Claim Missing Document
Check
Articles

Bergerak di Tengah Banalitas Diskriminasi (Studi Mengenai Kader Anak Muda Dalam Menantang Eksklusivisme di Partai Politik Kota Malang) Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Studi Pemuda Vol 5, No 2 (2016): Pemuda, Perlawanan, dan Inklusivitas
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.37952

Abstract

This paper examines about the dynamics of youth in a political party in Malang,  East Java. The proliferation of young people and political parties give us an important picture, especially in the middle of the political situation in Indonesia which is getting negative. Instead of become apathetic, the youth are joined actively in the context of practical politics. A political party that should be an inclusive place for anyone in it (including those of young people) precisely do exclucivity by the others. Some youth who come from minority group especially based on race, class, and gender have experience about discrimination by some people in that party. Using qualitative method with biography approach, there are 3 key informants who will told about their narration related to exclucivity by some people in the political party. Although these youth cadres have experience about  racism, class, or gender discrimination, they still seem to be trying to survive and instead fight with in their own way.  For these youth the tendency of discrimination must be opposed from within the party because they assume that as a young generation have enough capital to change the future of the party for a better way.
Pemuda (Pe)kerja Paruh Waktu: Dependensi dan Negosiasi Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Studi Pemuda Vol 8, No 1 (2019): Pemuda di Era Post-Fordisme: Melihat Kerja dalam Konteks yang Berubah
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.534 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.46133

Abstract

Part-time work is a relatively common thing for young people today. Unlike the previous decade, now, part-time jobs offered are mushrooming with various types of activities. Similarly, Indonesia offers a variety of part-time jobs to its main students. Malang, a city of education with thousands of students in it, also competing to take part in working part-time. This study seeks to focus on the aspects of dependency and negotiation carried out by students who take part-time jobs, especially at coffee shops. This phenomenon is because the culture of "coffee" has become one of the activities carried out by young people in Indonesia to spend their free time. Not only limited to hanging out, but also the coffee culture is also used by young people in Malang City in addition to looking for financial and experience additions before taking the post-graduate work pathway. This study used qualitative research methods with the process of observation and in-depth interviews to informants in the field as a technique of data collection. Through a purposive sampling process, four main informants were able to present their narratives while working part-time while working on their final assignments. This research was conducted from mid-2018 to 2019 to obtain sufficient depth. From the results of this study it was found that there is a close relationship between the process of dependencies that they do with negotiation and consumption during part-time work. Especially entering the era of the risk society where every decision that has been taken will pose risks that must be passed and minimized the danger by young part-time workers.
Ketidakstabilan pariwisata pantai selatan Jawa Timur di kala pandemi (Studi komparasi daerah pariwisata Pantai Watu Ulo Jember dan Pantai Gemah Tulungagung) Nanda Harda Pratama Meiji; Deny Wahyu Apriyadi; Ahmad Arif Widianto; Ridwan Tajul Fahmi
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v6i2.11017

Abstract

Tidak dapat dipungkiri adanya pandemi covid-19 di hampir seluruh pelosok Negeri, membuat kegamangan serta ketidakpastian pada segala lini kehidupan di masyarakat. Pariwisata Indonesia pun merasakan dampak dari adanya pandemi yang berkepanjangan sejak awal tahun 2020. Sejumlah industri pariwisata bahari seperti pantai di wilayah Jawa Timur merasakan dampak yang berkelanjutan, utamanya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup mereka pada sektor tersebut. Beberapa wilayah wisata yang mengalami dampaknya seperti pantai Watu Ulo di Jember dan pantai Gemah di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam pada beberapa pemangku kepentingan dan pengelola wisata pantai di dua wilayah di Jember dan Tulungagung. Proses penelitian yang dilakukan sejak akhir tahun 2020 hingga pertengahan 2021 mendapatkan temuan adanya pandemi yang berkepanjangan menyebabkan wisata pantai yang mulai berkembang kembali mati suri. Hal ini membuktikan dampak nyata dan berkepanjangan akibat adanya pandemi terkait sektor ekonomi masyarakat pelaku pariwisata bahari di pantai selatan Jawa Timur. Perlu adanya sikap dan tindak lanjut yang dilakukan oleh pemerintah dan juga masyarakat guna masa depan pariwisata Jawa Timur.
PENGEMBANGAN ASPEK PARIWISATA SUMBEREJO MELALUI PEMBUATAN DAN PELATIHAN VIDEO PROFIL Nanda Harda Pratama Meiji; Ridwan Tajul Fahmi; Joan Hesti Gita Purwasih; Ahmad Arif Widianto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 4, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v4i1p30-35

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Desa Sumberejo yang terletak di ujung selatan Jember. Dua pantai indah berpasir hitam yang diapit 3 bukit menjadi daya Tarik utama Desa Sumberejo. Memiliki daerah persawahan yang luas dan hasil laut yang besar menjadi penambah potensi desa tersebut. Namun potensi yang ada belum dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Desa Sumberejo. Tidak tereskposnya keindahan pantai dan bukit membuat pengunjung yang datang hanya dari kawasan Jember sendiri. Diperlukan penyelesaian masalah berupa pemanfaatan media promosi dan branding desa. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan potensi yang dimiliki Desa Sumberejo melalui video profil desa dan pelatihan masyarakat pada pembuatan video profil desa. Media video dipilih karena mudah dipublikasikan di berbagai macam platform dan mudah menarik minat masyakat. Media video saat ini tengah mengalami tren yang besar di masyarakat, oleh sebab itu video dipilih menjadi media yang tepat untuk mengenalkan potensi yang dimiliki Desa Sumberejo pada khalayak umum. Keterlibatan masyarakat dalam setiap prosesnya sangat diperhatikan dan dimaksimalkan agar masyarakat tidak teraleniasi dengan perkembangan teknologi media yang hendak digunakan. Tidak hanya membuat, dalam pengabdian ini pemuda desa juga diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan video. Hal ini dilakukan agar kedepannya mereka mampu membuat video yang menarik untuk mengembangkan potensi desanya.
Peran forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja di Kota Malang Nida Khoirunisa; Audria Octavia Sri Anjani; Salsabillah Malicha Putri; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.247 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p107-115

Abstract

Regional student organizations are organizations formed through a group of students who come from one area and have the same goal. Forda IPTTM (Tongkonan Toraja Malang Youth Association) is a form of regional student organization that has the same goal among its members, namely as a communication for Toraja students who have migrated in Malang. This research focuses on how the role of Forda IPTTM in introducing Toraja culture in Malang. This study uses a qualitative approach and is described descriptively by providing a detailed description of the problem formulation in the study. In analyzing research problems, researchers used Max Weber's theory of social action and the concept of status and role. The results showed that students who have status as members and administrators have rights and obligations that must be carried out for the success of the goals of the establishment of Forda IPTTM. The role of Forda IPTTM in introducing Toraja culture is manifested through the activities and work programs they have carried out, namely participating in cultural exhibitions by presenting Toraja dances and participating in the Universitas Brawijaya Cultural Village Festival, as well as promoting Toraja culture through social media. Organisasi mahasiswa daerah ialah sebuah organisasi yang terbentuk melalui beberapa kumpulan mahasiswa yang berasal dari satu daerah dan memiliki tujuan yang sama. Forda IPTTM (Ikatan Pemuda Tongkonan Toraja Malang) merupakan salah satu bentuk organisasi mahasiswa daerah yang memiliki tujuan yang sama antar anggotanya yakni sebagai komunikasi mahasiswa Toraja yang merantau di Malang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran Forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja di Malang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan penelitian dijelaskan secara deskriptif dengan cara memberi gambaran terperinci mengenai rumusan masalah dalam penelitian. Dalam menganalisis permasalahan penelitian, teori yang digunakan peneliti adalah teori tindakan sosial Max Weber serta konsep status dan peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki status sebagai anggota maupun pengurus memiliki hak dan kewajiban yang harus dijalankan demi keberhasilan tujuan berdirinya Forda IPTTM. Peran Forda IPTTM dalam memperkenalkan kebudayaan Toraja diwujudkan melalui program kerja dan kegiatan yang telah mereka lakukan yakni mengikuti pameran budaya dengan menampilkan tarian Toraja dan mengikuti Festival Kampung Budaya Universitas Brawijaya, serta mempromosikan kebudayaan Toraja melalui media sosial.
Nangkring khas millennial: Studi komparatif gaya hidup dan interaksi pemuda di Cafe Sudimoro dan Rowoklampok Alifia Putri Azahra; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.209 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p459-469

Abstract

Berbagai kajian mengenai pedesaan masih terfokuskan pada berbagai proses pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang tertinggal dibandingkan perkotaan. Sampai saat ini masih jarang yang membahas mengenai gaya hidup dan proses interaksi antar pemuda di wilayah pedesaan. Gaya hidup dan interaksi sering sekali menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan ekonomi yang dimiliki para pemuda. Oleh karena itu, gaya hidup dan proses interaksi sosial akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diteliti yang dilakukan di wilayah pedesaan yakni Rowoklampok, Senggreng. Disisi lain gaya hidup dan interaksi merupakan cara seorang pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas nongkrong di cafe. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan antara gaya hidup dan interaksi pemuda di cafe Sudimoro dan Rowoklampok dalam memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dimana data diperoleh dari artikel, jurnal, skripsi, tesis dan sejenisnya. Dari hasil penelitian ini mengantarkan pada kesimpulan mengenai gaya hidup nangkring dan proses interaksi sosial pemuda sudah ada sejak mereka kecil. Namun, jika dahulu banyak sekali pemuda yang nangkring di pinggiran desa sekarang menjadi lebih suka nongkrong di cafe dan akhirnya memunculkan inovasi pendirian cafe agar menarik para pemuda nangkring disana. Selain itu, cafe di pedesaan lebih identik dengan wisata keluarga, sedangkan di perkotaan lebih identik dengan nangkring bersama teman untuk berkumpul dan membahas banyak hal.
Modal sosial sebagai sarana pembangunan ekonomi masyarakat Kelurahan Kalirejo melalui hidroponik Aisyiyah Hariani; Dhanu Dewantara Aji; Lulu Chamdliyah; Rohmatin Alfisnistiawati; Sanggar Sukama Sijati; Siti Hadiyatul Hasanah; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.753 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p510-516

Abstract

Various kinds of developments in various fields provide many innovations, one of which is in agriculture. The hydroponic method emerged as a new innovation in farming by utilizing soil substitute water media. Hydroponics, which are more suitable to be applied in areas with narrow land, are utilized by the villagers of Kalirejo Malang to improve the economy of the villagers. Through social capital established in the Kalirejo village community and cooperation with PT Otsuka, regional economic development is created through hydroponics. This study aims to determine how the forms of social capital that exist in the Kalirejo village community in improving the regional economy through hydroponics. The research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection through observation and interviews. The results obtained are that there is a significant role of social capital in the management of hydroponics among residents of Kalirejo Village Malang and its relationship in improving the regional economy. Berbagai macam perkembangan di berbagai bidang memberikan banyak inovasi, salah satunya di bidang pertanian. Metode Hidroponik muncul sebagai sebuah inovasi baru bercocok tanam dengan memanfaatkan media air pengganti tanah. Hidroponik yang lebih cocok diterapkan di daerah dengan lahan sempit dimanfaatkan oleh warga desa Kalirejo Malang untuk meningkatkan ekonomi warga desa. Melalui modal sosial yang terjalin di masyarakat desa Kalirejo serta kerjasama dengan pihak PT Otsuka tercipta pembangunan ekonomi daerah melalui hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk modal sosial yang terjalin di masyarakat desa Kalirejo dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui Hidroponik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah terdapat peranan modal sosial yang cukup besar dalam pengelolaan Hidroponik antar warga desa Kalirejo Malang serta keterkaitanya dalam peningkatan ekonomi daerah.
Dinamika dan pola kekuasaan pemilik tempat kerja terhadap mahasiswa pekerja paruh waktu di Kota Malang Siti Nur Azizah; Nanda Harda Pratama Meiji; Nur Hadi; Elya Kurniawati
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.637 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i5p566-581

Abstract

The phenomenon of students studying while working is not a sticky thing in society, many students choose to study while working for various reasons. Facing the world of work must be faced with the provisions of work regulations that part-time workers must be able to adapt, coming from the world of education and plunging into the world of work is not an easy thing because they have to divide their thoughts into several focuses. This study aims to describe and analyze the dynamics of part-time worker while working and how the power patterns exercised by workplace owners over part-time worker. The method used in this research is qualitative. The data collection method used in-depth interviews and observations in the work environment of part-time worker. The research informants were selected purposively by requiring that they were in college while working part time. The results of the study explain that the owner of the workplace has a broader pattern of power and dominance due to his higher position than the worker, the power patterns including salaries below the minimum wage, binding work regulations, and policies that are more profitable for the workplace owner. The dynamics felt by part-time working students are also a challenge in terms of adapting to the world of work. Fenomena mahasiswa kuliah sambil bekerja bukanlah hal yang tabu di masyarakat, banyak sekali mahasiswa yang memilih untuk kuliah sambil bekerja dengan alasan yang bermacam-macam. Menghadapi dunia kerja pasti dihadapkan dengan ketentuan peraturan kerja yang harus bisa diadaptasi oleh mahasiswa pekerja paruh waktu, datang dari dunia pendidikan dan terjun ke dunia kerja bukan suatu hal yang mudah karena mereka harus membagi pikirannya menjadi beberapa fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai bagaimana dinamika mahasiswa pekerja paruh waktu selama bekerja serta bagaimana pola kekuasaan yang dilakukan pemilik tempat kerja terhadap mahasiswa pekerja paruh waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam beserta observasi di lingkungan kerja mahasiswa pekerja paruh waktu. Informan penelitian dipilih secara purposive dengan mensyaratkan bahwa mereka sedang kuliah sambil bekerja paruh waktu. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemilik tempat kerja memiliki pola kekuasaan dan dominasi lebih luas dikarenakan posisinya yang lebih tinggi daripada pekerja, pola kekuasaan tersebut diantaranya gaji dibawah UMR, peraturan kerja yang mengikat, serta kebijakan yang lebih banyak menguntungkan pemilik tempat kerja. Dinamika yang dirasakan mahasiswa pekerja paruh waktu juga menjadi tantangan dalam hal beradaptasi di dunia kerja.
Degenerasi pemuda dalam pertanian di Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang Nadya Pramudiana Fariza; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low rate of regeneration in agricultural sector can cause various problems in it. Productivity and labor scarcity are main problems that must be faced. This study aims to analyze causes of the low interest of younger generation in agriculture, how impact is, and to find out efforts of related parties to overcome these problems. The research used descriptive qualitative method, which was conducted in Purworejo, Donomulyo, Malang Regency. This study uses a descriptive qualitative research method with the aim of describing the research object in a narrative manner based on facts in the field. The research subjects were village youth, head of farmer group, the farmer, the village secretary, and the head of hamlet. The results obtained in this study are main cause of low rate of youth regeneration in agriculture in Purworejo Village is the influence views of youth's parents who want them to be able to improve social status of family through other sectors outside agriculture which are considered unstable and promising. The impact is that more and more farmers are renting out their agricultural land for sugar cane plantations, which significantly changes their mindset and consumption. The efforts made by parties related to this matter have yet to show results so that youth are not yet interested in being involved in agricultural sector in Purworejo Village. Rendahnya angka regenerasi dalam sektor pertanian dapat menimbulkan berbagai masalah didalamnya. Produktivitas dan kelangkaan tenaga kerja menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab rendahnya minat generasi muda dalam pertanian, bagaimana dampaknya, dan mengetahui usaha dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang dilakukan di Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan objek penelitian secara naratif berdasarkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Subjek penelitian yaitu Pemuda desa, kepala kelompok tani, petani, sekretaris desa, dan kepala dusun. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu penyebab utama dari rendahnya angka regenerasi pemuda dalam pertanian di Desa Puroworejo adalah pengaruh pandangan dari orang tua pemuda yang menginginkan mereka untuk dapat meningkatkan status sosial keluarga melalui sektor lain diluar pertanian yang dinilai tidak stabil dan menjanjikan. Dampak yang ditimbulkan yaitu mulai banyaknya petani yang menyewakan lahan pertanian mereka untuk kemudian dijadikan perkebunan tebu yang secara signifikan cukup merubah pola fikir dan konsumsi mereka. Usaha yang dilakukan pihak terkait hal ini masih belum nampak hasilnya sehingga pemuda belum tertarik untuk terlibat dalam sektor pertanian di Desa Purworejo.
YOUTH’S SOCIAL PRACTICE IN YOUTH ORGANIZATION AND ITS CONTRIBUTION TO BORDER COMMUNITIES IN SEBATIK TIMUR, KALIMANTAN UTARA Ridwan Tajul Fahmi; Mohammad Rousyan Fikri Qowim; Tri Gunawan; Nur Faridatul Janah; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 3 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 158/E/KPT/
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.367 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v10i2.4642

Abstract

This article aims to analyze the youth’s social practice in organization and its contribution to border communities in Sebatik Island, Indonesia-Malaysia Border. This research was conducted using descriptive qualitative approach. Data collection was carried out using interview, observation, and documentation methods. The result of research showed that social practice conducted by the youths in organization in Indonesia-Malaysia border is to establish organization based on shared hobby, background, and objective. Individual youths and organizations have different habitus and capital. Some youths have active habitus in many organizations and hold activities for internal members of organization and for the public. However, some others are active in internal organization only and focus on improving their self competency. Basic capital of organization is cultural capital of communication. Meanwhile, the supporting capital is social capital of intra- and inter-organization relation, symbolic capital in the form of public’s recognition that an individual has good organizational competency, and thereby is trusted to lead, and material economic capital.   
Co-Authors Abdul Kodir Ahmad Arif Widianto Aisyiyah Hariani Alan Sigit Fibrianto Alifia Putri Azahra Ananda, Kun Sila Anis Cahyaning Lintang Berlian Anis Cahyaning Lintang Berlian Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anzari, Prawinda Putri Apriadi, Deni Wahyu Apriyadi, Deny Wahyu Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa' Astuti, Galuh Ayu Audria Octavia Sri Anjani Awan Setia Dharmawan Azzam, Shidqii Abdullah Berlian, Anis Cahyaning Lintang Daffa, Adilah Fajrin Defa Ayu Triana Denayu Grandis Deny Wahyu Apriadi Deny Wahyu Apriyadi Desy Santi Rozakiyah Dhanu Dewantara Aji Dhiya 'Ulhaq, Inhu Wahid Diah Pusfita Ayu Dian Jaya Wardani Dian Jaya Wardani Dini, Alya Muflihatud Dionchi, Pramana Herjati Putra Egi Baskara Putra Elya Kurniawati Emilia Putri Purnama Erningtyas, Tamarin Fachrul Abdul Latif Faizal Gustian Widianto Faizal Kurniawan Fitrotin Nadhifah Galuh Ayu Astuti Hanindraputri, Eufrasia Kartika Hidayat, Vian Noer Achmad Iin Ningtias JOAN HESTI GITA PURWASIH Kodir, Abdul - Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lulu Chamdliyah Luly Triningsih Magdharega Putri Pratiwi Maulida Nabilah Megasari Noer Fatanti Moch. Aan Sugiharto Moh Pebrianto Moh. Pebrianto Mohammad Rousyan Fikri Qowim Nabila Nasywal Muna Nadhifah, Fitrotin Nadya Bherta Viana Putri Nadya Pramudiana Fariza Nida Khoirunisa Ningsih, Rizqi Nur Rizna Fitria Ningtias, Iin Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra Nora Titahning Ayudha Nur Faridatul Janah Nur Hadi Oki Rahadianto Sutopo Oki Rahadianto Sutopo Pebrianto, Moh Pratiwi, Seli Septiana Putra, Egi Baskara Putri Clariza Putri, Nadya Bherta Viana Putri, Zulfa Meutia Ridwan Tajul Fahmi Ridwan Tajul Fahmi Rizqi Nur Rizna Fitria Ningsih Rohmatin Alfisnistiawati Salsabillah Malicha Putri Sanggar Sukama Sijati Seli Septiana Pratiwi Siti Hadiyatul Hasanah Siti Nur Azizah Siti Rahmah Sri Untari Tamarin Erningtyas Tri Gunawan Wardani, Dian Jaya Waskito Waskito