Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Konsekuensi Hukum Terhadap Notaris yang Melakukan Tindak Pidana Pemalsuan Akta Kuasa Menjual (Studi Putusan No. 773/Pid.B/2021/PN.SMG) Endah Wulandari; Alvi Syahrin; Rudy Haposan Siahaan
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 7 (2025): Tema Hukum Pidana
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i7.2341

Abstract

Notarial acts of falsifying authentic deeds harm the interests of parties and are subject to criminal punishment. This normative juridical research analyzes the procedure for making notarial power of attorney to sell deeds, notaries' legal responsibilities regarding falsification, and legal consequences based on Decision No. 773/Pid.B/2021/PN.Smg. Research findings indicate procedures must comply with the Notary Law and Notary Code of Ethics. Notaries may face administrative, civil, and criminal sanctions. In this decision, the notary was found guilty of falsifying 4 power of attorney to sell deeds and sentenced to 1 year 6 months imprisonment under Article 264 paragraph (1) jo Article 55 paragraph (1) sub-1 of the Criminal Code.
Fotografi Produk Panganan Olahan Salak Turi Go- Digital Marketing: Pengabdian Dheasey Amboningtyas; Endah Wulandari; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4804

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan fotografi produk makanan olahan salak (salak Turi) bagi UMKM di Kecamatan Turi untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital mereka. Metode yang digunakan meliputi pelatihan terstruktur dengan pendekatan teoritis dan praktis, yang mencakup teknik fotografi dasar, pengaturan pencahayaan, komposisi gambar, dan pengeditan foto. Studi pendahuluan dilakukan untuk memahami kebutuhan dan tingkat keterampilan awal peserta, diikuti dengan sesi praktik langsung untuk memperkuat pemahaman tentang teknik yang diajarkan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan peserta, kualitas foto produk, dan implementasi strategi pemasaran digital. Peserta mampu menghasilkan foto produk yang lebih menarik dan profesional, yang meningkatkan daya tarik visual produk mereka di platform digital.Selain itu, penggunaan strategis media sosial dan e-commerce membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas produk. Pelatihan ini berdampak positif tidak hanya pada keterampilan teknis peserta tetapi juga pada kepercayaan diri mereka dalam mengelola pemasaran digital, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis mereka di pasar yang kompetitif. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi media sosial dan e-commerce, kita dapat mengatasi kesulitan. Salah satu solusi yang dapat kita manfaatkan adalah fotografi produk, khususnya fotografi makanan, yang dapat digunakan sebagai konten digital untuk kembali menarik minat konsumen potensial di kalangan pengusaha makanan kecil. Selain itu, foto produk makanan juga dapat berfungsi sebagai konten utama dalam aplikasi E-Commerce yang tersedia.
Representation of the Objectification of Teenage Female Characters in Sofia Coppola's Film Endah Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), April 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the representation of objectification of teenage female characters in Sofia Coppola's film, The Virgin Suicides (1999). The study employs feminist theory, focusing on Martha Nussbaum's (1995) classification of objectification and Laura Mulvey's (1975) theory of the male gaze. Mise-en-scène is the primary framework for describing the representation of objectification experienced by the Lisbon princesses.The analysis shows that the film consistently uses mise-en-scène to depict the objectification of the Lisbon princesses as objects for the fulfillment of male desires and fantasies. The study identifies six of the seven forms of objectification defined by Nussbaum, with instrumentality, inertness, and fungibility as the most dominant.
PELATIHAN SENI KRIYA PADA PARA SISWA DI SMA 1 GAMPING Wulandari, Endah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.56837

Abstract

Seni kerajinan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan nilai tambah ekonomi. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pemanfaatan sampah rumah tangga dan industri kecil di lingkungan yang ada. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini diimplementasikan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, bantuan produksi, dan evaluasi hasil. Target kegiatan ini adalah sekelompok pemuda dan pemudi dari SMA 1 Gamping yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan keterampilan dalam mengolah bahan baku menjadi produk kerajinan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Keberhasilan program ini ditunjukkan oleh inisiatif peserta untuk membentuk kelompok yang berfokus pada kerajinan daur ulang. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan kemandirian generasi saat ini melalui pemberdayaan ekonomi sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan sekolah sebagai platform pengembangan keterampilan akademik.