Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Rasio Bahan-Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Mutu Ekstrak Tembakau (Nicotiana tabacum L.) dengan Microwave-Assisted Extraction (MAE) Wulandari, Endah; Subroto, Edy; Djali, Mohammad; Fauziah, Hana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.9

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia. Ekstrak tembakau dapat diaplikasikan dalam produk untuk membantu berhenti merokok. Metode ekstraksi berbantu microwave (MAE) memiliki keunggulan dalam mempersingkat waktu ekstraksi dan penggunaan energi serta penggunaan pelarut yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu ekstraksi dan rasio bahan baku-pelarut terhadap rendemen, warna, kandungan alkaloid, serta kadar nikotin pada ekstrak tembakau menggunakan Microwave-Assisted Extraction (MAE). Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio 1:3 (b/v) memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai rendemen tinggi, sedangkan rasio 1:9 (b/v) mampu menghasilkan rendemen yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. Warna ekstrak tembakau menunjukkan nilai L*, a*, dan b* yang bervariasi, kecenderungan warna mengarah ke merah gelap. MAE menghasilkan kadar nikotin yang lebih rendah dibandingkan maserasi, tetapi tetap lebih efektif karena dapat mencapai hasil yang mendekati hanya dalam waktu ekstraksi 15 menit. Rasio bahan bakupelarut dan waktu ekstraksi terbukti memengaruhi rendemen, warna, dan kandungan alkaloid pada ekstrak tembakau. Perlakuan dengan hasil rendemen tertinggi (29.54%) serta intensitas sedang senyawa alkaloid yang terdeteksi diperoleh dari rasio bahan baku-pelarut 1:9 (b/v) selama 5 menit.
Strengthening the competitiveness of MSMEs at Batujajar transit apartment through financial literacy training Harlina, Putri Widyanti; Lembong, Elazmanawati; Wulandari, Endah
Community Empowerment Vol 10 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14472

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in driving local economies, yet many operators still lack adequate understanding of effective financial management. Low financial literacy often results in difficulties in determining the Cost of Goods Sold (COGS), maintaining simple financial records, and formulating long-term business strategies. This community service program aimed to strengthen the capacity of MSME actors, specifically residents of the Batujajar Transit Apartment, through participatory training. The methodology involved interactive lectures, group discussions, and hands-on practice, integrated with the student Community Service Program (KKN) of Universitas Padjadjaran. The program successfully demonstrated an increase in participant understanding, reflected in their ability to calculate basic COGS, create financial recording formats, and produce relevant Business Model Canvas (BMC) drafts. Evidence of success is visible in the BMC examples developed by the participants. It is expected that this activity will enhance the product competitiveness of the MSMEs through more professional business governance and financial management.
Analysis of Food consumed by Indonesian Moslem Hajj Pilgrims: Complete and Incomplete Nutrition Alfiah, Alfiah; Hapsari, Rr. Ayu Fitri; Wulandari, Endah
The Avicenna Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2023): The Avicenna Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/avicenna.v4i2.31740

Abstract

Background.The Mabrur hajj is the goal of carrying out hajj. Hajj pilgrims during the hajj journey are expected to have physical readiness besides financial and security. Health problems while in Mecca such as: congested congregation, population diversity, climate, and far from health facilities arises the possibility of various infections and non-infections. One of the physical readings is through the consumption of nutrients during the Hajj pilgrimage. This study analyzes the understanding of nutritional needs for health during the pilgrimage journey of IndonesiaMethods. The design of this study was conducted descriptively observing a quantitative approach by filling out a questionnaire. The number of respondents who filled out the questionnaire reached 231 people with the following profiles: 66% women; 71% of the productive age is 25-50 years.Results:There are 71% of respondents consuming food with incomplete nutritional composition at every meal. However, most of the nutritional composition consumed and needed has been fulfilled. There are only a few types of fruit that are less liked because they are not accustomed to the tongue of the pilgrims. There are 55% pilgrims who prepare their own supplements and medicinesConclusion: This shows the awareness of pilgrims to the need for macronutrients and micronutrients during the pilgrimage. It is necessary to educate the benefits of nutrition need to be done to reduce immunity, energy needs, physical health and religious approaches.
Rancang Bangun Company Profile berbasis Website sebagai Media Promosi Kampung Wisata pada Kampung Banyumas RT 32 Balikpapan Utara Amelia, Rizky; Mujahidin, Syamsul; Isabell, Mayati; Ramadhani, Arif; Wulandari, Endah; Rafidah, Bella Nur; A, Dewa Akbar; N, Eka Widya; Saputra, Anandi; Bilal, Muhammad; P, Pingki Tornanda
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v2i2.418

Abstract

Aksesibilitas merupakan kemampuan atau ketersediaan suatu tempat, produk, layanan, atau informasi untuk diakses dan digunakan oleh semua orang. Kampung Banyumas RT 32 merupakan desa yang terletak di Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara, memiliki daya tarik wisata unik, yaitu Wisata Meranti. Untuk aksesibilitas informasi bagi masyarakat umum, diperlukan pembangunan company profile berbasis website. Website ini akan dikelola secara berkelanjutan oleh perangkat desa. Sistem dibangun dengan menggunakan metode Agile dengan metode pengembangan Extreme Programming. Proses pembuatan company profile ini diintegrasikan ke dalam program pengabdian kepada masyarakat, memberikan manfaat untuk mempromosikan Kampung Banyumas RT 32 sebagai destinasi kampung wisata yang menarik. Ini tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan, tetapi juga berperan sebagai alat promosi yang efektif untuk meningkatkan kunjungan dan kesadaran masyarakat.
ANALISIS FUNDAMENTAL MAKRO EKONOMI INDONESIA PERIODE 1980-2012 Wulandari, Endah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa fundamental makro ekonomi Indonesia belum cukup kuat, meskipun indikator ekonomi makro menunjukkan  bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi, tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, dan tingkat pengangguran rendah. Pertumbuhan ekonomi  Indonesia didorong oleh sektor perdagangan dan keuangan  yang menyebabkan penyerapan tenaga kerja kurang maksimal. Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel tingkat inflasi, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial, serta cadangan devisa secara serentak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tingkat Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sesuai dengan teori Harrold-Domar. Tingkat kemiskinan  dan  tingkat pengangguran  juga menunjukkan hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun pengaruhnya tidak signifikan.  Teori Kurva Phillips terbukti bahwa tingkat pengangguran berhubungan negatif dengan tingkat inflasi. Selain itu transaksi berjalan dan  transaksi modal dan finansial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan cadangan devisa berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan ketiganya tidak berpengaruh signifikan.  Kata kunci:   Fundamental Ekonomi,  Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi, Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran, Transaksi Berjalan, Transaksi Modal dan Finansial, Cadangan Devisa
Optimization of the use of sorghum flour, peanuts, and moringa leaves in the making of high-protein gluten-free biscuits [Optimasi penggunaan tepung sorgum, kacang tanah dan daun kelor pada pembuatan biskuit non-gluten tinggi protein] Wulandari, Endah; Indiarto, Rossi; Arifin, Heni Radiani; Talitha, Shabrina Gitta
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v29i2.144-156

Abstract

Protein is one of the macronutrients that the body needs in large quantities in addition to carbohydrates and fats. Eating high-protein biscuits can be one way to meet daily protein needs. Biscuits made from sorghum flour, peanuts, and Moringa leaves can produce non-gluten biscuits high in protein. This study aimed to determine the optimal balance of using sorghum flour, peanuts, and moringa leaves to produce high-protein biscuits with acceptable sensory values. The research method used is an experimental method with descriptive data analysis. The optimization method uses the Response Surface Methodology (RSM) experimental design with a central composite design (CCD). The best biscuit formula, as a result of the RSM experimental design optimization, has a protein nutrient content of 8.71%, 2.60% moisture content, 2.60% ash content, 32.99% fat content, and 53.85% carbohydrate content. The combination of using flour significantly affects the texture of the biscuits but does not significantly affect the color. Using composite flour consisting of 60% sorghum flour, 37% peanuts, and 4% moringa leaves to manufacture non-gluten biscuits can produce biscuits that are high in protein and have physicochemical properties and good sensory acceptability.
Uji Biologis Multi Nutrient Block dengan Penambahan Jus Daun Sirih Hijau terhadap Pemanfaatan Energi Domba Ekor Tipis Wulandari, Endah; Mukodiningsih, Sri; Pangestu, Eko
Jurnal Agripet Vol 23, No 2 (2023): Volume 23, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v23i2.25924

Abstract

ABSTRACT. Multi Nutrient Block (MNB) merupakan suplemen dengan kadar air yang cukup tinggi dan termasuk ke dalam intermediate moisture, sehingga perlu ditambahkan bahan yang memiliki sifat sebagai pengawet, antara lain daun sirih hijau. Daun sirih hijau juga memiliki sifat antiprotozoa, sehingga berdampak pada proses fermentasi dalam rumen. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kualitas biologis MNB yang ditambahkan daun sirih hijau pada Domba Ekor Tipis ditinjau dari konsumsi bahan kering, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan, fermentabilitas dan pemanfaatan energi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 3 perlakuan dan 6 ulangan. Materi yang digunakan ialah MNB terdiri dari 50% molases, 30% jerami padi fermentasi, 6% tepung cangkang kerang, 3% garam, 4% urea dan 7% bentonit. Penambahan daun sirih hijau pada MNB sebanyak 0% pada T0, 3% pada T1 dan 6% pada T2. Pemberian pakan terdiri atas konsentrat komersil 65%, rumput gajah 25% dan MNB 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jus daun sirih hijau pada MNB tidak berpengaruh nyata (P0.05) terhadap konsumsi nutrien dan energi, fermentabilitas nutrien pakan serta pemanfaatan energi. Pemberian jus daun sirih hijau sebesar 6% pada MNB tidak berdampak pada proses fermentabilitas dan performa ternak domba.(The biological quality of multi nutrient block with addition of green betel leaf juice on energy utilization of thin tailed sheep)ABSTRAK. Multi Nutrient Block (MNB) is supplement with a high moisture content and classified as intermediate moisture, so it is necessary to add ingredients that have preservative properties, such as green betel leaf. Green betel leaf also has antiprotozoal compound, so it has an impact on the fermentation process in the rumen. The purpose of this study was to examine the biological quality of MNB with green betel leaf to Thin Tailed Sheep in terms of dry matter consumption, daily body weight gain, feed conversion, fermentability and energy utilization. This study used a completely randomized design consisting of 3 treatments and 6 replications. The material used MNB consisting 50% molasses, 30% fermented rice straw, 6% clamshell flour, 3% salt, 4% urea and 7% bentonite, while the addition of green betel leaf was 0% at T0, 3% at T1 and 6% at T2. Feeding consisted of 65% commercial concentrate, 25% elephant grass and 10% MNB. The parameters observed in this study were dry matter consumption, average daily gain, feed conversion, fermentability and energy utilization. The results showed that the addition of green betel leaf juice to MNB had no significant effect (P0.05) on nutrient and energy consumption, fermentability and energy utilization. The conclusion of the study is the addition of green betel leaf juice to MNB until 6% did not impact on the process of fermentability and performance of sheep.
PELATIHAN FOTOGRAFI PRODUK SEBAGAI SARANA PEMASARAN PADA HOME INDUSTRI Amboningtyas, Dheasey; Wulandari, Endah; Umboro, Susanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31140

Abstract

Pelatihan fotografi produk ini menggunakan teknik foto lifestyle. Jenis gambar produk menggunakan teknik lifestyle berupaya untuk menciptakan hasil foto yang estetik. Pada konsep ini, kamu membutuhkan sejumlah properti terkait untuk menambah kesan keindahan pada produk yang ditampilkan. Hasil dari proses pelatihan fotografi produk ini menghasilkan karya foto dengan teknik hero style dan flat lay photography yang dilakukan pada produk olahan salak dengan merk “Berlian”, Pemasaran melalui media internet atau saat ini biasa dikenal dengan istilah pemasaran digital. Pemasaran secara digital merupakan salah satu media pemasaran yang sedang diminati oleh masyarakat saat ini karena dapat menjangkau target konsumen yang lebih luas secara cepat dan tepat serta lebih efektif dan efisien. Dalam memanfaatkan media promosi secara maksimal, dibutuhkan kemampuan menciptakan kreasi baru dan unik agar pesan-pesan dapat melekat pada konsumen, sehingga tujuan menjangkau lebih banyak konsumen, salah satunya yaitu fotografi.
Karakterisasi Protein Sorgum dan Upaya Peningkatan Jejaring Protein Sorgum Dengan Penambahan Glukosa-Oksidase [Characterization of Sorghum Protein and Improvement of Sorghum Protein Net-Working with Addition of Glucose-oxidase] Wulandari, Endah
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 1 No. 2 (2018): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) contains about 10% protein so it can act as a source of protein. Kafirin is a protein in sorghum distinguished on α, β, and γ-kafirin based on molecular weight differences, ease of extracting, and molecular structure. Characteristics of the sorghum protein and the ability of glucose-oxidase will form a protein network naturally between proteins or peptides resulting in polymerization. The objectives of the research were to fractionate protein of the flour of Zh-30 sorghum strain using five types of solvents. The protein fractions were analyzed for protein content and molecular weight by SDS-PAGE and evaluated for protein-network formation by glucose-oxidase, the result showed that flour protein of the sorghum Zh-30 strain consisted of five classes of proteins with a ratio of respectively albumin, globuline, kafirin 1, gluteline and kafirin 2 or cross-linked kafirin 11:11:42:7:29. Kafirin 1 content was 36.01%, kafirin 2 24.79%, gluteline 22.15%, globuline 12.81% and albumin 4.24% of total protein. Molecular weight of each protein fraction of the sorghum flour Zh-30 strain was respectively albumin 69.9 kDa, kafirin 1 which consisted α1-kafirin 22.4 kDa and α2-kafirin 23.5 kDa, globuline 121 kDa, gluteline 15.5 kDa and kafirin 2 which consisted of α1-kafirin 16.2 kDa, α2-kafirin 23.5 kDa, β-kafirin 24.6 kDa and γ-kafirin 53.6 kDa. Protein net-working was established when the glutelin fraction was treated with glucose-oxidase (MW 69 kDa from 15.5 kDa).
KADAR PROTEIN DAN TANIN NASI SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) DENGAN PENAMBAHAN KACANG TUNGGAK (Vigna unguiculata) [PROTEIN AND TANNIN CONTENTS OF SORGHUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) RICE WITH ADDITION OF COWPEA (Vigna unguiculata)] Wulandari, Endah; Muthia, Husna; Lembong, Elazmanawati; Filiant, Fitry
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 1 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorghum is the fifth most important cereal and is a staple food for people living in semiarid tropical regions such as Africa, Asia and Latin America. Sorghum contains nutrients that are equivalent to rice so it can be used as rice and become a staple food for Indonesian people, but sorghum has a low protein quality due to its low lysine content and contains antinutrients, tannins, so it is necessary to do several ways to improve the quality of sorghum protein. The addition of cowpea aims to increase the level of rice sorghum lysine, while germination is done to reduce the level of sorghum rice tannins. The purpose of this study was to determine the protein content and levels of sorghum rice tannin with the addition of cowpea. The results showed that the addition of cowpea caused increased levels of tannin and rice sorghum protein, while germination could reduce tannin levels and increase the protein content of sorghum rice. ABSTRAKSorgum adalah serealia terpenting kelima dan merupakan makanan pokok bagi masyarakat yang tinggal di daerah tropis semi kering seperti Afrika, Asia dan Amerika Latin. Sorgum mengandung nutrisi yang setara dengan beras sehingga dapat dimanfaatkan sebagai nasi dan menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, namun sorgum memiliki kualitasprotein yang rendah karena kandungan lisin yang rendah dan mengandung zat antinutrisi yaitu tanin, sehingga perlu dilakukan beberapa cara untuk meningkatkan kualitas protein sorgum. Penambahan kacang tunggak bertujuan untuk meningkatkan kadar lisin nasi sorgum,sedangkan perkecambahan dilakukan untuk mengurangi kadar tanin nasi sorgum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein dan kadar tanin nasi sorgum dengan penambahan kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kacang tunggak menyebabkan meningkatnya kadar tanin dan protein nasi sorgum, sedangkan perkecambahan dapat menurunkan kadar tanin dan meningkatkan kadar protein nasi sorgum.Kata kunci: Kacang tunggak, nasi sorgum, perkecambahan, protein, tanin