This research aimed to describe the results of the implementation of the REACT learning model and its review on the students’ ability to collaborate through the activities of observation. The research method employed descriptive with qualitative data in the form of the results of the implementation of the learning model implemented on 8 meetings on the class of Strategies of Learning Mathematics for the students of the Second Semester in Universitas Muhammadiyah Malang as well as an increase in the ability of collaborative students. The students’ collaborative learning can also be seen from the students’ contribution to problem solving, suggestions, ideas, and questions in the form of confirmation. The design and simulation of the learning design were in the form of collaboration from team members. Students’ ability to collaborative learning was clear on the stage of Experiencing, Cooperating, and Transferring. The stage of experiencing showed that students were able to answer questions based on personal experience, the stage of cooperating showed that students actively conducted discussion to complete the worksheet in groups, and the stage of transferring showed that students were working together to make learning design and its simulation. Thus, through the implementation of the REACT learning model, students could improve the ability of collaborative learning. Keyword: REACT Learning Model; Collaborative Ability; Mathematics Education
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS RISET DENGAN STRATEGI REACT PADA MATAKULIAH KALKULUS Alfiani Athma Putri Rosyadi; Mayang Dintarini; Arif Hidayatul Khusna
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v7i2.7006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul yang berbasis proyek dengan pendekatan REACT (Relating, Experiencing, Applying Cooperating, dan Transferring). Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu angket, lembar validasi dan observasi. Data yang dikumpulkan berupa hasil validasi oleh validator, hasil pekerjaan mahasiswa dan catatan dari observer. Hasil validasi modul dinyatakan valid, serta hasil respon mahasiswa mengenai modul dinyatakan praktis, jelas dalam instruksi dan membantu mahasiswa dalam memahami konsep. Kata Kunci: Pengembangan, Modul berbasis riset, REACT Abstract: This study aims to produce a project-based module with a REACT (Relating Experiencing Applying Cooperating and Transferring) approach. The research type used is Research and Development with a qualitative approach. The instruments used were questionnaires, validation sheet and observations sheet. The collected data were validation results, student works and notes from observers. Based on the validation results, the module is valid, and the results of student responses regarding the module are declared practical, clear in instruction and can help students understand the concepts. Keywords: Development, Research-based module, REACT
ANALISIS BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KONTROVERSIAL MATEMATIKA Alfiani Athma Putri Rosyadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9988

Abstract

Berpikir kritis penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dapat mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan kontroversial. Proses berpikir kritis dalam penelitian ini mengacu pada  (a) Identify, (b) Define, (c) Enumerate, (d) Analyze, (e) List dan (f) Self-Correct. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, lembar kerja, hasil kerja mahasiswa dan hasil wawancara. Penelitian ini melibatkan 40 mahasiswa calon guru semester 6 ( 43% ) dan semester 8 (57%) di jurusan matematika di kota malang. Analisis data dilakukan melalui : (1) Reduksi dari data tes dan hasil wawancara ,(2) Analisis dari data hasil tes dan wawancara dan (3) menyajikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah kontroversial melalui lima tahapan yaitu: Identify, Define, Enumerate, Analyze dan List serta Self-Correct. Hal ini menunjukkan terdapat penggabungan proses analyze dan list pada subjek penelitian saat menyelesaikan permasalahan kontroversial. Penguatan argumentasi muncul pada bagian enumerate, analisis dan list. Saran untuk peneliti berikutnya adalah diperlukan studi tentang kemungkinan penggabungan proses berpikir kritis. Selain itu kelemahan pada tahap analisis bisa menjadi referensi untuk dapat menggunakan metode lain untuk meningkatkan berpikir kritisnya. Kata kunci: Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Masalah Matematika Kontroversial Abstract:  Critical thinking is essential in everyday life because it can develop the ability to make decisions and solve problems. The purpose of this study was to describe the critical thinking process of students in solving controversial problems. The critical thinking process in this study refers to (a) Identify, (b) Define, (c) Enumerate, (d) Analyze, (e) List, and (f) Self-Correct. This research is a descriptive study with a qualitative approach. The research instrument consisted of researchers, worksheets, student work results, and interviews. This study involved 40 student-teacher candidates in the 6th semester (43%) and 8th semester (57%) in the mathematics department in Malang. Data analysis was carried out through (1) reduction of test data and interview results, (2) analysis of test and interview data, and (3) presenting them. The results showed that the critical thinking process in solving controversial problems through five stages, namely: Identify, Define, Enumerate, Analyze, and List and Self-Correct. This shows that there is a combination of the analysis and list processes in research subjects when solving controversial problems. Argument reinforcement appears in the enumerate, analysis, and list sections. The suggestion for the next researchers is that studies on the possibility of incorporating critical thinking processes are needed. Besides that, the weaknesses in the analysis stage can be a reference to be able to use other methods to improve critical thinking. Keywords: Critical Thinking, Problem Solving, Controversial Problem
PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MA MUHAMMADIYAH 1 MALANG Baiduri Baiduri; Dwi Priyo Utomo; Alfiani Athma Putri Rosyadi; Anis Farida Jamil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 1, No 1: Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.505 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v1i1.16

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penilaian autentik kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan sifat penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan air flow model yang terdiri dari mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Hasil kegiatan berlangsung diawali dengan kegiatan observasi. Selanjutnya terdapar 4 kegiatan yang dilaksanakan yaitu: 1) mengkaji konsep kurikulum 2013 terutama konsep penilaian auntentik kurikulum 2013, 2) diskusi dengan guru matematika tentang rencana implementasi penilaian autentik kurikulum 2013, 3) implementasi penilaian autentik kurikulum 2013, dan 4) refleksi implementasi penilaian autentik kurikulum 2013. Rekomendasi untuk kegiatan yang selanjutnya adalah dikembangkan implementasi untuk pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013.
IbM PENDAMPINGAN DAN PEMBIMBINGAN OLIMPIADE MATEMATIKA BERBASIS STRATEGI PEMECAHAN MASALAH POLYA PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG Alfiani Athma Putri Rosyadi; Reni Dwi Susanti; Mayang Dintarini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 2, No 1 (2018): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.085 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v2i1.559

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Malang merupakan sekolah yang telah memulai pembimbingan secara intens untuk siswa-siswa berbakat dalam bidang matematika dalam kegiatan pembimbingan olimpiade. Pembimbingan olimpiade ini merupakan hasil kerjasama pihak sekolah dengan tim pengabdian.Namun perlu ada pengembangan dari pengabdian terhadap pembimbingan olimpiade yang telah berjalan, yaitu pada aspek strategi penyelesaian masalah matematika, yang wajib diketahui oleh guru dan siswa itu sendiri. Strategi penyelesaian masalah ini penting diketahui untuk menunjang siswa dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi matematika. Luaran yang diharapkan dari kegiatanpengabdian ini yaitu adanya Modul materi olimpiade berdasarkan strategi Polya. Pada tahap implementasi, luaran yang dihasilkan yaitu dan catatan hasil pembinaan Materi Olimpiade Matematika SMK Muhamamdiyah 2 Malang.
Pengembangan modul berbasis riset pada mata kuliah kalkulus untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa Alfiani Athma Putri Rosyadi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i2.99

Abstract

This study aims 1) Develop research-based modules on calculus courses, 2) Know the effectiveness of research-based modules in the calculus course, and 3) Know the improvement of student creativity after using research-based modules on the calculus course. This type of research is research and development (research and development). Subjects in this study are students of mathematics education program of Calculus Differential course 2018. Data collection methods used questionnaires, interviews, tests and observation sheets. Data analysis used data collection, data presentation and data reduction. The research of this research-based module on the calculus course was developed through the following stages: a) Preliminary Analysis, b) developing research-based modules, c) Validation of media and material experts, d) Revision of research-based modules, e) Implementation of research-based modules, Data collection and g) Data Analysis. This module was included in the effective category based on the assessment of the validator and student questionnaire. After used this module there is an increased in student creativity especially at the stage of originality. The development of this module was said to be effective because the results of expert validation scores and student questionnaire dissemination obtained a score of 3.67 in either category. To increase the creativity of students after using the research-based module can be seen from the results of student scores. The score before used the module was 73.47 and the score after used the module was 82.36
Development of interactive mathematic stories (BuCIM) based on dienes theory Alfiani Athma Putri Rosyadi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v6i2.678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana hasil pengembangan buku cerita interaktif matematika dengan teori Dienes pada siswa. Jenis penelitiannya adalah pengembangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang digunakan adalah sepuluh siswa TK dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan validasi. Proses pengembangan buku cerita ini meliputi: analisis permasalahan, mengkaji teori, menyusun Dummy, menyusun buku cerita, validasi dan revisi. Hasil validasi dalam kategori baik, kemudian respon siswa dalam kategori sangat baik.