Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Simulasi Tanggap Darurat Keruntuhan Bendungan Meninting untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Agastya, Dewandha Mas; Hasyim; Rohani; Pradjoko, Eko; Dewi, Evrianti Syntia; Muhtadi, Muhammad Fauzan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13667

Abstract

Bendungan Meninting merupakan infrastruktur strategis yang memiliki potensi risiko tinggi apabila terjadi kegagalan struktur atau keruntuhan. Keruntuhan bendungan dapat mengakibatkan banjir bandang yang berdampak langsung terhadap keselamatan jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian sosial ekonomi masyarakat di wilayah hilir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui simulasi tanggap darurat keruntuhan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan dan koordinasi dengan pemerintah desa dan BBWS Nusa Tenggara I, sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, pelaksanaan simulasi evakuasi darurat, serta evaluasi pasca kegiatan. Simulasi dilakukan dengan skenario keruntuhan bendungan saat muka air tinggi, melibatkan masyarakat, perangkat desa, relawan dan instansi terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, serta diskusi kelompok terfokus. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko keruntuhan bendungan, jalur evakuasi, titik kumpul, serta sistem peringatan dini. Masyarakat juga menunjukkan peningkatan respon cepat terhadap sirene peringatan dan kemampuan mengikuti prosedur evakuasi dengan lebih terorganisir. Secara keseluruhan, simulasi tanggap darurat terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana keruntuhan bendungan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program desa Tangguh bencana guna membangun budaya sadar risiko di wilayah terdampak.
Pemetaan Daerah Rawan Banjir dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis pada Tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Budianto, Muh Bagus; Yasa, I Wayan; Agastya, Dewandha Mas; Saadi, Yusron; Pradjoko, Eko
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.951

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (SEZ) is currently a leading destination not only in Lombok but also in Indonesia. The presence of the Mandalika Circuit as a MotoGP race venue, along with the beauty of the coastal landscape and other tourism potential, makes Mandalika a Super Priority Destination. The Mandalika SEZ is located in three river basins, namely Tebelo Ngolang and Balak. Behind the splendor of the Mandalika Circuit and other supporting infrastructure lies a series of flood data that hit the area, including the floods of January 30, 2021, and December 23, 2022. Based on these events, a study is needed to map the flood risk in the three watersheds and the Mandalika SEZ. This flood risk map can later serve as a basis for formulating policies and anticipatory measures for future flooding. The required data includes rainfall data, land use maps, topographic maps, land use maps, slope maps, and geological/soil type data. The data were then analyzed using a Geographic Information System (GIS) and then overlaid using the ArcGIS software program. Based on the overlay results and weighting of the supporting factors for flooding, flood vulnerability at the study location can be determined. The results showed that the Tebelo Watershed is divided into 3 categories, namely a moderately vulnerable area of 270.32 ha, a vulnerable area of 479.89 ha and a very vulnerable area in the downstream area of 85.44 ha. The Ngolang Watershed is divided into two categories dominated by a vulnerable area of 930.97 ha and a moderately vulnerable area of 568.68 ha. Meanwhile, the Balak Watershed is divided into two categories, namely a vulnerable area of 1,418.59 ha and a moderately vulnerable area of 1,243.53 ha