Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Masyarakat sebagai Edukator dan Pengelolaan Pariwisata Berbasis Ekowisata di Desa Samar Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung Deny Wahyu Apriadi; Nanda Harda Pratama Meiji; Ahmad Arif Widianto; Anis Cahyaning Lintang Berlian; Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas; Dian Jaya Wardani; Fitrotin Nadhifah; Moh. Pebrianto
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2887

Abstract

Pendampingan pengelolaan wisata di Desa Samar masih belum optimal karena Pokdarwis Desa Samar masih kesulitan untuk mengelola wisata berkelanjutan, seperti kendala sumber daya manusia dan dana operasional yang terbatas. Pendampingan dalam pengelolaan potensi sumber daya manusia perlu dilakukan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi wisata berbasis ekowisata dengan seperti Agroeduwisata Jeruk-Jeruk, edukasi perah susu sapi dan pemanfaatan sungai sebagai wisata river tubing secara mandiri. Pendampingan pengelolaan wisata meliputi empat tahapan, yakni (1) Sosialisasi program (2) Pelatihan dan pendampingan (3) Launching Media Promosi dan Terbentuknya Edukator, dan (4) Evaluasi dan monitoring terhadap keseluruhan tahapan yang dilakukan dalam rangka pendampingan pengelolaan wisata berbasis ekowisata di Desa Samar. Hasil dari pendampingan yang dilakukan kepada target ialah berupa pemahaman dari sosialisasi yang dilakukan oleh kelompok ahli, video promosi wisata, dan terbentuknya kelompok masyarakat sebagai edukator wisata desa.
Good looking and gaya hidup modern mahasiswa diploma perbankan di Malang Diah Pusfita Ayu; Nanda Harda Pratama Meiji
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 12, No 2 (2023): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v12i2.59887

Abstract

Fenomena good looking sebagai persyaratan bagi calon mahasiswa D III Perbankan di kota Malang menjadi salah satu isu yang viral di kalangan masyarakat di ruang media sosial beberapa waktu terakhir. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena good looking dan perspektif lifestyle pegawai bank dalam konteks mahasiswa D III Perbankan di kota Malang sebagai calon pegawai bank. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara secara langsung dengan informan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa persyaratan good looking yang telah diterapkan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak kurikulum dari kampus dalam memenuhi kriteria yang dimiliki oleh industri. Ekspektasi yang dimiliki oleh mahasiswa D III Perbankan tentang lifestyle pegawai bank sebagai seorang calon pegawai bank adalah gaya hidup yang hedon demi menunjang penampilan mereka selama bekerja dan melayani nasabah.
Pelatihan Penguatan Materi Esensial Kurikulum Merdeka untuk MGMP Sosiologi Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Malang Joan Hesti Gita Purwasih; Seli Septiana Pratiwi; Nanda Harda Pratama Meiji
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5776

Abstract

Transisi kurikulum 2013 menuju kurikulum merdeka berdampak bagi guru mata pelajaran sosiologi. Beberapa materi esensial sosiologi dalam Kurikulum Merdeka sedikit berbeda dengan kurikulum 2013. Selain itu, capaian pembelajaran (CP) kurikulum merdeka ditulis dengan narasi berupa paragraf. Standar tersebut relatif baru bagi guru sehingga urutan materi dan kompetensi yang akan diajarkan harus disusun secara rinci dalam bentuk alur tujuan pembelajaran (ATP). Sebagian besar guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah(MA) Kabupaten Malang berasal dari latar belakang non pendidikan sosiologi. Oleh karena itu, penafsiran CP menjadi ATP sebagai urutan materi esensial cukup sulit dipetakan. Kasus ini menjadi tantangan bagi guru mata pelajaran sosiologi di MA Kabupaten Malang. Penguatan mengenai materi esensial sosiologi dapat membantu guru mengatasi tantangan tersebut. Pendampingan dengan metode capacity building dilakukan untuk membedah materi-materi esensial Sosiologi. Hasilnya, guru dapat memanfaatkan materi pendampingan tersebut menjadi ATP di satuan pendidikan masing-masing sebagai bahan untuk menyusun perangkat ajar lanjutan, yaitu modul ajar. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan survei (angket tertutup), tujuannya untuk mengukur tingkat penguasaan dan kepuasan program.
Pengembangan Kompetensi Alumni Pendidikan Sosiologi dalam Membuat Modul Ajar Kurikulum Merdeka Joan Hesti Gita Purwasih; Nanda Harda Pratama Meiji; Seli Septiana Pratiwi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.5838

Abstract

Kurikulum Merdeka menuntut seorang pendidik mampu mengembangkan pembelajaran dengan konsep teaching at right level. Tujuan pengabdian ini meningkatkan keterampilan alumni dalam membuat Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) hingga produk modul ajar yang utuh. Perangkat-perangkat pembelajaran tersebut relatif baru dan berbeda dengan materi yang pernah dipelajari alumni ketika studi di jenjang S1. Pengabdian dilakukan melalui tahapan prasurvei, perencanaan program, pendaftaran peserta, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ceramah, diskusi, praktik, dan tes digunakan selama proses pengabdian. Hasilnya, terdapat 50 alumni yang mendaftar menjadi peserta dari berbagai wilayah terlibat dalam kegiatan ini. Rata-rata hasil survei terhadap peserta selama sesi kegiatan menunjukkan materi yang diajarkan dapat diaplikasikan di dunia kerja hal ini dibuktikan dari pernyataan sesuai (41,4%), dan sangat sesuai (57,3%). Hanya 33 peserta yang dapat membuat perangkat ajar sendiri berupa modul ajar, sementara sisanya tidak mengumpulkan produk modul ajar.
Peningkatan Promosi Digital Desa Melalui Keterlibatan Pemuda Desa Seli Septiana Pratiwi; Desy Santi Rozakiyah; Nanda Harda Pratama Meiji; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpni.v4i2.171

Abstract

Local and foreign tourists can be persuaded to visit attractions offered through social media. Wonokitri Village, one of the gateways to Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS), has resumed tourism promotion through social media. There are barriers to managing social media, including owning and managing social media. The charity will be implemented through outreach and direct support to village youth by involving Pokdarwis Wonokitri Village as a participant. The goal is to make village promotions more inclusive and allow local communities to manage social media to attract tourists. Philanthropic activities include direct participatory efforts. The first step in maximizing our work was to work with POKDARWIS members to identify the key constraints and needs of the local community. Next, a discussion was held on the content that characterizes the village's potential. In addition, local village youth are supported to create engaging social media content for tourists, especially in the form of photographs. The implementation team also gained an understanding of the different functions of social media used and how to best utilize them to promote digital village tourism.
Strategi Bertahan Hidup Keluarga Miskin di Tepi Rel Kereta Api Sekitar Stasiun Pasar Senen Galuh Ayu Astuti; Nanda Harda Pratama Meiji
SOCIUS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v10i2.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana keluarga miskin di tepi rel kereta api sekitar Stasiun Pasar Senen bertahan hidup dengan beberapa strategi bertahan hidup meski mengalami serba keterbatasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan jenis fenomenologi. Data yang digunakan dibagi dalam data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari observasi secara langsung di tepi rel serta wawancara dengan beberapa keluarga miskin dan petugas keamanan stasiun. Sedangkan data sekunder didapatkan dari data statistik BPS dan penelitian terdahulu. Teknik purposive sampling digunakan dengan kriteria informan merupakan masyarakat yang memiliki permasalahan ekonomi, tidak memiliki penghasilan yang tetap, dan tinggal di tepi rel kereta api dengan kondisi tempat tinggal tidak layak. Penelitian ini menggunakan teori mekanisme survival James C Scott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mempertahankan kehidupannya, keluarga miskin tersebut menerapkan strategi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan. Strategi aktif dilakukan dengan melakukan pekerjaan sampingan seperti mengumpulkan botol dan barang bekas, menambah jam kerja, dan menambah rute keliling ketika berdagang atau mengamen. Strategi pasif yang dilakukan adalah dengan menurunkan mutu makanan, mengganti merek popok dan susu yang lebih murah, dan hidup lebih hemat. Strategi jaringan yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan bantuan dari orang sekitar, meminjam uang ke bank keliling, dan memanfaatkan bantuan dari pemerintah dan kelompok sosial lainnya.
The Role of Home Industry Tiles in Empowering Human Resources (HR) of the Community of Kamulan Village, Trenggalek Regency Tamarin Erningtyas; Seli Septiana Pratiwi; Nanda Harda Pratama Meiji
Humanities Horizon Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Pena Produktif Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes how the roof tile cottage industry contributes to human resource empowerment in Kamulan Village. This research was conducted using a qualitative method. Using empowerment theory by Jim Ife as the theoretical basis of description. Data was collected through purposive sampling, in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis was done inductively. The resource persons in this research are stakeholders in Kamulan Village and residents of roof tile craftsmen in Kamulan Village who are experienced in the roof tile industry as many as 8 resource persons. This research describes how the roof tile industry in Kamulan Village plays a role in empowering and absorbing human resources in the village. The results of the research conducted found that the home-based roof tile industry has prospered the lives of residents in the village. Empowerment carried out by residents is carried out well sustainably and actively between owners and workers in work evaluation. However, there are production obstacles with the scarcity of human resources (HR) of residents due to the large number of industries with total employment. The sustainability of the roof tile industry must be considered, especially in the availability of human resources and activating the empowerment of local village human resources. Considering the wider social and environmental impacts, it is strongly recommended that policies and socialization be made that support the growth of the roof tile industry in the future.
DEGENERASI PETANI MUDA DI DESA BOCOR KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN Daffa, Adilah Fajrin; Meiji, Nanda Harda Pratama; Apriadi, Deny Wahyu
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.55593

Abstract

Farming is one of the jobs that used to be the main job for the people of Indonesia, especially people who live in villages, but this time the existence of farmers has decreased with the times. Villagers, especially youths, prefer to migrate to work in cities to get jobs that have a better income than working as farmers. This study aims to determine: (1) why the younger generation in Bocor Village does not choose to become farmers as a profession and (2) how migration is an alternative way for young people in Bocor Village to advance their careers. In this study, the method used is qualitative with a phenomenological approach. The results obtained from this study are that young people in the village want a better economic change than their families, so they hope that migrating can improve the economics of their families, compared to farmers whose income only depends on uncertain harvests. Migrating is also an option because, for young people who have just graduated from school, it is complicated to find a job because of the condition of the village that there are very few jobs and the Regency Minimum Wage (UMK) in the town is very small
Model Pengembangan Pertanian Melalui Pembangunan Greenhouse di Desa Banjarsari Kulon, Kabupaten Madiun Dhiya 'Ulhaq, Inhu Wahid; Meiji, Nanda Harda Pratama
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 6 No 01 (2024): Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol6.No1.2024.198

Abstract

Upaya pemerintah Desa Banjarsari Kulon dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membangun greenhouse sebagai program ketahanan pangan skala desa. Namun greenhouse tersebut mengalami kemacetan pembangunan hingga tidak ada tindak lanjut dari pemerintah desa. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan latar belakang serta permasalahan yang terjadi pada pembangunan greenhouse. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga dapat memperoleh data secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan greenhouse tersebut dilatarbelakangi oleh peraturan presiden nomor 104 tahun 2021 tentang dana desa mengalokasikan sebesar 20% untuk ketahanan pangan. Pembangunan tersebut bersifat Top-Down sehingga tidak melibatkan masyarakat dalam pembangunan. Permasalahan yang terjadi pada greenhouse adalah tidak tersedianya pengairan, perubahan anggaran, kurangnya partisipasi dan tidak adanya tindakan yang solutif dari pemerintah maupun masyarakat. Konsep developmentalisme yang diterapkan oleh pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya dianggap gagal dalam mengatasi kemiskinan. Seperti pembangunan secara linear dengan menggencarkan pembangunan fisik berharap kuatnya aspek ekonomi, maka aspek lainnya akan mengikuti. Jalan keluar bagi pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya dengan memperhatikan berbagai aspek yaitu ekonomi, politik, budaya, lingkungan, dan personal/spiritual.
Telaah Moshing sebagai Bentuk Ekspresi Pemuda pada Komunitas Musik Hardcore di Malang Raya Azzam, Shidqii Abdullah; Meiji, Nanda Harda Pratama
Jurnal Studi Pemuda Vol 12, No 1 (2023): Pemuda, Krisis, dan Digitalisasi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.84508

Abstract

Body movements such as brawls, playing with hands and feet, pushing bodies between actors, and cases of death have been found, causing moshing to be viewed negatively, particularly by commoner. Using a phenomenological approach as well as a youth study approach in the form of an emic approach, this research seeks to answer ignorance about the background of moshing and understand moshing as a form of communication for young survivors of hardcore music. According to the findings, there were several types of moshing, including two-step, violence dance, wall of death, stage dive, crowd killer, and pogo, which have also been classified as positive or negative hardcore based on the background of each hardcore band. Moshing was able to provide free space in expressing moods when there were problems, feeling bored and tired after full activities; a place for having fun to vent negative aura into positive aura; and excess inner satisfaction in enjoying hardcore music for youth in Malang City. As a result, if people position themselves as the perpetrator, moshing did not always become a negative thing.
Co-Authors Abdul Kodir Ahmad Arif Widianto Aisyiyah Hariani Alan Sigit Fibrianto Alifia Putri Azahra Ananda, Kun Sila Anis Cahyaning Lintang Berlian Anis Cahyaning Lintang Berlian Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anyndia Putri Dwi Candra Ningtyas Anzari, Prawinda Putri Apriadi, Deni Wahyu Apriyadi, Deny Wahyu Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa' Astuti, Galuh Ayu Audria Octavia Sri Anjani Awan Setia Dharmawan Azzam, Shidqii Abdullah Berlian, Anis Cahyaning Lintang Daffa, Adilah Fajrin Defa Ayu Triana Denayu Grandis Deny Wahyu Apriadi Deny Wahyu Apriyadi Desy Santi Rozakiyah Dhanu Dewantara Aji Dhiya 'Ulhaq, Inhu Wahid Diah Pusfita Ayu Dian Jaya Wardani Dian Jaya Wardani Dini, Alya Muflihatud Dionchi, Pramana Herjati Putra Egi Baskara Putra Elya Kurniawati Emilia Putri Purnama Erningtyas, Tamarin Fachrul Abdul Latif Faizal Gustian Widianto Faizal Kurniawan Fitrotin Nadhifah Galuh Ayu Astuti Hanindraputri, Eufrasia Kartika Hidayat, Vian Noer Achmad Iin Ningtias JOAN HESTI GITA PURWASIH Kodir, Abdul - Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lulu Chamdliyah Luly Triningsih Magdharega Putri Pratiwi Maulida Nabilah Megasari Noer Fatanti Moch. Aan Sugiharto Moh Pebrianto Moh. Pebrianto Mohammad Rousyan Fikri Qowim Nabila Nasywal Muna Nadhifah, Fitrotin Nadya Bherta Viana Putri Nadya Pramudiana Fariza Nida Khoirunisa Ningsih, Rizqi Nur Rizna Fitria Ningtias, Iin Ningtyas, Anyndia Putri Dwi Candra Nora Titahning Ayudha Nur Faridatul Janah Nur Hadi Oki Rahadianto Sutopo Oki Rahadianto Sutopo Pebrianto, Moh Pratiwi, Seli Septiana Putra, Egi Baskara Putri Clariza Putri, Nadya Bherta Viana Putri, Zulfa Meutia Ridwan Tajul Fahmi Ridwan Tajul Fahmi Rizqi Nur Rizna Fitria Ningsih Rohmatin Alfisnistiawati Salsabillah Malicha Putri Sanggar Sukama Sijati Seli Septiana Pratiwi Siti Hadiyatul Hasanah Siti Nur Azizah Siti Rahmah Sri Untari Tamarin Erningtyas Tri Gunawan Wardani, Dian Jaya Waskito Waskito