Claim Missing Document
Check
Articles

GENERASI MUDA ISLAM ABOGE MEMPERTAHANKAN AJARAN SERTA HUBUNGAN SOSIAL DI MASYARAKAT DESA LECES Fachrul Abdul Latif; Nanda Harda Pratama Meiji; Desy Santi Rozakiyah
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.8.2.177-196

Abstract

Masyarakat penganut Islam Aboge Desa Leces sudah lama ada dan berbaur dengan masyarakat sekitar tanpa adanya konflik walaupun memiliki sedikit ajaran yang berbeda dari Islam pada umumnya. Jumlah masyarakat yang menganut ajaran Aboge terbilang sedikit, karena berkelompok di satu Rukun Tetangga (RT). Meskipun jumlahnya sedikit tetapi keberadaan penganut ajaran Aboge terus ada dan masih aktif dalam melaksanakan kegiatan keagamaan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui generasi muda Islam Aboge dalam mengenal ajarannya dan terus mempertahankan ajarannya, dan hubungan antara penganut Islam Aboge dengan penganut Islam non Aboge di masyarakat Desa Leces. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta dengan teknik pengumpulan data snowball sampling. Hasil penelitian ini ialah para generasi muda Aboge berperan aktif dalam kegiatan agama yang dilaksanakan di lingkungan kelompok Aboge, namun kurang tertarik atau kurang siap untuk meneruskan sebagai tokoh agama karena kurangnya ilmu tentang ajaran Aboge. Adanya sikap toleransi yang tetap terjaga membuat hubungan sosial antara kelompok Islam Aboge dengan masyarakat sekitar di Desa Leces terbilang baik dan rukun tanpa adanya konflik yang sampai menimbulkan perpecahan, serta para masyarakat yang saling menghargai satu sama lain.    
Desa Pancasila: The Implementation of Gotong Royong Values as Social Capital in Indonesia Sumarmi, Sumarmi; Untari, Sri; Meiji, Nanda Harda Pratama
Komunitas Vol 14, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v14i2.27789

Abstract

Desa Pancasila is one the models to mainstream Pancasila as the national value of Indonesia. The research aimed to describe and analyze Desa Pancasila as a strategy to implement Pancasila at village level. The research design used a qualitative descriptive and literature review. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. The results showed that the community’s potential with the diversity of natural resources, human resources and cultural resources could support the implementation of Pancasila national values. Local actors (local government, community leaders, and youth groups) have a significant role in implementing national values. The collaboration of local actors is in-depth dialogue, sharing vision, building trust, building commitment, and sharing knowledge. The obstacles occurred because of the globalization process and the lack of community participation. We argue that three possible solutions to overcome these problems: (1) to put the community leaders as facilitators to implement the national values; (2) to build awareness of the communities about the nation and state through joint movements to build national insight; and (3) to make a regular interactive dialogue between local leaders and the community related to the implementation of national values.
Pelatihan Pembuatan Abon Lele Sebagai Nilai Tambah Perekonomian dan Diversifikasi Pangan di Kota Malang Nanda Harda Pratama Meiji; Abdul Kodir; Emilia Putri Purnama; Faizal Gustian Widianto; Egi Baskara Putra
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 1 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.047 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i1.2267

Abstract

Pandemi membuat banyak perubahan dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu diperlukan Kerjasama yang berkesinambungan untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan dari pengabdian yaitu menghasilkan produk olahan abon lele dan sistem manajemen usaha masyarakat untuk penjualan secara meluas. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah metode Training of Trainer (ToT) dengan cara melakukan pemberian materi melalui ceramah sekaligus memberikan praktik langsung bersama masyarakat. Selain itu diberikan kegiatan pendampingan kepada masyarakat, dengan Langkah yang meliputi Identifikasi Potensi Lokal; Persiapan Kegiatan; Sosialisasi Kegiatan; Pelaksanaan Kegiatan; Monitoring dan Evaluasi; serta Publikasi. Hasil dari pengabdian ini masyarakat RT 06 dan 10 Kampung Mergan Sekolahan mampu menghasilkan produk olahan Abon Lele yang telah dipublikasikan dalam acara yang diselenggarakan oleh Diskoperindag Kota Malang.
Interaksi sosial antar etnis Jawa, Arab, dan Banjar (studi multikultur pada masyarakat Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan) Maulida Nabilah; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Luhung Achmad Perguna
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A multicultural society can be defined as a group of people who live permanently in a place that has its own culture and characteristics. Like the people in Kauman Village, which are included in a multicultural society because of the Javanese, Arab and Banjar ethnic groups who live in this area. The cultural diversity in this region has many differences, but this does not make it an obstacle for the three ethnic groups to be able to carry out a good social life. This study has three problem formulations, namely: What are the social conditions, what are the forms of social interaction that exist between Javanese, Arab, and Banjar ethnic groups in Kauman Village, Pasuruan Regency? And what are the factors that influence social interaction? This study uses a qualitative approach with descriptive research type and applies George Herbert Mead's theory of Symbolic Interactionism. The results of this study reveal: The Kauman Village community is consistently involved in social interaction and maintains close social ties between the three ethnic groups. The form of social interaction that occurs between them is cooperation in the fields of trade, religion and social relations. By aiming to realize social life and resolve existing conflicts. There are three factors that influence the interaction process, namely cultural and linguistic acculturation, mutual respect and tolerance and economic cooperation factors to achieve the same goal. Masyarakat multikultural ialah sekelompok manusia yang tinggal di sebuah tempat yang miliki kebudayaan serta ciri khas tersendiri. Seperti halnya masyarakat di Kelurahan Kauman yang termasuk kedalam masyarakat multikultural karena adanya etnis Jawa, Arab dan Banjar yang menetap di daerah ini. Keberagaman budaya dalam wilayah ini memiliki banyak perbedaan, namun hal ini tidak menjadikan kendala bagi ketiga etnis tersebut untuk dapat melangsungkan kehidupan sosial yang baik. Ada 3 rumusan masalah di studi ini, yakni: Seperti apa kondisi sosial, apa saja bentuk interaksi sosial yang etnis Jawa, Arab, dan Banjar jalin di Kelurahan Kauman Kab. Pasuruan? Dan apa saja faktor yang pengaruhi interaksi sosialnya?. Studi ini memakai pendekatan kualitatif yang jenisnya penelitian deskriptif serta menerapkan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Hasil studi ini mengungkapkan: Masyarakat Kelurahan Kauman secara konsisten terlibat dalam interaksi sosial dan menjaga ikatan sosial yang erat antar ketiga etnisnya. Bentuk interaksi sosial mereka ialah kerja sama di bidang perdagangan, bidang keagamaan dan hubungan sosial kemasyarakatan. Dengan bertujuan untuk merealisaikan kehidupan sosial dan menyelesaikan konflik yang ada. Adapun tiga faktor yang mempengaruhi proses interaksinya yaitu akulturasi budaya dan bahasa, sikap saling menghargai serta toleransi dan faktor kerja sama dari segi perekonomian untuk mencapai tujuan yang sama.
Pengaruh boys love terhadap pandangan LGBT di masyakat dalam persfektif gender Siti Rahmah; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p367-376

Abstract

Indonesia is a country that has adhered to a strong heteronormative understanding since time immemorial, but this does not prevent someone from becoming a fan of boys love. There are lots of boys love fans that we can find in Indonesia, especially in cyberspace. Therefore, this study aims to find out how Indonesian boys love fans are interested in boys love, and how the boys love itself influences their view of the LGBT community. This study uses a descriptive qualitative method, with criteria for fans aged 20 years and over and with more than three years of experience as fans. The findings show that while some fans of heteronormative stories use boys love as a vent. While on the other hand, Indonesian boys love fans do not support the existence of LGBT in Indonesian because it is incompatible with the Indonesian state and may lead to conflict, especially with existing religions in Indonesia. Still, it would be okay if LGBT realized outside the country. Indonesia adalah negara yang menganut paham heteronormatif yang kental sejak dahulu kala, namun hal tersebut tidak menahan seseorang menjadi seorang penggemar boys love. Terdapat banyak sekali penggemar boys love yang bisa kita temukan di indonesia, khususnya di dunia maya. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggemar boys love Indonesia, memiliki ketertarikan terhadap boys love, dan bagaimana pengaruh boys love itu sendiri terhadap pandangan mereka kepada komunitas LGBT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan kriteria penggemar yang berumur 20 tahun keatas dan pengalaman lebih dari tiga tahun sebagai penggemar. Hasil yang didapatkan adalah penggemar menyukai boys love sebagai media pelampiasan mereka atas ketidakpuasan pada cerita heteronormatif. Sementara disisi lain penggemar boys love Indonesia tidak mendukung keberadaan LGBT di Indonesia, karena tidak cocok dengan negara Indonesia dan mampu menimbulkan pertikaian serta pertentangan, khususnya dengan agama yang ada di Indonesia, akan tetapi tidak apa jika terealisasikan di luar negara.
Kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras (studi kasus di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang) Putri Clariza; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p412-425

Abstract

Juvenile delinquency is a problem that is still rife in Indonesia. One happened to teenagers in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency. The issue of juvenile delinquency of liquor consumers needs to be taken seriously because it violates legal norms, religious norms, and the moral system in society. The purpose of this study was to find out the influencing factors and how to overcome juvenile delinquency which consumes liquor in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency. The method in this study uses a descriptive qualitative method through a case study approach that focuses on late adolescence. The results of research data on adolescents consuming liquor in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency, show teenagers carrying out these deviant activities because of two factors that affect them, namely internal factors and external factors. Internal factors occur due to the weak self-control possessed by adolescents, while external factors occur due to free parenting, the association of friendship environments, the circulation of liquor that sells freely, and the weak social control of the surrounding environment. The solution to juvenile delinquency of liquor consumption in East Bandung Hamlet, Karang Kates Village, Sumberpucung District, Malang Regency has not been implemented optimally. Kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras merupakan suatu persoalan yang masih marak terjadi di Indonesia. Salah satunya terjadi pada remaja di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Permasalahan kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras perlu diperhatikan secara serius karena sudah melanggar norma hukum, norma agama, dan tata kesusilaan yang ada di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dan bagaimana solusi kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus yang berfokus pada usia remaja akhir. Hasil data penilitian remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang ialah remaja melakukan kegiatan menyimpang tersebut karena dua faktor yang mempengaruhinya, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi karena lemahnya kontrol diri yang dimiliki oleh remaja, sedangkan faktor eksternal terjadi karena pola asuh dan keteladanan orang tua yang bersifat bebas, pergaulan lingkungan pertemanan, peredaran minuman keras yang terjual bebas, dan lemahnya kontrol sosial dari lingkungan sekitar. Solusi kenakalan remaja pengkonsumsi minuman keras di Dusun Bandung Timur Desa Karang Kates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang belum terlaksana secara optimal.
Peran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Wonokitri dalam pengelolaan ekowisata Edelweiss Park Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Denayu Grandis; Nur Hadi; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i5p549-558

Abstract

The tourism sector is one of the largest foreign exchange earning sectors for a country's economy. The development of the tourism aspect must of course also be balanced with benefits from an economic perspective and cultural integrity for the local community, or better known as Ecotourism. Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) is one of the administrative areas under the auspices of the Ministry of Environment and Forestry, in which there is an ecotourism-based tourism village development program, namely the Edelweiss Ecotourism Park. The existence of this program cannot be separated from the role of the institutions carried out by the TNBTS so that the tourism management system can still be accountable for the preservation of its resources. The development of a tourist village initiated by TNBTS has a background of problems related to the preservation of Edelweiss flowers in the National Park area by using them for the customary needs of the local community which were previously imbalanced. This research was conducted with the aim of knowing the function of the role of elements of an institution and society in improving the community's economy through ecotourism at Edelweiss Park, Wonokitri Village, Tosari, Pasuruan. The method used in this study is qualitative to produce descriptive data in the form of words or utterances from individuals who are observed, then observed. This study concluded that the ecotourism village development program improved the community’s economy and the knowledge aspect of Edelweiss flower management. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar bagi perekonomian suatu negara. Perkembangan aspek wisata tentunya juga harus diimbangi dengan adanya manfaat dari segi ekonomi serta keutuhan budaya bagi masyarakat setempat, atau yang lebih dikenal dengan istilah Ekowisata. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi salah satu kawasan wilayah administratif yang dinaungi oleh lembaga Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang didalam kawasannya terdapat program pengembangan desa wisata yang berbasis Ekoturisme yakni Ekowisata Edelweiss Park. Adanya program itu juga tidak lepas dari peran lembaga yang dilaksanakan oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar sistem pengelolaan kepariwisataan tetap bisa dipertanggungjawabkan terhadap kelestarian sumberdayanya. Pengembangan desa wisata yang diinisiasi oleh TNBTS mempunyai latar belakang permasalahan yang berkaitan dengan pelestarian bunga Edelweiss dalam kawasan Taman Nasional dengan pemanfaatannya untuk keperluan adat masyarakat setempat yang dahulu belum berimbang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui fungsi peran elemen suatu lembaga dan masyarakat dalam peningkatan perekonomian masyarakat melalui ekowisata Taman Edelweiss Desa Wonokitri Tosari Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif untuk menghasilkan berupa data deskriptif kata-kata atau ucapan dari individu yang diamati, kemudian diobservasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dari program pengembangan desa ekowisata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta aspek pengetahuan pengelolaan bunga Edelweiss.
Peningkatan Promosi Digital Desa Melalui Keterlibatan Pemuda Desa Seli Septiana Pratiwi; Desy Santi Rozakiyah; Nanda Harda Pratama Meiji; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) AMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.171

Abstract

Local and foreign tourists can be persuaded to visit attractions offered through social media. Wonokitri Village, one of the gateways to Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS), has resumed tourism promotion through social media. There are barriers to managing social media, including owning and managing social media. The charity will be implemented through outreach and direct support to village youth by involving Pokdarwis Wonokitri Village as a participant. The goal is to make village promotions more inclusive and allow local communities to manage social media to attract tourists. Philanthropic activities include direct participatory efforts. The first step in maximizing our work was to work with POKDARWIS members to identify the key constraints and needs of the local community. Next, a discussion was held on the content that characterizes the village's potential. In addition, local village youth are supported to create engaging social media content for tourists, especially in the form of photographs. The implementation team also gained an understanding of the different functions of social media used and how to best utilize them to promote digital village tourism.
Optimalisasi Branding Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Guna Menuju Desa Wisata Deny Wahyu Apriadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Ahmad Arif Widianto; Anis Cahyaning Lintang Berlian; Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas; Dian Jaya Wardani; Moh Pebrianto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v3i1.1920

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk mengoptimalisasikan branding Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar melalui basis yang dimiliki oleh Desa Samar, dan juga dibantu dengan video promosi, website, serta sosial media sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan jumlah serta minat wisatawan untuk berkunjung ke Agroeduwisata Jeruk-Jeruk Desa Samar, sehingga perekonomian desa dapat meningkat dari sektor pariwisatanya. metode yang dipakai pada pengabdian ini berupa proses observasi, wawancara & dokumentasi dengan fokus pada masyarakat Desa Samar, Kecamatan Pegerwojo, Kabupaten Tulungagung. Dari pengabdian ini didapatkan hasil yakni selain adanya petik jeruk, pembibitan madu, dan cinderamata dari anyaman bambu yang bisa dioptimalkan dalam pemasaran dan pengenalan kepada pengunjung. Kemudian, terdapat kendala yang dialami yakni minimnya biaya operasional untuk memperbaiki dan memperbaharui fasilitas dan juga kurangnya partisipasi sumber daya manusia untuk mengembangkan Agroeduwisata Jeruk-Jeruk ini. Selanjutnya terdapat beberapa proses pelaksanaan branding yang dilakukan oleh tim pengabdi antara lain optimalisasi penggunaan website dan media sosial sebagai media promosi, dan membuat video iklan serta profil desa.
Modal Sosial dalam Pengembangan Wisata Nangkula Park di Desa Kendalbulur, Kabupaten Tulungagung Rizqi Nur Rizna Fitria Ningsih; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v17i1.31170

Abstract

This study aims to identify the development of Nangkula Park tourism, including the constraints and social capital within the community-based tourism group (Pokdarwis). The study employs a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that the development of Nangkula Park tourism by Pokdarwis is achieved through the establishment of artificial tourism with comprehensive facilities. The constraints identified within Pokdarwis regarding the development of Nangkula Park tourism are related to (1) Pokdarwis' human resources, (2) limited funds, and (3) varying levels of participation. Meanwhile, the forms of social capital possessed by Pokdarwis Nangkula Park include (1) social norms formed from community values, which give rise to unwritten rules that are consistently followed, (2) trust expressed through mutual assistance and trust in the division of labor, and (3) social networks established with various parties such as the tourism department and other Pokdarwis groups.AbstrakKajian ini berupaya mengidentifikasi pengembangan wisata Nangkula Park, termasuk kendala dan modal sosial dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kajian ini menggunakan metode kualitatif model deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata Nangkula Park yang dilakukan oleh Pokdarwis adalah dengan mewujudkan wisata buatan dengan fasilitas yang lengkap. Kendala yang ditemukan dalam Pokdarwis terhadap pengembangan wisata Nangkula Park adalah terkait dengan (1) SDM Pokdarwis, (2) dana yang terbatas, (3) tingkat partisipasi yang berbeda. Sementara itu, bentuk modal sosial yang dimiliki Pokdarwis Nangkula Park meliputi (1) norma terbentuk dari nilai-nilai sosial bermasyarakat, darinya lahir aturan-aturan tidak tertulis dan selalu dipatuhi. (2) kepercayaan dituangkan dalam bentuk saling menolong serta kepercayaan dalam pembagian kerja. (3) jaringan sosial terjalin dengan berbagai pihak seperti dinas pariwisata, dan pokdarwis lain.
Co-Authors Abdul Kodir Ahmad Arif Widianto Aisyiyah Hariani Alan Sigit Fibrianto Alifia Putri Azahra Ananda, Kun Sila Anis Cahyaning Lintang Berlian Anis Cahyaning Lintang Berlian Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anzari, Prawinda Putri Apriadi, Deni Wahyu Apriyadi, Deny Wahyu Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa' Astuti, Galuh Ayu Audria Octavia Sri Anjani Awan Setia Dharmawan Azzam, Shidqii Abdullah Berlian, Anis Cahyaning Lintang Daffa, Adilah Fajrin Defa Ayu Triana Denayu Grandis Deny Wahyu Apriadi Deny Wahyu Apriyadi Desy Santi Rozakiyah Dhanu Dewantara Aji Dhiya 'Ulhaq, Inhu Wahid Diah Pusfita Ayu Dian Jaya Wardani Dian Jaya Wardani Dini, Alya Muflihatud Dionchi, Pramana Herjati Putra Egi Baskara Putra Elya Kurniawati Emilia Putri Purnama Erningtyas, Tamarin Fachrul Abdul Latif Faizal Gustian Widianto Faizal Kurniawan Fitrotin Nadhifah Galuh Ayu Astuti Hanindraputri, Eufrasia Kartika Hidayat, Vian Noer Achmad Iin Ningtias JOAN HESTI GITA PURWASIH Kodir, Abdul - Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lulu Chamdliyah Luly Triningsih Magdharega Putri Pratiwi Maulida Nabilah Megasari Noer Fatanti Moch. Aan Sugiharto Moh Pebrianto Moh. Pebrianto Mohammad Rousyan Fikri Qowim Nabila Nasywal Muna Nadhifah, Fitrotin Nadya Bherta Viana Putri Nadya Pramudiana Fariza Nida Khoirunisa Ningsih, Rizqi Nur Rizna Fitria Ningtias, Iin Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra Nora Titahning Ayudha Nur Faridatul Janah Nur Hadi Oki Rahadianto Sutopo Oki Rahadianto Sutopo Pebrianto, Moh Pratiwi, Seli Septiana Putra, Egi Baskara Putri Clariza Putri, Nadya Bherta Viana Putri, Zulfa Meutia Ridwan Tajul Fahmi Ridwan Tajul Fahmi Rizqi Nur Rizna Fitria Ningsih Rohmatin Alfisnistiawati Salsabillah Malicha Putri Sanggar Sukama Sijati Seli Septiana Pratiwi Siti Hadiyatul Hasanah Siti Nur Azizah Siti Rahmah Sri Untari Tamarin Erningtyas Tri Gunawan Wardani, Dian Jaya Waskito Waskito