Claim Missing Document
Check
Articles

ILham PENGAMATAN POHON TIDUR SIAMANG DAN GIBBON DI STASIUN PENELITIAN SORAYA SUBULUSSALAM: OBSERVATION OF SIAMANG AND GIBBON SLEEPING TREES AT SORAYA SUBULUSSALAM RESEARCH STATION) amar, aidil; Reza Ilham Akbar; Syifa Saputra; Reza Fahmi; Munawar
Jurnal Lingkungan Almuslim Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Lingkungan Almuslim
Publisher : Program Studi Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract, Leuser Management is within the Leuser Ecosystem Area but outside the Leuser National Ecosystem Park. The first research station is Ketambe in the southeastern part and the second research station is Suaq Balimbing in the southern part of Aceh, both of which are in the Leuser Ecosystem Area and are also in the Gunung Leuser National Park (Leuser Management Unit, 1997). Research objectives: To identify the types of sleeping trees chosen by gibbons and gibbons as sleeping places and to analyze environmental factors that influence the choice of these trees as well as observing the sleeping behavior patterns of these two primate species. Results and discussion Daily roaming distance of Siamang Siamang Sleeping Tree Position at the Soraya Research Station The Soraya Research Station in Subussalam, Aceh, is an important location for the study of gibbons and their ecology in their natural habitat. The sleeping gibbon trees at this research station may be a major focus in understanding gibbon behavior and ecology in the region. On the Soraya track trail, shown in Figure IV.1, the yellow track is the waypoint for the siamang as well as the position of the sleeping gibbon tree. In this research, there were 12 positions/points of gibbon sleeping trees at the Soraya research station. The following is a track image of the position of the gibbon tree sleeping during the research, which can be seen in Figure IV.1.
Pengaruh Penambangan Pasir Galian C Terhadap Kelestarian Lingkungan Di Sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan Fahmi, Reza
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 6 No. 3 (2022): LENTERA, MEI 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelestarian lingkungan hidup diartikan keadaan lingkungan yang dapat memberi daya dukung optimal bagi kelangsungan hidup manusia disuatu wilayah, oleh karena itu kualitas lingkungan menjadi ukuran yang sangat penting. Kelestarian lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan sangat berpengaruh dengan adanya kegiatan penambangan pasir (galian C), dimana dalam hal ini terjadi dua kemungkinan yang terjadi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai Krueng Peusangan yaitu dampak baik dan dampak buruk. Rumusan masalah darfi penelitian ini adalah melindungi lingkungan alam adalah kunci untuk kelangsungan hidup ekosistem yang rapuh, satwa liar dan umat manusia. Keberadaan manusia sangat tidak mungkin tanpa kehadiran ekosistem yang sehat. Kelestarian lingkungan telah menjadi salah satu isu inti yang perlu ditangani untuk memerangi perubahan iklim dan pemanasan global. Pembangunan yang berkelanjutan merupakan kebutuhan saat ini yang dapat menyelamatkan bumi pertiwi dari dampak industrial. Penelitian dilaksanakan selama satu bulan di Desa Pante Baro Kumbang dan Desa Pante Baro Buket Panyang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh. Jenis data yang dkumpulkan terdiri dari data sekunder dan data primer. Simpulan dari penelitian ini adalah strategi pengolahan lingkungan hidup dalam kerangka otonomi daerah adalah dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sumber daya alam juga mempunyai keterbatasan menurut ruang dan waktu, diperlakukan ada pengelolaan sumber daya alam yang baik dan bijaksana antra lingkungan dan manusia agar mempunyai kaitan yang erat.
STRATEGI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KAMPUNG MENDALE KECAMATAN KEBAYAKAN KABUPATEN ACEH TENGAH Fahmi, Reza
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 6 No. 5 (2022): Lentera, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah terbakarnya kawasan hutan/lahan baik dalam luasan yang besar maupun kecil. Karhutla seringkali tidak terkendali dan bila ini terjadi maka api akan membakar apa saja di dekatnya dan menjalar mengikuti arah angin. Kebakaran itu sendiri dapat terjadi karena dua hal yaitu kebakaran secara alamiah dan kebakaran yang disebabkan oleh manusia. Karena hal tersbut penulis tertarik meneliti Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kampung Mendale Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah. Adapun tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan dan menganalisis penyebab, dampak serta mencari tahu strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan. data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data kualitatif berupa data primer yang didapat dari hasil wawancara, dan data sekunder dijelaskan secara deskriptif betujuan untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai masalah karhutla di Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian yang nyata adalah dampak kebakaran yang sangat dirasakan masyarakat berupa kerugian ekonomis yaitu hilangnya manfaat dari potensi hutan seperti tegakan pohon hutan yang biasa digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya akan bahan bangunan, getah pinus, bahan makan dan obat-obatan serta satwa untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani dan rekreasi, sedangkan strategi utama dalam pengendalian kebakaran hutan adalah masyarakat ikut juga berperan serta aktif dalam menjaga ekosistem hutan.
BETWEEN RELIGION, CONFLICT, AND CHILDREN: A Narrative Study of Religious Moderation in the Ahmadiyah Case of Sintang Kurniawan, Heri; Sulaiman, Rusdi; Fahmi, Reza
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2021 destruction of an Ahmadiyya place of worship in Balai Harapan Village, Sintang Regency, West Kalimantan, represents a vivid example of ongoing religious conflict in Indonesia. This conflict reflects not only interfaith tensions but also leaves deep psychosocial impacts, particularly on children living near the site. This study aims to describe the conflict narrative, analyze religious moderation practices as a resolution strategy, and identify the psychological impact on children as indirect victims of conflict. Using a qualitative approach with a narrative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and document review. The findings reveal that local religious moderation practices successfully reduced tensions temporarily, but failed to address the structural roots of the conflict. Affected children exhibited mild to moderate trauma symptoms without receiving professional intervention. This study underscores the urgency of integrating religious moderation with child protection policies in the context of religious-based conflicts.
Diskriminasi Agama Kelompok Mayoritas Muslim Terhadap Akses Publik dan Perkembangan Individu (Studi Kasus Non-Islam di Sumatera Barat) Fahmi, Reza; Aswirna, Prima
Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 02 (2025): SAKAAI : Jurnal Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diskriminasi berbasis agama merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, memiliki peraturan dan norma sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam. Meskipun konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama, pada praktiknya, kelompok minoritas agama sering kali menghadapi tantangan dalam mengakses layanan publik dan pengembangan individu, baik dalam hal spendidikan, lapangan pekerjaan, maupun kesempatan untuk berpartisipasi di masyarakat secara setara.
WORKSHOP MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF KEPADA GURU SEKOLAH DASAR DI BANDA ACEH Nazariah, Nazariah; Yani, Muhammad; Fahmi, Reza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1010-1017

Abstract

Proses pembelajaran perlu mempertimbangkan..aspek..kebutuhan..masa.depan. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan generasi yang berakhlak mulia, kreatif, inovatif, kritis, cerdas dan tuntas. Model pembelajaran adalah praktik pelaksanaan pembelajaran secara sistematis yang dapat dilaksanakan untuk menanamkan karakter bangsa. “Sangat ironis jika masih terdapat tenaga pendidik yang belum dapat memahami dengan baik model-model pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan di kelas. Workshop model-model pembelajaran interaktif perlu dicanangkan untuk meningkatkan kualitas guru dalam pembelajaran.”Tujuan pengabdian ini adalah untuk melatih guru-guru SDN 11 Banda Aceh dalam penerapan model-model pembelajaran interaktif di kelas. “Kegitan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode pelaksanaan penelitian tindakan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi program. Hasil yang diperoleh bahwa guru-guru SDN 11 Banda Aceh dapat menguasai dan menerapkan model-model pembelajaran interaktif di kelas. Workshop ini dilaksanakan melalui pemberian materi dan simulasi  langsung penerapan model pembelajaran. Kegiatan tersebut berdampak pada keterampilan mengajar guru-guru SDN 11 Banda Aceh dalam menerapkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Kegiatan.tersebut berjalan dengan baik dan perlu dikembangkan di berbagai jenjang sekolah yang ada di Banda Aceh dalam rangka peningkatan kualitas pendidik.
Pelatihan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence/AI) Sebagai Alat Bantu Pembelajaran Bagi Siswa/Wi SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen: Pengabdian Dani Pratama Putra; Akmal Izwar; Reza Fahmi; Rossy Azhar; Fina Meilinar; Erlia Hanum; Al Mizan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4768

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology presents both opportunities and challenges in the educational sector, particularly for high school students who often lack a comprehensive understanding of its potential as a learning tool. This community service activity aimed to enhance the digital literacy and AI utilization skills of students at SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, Bireuen Regency. Using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design, the activity involved 50 eleventh-grade students selected through purposive sampling. The intervention consisted of interactive counseling on AI concepts and hands-on training using various AI applications like ChatGPT, Gemini, and Canva AI. Data were collected through questionnaires, observations, and documentation. The results showed a significant increase in students' understanding of AI concepts, ability to formulate effective prompts, and skills in operating AI applications independently. The average post-test scores across all assessed aspects, such as basic understanding, prompt engineering, and practical skills, increased substantially compared to pre-test scores. Students also demonstrated high enthusiasm and a positive attitude toward using AI in learning. This training successfully equipped students with the knowledge and skills to utilize AI as an effective, responsible, and productive learning aid, supporting their readiness for educational transformation in the digital era. Keywords: Artificial Intelligence, Learning Tool, Digital Literacy, Quasi-Experiment, High School Students
The Influence of Perception on Community Acceptance of Sharia Pawnbroking in Padang City Fahmi, Reza; Aswirna, Prima; Meirison; Salsabila, Putri Nadya
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.243-248

Abstract

This study aimed to analyze the influence of public perception on the acceptance of Sharia Pawnbroking (Gadai Syariah) services in Padang City, Indonesia. Utilizing a quantitative research design, the study employed a survey method on a sample of 128 respondents selected through purposive sampling. Data analysis involved descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results indicated that while the majority of the community held a positive perception (70.31%) towards Sharia Pawnbroking, the actual level of service acceptance remained low, with 60.94% categorized as low acceptance. However, a strong, positive, and significant relationship was found between perception and acceptance (r ≈ 0.55–0.65; p < 0.05) , with perception significantly influencing acceptance (sig < 0.05). The finding suggests that positive perceptions, driven by religious alignment, are crucial, yet they are not sufficient to overcome practical barriers such as low financial literacy, limited access, high administrative costs, and persistent social stigma. Therefore, successful implementation requires an integrated strategy of intensive public education and substantial improvement in service accessibility and transparency.
PENGUATAN PEMAHAMAN ECO-FRIENDLY BAGI CALON PENGEMUDI DALAM MENJAGA LINGKUNGAN BERKENDERA Fahmi, Reza; Saputra, Syifa; Sumanti, Sumanti; Faizin, Faizin; Munawar, Munawar; Amar, Aidil; Roswita, Cut; Marlina, Marlina; Fikri, Muhammad; Munawir, Munawir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19820

Abstract

Abstrak: Pengemudi eco-friendly memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga keselamatan dan lingkungan. Pengendara yang baik tentu memahami teknik menjadi pengemudi yang ramah lingkungan. Untuk meningkatkan pemahaman ini, diperlukan kegiatan pelatihan terstruktur melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengemudi tentang cara mengemudi yang aman dalam keselamatan berkendara, termasuk cara menghindari resiko kecelakaan. Membentuk karakter mitra dan calon pengemudi yang bertanggung jawab dan sadar lingkungan membantu mengurangi dampak negatif kendaraan terhadap lingkungan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah di Rizki Driving Center (RDC) dengan sasaran peserta adalah calon pengemudi yang sedang belajar mengemudi pada Rizki Driving Center, jumlah peserta yang dilibatkan sebanyak 25 peserta. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan dimulai dari tanggal 15 juli 2023 sampai dengan 10 Agustus 2023, metode pelaksanaan berupa pelatihan dan edukasimenggunakan experince probased method. Teknik untuk mendapatkan data menggunakan teknik Ppre-test dan postt-test, dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian. Hasil pretestpostest menunjukkan bahwa peserta 65% peserta masih kurang memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 75% calon peengemudi masih belum mampu memperioritaskan keselamatan. Sedangkan hasil postest yang dilakukan calon peengemudi sudah 90% memahami cara mengemudi yang ecofriendly dan 90% peserta sudah mampu memahami teknik berkendara yang baik serta dapat menjaga etika berlalu lintas. Dengan adanya peningkatan pemahaman ecofriendly, calon pengemudi akan mampu untuk memahami teknik berkendara yang baik dalam menjaga lingkungan.Abstract: Eco-friendly drivers play a very important role in maintaining safety and the environment from negative impacts while driving. Good drivers understand eco-friendly techniques and fuel supply. To improve this understanding, structured training activities are needed through community service activities. Community service activities aim to provide prospective drivers with an understanding of how to drive safely in driving safety, including how to avoid the risk of accidents. Shaping the character of partners and prospective drivers who are responsible and environmentally conscious helps reduce the negative impact of vehicles on the environment and improve traffic safety. The partner in implementing this activity is at the Rizki Driving Center (RDC) with the target participants being prospective drivers who are learning to drive at the Rizki Driving Center, the number of participants involved is 25 participants. The implementation of the activity was carried out for five meetings starting from July 15, 2023 to August 10, 2023, the method of implementation was training and education. Techniques for obtaining data using pre-test and post-test techniques, carried out to determine the level of understanding of participants before and after the implementation of service activities. The pretest results showed that 65% of participants still did not understand how to drive ecofriendly and 75% of prospective drivers were still unable to prioritize safety. While the results of the posttest conducted by prospective drivers are 90% understanding how to drive ecofriendly and 90% of participants have been able to understand good driving techniques and can maintain traffic ethics. With an increase in ecofriendly understanding, prospective drivers will be able to understand good driving techniques in protecting the environment.   
PENGUATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MENDUKUNG GREEN EKONOMI BERKELANJUTAN Saputra, Syifa; Wahyuni, Sri; Hasni, Khairul; Amar, Aidil; Fahmi, Reza; Aisyah, Aisyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26886

Abstract

Abstrak: Perempuan merupakan objek utama sebagai agen perubahan dalam membentuk karakter sosial yang tinggi khususnya dalam sektor kehutanan maupun pengelolaan secara berkelanjutan. Dalam membentuk karakter sosial, diperlukan suatu aktivitas yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan salah satunya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung green ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan dan pemahaman. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan. Peserta yang dilibatkan adalah perempuan yang terlibat pada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Kampung Waq Pondok Sayur Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dengan jumlah peserta terlibat sebanyak 50 orang. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan melalui kegiatan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest menunjukkan bahwa aspek gender, 100% peserta menginginkan peran, hak, dan akses yang sama dengan laki-laki, namun 30% menyatakan netral dalam pembagian tugas berdasarkan kesetaraan gender. sementara aspek manajemen organisasi, 100% peserta setuju akan perlunya kejelasan struktur organisasi dan pengelolaan yang baik, sedangkan 20% menyatakan netral dalam pembagian tugas yang adil. Dalam aspek jasa lingkungan, 100% peserta setuju akan pentingnya pengelolaan hutan dan peningkatan ekonomi. Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Pada aspek gender, 70% peserta setuju bahwa pembagian tugas kini lebih adil, dan 70% menyatakan sangat setuju bahwa perempuan dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi. Dalam manajemen organisasi, 75% peserta menyatakan setuju dan 25% sangat setuju akan perlunya struktur organisasi yang jelas. Untuk jasa lingkungan, 25% peserta menyatakan sangat setuju bahwa perempuan harus berperan sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan ekonomi berkelanjutan.Abstract: Women are the main object as agents of change in shaping high social character, especially in the forestry sector and sustainable management. In shaping social character, an activity that can increase knowledge and skills is needed, one of which is community service activities. The purpose of this activity is to strengthen the role of women in supporting a sustainable green economy through increased knowledge and understanding. The method of implementing activities is in the form of education and training. The participants involved were women involved in the Social Forestry Business Group of Waq Pondok Sayur Village, Bukit District, Bener Meriah Regency with a total of 50 participants involved. Monitoring and evaluation carried out through pretest and posttest activities. Based on the pretest results, it shows that in the gender aspect, 100% of participants want the same roles, rights, and access as men, but 30% are neutral on the division of tasks based on gender equality. While in the organizational management aspect, 100% of participants agree on the need for clarity of organizational structure and good management, while 20% are neutral on the fair division of tasks. In the aspect of environmental services, 100% of participants agreed on the importance of forest management and economic improvement. The posttest results showed a significant improvement. On the gender aspect, 70% of participants agreed that the division of tasks is now more equitable, and 70% strongly agreed that women can contribute to economic improvement. In organizational management, 75% of participants agreed and 25% strongly agreed on the need for a clear organizational structure. For environmental services, 25% of participants strongly agreed that women should act as agents of change in sustainable development. Thus, this activity succeeded in increasing the knowledge and skills of participants, so that they can become agents of change in improving a sustainable economy.