Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS TERAPI INSULIN TERHADAP GLUKOSA DARAH DAN HbA1c PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT UMUM X JAKARTA SELATAN Aulia, Gina; Azzahra, Aristi; Purwaningsih, Neneng Sri; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur; Putri, Annisa Septyana; Kurniawati, Dewi Indah; Werawati, Ayu; Sayyidah, Sayyidah
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no2p167-172

Abstract

Diabetes mellitus is a serious and chronic condition. Diabetes mellitus patients often experience serious acute and chronic complications, even causing death. South Jakarta has the 4th highest prevalence of diabetes mellitus, namely 2.83%. The aim of this study was to analyze the effectiveness of insulin therapy by examining differences in blood glucose and HbA1c after 4 months and 8 months of therapy in diabetes mellitus patients. The research method in this research is quantitative descriptive analysis with a cohort retrospective approach. The sample in this study was 92 diabetes mellitus patients on insulin therapy who had their HbA1c checked with blood glucose routinely in 2023 taken using the purposive sampling method. The results showed that most patients were in the 56-65 years age group (45.7%), the most common gender was female (57.6%), and 76.1% of patients had comorbidities. The most widely used insulin therapy is a combination of Rapid acting and Long acting insulin (63%). The conclusion in this study was that there was no significant difference in either blood glucose levels after 4 months of therapy (P=0.442) or blood glucose levels after 8 months of therapy (P=0.148), compared with 1st month blood glucose, and there was a difference significant both HbA1c levels after 4 months of therapy (P=0.000) and HbA1c levels after 8 months of therapy (P=0.000), compared with HbA1c in the 1 month
PENGARUH SENYAWA FITOKIMIA DALAM REBUSAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFRA) DAN SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH Hasanah, Nur; Ismaya, Nurwulan Adi; Satria, Beny Maulana; Aulia, Gina; Sitorus, Ratna
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.264

Abstract

                                                        ABSTRACTBackground: Hypertension is a condition characterized by elevated blood pressure, which can lead to persistent damage in target organs, such as stroke and cardiovascular disease. Purpose: This study aimed to evaluate the effect of moringa and celery leaf decoction on reducing blood pressure in individuals with hypertension. Methods: A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed, involving 40 respondents diagnosed with hypertension. The independent variable was the administration of moringa and celery leaf decoction, while the dependent variable was blood pressure levels. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The results demonstrated that consuming moringa and celery leaf decoction effectively reduced blood pressure. The Wilcoxon test showed a significant reduction in blood pressure, with a p-value of 0.05. Conclusion: The study concluded that moringa and celery leaf decoction have a significant effect in lowering blood pressure among hypertensive patients in Buaran, Serpong sub-district, South Tangerang City. This finding highlights the potential of herbal medicine as an alternative non-pharmacological treatment for hypertension.                                                                   ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi adalah masalah kesehatan global yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas, menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Meskipun sering tanpa gejala, hipertensi dapat merusak organ secara bertahap, menjadikannya salah satu penyebab utama kematian. Oleh karena itu, penelitian hipertensi sangat penting untuk menemukan solusi pengobatan yang efektif. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah daun kelor (Moringa oleifera), yang terbukti memiliki sifat antihipertensi dan dapat menjadi pilihan pengobatan alami untuk membantu mengelola kondisi ini.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek air rebusan daun kelor dan seledri dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok, melibatkan 40 responden yang didiagnosis hipertensi. Variabel independen adalah pemberian rebusan daun kelor dan seledri, sedangkan variabel dependen adalah tingkat tekanan darah. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rebusan daun kelor dan seledri efektif menurunkan tekanan darah. Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan dengan nilai p = 0,05. Kesimpulan: Rebusan daun kelor dan seledri memiliki efek signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, sehingga rebusan daun kelor dan seledri berpotensi sebagai minuma herbal sebagai alternatif non-farmakologis untuk hipertensi. 
PDKK PENGARUH PEMBERIAN TEH KETUMBAR DAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CEMPAKA PUTIH: ERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Hasanah, Nur; Satria, Beny Maulana; Ismaya, Nurwulan Adi; Puji, Lela Kania Rahsa; Hakim, Amelia Nurul; lestari, R. Tri Rahyuning; Betty; Handayani, Putri Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1942

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat di Desa Cempaka Putih. Penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer karena terjadi tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui setelah muncul komplikasi serius. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang upaya pengendalian hipertensi secara alami menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian ini.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan alternatif pengobatan nonfarmakologis melalui pemanfaatan ramuan teh ketumbar dan madu murni Nusantara dalam menurunkan tekanan darah masyarakat di Desa Cempaka Putih. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan ramuan teh ketumbar madu, serta pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah konsumsi ramuan. Sebanyak 32 warga berpartisipasi, terdiri dari 16 orang kelompok intervensi dan 16 orang kelompok kontrol. Kelompok intervensi mengonsumsi teh ketumbar madu setiap pagi selama 14 hari. Sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah kelompok intervensi sebesar 158/95 mmHg dan kelompok kontrol 151/89 mmHg. Setelah 14 hari, tekanan darah kelompok intervensi menurun menjadi 139/85 mmHg, sedangkan kelompok kontrol menjadi 141/86 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value:0,00 (p < 0,05), menandakan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menunjukkan bahwa konsumsi teh ketumbar dan madu dapat menjadi alternatif upaya pengendalian hipertensi secara alami di Desa Cempaka Putih
PENGARUH KONSELING FARMASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RUJUK BALIK DI APOTEK X TANGERANG SELATAN Ismaya, Nurwulan Adi; Luciana, Luciana; Aulia, Gina; Dewantoro, Agung; Rahayu, Puji
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.283

Abstract

                                                       ABSTRACTHypertension is a disease that threatens a person's quality of life and  one of the main cause of death in worldwide. This study aims to see the effect of providing counseling on the level of adherence in consuming drugs and carrying out a healthy lifestyle for hypertension patients at Apotek Kimia Farma Pamulang. Researchers observed the variables of knowledge, attitudes and patient compliance and the correlation between three variables and decrease of blood in hypertension patients. The method used was an experimental study with a before after design, hypertension patients with a back-referral program. In this study, respondents were asked to fill out questionnaires before the intervention and after the intervention with the total samples of 186. The demographic characteristics of the respondents from 186 patients showed: male respondents = 130 persons (70%); aged 60 – 74 years = 125 persons (67%). The average result of the assessment before the intervention was carried out from the knowledge variable was 54.45, the attitude variable was 66.04 and the compliance variable was 50.07 while the assessment after the intervention was carried out from the knowledge variable was 89.78, the attitude variable was 91.99 and the compliance variable was 72.94. The patient's blood pressure before the intervention was 159.85 mmHg for systolic and 85.70 mmHg for diastolic while the blood pressure after the intervention was 129.76 mmHg for systolic and 81.45 mmHg for diastolic. The conclusion is providing counseling can increase patient knowledge about hypertension, change patient habits towards their illness, increase patient compliance in taking medication, and can reduce blood pressure values.                                                   ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit yang mengancam kualitas hidup seseorang dan menjadi salah penyebab kematian di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian konseling terhadap tingkat kepatuhan dalam mengkonsumsi obat dan menjalankan pola hidup sehat pasien hipertensi di Apotek Kimia Farma Pamulang. Peneliti mengamati variabel pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien serta hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan penurunan hipertensi pasien. Metode yang digunakan adalah studi eksperimental dengan desain before after, pasien hipertensi program rujuk balik. Pada penelitian ini responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum intervensi dan setelah intervensi dengan jumlah responden adalah 186 pasien hipertensi. Karakteristik demografi responden dari 186 pasien menunjukkan: responden pria lebih banyak dari responden wanita yaitu = 130 orang (70%); berusia 60 – 74 tahun = 125 orang (67%). Hasil rata-rata penilaian sebelum dilaksanakan intervensi dari variabel pengetahuan adalah 54,45 variabel sikap adalah 66,04 dan variabel kepatuhan adalah 50,07 sedangkan penilaian setelah dilaksanakan intervensi dari variabel pengetahuan adalah 89,78 variabel sikap adalah 91,99 dan variabel kepatuhan adalah 72,94. Tekanan darah pasien sebelum intervensi sistolik 159,85 mmHg dan diastolik 85,70 mmHg sedangkan tekanan darah setelah intervensi hasilnya adalah sistolik 129,76 mmHg dan diastolik 81,45 mmHg. Dapat disimpulkan bahwa pemberian konseling dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang hipertensi, merubah sikap pasien terhadap penyakit yang dideritanya, meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat, serta dapat menurunkan nilai tekanan darah. 
Evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur Ismaya, Nurwulan Adi Ismaya; Yuliandanur, Eka
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i1.529

Abstract

Background: The main treatment for typhoid fever is antibiotics. The use of appropriate antibiotics is needed to overcome the problem of antibiotic resistance. Therefore, activity is needed to guarantee the quality of the use of appropriate and rational drugs, one of which is the Evaluation of Drug Use (EPO). Research conducted by Hasyul et al. (2019) from the evaluation of drug use in Cibatu, Tarogong, and Cisarupan Health Centers in Garut Regency in January-December 2017, 96.68% of patients were right using antibiotics, 58.27% were antibiotics, 63.32% were right dose, and 49.75% duration of administration. Purpose: To determine the use of antibiotics in typhoid fever in terms of various literature. Method: Qualitative with literature study method. Results: Based on gender the most percentage was female at 51,496%. Based on the age of at most from 5-24 years at 56,894%. Of the five studies, including 3 studies with the single most antibiotic used for the treatment of typhoid fever, ceftriaxone. Whereas the other 2 studies were the most antibiotic trials, namely cefotaxime. Based on exactly above, at the highest level in the research of Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, and Hapsari as much as 100%. Based on the highest number of patients in the Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., And Hapsari studies, 100%. Based on the exact results of the highest in the study of Hapsari amounted to 97.62%. Based precisely on the highest results in the study of Athaya et al. 80%. Keywords: Evaluation; Aantibiotics;Ttyphoid fever Pendahuluan: Pengobatan utama untuk demam tifoid adalah dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan untuk menjamin mutu penggunaan obat yang tepat dan rasional, salah satunya adalah Evaluasi Penggunaan Obat (EPO). Penelitian yang dilakukan Hasyul tahun 2019 dari hasil evaluasi penggunaan obat di Puskesmas Cibatu, Tarogong, dan Cisarupan di Kabupaten Garut pada Januari-Desember 2017, didapatkan 96,68% pasien tepat indikasi pemberian antibiotik, sebanyak 58,27% tepat antibiotik, sebanyak 63,32% tepat dosis, dan 49,75% tepat lama pemberian. Tujuan: Mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik pada kasus demam tifoid ditinjau dari berbagai literatur. Metode: Kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil dan Simpulan: Berdasarkan jenis kelamin persentase paling banyak yaitu perempuan sebesar 51,496%. Berdasarkan usia persentase paling banyak berusia 5-24 tahun sebesar 56,894%. Dari lima penelitian, terdapat 3 penelitian dengan persentase antibiotik tunggal terbanyak yang digunakan untuk terapi demam tifoid yaitu seftriakson. Sedangkan 2 penelitian lainnya persentase antibiotik terbanyak yaitu sefotaksim. Berdasarkan tepat indikasi persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., Widodo, dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat pasien persentase tertinggi yaitu pada penelitian Hekmawati & Mutmainah, Athaya et al., dan Hapsari sebanyak 100%. Berdasarkan tepat obat persentase teringgi yaitu pada penelitian Hapsari sebanyak 97,62%. Berdasarkan tepat dosis persentase tertinggi yaitu pada penelitian Athaya et al. sebanyak 80%. Kata kunci: Evaluasi; Antibiotik; Demam Tifoid
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN ALOE VERA MENJADI HANDSANITIZER BERSAMA RUMAH PANTI ASUHAN WISMA KARYA BAKTI Aulia, Gina; Pratiwi, Rita Dwi; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur; Fahriati, Andriyani Rahmah; Arief, Ilham; Jaya, Fadly Putra; Ayuningtyas, Gita; Indah, Fenita Purnama Sari; Al-Hafiz, Mohammad
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2023): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v4i2.31185

Abstract

Aloe vera digunakan oleh semua negara di dunia sebagai obat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Lidah buaya mengandung sekitar 75 kandungan aktif yang sudah teridentifikasi dan memiliki efek terapi. Kandungan polisakarida pada daun lidah buaya dihubungkan dengan aktivitas biologi lidah buaya, didukung efek sinergisme dari berbagai kandungan lain dalam tanaman. Daging buah lidah buaya telah digunakan secara luas pada produk komersial misalnya untuk produk makanan dan kosmetik. Tujuan  pengabdian masyarakat ini agar  masyarakat dapat mengetahui penanaman aloe vera dan pemanfaatan  alovera menjadi handsanitizer yang memiliki nilai jual. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Panti Asuhan Wisma Karya Bakti tersebut merupakan aset yang potensial dalam upaya mengembangkan usaha pemanfaatan Aloe vera. Selain itu, Panti Asuhan Wisma Karya Bakti masih memiliki lahan yang luas untuk dimanfaatkan sebagai area pertanian Aloe vera. Jika usaha pemanfaatan Aloe vera ini berhasil diterapkan maka para pengurus maupun anak asuh yang berada di Panti Asuhan Wisma Karya Bakti akan merasakan manfaat yang besar dalam meningkatkan taraf perekonomian dan juga wawasan mengenai pertanian dan usaha mandiri. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa usaha pemanfaatan Aloe vera bisa membantu perekonomian warga sekitar dan membuka peluang untuk bekerjasama dengan pihak industri. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 8 tahapan pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat. Tim pelaksana kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah dosen dan mahasiswa STIKes Widya Dharma Husada Tangerang.Kata Kunci : Aloe vera, Penanaman. Pemanfaatan, Hand sanitizer
Screening Penyakit Tidak Menular (PTM) Dan Konseling Kesehatan Pada Civitas Academica STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Pratiwi, Rita Dwi; Andriati, Riris; Indah, Fenita Purnama Sari; Aulia, Gina; Ismaya, Nurwulan Adi; Ayuningtyas, Gita; Romlah, Siti Novy; Handoyo, Lukman; Listiana, Ida; Fitriani, Dewi; Hasanah, Uswatun; Veri, Veri; Kuntoadi, Gama Bagus; Sucipto, Sucipto; Sheli, Sheli; Alita, Dini Arum; Lestari, Puji; Ramdan, Raka Fahri; Hidayat, Asep
Pelita Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Pelita Masyarakat, September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v6i1.11271

Abstract

This community service activity is conducted regularly every semester by lecturers involving 450 students from various study programs, collaborating with local health centers (Puskesmas) in South Tangerang. The purpose of the activity is to conduct health screenings to prevent and control Non-Communicable Diseases (NCDs) such as anemia, hypertension, diabetes mellitus, and obesity. The methods used include health education for students on NCD prevention and control, measurements of height, weight, upper arm circumference, blood pressure checks, random blood glucose tests, and a questionnaire on smoking habits. The results showed that 3 participants had a history of hypertension and 1 had diabetes mellitus. Additionally, 23 participants were identified as being at risk of chronic diseases. Follow-up actions included in-depth counseling and referral to the nearest Puskesmas. All participants were also found to be non-smokers. This activity aims to raise awareness about NCD prevention, followed by further health checks and sponsorship support in the future.
A Growing Healthy, Ideal and Free of Anemia: Tumbuh Sehat, Ideal dan Bebas Anemia Pratiwi, Rita Dwi; Ardi, Ni Bodro; Hasanah, Uswatun; Ismaya, Nurwulan Adi; Aulia, Gina; Indah, Fenita Purnama Sari; Fadhilah, Humaira; Fitriani, Dewi; Andriati, Riris; Hardianti, Tita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v1i1.10

Abstract

Abstract A person's level of physical fitness can be seen from activities such as, students who take part in lecture activities need physical fitness to support the teaching and learning process on campus optimally. Physical examination which includes blood pressure, weight, height, waist circumference can be an indicator to determine physical fitness. Anemia also affects a person's nutritional status. The incidence of anemia in Indonesia is still quite high. Based on the Riskesdas 2018, it is stated that the prevalence of age 15-24 years in Indonesia is 32% anemia, meaning that 3-4 out of 10 teenagers suffer from anemia. The solution to overcome this problem was carried out by community service activities by lecturers and students at STIKes Widya Dharma Husada Tangerang with a target of 100 students. The implementation of this community service is carried out with the following methods: Blood pressure checks, weighing, measuring height, waist circumference, health counseling and giving Tablet Tambah Darah (TTD) for free to students. Most of the service participants do not know that anemia can occur in adolescents because of suboptimal nutritional intake and lack of physical activity so that participants are given health counseling to get education related to the knowledge of the importance of maintaining physical fitness for health and knowledge to prevent anemia. By holding this service activity, it is hoped that it can trigger the awareness of students to care more about health, routinely check health and assist government programs in reducing the incidence of anemia in the community. The follow-up to the results of this community service is that health checks, health counseling and the provision of Tablet Tambah Darah (TTD) can be carried out in different places so that more students understand the importance of health and can reduce the incidence of anemia. Keywords: Medical examination; Anemia; Tablet Tambah Darah
The Correlation of Individual and External Factors to Work Fatigue in Employee at PT. Hutama Karya Building Division Project, Integrated Building Soekarno Hatta Airport Train Station Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Kasumawati, Frida; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.148 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1010

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2018, menurut Hamalainen 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahunnya, 2,4 juta (86,3%) dari kematian tersebut dikarenakan penyakit akibat kerja salah satunya yaitu kelelahan kerja, lebih dari 380.000 (13,7%) kematian karena kecelakaan kerja. Jumlah kecelakan non-fatal hampir seribu kali lebih banyak dibanding kecelakaan fatal, diperkirakan 374 juta pekerja mengalami kecelakaan ini.  Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan usia, status gizi, beban kerja, lama kerja, kualitas tidur dan status merokok dengan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 61 orang di proyek pembangunan integrated building. Hasil: hasil penelitian diperoleh jumlah pekerja yang mengalami kelelahan kategori tinggi sebesar 46 pekerja (75,4%), usia kategori beresiko mengalami kelelahan sebanyak 36 pekerja (59%), status gizi kategori normal sebanyak 50 pekerja (82%), beban kerja kategori berat sebanyak 43 pekerja (70,5%), kualitas tidur tidak normal sebanyak 51 pekerja (83,6%), lama kerja tidak normal sebanyak 47 pekerja (77%) dan merokok sebanyak 52 pekerja (85,2%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan variabel kualitas tidur (p value = 0.035), beban kerja (p value = 0.034), lama kerja (p value = 0.014) dan merokok (p value = 0.004) berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan pada variabel usia (p value = 0.184) dan status gizi (p value = 0.287) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar ditingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan para pekerja seperti diadakannya medical chek-up.
The Level of Knowledge Associated with Self-Medication Behavior of Over-The-Counter Medicine and Limited Over-The-Counter Medicine at RW 016 Bojong Nangka Village Ismaya, Nurwulan Adi; Andriati, Riris; Pratiwi, Rita Dwi; Indah, Fenita Purnama Sari
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.518 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1070

Abstract

Pendahuluan: Obat-obatan yang aman untuk digunakan dalam pengobatan sendiri termasuk obat yang dijual bebas dan obat bebas terbatas. Pengetahuan tentang informasi penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas berpengaruh kuat terhadap perilaku pengobatan sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas di RW 016 Desa Bojong Nangka. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik Systematic random sampling dengan hasil interval sampel digunakan untuk memilih 271 responden dari RW 016 Desa Bojong Nangka. Kuesioner digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku. Hasil: Tingkat pengetahuan responden dibagi menjadi tiga kategori yaitu baik, cukup, dan kurang. Perilaku responden tergolong baik atau buruk. Berdasarkan temuan penelitian ini, 214 responden (79%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 45 responden (16,6%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 12 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (4,4 persen). Sementara 194 responden (71,6 persen) melaporkan perilaku baik, 77 melaporkan perilaku buruk (28,4). Analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,000. Kesimpulan: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku pengobatan sendiri obat bebas dan obat bebas terbatas.
Co-Authors Afriyani, Mirta Sepi Agung Dewantoro Al-Hafiz, Mohammad Alfianur Alfianur Alita, Dini Arum Alwiyati, Nurkhikmah Amelia Nurul Hakim Ananda Eka Safitri Andriyani Rahmah Fahriati Annisa, Fitra ARDIYANTI, WIDYA Arief, Ilham Aripin Aripin Aripin Asep Hidayat Aulia, Gina Ayu Werawati Azzahra, Aristi Azzahra, Elsa Bagaskara Danumaya Bayu Prihantoro Beny Maulana Satria Betty Bheta Sari Dewi Dede Anggraeni Delianah, Anisha Desy Darmayanti DEWI FITRIANI Dewi Yulianti Diah Permata Sari Diah Permata Sari Eri Sigit Wibowo Erwin Herdiawan Eviarini, Prawitasari Fadly Putajaya Faizah Tafdhiila Fajar Tri Kuncoroyekti Farma, Ritta Fenita Purnama Sari Indah Fitriah, Nada Galih Pratiwi, Rekiyan Tuhu Gama Bagus Kuntoadi Gina Aulia Gita Ayuningtyas Gumilang, Nabila Cahya Handayani, Putri Handayani Hermiyanti, Evika Humaira Fadhilah Imansari, Aulia Nadya Rizki Ita La Tho Kasumawati, Frida Kristiyowati, Anis Dwi Kurniawati, Dewi Indah Lilis Suryani Butar Butar Listiana, Ida Luciana Luciana Lukman Handoyo Magdalena Niken Oktovina Muhammad Iqbal Fathoni Nanang Yunarto Nanang Yunarto Nanda Nurul Aini Neneng Sri Purwaningsih Ni Bodro Ardi Nining Prihatin Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Sakinah Nurhaetami, Cut Intan Nurhafeni Nurhafeni Nursobah, Ihsan Okpri Melia Pebriani, Mala Permatasari, Putri Indah PUJI LESTARI Puji Rahayu Puji, Lela Kania Rahsa Putrajaya, Fadly Putri Handayani Putri, Annisa Septyana R Tri Rahyuning Lestari Ramdan, Raka Fahri Rani Riskha Wahyuni Ratna Sitorus Resti Dwi Wahyuni Reswandaru, Uud Nourma RIRIS ANDRIATI Rita Dwi Pratiwi Rofiqo Syafa’a Fatulloh Ros Sumarny Salina, Fitri Sayyidah, Sayyidah Setianti Haryani Sheila Meitania Utami Sheli, Sheli Silvester Maximus Tulandi Siti Novy Romlah Sitorus, Christina Apnirosi Sucipto Sucipto Sumarwati Sumarwati Sumarwati Suny Koswara Rahajeng Tifani Monika TITA HARDIANTI Toni Zayendra Tri Okta Ratnaningtyas Tria Monja Mandira Uswatun Hasanah Utami Ulfa Veri, Veri Vini Irnia Wafa, Wafa Wawaimuli Arozal Yuliandanur, Eka Yulianti Yulianti