Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR BAHAN ISOLATOR KERAMIK DENGAN DAN TANPA LAPISAN GLASIR PADA KONDISI KERING DAN BASAH Wijaya, Adhitya Sukma; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.713 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.367-375

Abstract

Abstrak Selama ini arus bocor isolator diasumsikan berupa model rangkaian yang terdiri dari resistansi linear dan kapasitansi, sehingga arus bocor isolator berbentuk sinusoidal murni.Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa arus bocor tidak selamanya berbentuk sinusoidal murni.Oleh sebab itu, diperlukan adanya model arus bocor isolator yang mampu mengakomodir peristiwa yang mengakibatkan gelombang arus bocor isolator menjadi tidak sinusoidal. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan arus bocor bahan isolator keramik yang telah dan belum diglasir pada kondisi kering dan basah.Gelombang arus bocor bahan isolator keramik yang tidak sinusoidal murni berusaha diperoleh modelnya dalam tugas akhir ini.Pemodelan arus bocor bahan isolator dilakukan dengan menyusun rangkaian ekivalen dari arus bocor isolator yang terdiri dari resistansi dan kapasitansi linier serta resistansi non-linear menggunakan program ATP / EMTP. Selain itu, dilakukan pemodelan matematis dengan pendekatan deret fourier yang digambarkan dan diilustrasikan dengan program MATLAB. Hasil validasi antara arus bocor hasil pemodelan dan pengukuran  menunjukan hasil yang mirip. Hasil penelitian menunjukkan amplitudo gelombang arus bocor hasil pemodelan memiliki nilai yang mirip dengan pengukuran. Persentase THD model memiliki nilai yang hampir sama dengan perbedaan kurang dari 1%. Kata kunci: Isolator Pasang Luar, Arus Bocor, Rangkaian Listrik Ekivalen, Simulasi Komputer.  Abstract Insulator leakage current is generally assumed by a circuit model consists of a linear resistance and capacitance, so the leakage current is pure sinusoidal. However, some studies show that the leakage current is not always purely sinusoidal. Therefore, it is necessary to have an insulator leakage current models that able to simulate events that make insulator leakage current waveform become not pure sinusoidal. In this research, a leakage current model of ceramic insulator material with and without glaze coating in wet and dry conditions is to be observed. Insulators leakage current model is carried out by arranging an equivalent circuit model consist of linear resistance, capacitance and non-linear resistance and it is simulated using ATP / EMTP software package. A mathematical model performed in Fourier series approach are described and simulated by using MATLAB software package. The validation results show good similarities between measured and simulated leakage current waveforms. The results show that the amplitudes of leakage current of model are matched to direct measurements. The percentage of THD of models show good similarities with direct measurements with difference less than 1%. Keywords: outdoor insulator, leakage current, equivalent circuit, computer simulation
KOORDINASI PENEMPATAN PERALATAN PROTEKSI JENIS ARUS LEBIH (OCR) DAN PELEBUR (FCO) DI PENYULANG 20 kV DARI GI 150/20 kV MRICA BANJARNEGARA Nugroho, Wahyu Arief; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.424 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.471-478

Abstract

Abstrak Pada umumnya sistem tenaga listrik terdiri atas kumpulan komponen peralatan listrik seperti generator, transformer dan berikut alat–alat pengaman dan pengaturan yang saling dihubungkan membentuk suatu sistem yang digunakan untuk membangkitkan, menyalurkan dan menggunakan energi. Dalam Tugas Akhir ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk melindungi peralatan listrik dalam sistem distribusi tenaga listrik seperti OCR dan FCO sebagai pengaman hubung singkat dalam sistem distribusi tenaga listrik. Untuk perancangan menggunakan Perangkat Lunak Etap 7.0.0 untuk mengetahui perbandingan yang tepat dalam penggunaan Over Current Relay dan Fuse Cut Out. Area yang diproyeksikan yaitu PLTMH di Kabupaten Banjarnegara pada penyulang 20 kV Dari GI 150/20 kV Mrica Banjarnegara, karena ketika ditambahkan PLTMH di saluran distribusi akan menyebabkan penambahan nilai hubung singkat di saluran tersebut disebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro menjadi sumber tambahan arus hubung singkat. Perhitungan dalam pengaturan Over Current Relay dan Fuse Cut Out berdasarkan dari waktu ketahanan pembebanan arus pada penampang yang digunakan. Ketika terjadi gangguan hubung singkat, Over Current Relay akan bekerja dengan memerintakhan Cirkuit Breaker untuk membuka dengan waktu yang lebih cepat dari waktu ketahanan pembebanan arus. Disaat Over Current Relay mengalami gangguan atau kerusakan, Fuse Cut Out akan bekerja untuk melindungi peralatan pada jaringan. Kata Kunci: Over Current Relay (OCR), Fuse Cut Out (FCO)   Abstract Generally, power system is composed of a set of electrical device like generator, transformer, along with the safety and adjustment tools that are connected to each other in order to make a system which is used to generate, distribute and use the energy. This final project is trying to expose some equipment that is commonly hired to protect electrical devices in power distribution system like OCR and FCO as the safety of any short circuit in power distribution system. The Planning requires software ETAP 7.0.0 to find out the exact comparison of using OCR and FCO. The projected area includes PLTMH in Banjarnegara with the feeder 20 kV of GI 150/20 kV Mrica Banjarnegara. It is because of adding PLTMH in distribution line will cause an additional value of short circuit in the line as PLTMH has become additional source of short circuit current. The consideration in setting is based on the endurance time of loading current in the cross section used. When short circuit happens, OCR is working by instructing CB to open faster than the current loading endurance time. When OCR is interrupted or damaged, FCO is going to replace it by protecting the equipment of the system.  Key Words: Over Current Relay (OCR), Fuse Cut Out (FCO)
PERBANDINGAN TEGANGAN KELUARAN SERTA KONSUMSI DAYA PADA PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI FREKUENSI TINGGI KUMPARAN TESLA Putra, Daniswara Ardy; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.273 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.933-939

Abstract

Kumparan Tesla adalah  peralatan listrik berupa transformator resonan dengan inti udara yang digunakan untuk menghasilkan tegangan tinggi dengan frekuensi tinggi. Kumparan tesla mempunyai banyak manfaat pada dewasa ini,  yaitu untuk melihat ada tidaknya keretakan pada isolator serta untuk tujuan edukasi. Dalam tugas akhir ini dirancang suatu kumparan Tesla yang mendapat masukan dari inverter yang dapat membangkitkan pulsa dengan orde ratusan kilo hertz berbentuk gelombang kotak. Kumparan Tesla terdiri atas rangkaian induktor dan kapasitor. Rangkaian induktor terdiri lilitan primer dan sekunder. Dalam tugas akhir ini akan dianalisis dua macam variasi kumparan tesla dimana kumparan tesla pertama menggunakan lilitan primer dengan tipe flat-spiral dan kumparan tesla kedua menggunakan lilitan primer dengan tipe helical. Kapasitor adalah toroid yang terbuat dari selang dan dilapisi aluminium  foil. Dengan perhitungan yang sesuai akan diperoleh frekuensi tepat sehingga menghasilkan tegangan keluaran besar. Tegangan keluaran serta kunsumsi daya dari kedua trafo Tesla akan dianalisa. Karakteristik tegangan keluaran serta konsumsi daya tiap tesla berdasarkan variasi frekuensi dan tegangan masukkan. Berdasarkan hasil perancangan. Kumparan Tesla variasi pertama mempunyai frekuensi resonan 138 kHz dengan tegangan kelauran 110 kV dan konsumsi daya 36 Watt. Kumparan Tesla variasi kedua mempunyai frekuensi resonan 138 kHz dengan tegangan kelauran  57 kV dan konsumsi daya 28 Watt.
KINERJA DC CHOPPER TIPE CUK DENGAN MOSFET DALAM MODE CCM DAN DCM Wibowo, Satrio; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.879 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.268-275

Abstract

Abstrak DC chopper merupakan peralatan elektronika daya yang berfungsi untuk mengubah nilai tegangan DC menjadi lebih kecil atau lebih besar dari nilai tegangan masukan. Dalam prakteknya DC Chopper mempunyai beberapa konfigurasi yang sering digunakan yaitu buck, boost, buckboost dan cuk. DC Chopper mempunyai 2 mode operasi kerja, yaitu mode DCM (Discontinuous Conduction Mode) dan mode CCM (Continuous Conduction Mode). Banyak penelitian yang memanfaatkan kinerja DC Chopper sebagai penyedia catu daya tegangan searah. Namun dalam penelitian, karakteristik dan mode kerja konverter tidak diperhatikan dan dibahas, sehingga tidak jelas mode operasi apa yang digunakan dalam konverter. Pada penelitian ini dibuat DC Chopper tipe cuk. Cuk converter tersebut menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik yang dipicu oleh rangkaian kontrol IC TL494. Respon keluaran cuk converter yang akan dibahas meliput respon arus dan tegangan keluaran serta efisiensi daya pada mode operasi DCM dan CCM. Berdasarkan hasil percobaan, cuk converter berhasil bekerja pada mode operasi DCM dan CCM. Pada pengujian mode DCM digunakan induktor dengan nilai induktansi sebesar L1 = 1,6 mH dan L2 = 0,7 mH. Cuk converter menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 10,52 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 96,65 %. Pada pengujian mode CCM digunakan induktor dengan nilai induktansi sebesar L1 = 60 mH dan L2 = 40 mH. Cuk converter menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 37,37 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 98,82 %. Kata kunci : DC Chopper, Cuk Converter, DCM, CCM.  Abstract DC chopper is a power electronic device that can change the value of DC voltage into less or greater than the input voltage magnitude. In a real practice, DC chopper has several configurations which are usually used, e.g. buck, boost, buckboost and cuk. Moreover, DC chopper has 2 modes of work operation, i.e. DCM (Discontinuous Conduction Mode) and mode CCM (Continuous Conduction Mode). There have been bundle of researches that used the DC chopper benefits as a provider for power supply of DC voltage. However, most of the result in the researches do not explain and concern to the characteristic and work operation of converter. Thus, it may still not clear regarding the mode of operation which has been used in the converter. In this research, DC chopper is being made by cuk type. The cuk converter used MOSFET as a electronic switching which triggered by control circuit of IC TL494. The output response of cuk converter which are being addressed including curren response and voltage output as well as power efficiency in CCM and DCM operation mode. According to the result of the research, cuk converter successfully worked both in the mode of DCM and CCM operation. The test of DCM mode used inductor with the value of inductance L1 = 1,6 mH and L2 = 0,7 mH. Cuk converter resulted a maximum output voltage is 10.52 V and maximum efficiency is 96,65 %. Besides, the test of CCM  mode used inductor with the value of inductance L1 = 60 mH and L2 = 40 mH. Cuk converter resulted a maximum output voltage is  37,37 V and maximum efficiency is 98,82 %. Key words : DC Chopper, Cuk Converter, DCM, CCM
MEMAKSIMALKAN DAYA KELUARAN SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN CERMIN PEMANTUL SINAR MATAHARI (REFLECTOR) Nugroho, Rismanto Arif; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.623 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.408-414

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa yang memiliki tingkat iradiasi harian matahari rata-rata relatif tinggi yaitu sebesar 4,5 kWh/m2/hari. Hal ini mendasari pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik baru terbarukan untuk menggantikan sumber energi fosil yang memiliki keterbatasan jumlah serta polusi yang mencemari lingkungan. Sel surya (sel surya) sebagai unit PLTS memiliki kendala daya keluaran yang tidak cukup besar dan sangat tergantung oleh kondisi alam. Salah satu metode pengoptimalan sel surya adalah dengan menggunakan cermin pemantul sinar matahari (reflector). Tugas akhir ini membahas mengenai pengaruh penggunaan reflector serta sudut kemiringan reflector yang tepat untuk mendapatkan daya keluaran yang optimal. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa konfigurasi reflektor yang optimal yaitu  ditempatkan pada kedua sisi sel surya dengan sudut kemiringan masing-masing 70o terhadap modul sel surya. Dengan sumber halogen, didapati kenaikan daya mencapai 202.75% pada tingkat iradiasi 185.21 Watt/m2, 102.43% pada tingkat iradiasi 90.29 Watt/m2 . dan 17.01% pada tingkat iradiasi1188 Watt/m2. Kenaikan juga terjadi pada aplikasi beban DC-DC converter dengan peningkatan 79.75% pada tingakat iradiasi 257 Watt/m2, 43.54 pada tingkat iradiasi 128Watt/m2, dan 9.6% pada tingkat iradiasi 1574Watt/m2. Kata Kunci : Sel surya, reflector, iradiasi, daya output  Abstract Indonesia is a country located at the equator which has daily solar irradiation levels on average are relatively high at 4.5 kWh/m2/day. This underlies the use of Solar Power Plant (PLTS) as a renewable source of electrical energi to replace fossil energy sources which having limited the amount and pollute the environment.  Sel suryas as a solar unit has small power output and very dependent on sky conditions. One of the methods to optimize power output of sel surya is using reflector. This final project explores the effect of using reflector and find the most optimal reflector tilt angle to obtain the maximum output power. Based on the test results showed that the most optimal configuration reflector is placed on both sides of the sel surya with a slope angle of each 70o to sel surya module. With a halogen source, the power output up to 202.75% at the level of irradiation 185.21 Watt/m 2, 102.43% at the level of irradiation 90.29 Watt/m2. and 17:01% at level irradiation 1188 Watt/m2. The increase also occurred in the application of load DC-DC converter with a 79.75% increase at the level of irradiation 257 Wat /m2, 43.54%  at the level of irradiation 128Watt/m 2, and 9.6% at the level of irradiation 1574Watt / m2. Keywords : Sel surya, reflector, irradiation, power output
ANALISIS SETTING DAN KOORDINASI RELE JARAK PADA SALURAN 150 KV TANJUNG JATI - KUDUS Hia, Berkat Surya Putra; Windarta, Jaka; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1664.978 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.550-557

Abstract

Pada saluran transmisi, potensi gangguan yang terjadi adalah gangguan hubung singkat. Gardu induk pada sistem 150kV menggunakan rele jarak sebagai sistem proteksi utama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis koordinasi rele jarak yang terdapat pada saluran 150kV Tanjung Jati – Kudus dalam mengatasi gangguan. Setting rele yang didapatkan dari PT. PLN disimulasikan menggunakan software DIgSILENT 14.1 untuk menganalisis jangkauan rele dan koordinasi antar rele. Standar yang digunakan adalah standar IEEE std C37.113.2015. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rele jarak  pada saluran 150kV Tanjung Jati – Kudus memiliki nilai setting yang tidak sesuai dengan standar. Jangkauan zona 1 rele Jepara arah Tanjung Jati memiliki jangkauan sebesar 79,98% dan zona 1 rele Kudus arah Jepara memiliki jangkauan sebesar 71,02% dimana pada standar zona 1 seharusnya memiliki jangkauan sebesat 80%-90%. Gangguan pada sistem disimulasikan pada jarak 18,7%-20,3% dari total panjang saluran Tanjung Jati-Jepara dan pada jarak 18,7%-20,3% dari total panjang saluran Jepara-Kudus. Setelah dilakukan perhitungan ulang didapatkan nilai jangkauan yang baru untuk zona 1 rele Jepara arah Tanjung Jati sebesar 85,2% dan rele Kudus arah Jepara sebesar 85,06%. Setelah dilakukan perhitungan ulang rele bekerja sesuai standar.
ANALISIS RESETTING RELE ARUS LEBIH AKIBAT PERUBAHAN TRANSFORMATOR DAYA DAN PENAMBAHAN PENYULANG DI GARDU INDUK SRONDOL SEMARANG Fauzan, Mochamad Irfani; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.175 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.432-440

Abstract

Kebutuhan energi listrik setiap tahun bertambah dan pembebanan trafo pun semakin meningkat. Gardu Induk Srondol memiliki 2 trafo masing – masing trafo berkapasitas 30 MVA dan 31,5 MVA, untuk  trafo 1 (30 MVA) presentase pembebanannya sudah melebihi 80%. PT. PLN UPJ Semarang Selatan pada tahun 2016 melakukan uprating trafo 1 pada gardu Induk Srondol menjadi 60 MVA dan menambah sebuah feeder baru dengan kode SRL 9. Atas dasar tersebut maka setting proteksi baik relay dan recloser berubah dan perlu dilakukan resetting. Pada Penelitian akan ini mempelajari tentang koordinasi resetting peralatan proteksi dari rele arus lebih dan recloser pada penyulang trafo 60 MVA GI Srondol Semarang. Koordinasi sistem proteksi diperoleh berdasarkan setting rele arus lebih yang meliputi, OCR, GFR, dan recloser. Arus setting pada rele arus lebih diatur sesuai dengan masing-masing besar arus gangguan hubung singkat. Hasil koordinasi sistem proteksi diuji sesuai dengan waktu ketahanan konduktor. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persentase pembebanan trafo setelah uprating kurang dari 80%. Besar arus gangguan hubung singkat minimum adalah 815,6 ampere dan maksimum sebesar 13496 ampere. Waktu kerja peralatan proteksi minimum adalah 0,115 detik pada recloser dan maksimum selama 16,84 detik pada rele arus lebih. Waktu kerja peralatan proteksi yang di peroleh lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk mencapai ketahanan maksimum dari konduktor di penyulang.
PENGATURAN KECEPATAN KONVEYOR BERBASIS PLC (STUDI KASUS : MONITORING KECEPATAN DAN SAFETY DEVICE KONVEYOR PADA MESIN PENGEKSTRAKSI BIJI KAPUK) Putri, Ayu Adinda; Facta, Mochammad; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.657 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.169-184

Abstract

Abstrak Pada awalnya sistem kontrol untuk pengendali otomatis perangkat-perangkat mesin di industri berupa rangkaian relay. Namun sistem kontrol dengan rangkaian relay tersebut menjadi kurang efektif karena untuk memberikan perubahan sistem memerlukan biaya yang besar serta tingkat kerumitan kerja yang tinggi. Akhirnya muncul sistem kontrol berbasis komputer yang disebut dengan PLC (Programmable Logic Controller) yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Dengan tujuan untuk memeperoleh hasil produksi yang maksimal, diperlukan sistem pemindahan yang baik dalam proses distribusi suatu barang. Sistem yang dibangun berupa pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa menggunakan variable speed drive untuk menggerakkan konveyor dan dikontrol oleh PLC. Konveyor yang dibuat menggunakan beberapa sensor seperti sensor ping dan limit switch. Selain itu, konveyor juga dilengkapi dengan proteksi under dan upper speed switch yang diatur oleh sistem tipe alarm pada digital indicating controller. Masing-masing sensor memiliki fungsi untuk memberikan perintah logika ladder diagram yang telah ditetapkan didalam PLC. Dimana sensor ping akan mendeteksi level ketinggian serbuk biji kapuk didalam oven. Limit switch digunakan pada simulasi putusnya belt konveyor. Hasil pengujian menunjukkan motor induksi 3 fasa terkontrol vsd ABB ACS 300 memiliki efisiensi diatas 100 % pada  frekuensi 5 – 45 Hz dan efisiensi dibawah 100% pada frekuensi 50 Hz yaitu 86,68 %. Kata kunci :Variabel Speed Drive, konveyor, PLC, motor induksi, sensor Abstract At first, the control system for automatic control device in industrial machines such a relay contact. A control system with a relay it to be less effective because of the change in system to have a big cost and complexity of a work . Finally, there is control system based on PLC. With the aim to obtain the maximum yield, removal system is required in the distribution of goods. The system is built in the form of speed control of 3 phase induction motor using a variable speed drive to move conveyor and controlled by PLC. Conveyors are made using sensors such as ping sensors and limit switches. The conveyor is equipped with protection under and upper speed switches are arranged by type of alarm systems on the DIC. Sensor has a function to give the command ladder logic diagrams that have been set in the PLC. Ping sensor will detect kapuk seed powder height level in the oven. Limit switch is used to simulate a conveyor belt break. 3 phase induction motors controlled vsd ABB ACS 300 has efficiency of over  100% in the frequency 5-45 Hz and efficiency under 100 % at  frequency of 50 Hz is 86.68%. Keywords : Variable Speed Drive, conveyors, PLC, induction motors, sensor
PERANCANGAN BUCK CONVERTER SEBAGAI PENGATURAN LAJU KECEPATAN MOTOR DC PADA GERAK LONGITUDINAL DAN TRANSVERSAL PROTOTYPE OVERHEAD CRANE Anggiawan, Iqba; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.643 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.319-326

Abstract

Crane merupakan alat pendukung pada bidang industri, dalam penerapannya beban yang ditanggung oleh crane beragam, maka diperlukan sebuah sistem dalam mengatur kecepatan kerja crane untuk menyesuaikan jenis barang yang ditanggung. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan prototype overhead crane dengan penggerak motor DC magnet permanen CSD80A1-A yang di dioperasikan oleh buck converter. Pengaturan kecepatan putar motor DC magnet permanen sebagai penggerak  prototype overhead crane dilakukan dengan memvariasikan nilai duty cycle pada buck converter. Prototype overhead crane ini dilakukan pengujian dengan variasi tidak dibebani dan dibebani sebesar 5 kg. Berdasarkan hasil pengukuran buck converter, nilai output terendah terjadi pada gerakan forward transversal tidak dibebani dengan duty cycle 60% yang menghasilkan daya keluaran 7,74 watt, kecepatan putar 76,53 rpm, dan torsi 0,96 Nm. Nilai output tertinggi terjadi pada gerakan forward longitudinal dibebani 5 kg dengan duty cycle 90%, yang menghasilkan daya keluaran 24,79 watt, kecepatan putar 80,59 rpm, dan torsi 2,93 Nm.
ANALISIS KERJA INVERTER SETENGAH JEMBATAN DENGAN RANGKAIAN RESONAN LC SERI Wibowo, Lutfi Lastiko; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.028 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.76-82

Abstract

Abstrak Rangkaian inverter adalah salah satu jenis konverter dalam rangkaian elektronika daya, yang berfungsi sebagai perubah tegangan dari AC ke DC. Dalam inverter konvensional, transformator di butuhkan untuk menaikkan tegangan hingga mencapai nilai yang diperlukan. Namun, transformator memiliki kelemahan yaitu rugi tembaga, rugi kopling, hysterisis, efek kulit dan Curren eddy. Untuk mengatasinya, dalam tugas akhir ini mengusulkan penggunaan rangkaian resonan LC seri untuk mengganti fungsi transformator dan menaikkan tegangan. Untuk mewujudkan tujuan di atas maka dirancang sebuah catu daya sebagai  inverter setengah jembatan frekuensi tinggi dengan resonan LC seri. Inverter setengah jembatan frekuensi tinggi menggunakan MOSFET yang dikendalikan oleh IC 4047. Tegangan AC dari jala-jala disearahkan menggunakan rangkaian penyearah jembatan penuh. Hasil penyearahan diubah menjadi tegangan AC frekuensi tinggi melalui inverter. Inverter akan menyuplai rangkaian resonan LC seri. Semakin tinggi tegangan yang didapatkan pada keluaran inverter dikarenakan faktor penguatan dalam rangkaian resonan LC seri. Rangkaian ini membutuhkan beban resistif murni untuk mengamati dalam hal kenaikan tegangan. Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian inverter setengah jembatan dengan rangkaian resonan LC seri yang dapat menaikkan tegangan dari 18 Volt DC menjadi 272Volt AC dengan  frekuensi operasi 19,6 kHz. Efisiensi rata-rata inverter adalah 93,7%. Kata kunci:transformator, resonan LC seri, inverter setengah jembatan  Abstract Inverter circuit is one kind of converter in power electronics circuit, that function as voltage converter from AC to DC. In conventional inverter, transformer in needed to increase the voltage as it is required. However, transformer has several disadvantages i.e. losses due to copper, clutch, hysterisis, skin effect and eddy curren. To overcome, this final project propose the use of series LC resonan circuit to replace the transformer and step up the voltage. To realize, then power supply is designed as high frequency half bridge inverter with series LC resonant circuit. High frequency half bridge inverter uses MOSFET controlled by IC 4047. The AC voltage from the grid is rectified by full bridge rectifier circuit. The result of rectifier is converted into high frequency AC voltage through inverter. The inverter will supply the series LC resonant circuit. The higher voltage at inverter output is obtainned due to amplification factor inside LC resonan circuit. The circuit feeds pure resistive load to case observation of voltage gain. The result, half bridge inverter circuit with series LC resonant circuit can increase the voltage from 18 Volt DC to 272 Volt AC with 19,6 kHz operation frequency. The average efficiency of inverter is 93,7%. Keyword :transformator, series LC resonant, half bridge inverter
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo Frediansyah, Andy G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Agung Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat