Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS MAJA PUJI, LELA KANIA RAHSA; PRATIWI, RITA DWI; ARDIYANTI, WIDYA; RATNANINGTYAS, TRI OKTA; ISMAYA, NURWULAN ADI
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v6i2.426

Abstract

ABSTRACTPublic health center as a first-level facility that is widely used by BPJS users must have good service quality and quality in order to provide satisfaction to patients. Based on the results of research at the Maja Health Center, it was determined that 64.2% of outpatients using BPJS Health were dissatisfied with the services provided and 35.8% were satisfied with the services provided. The purpose of the study was to determine the relationship between service quality and satisfaction of outpatients using BPJS Health at Maja Health Center. Cross sectional analytical survey method with univariate and bivariate analysis. The sampling technique was purposive sampling of 106 respondents. The correlation results from the five dimensions of service quality (tangibility, reliability, responsiveness, assurance, emphaty) have a relationship with the satisfaction of outpatients using BPJS Health at Maja Health Center. ABSTRAKPuskesmas sebagai fasilitas tingkat pertama peserta BPJS harus memiliki mutu pelayanan yang baik guna memberikan kepuasan pada pasien. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Maja menentukan bahwa 64,2% pasien rawat jalan pengguna BPJS kesehatan merasa tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan dan 35,8% puas terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan pengguna BPJS Kesehatan di Puskesmas Maja. Metode survei analitik cross sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling 106 responden. Hasil korelasi dari lima dimensi kualitas pelayanan (bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati) ada hubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan pengguna BPJS Kesehatan di Puskesmas Maja. Mutu pelayanan kesehatan yang baik akan menambah kepuasan pasien dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan
DETERMINAN RISK PERCEPTION DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRATEGI KOPING PADA PENYINTAS HIV/AIDS Indah, Fenita Purnama Sari; Pratiwi, Rita Dwi; Andriati, Riris; Ismaya, Nurwulan Adi; Aulia, Gina; Ayuningtyas, Gita; Romlah, Siti Novy
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 7, No 1 (2023): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v7i1.583

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) are still global health problems. Indonesia is ranked 5th as the country most at risk of HIV/AIDS in Asia, so the HIV/AIDS epidemic is also a problem in Indonesia. The research objective was to identify the determinants of coping strategies in HIV/AIDS survivors. This research is an analytical research with a cross sectional research design, and a quantitative approach. The research subjects in the group were selected randomly. The sample in this study were PLHIV recorded at the Regional General Hospital (RSUD) of Tangerang Regency totaling 36 PLWHA. Risk perception and social support with Coping Strategies stated that there was no relationship between Risk perception and Coping Strategies in the Tangerang District Hospital. Further research is needed on other matters related to coping strategies and innovative steps that can be taken to improve coping strategies in PLWHA (People with HIV/AIDS).ABSTRAKHuman Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan global. Indonesia berada pada urutan ke-5 sebagai negara yang paling berisiko HIV/AIDS di Asia, sehingga epidemi HIV/AIDS menjadi permasalahan pula di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor determinan strategi koping pada penyintas HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional, dan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian pada kelompok dipilih secara random. Sampel dalam penelitian ini yakni ODHA yang terdata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang berjumlah 36 ODHA. Hasil: Pada Risk perception dan dukungan sosial dengan Strategi Coping menyatakan bahwa tidak ada hubungan Risk perception dengan Strategi Coping di RSUD Kabupaten Tangerang. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal-hal lain yang berhubungan dengan strategi coping dan langkah-langkah inovasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan strategi coping pada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).  
COVID-19 and Diabetes Mellitus at RSU South Tangerang-Indonesia: Clinical Profile and Treatment Strategies: COVID-19 dan Diabetes Mellitus di RSU Tangerang Selatan-Indonesia: Profil Klinis dan strategi pengobatan Hasanah, Nur; Ismaya, Nurwulan Adi; Tulandi, Silvester Maximus; Permatasari, Putri Indah; Wafa, Wafa; Hakim, Amelia Nurul
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2023): (October 2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2023.v9.i2.15989

Abstract

Background: Diabetes Mellitus is one of the risk factors for COVID-19. This causes the morbidity and severity of COVID-19 patients to be higher in patients with diabetes. Objectivity: This study aimed to determine the effectiveness of treatment therapy for COVID-19 patients with comorbid diabetes at the South Tangerang City General Hospital. Material and methods: This study used a descriptive design with a quantitative approach and retrospective data collection. Sampling was done by Total Sampling with a total sample of 127 patients from 234 patients. Result: The characteristics of COVID-19 patients with comorbid diabetes were dominated by the male gender (55.1%), with an age range of 46-55 years (38.6%), high school education (43.3%), and have a private employee type of work (55.1%). The symptoms of COVID-19 patients with comorbid diabetes were cough (89.8%), with a length of stay for patients 7–14 days (72.4%).Treatment for COVID-19 with comorbid diabetes was antibiotics azithromycin (26.0%), antiviral remdesivir (62.2%), methylprednisolone (73.2%), acetylcysteine (85.0%), vitamin C (89.8%), and the antidiabetic group that is often used is insulin novorapid (41.7%). Conclusion: The results of laboratory examinations showed that COVID-19 treatment therapy is effective in reducing the amount of virus in the blood, which is indicated by an increase in the PCR value (p-value <0.001), lowering blood sugar levels (which is characterized by a decrease in blood sugar levels when (p-value <0.001) ), and reduce hypercoagulation which is characterized by a reduction in the value of D-dimer (p-value < 0.005).
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INSTALASI FARMASI DI RSIA SETYA BHAKTI KOTA DEPOK JAWA BARAT Yulianti, Yulianti; Ismaya, Nurwulan Adi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 3, No 2 (2023): Pharmaceutical Science Journal Vol 3 No 2, 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v3i2.607

Abstract

Pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena dengan adanya kepuasan maka pihak terkait dapat saling      mengkoreksi sampai dimana pelayanan yang diberikan apakah bertambah baik atau buruk. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh setiap petugas dalam memberikan pelayanan, dengan kata lain pelayanan yang dapat memuaskan adalah pelayanan yang dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan dapat memahami apa yang diminta masyarakat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan instalasi farmasi di rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Setya Bhakti Kota Depok Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian yang di diteliti dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS 20. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mengambil obat di Instalasi farmasi RSIA Setya Bhakti Kota Depok Jawa Barat. Sampel penelitian yang diambil secara quota sampling yaitu sebanyak       87 orang.Hasil penelitian tentang tingkat kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSIA Setya Bhakti Kota Depok Jawa Barat menunjukkan bahwa kategori tingkat kepuasan terbesar yaitu pada dimensi ketanggapan sebanyak 63,22%, dimensi kehandalan 56,32%, dimensi jaminan 55,17%, dimensi bukti langsung 48,28%, dan terakhir yaitu dimensi empati sebanyak 45,98%.
Pola Pengadaan Obat di 4 Apotek Jaringan Wilayah Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan Ismaya, Nurwulan Adi; Pratiwi, Rita Dwi; Sari Indah, Fenita Purnama; Aulia, Gina; Sumarwati, Sumarwati
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 12, NOMOR 1, FEBRUARI 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v0i0.4937

Abstract

Pharmacies are an inseparable part of the drug distribution chain until it reaches the patient. However, patients often hear complaints about the availability of drugs in pharmacies because sometimes there are drug shortage. The aim of this study was to identify the drug procurement pattern in four network pharmacies in the Bumi Serpong Damai (BSD) area in 2019. A retrospective study of four network pharmacies in the Bumi Serpong Peace (BSD) area of South Tangerang was carried out. A total of 8,959 samples were obtained by census from procurement documents of all drugs sold beginning in 2019. (A, B, C, and D pharmacies). The ABC and VEN methods were used in this study. The information gathered includes the name of the drug, the unit, the manufacturer's name, the creditor's name, and the amount and selling price. During 2019, four pharmacies had a total of 2,876 medicinal items of pharmacy A, 1,918 medicinal items of pharmacy B, 1,939 medicinal items of pharmacy C, and 2,226 medicinal items of pharmacy D, with a total drug expenditure of pharmacy A Rp.2,649,438;pharmacy B Rp.683,389,661; pharmacy C Rp. 881,540,329; and pharmacy D Rp. 1,245,520,143. Based on the findings of the study, it is possible to conclude that the four pharmacies have the most drugs in the essential category based on the VEN analysis. However, based on the Pareto ABC analysis, there are still many drugs in four network pharmacies in the BSD Region that fall into the Pareto C category, necessitating further investigation of the procurement.
Formulasi Sediaan Minuman Serbuk Fungsional Kombinasi Biji Jagung (Zea mays L. ) dan Madu Utami, Sheila Meitania; Ismaya, Nurwulan Adi; Ratnaningtyas, Tri Okta; Yunarto, Nanang
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 12, NOMOR 2, AGUSTUS 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v0i0.5536

Abstract

Corn is a food ingredient that contains carotenoids that are very potential in preventing cancer, adding endurance, as antivirals, fungi, and parasites, carotenoids are also good for vision, growth and reproduction. The highest carotenoid compound in corn is lutein which has potential as an immunomodulator. Honey is also immunomodulatory by triggering macrophages to produce cytokines involved in killing bacteria and tissue repair. The combination of corn and honey in one drink will produce a health supplement preparation that contains antioxidants and immunomodulators that are good for health. The goal of this study was to get the best formula of instant granules physically. Instant granules are made from corn kernels that have been dried with a combination of honey which is processed by dry granulation with variations of corn kernels FI & FIV (15%), FII & FV (25%), FIII & FVI (35%), and FI & FIV honey (35%), FII & FV (25%), FIII & FVI (15%). Instant granules are conducted physical test evaluations including organoleptic tests, flow time, angle of repose, compressibility index, time of granules to dissolve, particle distribution, pH, viscosity of reconstituted and RDA test. The results showed that the granule flow time, angle of repose, compressibility index, time of granules to dissolve, granules particle distribution and viscosity of reconstituted overall physical testing showed no noticeable differences, except against the most preferred taste parameters FVI. So the best formulation has obtained is FVI and shows the result of the RDA test with total energy of 350 kcal/100 grams.
Formulation and Evaluation of Gummy Candy from the Extract of Jathropa Leaf (Jatropha curcas L.) Aulia, Gina; Sayyidah, Sayyidah; Fadhilah, Humaira; Ismaya, Nurwulan Adi; Indah, Fenita Purnama Sari
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 13, NUMBER 2, AUGUST 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v13i2.6429

Abstract

People are becoming more interested in nutraceutical preparations to maintain health as the world's health problems worsen. Jatropha curcas leaves (Jatropha curcas L.) have anthelmintic properties due to tannin compounds that act as anti-worms. This study aims to produce jelly candy preparations from Jatropha curcas leaves and evaluate these preparations. There are two stages of research: raw material preparation and verification, and jelly candy formulation. This study showed that the best concentration of Jatropha leaf extract was Formula 2. Based on the phytochemical test, there were alkaloids in the Jatropha leaf extract.  The pH value of gummy candies preparations of castor leaf extract, weight uniformity test, passed the moisture content test because they met the requirements for a wide range of dosage values. Meanwhile, the Hedonic Test results show that Formula 2 is the most preferred by children. So, based on the evaluation and hedonic test results, Formula 2 is the best preparation for jelly candy from jatropha leaves.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ISPA PNEUMONIA PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN 2020-2023 Rahajeng, Suny Koswara; Sayyidah, Sayyidah; Dewi, Bheta Sari; Kristiyowati, Anis Dwi; Ismaya, Nurwulan Adi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 2 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i2.910

Abstract

ABSTRAK Seperti halnya di belahan dunia lain, pneumonia merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat berkisar dari yang sama sekali tidak bergejala atau sedang hingga yang sangat parah dan bahkan fatal. ISPA dapat memengaruhi saluran pernapasan atas atau bawah. Iritasi pada sinus, hidung, dan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) biasanya berlangsung sekitar seminggu. Penatalaksanaan pneumonia ISPA sangat bergantung pada penggunaan antibiotik yang tepat untuk mencegah resistensi antibiotik dan menjamin kemanjuran pengobatan. Para peneliti di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan bermaksud untuk melihat seberapa baik antibiotik untuk aspirasi paru salin intravena (ISPA) bekerja pada pasien pneumonia pediatrik mereka. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif. Informasi dikumpulkan dari rekam medis anak-anak yang didiagnosis dengan pneumonia ISPA antara tahun 2020 dan 2023. Sampel dari pasien dipilih untuk dianalisis menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Sebanyak 71 partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode sampel total. Mayoritas pasien ISPA pneumonia adalah laki-laki (36 dari 91), dan mayoritas pasien berusia di bawah lima tahun (54 dari 96; atau 76% dari total). Dari semua antibiotik yang digunakan, 36 pasien (51% dari total) diresepkan makrolida, dengan 36 pasien (51% dari total) menerima azitromisin. Analisis penggunaan antibiotik berdasarkan masing-masing kriteria: Tepat Pasien (100%), Tepat Indikasi (100%), Tepat Obat (96%), dan Tepat Dosis (97%). 
KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB ABORTUS IMMINENS DI RSIA IBU DAN ANAK PUTRA DALIMA KOTA TANGERANG SELATAN: KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB ABORTUS IMMINENS DI RSIA IBU DAN ANAK PUTRA DALIMA KOTA TANGERANG SELATAN Puji, Lela Kania Rahsa; Hasanah, Nur; Ismaya, Nurwulan Adi; Handayani, Putri; Delianah, Anisha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.619

Abstract

Latar belakang: Abortus Imminens adalah pendarahan rahim selama kehamilan sebelum 20 minggu, saat hasil konsepsi masih berada di dalam uterus tanpa adanya pembukaan serviks. Abortus yang berkelanjutan, seringkali menimbulkan stres karena tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Janin yang mengalami abortus dapat dipertahankan (pada 95% kasus) dengan istirahat total dan 5% kasus kehamilan menjadi singkat sehingga kemungkinan bayi lahir prematur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor determinan Abortus Imminens di RSIA Putra Dalima BSD Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain kasus dan pengumpulan data sekunder dari rekam medik rumah sakit. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang dirawat sebanyak 95 ibu hamil dengan 41 kasus mengalami Abortus Imminens dan 54 ibu hamil tidak mengalami Abortus Imminens. Hasil: Penelitian ini menunjukkan kejadian Abortus Imminens di Rumah Sakit Ibu dan Anak Putra Dalima 41 kasus (43%). Usia ibu, usia kandungan, paritas, dan riwayat abortus sebelumnya bisa mempengaruhi terjadinya Abortus Imminens. Faktor determinan yang dominan adalah usia ibu dan usia kandungan. Dengan faktor determinan tersebut pasien ibu hamil yang mengalami Abortus Imminens diresepkan obat Isoxsuprine, Allystrenol, dan Asam Folat. Kesimpulan: Penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala terutama ibu hamil yang telah memiliki riwayat mengalami Abortus Imminens.
Analisis strategi implementasi sains untuk pengembangan sistem informasi kesehatan dalam pencegahan infeksi opportunistik pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Puji, Lela Kania Rahsa; Indah, Fenita Purnama Sari; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.769

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian penyakit HIV/AIDS adalah salah satu masalah yang belum tuntas. Selain itu, ODHA dapat dipengaruhi oleh berbagai penyakit progresif, seperti infeksi oportunistik. jumlah infeksi HIV di Indonesia sebesar 46.659 kasus dengan kasus AIDS sebanyak 10.190 kasus. Terapi penanggulangan AIDS pada pencegahan kematian salah satunya dengan mengurangi infeksi oportunistik (IO). IO dapat menyebabkan kematian > 90% (6-9). Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Studi ini merupakan preeksperimen dengan desain satu kelompok preeksperimen-posteksperimen. Analisis data menggunakan Uji Paired Test dan Uji Wilcoxon untuk mencari hubungan antar variabel. Quota Sampling 30 ODHA yang terdaftar di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan dengan teknik accidental sampling. Hasil: persepsi ancaman, persepsi kerentanan, dan persepsi kepercayaan diri terdapat perbedaan antara hasil pre test dan hasil post test dengan nilai p value <0,05. Sedangkan untuk persepsi keseriusan, persepsi keuntungan, persepsi hambatan, dan sikap pencegahan terhadap infeksi oportunistik tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p value >0,05. Kesimpulan: Metode Implementasi Sains dalam pencegahan infeksi oportunistik pada ODHA memberikan kefektivitasan untuk menurunkan persepsi ancaman, kerentanan, hambatan dan meningkatkan persepsi keseriusan, keuntungan, kepercayaan diri dan sikap pencegahan.
Co-Authors Afriyani, Mirta Sepi Agung Dewantoro Al-Hafiz, Mohammad Alfianur Alfianur Alita, Dini Arum Alwiyati, Nurkhikmah Amelia Nurul Hakim Ananda Eka Safitri Andriyani Rahmah Fahriati Annisa, Fitra ARDIYANTI, WIDYA Arief, Ilham Aripin Aripin Aripin Asep Hidayat Aulia, Gina Ayu Werawati Azzahra, Aristi Azzahra, Elsa Bagaskara Danumaya Bayu Prihantoro Beny Maulana Satria Betty Bheta Sari Dewi Dede Anggraeni Delianah, Anisha Desy Darmayanti DEWI FITRIANI Dewi Yulianti Diah Permata Sari Diah Permata Sari Eri Sigit Wibowo Erwin Herdiawan Eviarini, Prawitasari Fadly Putajaya Faizah Tafdhiila Fajar Tri Kuncoroyekti Farma, Ritta Fenita Purnama Sari Indah Fitriah, Nada Galih Pratiwi, Rekiyan Tuhu Gama Bagus Kuntoadi Gina Aulia Gita Ayuningtyas Gumilang, Nabila Cahya Handayani, Putri Handayani Hermiyanti, Evika Humaira Fadhilah Imansari, Aulia Nadya Rizki Ita La Tho Kasumawati, Frida Kristiyowati, Anis Dwi Kurniawati, Dewi Indah Lilis Suryani Butar Butar Listiana, Ida Luciana Luciana Lukman Handoyo Magdalena Niken Oktovina Muhammad Iqbal Fathoni Nanang Yunarto Nanang Yunarto Nanda Nurul Aini Neneng Sri Purwaningsih Ni Bodro Ardi Nining Prihatin Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Sakinah Nurhaetami, Cut Intan Nurhafeni Nurhafeni Nursobah, Ihsan Okpri Melia Pebriani, Mala Permatasari, Putri Indah PUJI LESTARI Puji Rahayu Puji, Lela Kania Rahsa Putrajaya, Fadly Putri Handayani Putri, Annisa Septyana R Tri Rahyuning Lestari Ramdan, Raka Fahri Rani Riskha Wahyuni Ratna Sitorus Resti Dwi Wahyuni Reswandaru, Uud Nourma RIRIS ANDRIATI Rita Dwi Pratiwi Rofiqo Syafa’a Fatulloh Ros Sumarny Salina, Fitri Sayyidah, Sayyidah Setianti Haryani Sheila Meitania Utami Sheli, Sheli Silvester Maximus Tulandi Siti Novy Romlah Sitorus, Christina Apnirosi Sucipto Sucipto Sumarwati Sumarwati Sumarwati Suny Koswara Rahajeng Tifani Monika TITA HARDIANTI Toni Zayendra Tri Okta Ratnaningtyas Tria Monja Mandira Uswatun Hasanah Utami Ulfa Veri, Veri Vini Irnia Wafa, Wafa Wawaimuli Arozal Yuliandanur, Eka Yulianti Yulianti