Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi dan Perilaku Masyarakat Desa Suwug Terhadap Tanaman Kitolod Sebagai Obat Konjungtivitis (Studi Kualitatif) Dewi, Kadek Lina Mariana; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Reganata, Gde Palguna
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i7.1794

Abstract

Insidensi konjungtivitis di Indonesia saat ini menduduki tempat kedua dari 10 penyakit mata utama. Beragam pengobatan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit ini dari yang obat konvesional hingga herbal. Studi pendahuluan yang dilakukan pada masyarakat Desa Suwug menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tanaman kitolod sebagai obat tetes mata.Mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman kitolod terhadap konjungtivitis.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu studi etnografi. Wawancara dilakukan pada 5 masyarakat Desa Suwug. Coding data dilakukan menggunakan aplikasi NVIVO. Thema dibangun dari perspektif informan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber berupa member checking.Pengetahuan tanaman kitolod sebagai obat tradisional sudah di lakukan secara turun temurun oleh masyarakat di Desa Suwug. Tanaman kitolod sendiri dapat tumbuh liar di halaman rumah. Berdasarkan pengalaman pribadi, masyarakat meyakini bahwa tanaman kitolod tersebut dapat mengobati konjungtivitis. Masyarakat memiliki cara pengolahan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Tanaman kitolod merupakan tanaman liar yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat di Desa Suwug. Terdapat cara pengolahan yang berbeda yaitu tanaman kitolod dan daun sirih hanya direndam pada wadah yang berisi air panas
Faktor - Faktor Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit X di Kabupaten Badung Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Purwahita, Adi; Saraswati, Anak Ayu Sri; Aini, Siti Nur
Bali International Scientific Forum Vol. 1 No. 1 (2020): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v1i1.131

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a symptoms that appears caused by impaired ability of the body to control blood glucose level in the body. Patient medication adherence is important to prevent any complication in diabetes mellitus patients. Purpose: This study aims to know the factors  that influence the use of antidiabetic drugs to the patients of type 2 diabetes mellitus at Outpatient Poly in X Hospital, Badung Regency. Method: Cross sectional method is applied with purposive sampling as the sampling technique. 71 patients with tipe 2 diabetes at Outpatient Poly X hospital has been used as samples on January 2019. Questionnaire has been used as an instrument of the study. Using univariate and bivariate analyses with Chi Square Test and multivariate analyses with Binary Logistic Regretion. Result: The study showed that educational factor (p=0,021) and gender factor (p=0,073) were associated with the factors that affected patient medication adherence. At the mean time, knowledge factor (p = 0,470), status of work (p =0,511), and quantity of drugs (0,964) received were not significantly associated with patient medication adherence at Outpatient Poly in X hospital.. Conclusion: Patient medication adherence in type 2 diabetes mellitus at the Outpatient Poly at X Hospital is influenced by education and gender factors..
Evaluasi Kejadian Diskrepansi Pada Pelaksanaan Rekonsiliasi Obat di RSUD Bali Mandara Rinata, A.A.Ayunda Deva; Ni Putu Aryati Suryaningsih; I Gusti Lanang Made Rudiartha; Ida Bagus Maharjana
Bali International Scientific Forum Vol. 2 No. 2 (2021): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v2i2.280

Abstract

Background: Patients transfer is a vulnerable time during which patient are at high risk of experiencing discrepancies which can lead to medication errors and adverse drug events. In an effort to prevent discrepancies, the hospital applies pharmaceutical service called medication reconciliation which is carried out every time a patient transferred. The implementation of medication reconciliation for internal hospital patients transfer at Bali Mandara Hospital has only been implemented since April 2021. Purpose: This study aims to identify the incidence of discrepancies in patients transferred with and without medication reconciliation. Method: This observational study was conducted by taking patients medical record data and medication reconciliation forms who were transferred from the emergency departement to the inpatient ward (n = 96) on the period of August 2020-February 2022. To justify the identified discrepancies, validity of the study on the incidence of discrepancies was performed with clinical pharmacists. The number of differences in discrepancy in the two groups was compared using the Mann-Whitney U test with p-value≤0,05. Results: The results showed that 169 discrepancies were found in patients who were not reconciled. Meanwhile, 36 discrepancies were found too in patients who were reconciled. The effectiveness of the reconciliation process for internal hospital transfer had a significant value 0,000 (p<0,05). The most common category of discrepancies in both groups was omission (96,09%) followed by an inappropriate dose (3,03%). Conclusion: It can be conclude the number of discrepancies in patients without medication reconciliation was higher. There needs to be consistency in a structured and proactive medicaton reconciliation process during patient transfer in hospital.
PENGARUH SOSIODEMOGRAFI RESPONDEN KOTA DENPASAR TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN OBAT SAAT MENJALANI ISOLASI MANDIRI COVID-19 Ni Putu Sinthya Devi Widyarini; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati
Bali International Scientific Forum Vol. 2 No. 2 (2021): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v2i2.286

Abstract

Abstract Background: COVID-19 is global pandemic with a very fast rate of spread. As of June 2021, Bali Province experienced 110% increase in the number of weekly cases. The sharp increase caused referrals to self-isolation also increase. The increase in COVID-19 self-isolation referrals has also increased trend of diverse drug use behaviors by the community. Differences in sociodemographic between communities are considered to affect the behavior of drug use formed while undergoing COVID-19 self-isolation, so that a study of the correlation is needed. Purpose: This study aims to determine the sociodemographic influence respondents of Denpasar City on drug use behavior formed while undergoing COVID-19 self-isolation. Methods: The research design used is descriptive quantitative with a cross sectional design. The number of samples used is as many as 96 respondents by purposive sampling. Measurements were carried out using questionnaires with Data Analysis Techniques of Binner Logistics Regression Multivariate and Univariate. Results: The sociodemographic of Denpasar City community involved in being respondents has mostly been married 57.29%, aged between 26-45 years 51.04%, female 55.21%, private employees 37.50%, education of high school 55.21% and high income 55.21%. Denpasar City respondents mostly found have positive drug use behavior (52.08%). Respondents' last education level (OR= 4,685), income (OR= 5,112), age (OR= 2,794) and occupation (OR= 1,763) had a significant influence (p=0.001-0.029). Conclusion: People in Denpasar City who have undergone COVID-19 self-isolation are classified having positive drug use behavior. Respondents' age, education level, income and occupation had significant influence on drug use behavior while undergoing COVID-19 self-isolation. Keyword: COVID-19, Drug Use Behavior, Self-Isolation, Sociodemographic
Studi Pembuatan Loloh Cemcem dan Loloh Kunyit Khas Penglipuran dengan Potensi Aktivitas Farmakologi Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Setiawan, Putu Yudhistira Budhi
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3840

Abstract

Loloh merupakan minuman herbal tradisional dari Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Khasiat loloh telah dikenal secara turun-temurun oleh para leluhur masyarakat Bali. Loloh dikonsumsi setiap hari untuk meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, dan merangsang nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan loloh cemcem (Spondias pinnata) dan loloh kunyit (Curcuma longa) serta eksipien yang digunakan dalam pembuatannya, melaporkan komponen fitokimia dan sifat farmakologis loloh cemcem dan loloh kunyit. Data dikumpulkan melalui purposive sampling dari 10 produsen. Peneliti menggunakan wawancara terstruktur, metode observasi, dan kajian pustaka untuk mengumpulkan informasi dengan menggunakan wawancara secara door to door mendatangi Lokasi pembuat loloh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi loloh dapat dibagi menjadi empat tahap: 1) menyiapkan bahan dan alat untuk sanitasi, 2) mengekstrak sari daun cemcem dan rimpang kunyit, 3) mencampur sari dengan bahan tambahan, dan 4) mengemas produk akhir loloh dalam botol kedap udara. Spondias pinnata (L. f.) telah dipelajari untuk penggunaan farmakologis untuk menurunkan tekanan darah, dan antioksidan, Curcuma longa Linn. Telah diteliti manfaat farmakologisnya sebagai antiradang dan antimikroba. Selain daun cemcem dan rimpang kunyit sebagai bahan utama, bahan tambahan yang digunakan dalam loloh meliputi cabai merah, gula pasir dan gula aren, garam, kelapa muda, dan jeruk nipis. Bahan-bahan ini memberikan rasa yang seimbang, yaitu manis, asam, dan pedas. Penggunaan bahan tambahan alami dalam pembuatan loloh membantu menjaga kualitas dan keamanan sekaligus memberikan rasa yang autentik.
Peningkatan Pengetahuan PKK Banjar Abasan Denpasar Terkait Dagusibu Melalui Pemanfaatan Buku Saku Dagusibu (Embook) Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata; Sutrisnawati, Ni Nyoman Dwi
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v6i1.6767

Abstract

Abstract: Background: Self-medication is people's efforts to maintain their own health. However, what needs to be realized is that each drug has a different way of managing it. Miss management of medicines can cause errors in use, changes in the properties of the drug or damage to the drug. DaGuSiBu (Get, Use, Save, Throw Away) is an educational program about health, especially drug management. Objective: to determine the increase in PKK Br Abasan's knowledge regarding DaGuSiBu through the use of the DaGuSiBu Pocket Book (EMBOOK). Method: Activities were carried out through socialization and training related to DaGuSiBu as well as providing EMBOOKs to PKK mothers who were given pretest and posttest. Results: Mrs. PKK Br Abasan experienced an increase in knowledge from the previous pre-test average of 64.64, then increased to 74.43 in the post-test average after being given socialization and giving EMBOOK. Mrs. PKK was also able to practice how to dispose of medicines properly and correctly. Conclusion: There has been an increase in PKK Br Abasan's knowledge regarding DaGuSiBu, it is hoped that PKK’s can become a disseminator of information in the family so that there will be positive behavioral changes in managing medicines in the family in order to improve the health status of individuals and the community. Abstrak: Latar Belakang: Swamedikasi merupakan usaha masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Namun yang perlu disadari bahwa setiap obat memiliki cara pengelolaan yang berbeda-beda. Kesalahan pengelolaan obat dapat menyebabkan kesalahan penggunaan, perubahan sifat obat atau kerusakan obat. DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program edukasi tentang kesehatan khususnya pengelolaan obat. Tujuan: untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK Br Abasan mengenai DaGuSiBu melalui pemanfaatan Buku Saku DaGuSiBu (EMBOOK). Metode: Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan terkait DaGuSiBu serta pemberian EMBOOK kepada ibu-ibu PKK yang diberikan pretest dan posttest. Hasil: Ibu PKK Br Abasan mengalami peningkatan pengetahuan dari sebelumnya rata-rata pretest 64,64, kemudian meningkat menjadi 74,43 pada rata-rata posttest setelah diberikan sosialisasi dan pemberian EMBOOK. Ibu PKK juga mampu mempraktekkan cara membuang obat dengan baik dan benar. Kesimpulan: Telah terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK Br Abasan mengenai DaGuSiBu, diharapkan ibu-ibu PKK dapat menjadi penyebar informasi di keluarga sehingga terjadi perubahan perilaku positif dalam pengelolaan obat di keluarga sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan individu dan masyarakat.
Efektivitas Krim Ekstrak Etanol 96% Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius Roxb.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Wintariani, Ni Putu; Andyani, Ni Kadek Ayu Surya; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.22800

Abstract

Kulit sering terjadi penumpukan kotoran dan sel kulit mati yang berlebih, dimana kotoran ini apabila tidak segera dibersihkan, maka akan terjadi masalah kulit yang muncul. Salah satu masalah kulit yang muncul adalah jerawat. Jerawat pada kulit menyebabkan rasa tidak percaya diri, jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remaja bahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada, dan punggung. Sediaan krim yang berasal dari daun pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.), diujikan ke bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium Acnes (P.Acnes). Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratoris dengan menguji kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P.acnes dengan metode uji bakteri disc diffusion. Uji fitokimia pada ekstrak daun pandan wangi didapatkan hasil positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid, serta menunjukan aktvitas antibakteri dan zona hambat rata-rata sediaan krim FI(10%) 8,25±0,12 mm yaitu kategori sedang, FII (15%) 13,28±0.82 mm dan FIII (35%) 15,00±0.93 mm kategori kuat, terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap nilai zona hambat masing-masing formula krim dan peningkatan nilai zona hambat berbanding lurus seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak pada krim. Krim konsentrasi 35% merupakan krim dengan zona hambat paling besar yaitu 15,00 mm yaitu kategori kuat.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Abiansemal II Juliani, Ni Kadek; Septiari, I Gusti Ayu Agung; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
Bali International Scientific Forum Vol. 6 No. 1 (2025): Bali International Scientific Forum
Publisher : Bali International University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/bisf.v6i1.387

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dapat menimbulkan morbiditas atau mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat. Peningkatan tekanan darah yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah di organ target seperti jantung, ginjal, otak dan mata. Kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi sangat penting karena dengan minum obat antihipertensi secara teratur dapat mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi, sehingga dalam jangka panjang risiko kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal, dan otak dapat dikurangi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Abiansemal II dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi. Metode : Metode penelitian menggunakan non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan rancangan survey cross sectional. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh bahwa penderita hipertensi di Puskesmas Abiansemal II paling banyak berusia 56-60 tahun (78,3%), berjenis kelamin perempuan (54,2%), pendidikan terakhir Tidak Sekolah (35,8%), responden tidak bekerja (58,3%), dan tensi pada pasien sebagian besar pasien berada pada kategori 120-139 mmHg (Pre Hipertensi) sebanyak 44 responden (36,7%). Terkait dengan tingkat pengetahuan responden diperoleh hasil sebanyak 75,8% dari responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terkait hipertensi di Puskesmas Abiansemal II. Hasil uji Chi-square menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan dengan nilai signifikansi (p = 0,571). Simpulan : tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi tentang obat antihipertensi dan penyakit hipertensi dengan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Abiansemal II.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TERIPANG EMAS (Stichopus hermanii) DENGAN PERBEDAAN POLARITAS PELARUT EKSTRAKSI Hita, I Putu Gede Adi Purwa; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Bayu Krisna, I Nyoman
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i2.758

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang cenderung tidak stabil dan sangat reaktif, disebabkan oleh adanya satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan. Keberadaan radikal bebas dalam tubuh memerlukan kehadiran substansi penting, yaitu antioksidan, yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas tersebut. Senyawa antioksidan bekerja dengan cara mendonorkan satu elektron kepada radikal bebas, sehingga dapat mengurangi aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 dari ekstrak teripang emas yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan polaritas yang berbeda, yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana, dalam mengatasi radikal DPPH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan desain eksperimental. Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% dari teripang emas memiliki nilai IC50 sebesar 740.447 ppm, yang tergolong sangat lemah. Ekstrak etil asetat menunjukkan nilai IC50 604.151 ppm, juga tergolong sangat lemah, sedangkan ekstrak n-heksana memiliki nilai IC50 sebesar 400.106 ppm, yang juga dikategorikan sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak teripang emas yang diekstraksi dengan pelarut yang berbeda memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat lemah. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak teripang emas mengandung senyawa metabolit seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, dan tanin untuk ekstrak etanol 96%, serta flavonoid, polifenol, dan tanin untuk ekstrak etil asetat dan n-heksana.
Internet use Patterns in the Utilization of Herbal Medicine for Chronic Diseases in Denpasar City Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Valencia, Valencia; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Apsari, Dewi Puspita
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3719

Abstract

The increasing use of the internet and the correctness of information causes different community knowledge about using herbal medicine for chronic diseases. This study aimed to compare knowledge levels of herbal medicine for chronic illnesses sourced on the internet. This study used a cross-sectional survey design. The number of samples used was 318. The inclusion criteria are people aged 18-60 years, know what chronic disease means (through questions in the questionnaire), and live in Denpasar City. The exclusion criteria were people who worked as health workers. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results showed that most people searched using web/search sites (100%) and social media groups specifically for herbal medicine (86.5%). Knowledge of herbal medicines through web/sites and social media/chat information sources has a good understanding of 82.4% and 70.6%. Poor Knowledge of herbal medicine while using both sources of information (32.2%) and value statistics p=0.04 (p<0.05). There is a difference in the knowledge level about herbal treatments for chronic diseases between those sourced on social media and the internet. The use of the internet and social media helps people understand the content of herbal medications to treat chronic diseases.
Co-Authors Andyani, Ni Kadek Ayu Surya Ayunda Deva Rinata Barata Putri, Dhiancinantyan Windydaca Bayu Krisna, I Nyoman Califia Ersa Vinata Dewa Ayu Putu Satrya Dewi Dewa Ayu Putu Satya Dewi Dewa Ayu Putu, Satrya Dewi Dewi Puspita Apsari Dewi Puspita Apsari Dewi, Kadek Lina Mariana Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri Dwidjayanti, Ni Kadek Candra Gandisha Sandili Gayatri, Ni Kadek Weni Diah Giwangkara, I Gusti Agung Ayu Ningrat I Gusti Ayu Agung Agung Septiari I Gusti Ayu Agung Septiari I Gusti Ayu Agung Septriani I Gusti Lanang Made Rudiartha I Gusti Ngurah Agung Windra Wartana Putra I Gusti Ngurah Mayun I Ketut Sudirta I Ketut Tunas I Made Bakta I Putu Aris Septa Permana I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Gede Adi Purwa Hita I Putu Nugraha I Putu Riska Ardinata I Wayan Martadi Santika Ida Bagus Maharjana IGA Ari Septiari Juliani, Ni Kadek Kartika Dewi, Ni Made Umi Ketut Agus Adrianta Ketut Agus Adrianta Lydya, Ni Putu Made Karma Maha Wirajaya Made Krisna Adi Jaya Maharianingsih, Ni Made Ni Luh Mia Jasmiantini Ni Made Maharianingsih Ni Made Maharianingsih Ni made Umi Kartika Dewi Ni Made Yunitasari Ni Nyoman Ayu Devi Suyeni Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Ni Putu Lydya Ni Putu Sinthya Devi Widyarini Ni Wayan Mita Arisia Nyoman Trisna Aryanata Purwahita, Adi Puspita Apsari, Dewi Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata Putu Eka Arimbawa Putu Eka Arimbawa Putu Prayascittadevi Empuadji Putu Yudhistira Budhi Setiawan Putu Yudhistira Budisetiawan Reganata, Gde Palguna Rinata, A.A.Ayunda Deva Rinata, Ayunda Deva Rismayanti Putri, Putu Saraswati, Anak Ayu Sri Septiari, I Gusti Ayu Agung Siti Nur Aini, Siti Nur Sutema, Ida Ayu Manik Partha Valencia, Valencia Vidianti, Ni Komang Vera Vinata, Califia Ersa Wartana Putra, I Gusti Ngurah Agung Windra Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wintariani, Ni Putu Wintariani, Ni Putu Aryati Yanti, Ni Komang Semara