p-Index From 2021 - 2026
7.405
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Program Jakarta Entrepreneur untuk Mengurangi Angka Pengangguran: (Studi Kasus di Kota Jakarta Selatan) Diana Azzahra; Abdul Rahman
Perspektif Administrasi Publik dan hukum Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Perspektif Administrasi Publik dan hukum
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/perspektif.v2i4.642

Abstract

This study aims to assess the effectiveness of the Jakpreneur program in reducing unemployment in South Jakarta. Jakpreneur is a strategic initiative launched by the Jakarta Provincial Government as a concrete effort to empower Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This program is designed with various forms of support, such as skills training, business mentoring, legal licensing facilitation, product marketing support, and easy access to capital. This aims to create an inclusive and sustainable entrepreneurial ecosystem, especially amidst the complex challenges of the urban economy and the ongoing unemployment rate. However, in its implementation on the ground, the program's effectiveness still faces several obstacles. One of the main problems identified is the suboptimality of information technology-based training. Many participants have not yet mastered basic digital skills, making it difficult to keep up with developments in training methods that rely on technology. In addition, the low level of responsiveness of program facilitators to participant needs, as well as the limited digital literacy of MSMEs, also hinders maximizing the benefits of this program. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The findings indicate that, despite some shortcomings, the Jakpreneur program has been generally successful in improving participants' entrepreneurial knowledge and skills, reaching the right target audience, and having a tangible impact on increasing business capacity and reducing unemployment. Therefore, strengthening outreach, improving the quality of digital training, and providing more active and responsive mentoring is necessary to further enhance the program's effectiveness.
Implementasi Kebijakan Program Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor Septiana, Shifa; Rahman, Abdul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih banyaknya jumlah anak-anak yang sampai saat ini belum sepenuhnya mempunyai Kartu Identitas Anak (KIA) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor. Tujuan penelitian ini dilakukan agar mengetahui bagaimana implementasi kebijakan program Kartu Identitas anak (KIA) di Kota Bogor. Teori yang digunakan yaitu menurut Edward III dengan empat indikator, komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan adanya pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya indikator komunikasi, yaitu dalam pelaksanaan implementasi kebijakan program Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Bogor belum berjalan secara optimal, karena sosialisasi yang belum maksimal sehingga membuat masyarakat menjadi tidak bisa peduli akan identitas tersebut. Indikator sumber daya, yaitu belum cukup memadai, terlihat bahwa sumber daya manusia dengan pegawai yang masih minim, dan kurangnya fasilitas seperti alat printer KIA. Indikator disposisi yaitu petugas Disdukcapil Kota Bogor sudah menunjukan komitmen yang tinggi dalam melayani masyarakat dengan baik dan proaktif dalam mensosialisasian KIA, dan adanya layanan inovasi seperti pendaftaran KIA secara online sehingga menunujukan inisiatif dari pelaksana kebijakan untuk meningkatkan effisiensi. Indikator struktur birokrasi yaitu belum berjalan baik karena tidak terdapat papan informasi mengenai KIA di lingkungan Disdukcapil Kota Bogor. Sarannya yaitu agar bisa lebih ditingkatkan lagi mengenai sosialisasi terhadap program KIA, perbanyak papan informasi mengenai KIA.
Analisis Budaya Organisasi di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Pertahanan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan Anindya, Anindya Rianda Putri; Rahman, Abdul
INTELEKTUAL ( E-Journal Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi ) Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Intelektual: Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/intelektual.v12i2.1588

Abstract

This study aims to analyze the organizational culture within the Center for Defense Management Education and Training, under the Education and Training Agency of the Ministry of Defense. Employing a qualitative descriptive approach, the study utilizes Cameron and Quinn’s as its analytical foundation, which categorizes organizational culture into four types: Clan, Adhocracy, Market, and Hierarchy. Data were collected through interviews, observation, and document analysis of the organization’s activities and policies. The findings indicate that the dominant organizational culture type at the Center is Hierarchy, characterized by a clear structure, strict regulations, and an emphasis on stability and control. However, elements of Clan culture are also present, particularly at the operational level, where work relationships tend to be familial and collaborative. These findings suggest that while bureaucratic structures remain prevalent, there are opportunities to enhance efficiency and adaptability by strengthening collaborative and innovative cultural elements. This study is expected to contribute to the development of a more adaptive organizational management model in response to dynamic strategic environments.
Strategi Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Program Perhutanan Sosial Nurul Hidayah, Tiara; Rahman, Abdul
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3: November (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v2i3.494

Abstract

Program perhutanan sosial bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses legal terhadap pengelolaan hutan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan partisipasi, keterbatasan pendamping, dan rendahnya kontribusi perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, dengan menggunakan teori strategi organisasi Geoff Mulgan (2009) yang terdiri dari lima indikator: tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program perhutanan sosial dalam aspek tujuan telah mencerminkan orientasi pada kesejahteraan masyarakat, namun belum dipahami merata oleh semua pihak. Pada aspek lingkungan, ditemukan tantangan berupa keterbatasan regulasi dan koordinasi lintas sektor. Pengarahan strategi sudah ditetapkan melalui kebijakan nasional, tetapi belum maksimal diimplementasikan di daerah. Pada aspek tindakan, telah dilakukan pelatihan dan pemberdayaan, meskipun belum merata. Terakhir, aspek pembelajaran menunjukkan evaluasi telah dilakukan namun belum sepenuhnya menjadi dasar perbaikan kebijakan. Secara umum, strategi yang diterapkan masih belum optimal. Sehingga perlu diperkuat dengan peningkatan sinergi pusat dan daerah, perbaikan sistem pendampingan, dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYUSUNAN ANJAB DAN ABK OLEH BIRO ORTALA DALAM MENDORONG EFEKTIVITAS PENATAAN KELAS JABATAN PELAKSANA DI KEMENTERIAN AGAMA RI syah, Ardian; Itsnawati, Astrid; Rahman, Abdul
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.20618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mendukung penataan kelas jabatan pelaksana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penataan struktur organisasi yang efisien, objektif, dan selaras dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi langsung terhadap proses penyusunan Anjab dan ABK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan dipengaruhi secara signifikan oleh kejelasan komunikasi kebijakan, efektivitas koordinasi antarunit kerja, ketersediaan data jabatan yang valid, serta kapasitas sumber daya manusia pelaksana di lingkungan biro. Implementasi Anjab dan ABK terbukti berperan dalam menghasilkan penataan kelas jabatan yang lebih rasional dan fungsional, yang berdampak pada peningkatan efektivitas kelembagaan dan motivasi kerja pegawai pelaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi penguatan manajemen sumber daya manusia sektor publik serta mendukung agenda reformasi birokrasi nasional yang berkelanjutan.Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Anjab, ABK, Jabatan Pelaksana. ABSTRACT This study aims to analyze the Job Analysis (Anjab) and Workload Analysis (ABK) policies of the Bureau of Organization and Administration of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in supporting the arrangement of the class of implementing officials. This research is motivated by the need for an efficient, objective organizational structure that is in line with the principles of good governance. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, documentation studies, and direct observation of the Anjab and ABK preparation process. The results show that policy implementation is significantly influenced by the clarity of policy communication, the effectiveness of coordination between work units, the availability of valid job data, and the capacity of implementing human resources within the bureau. The implementation of Anjab and ABK has been proven to play a role in producing a more rational and functional class position arrangement, which has an impact on increasing institutional effectiveness and work motivation of implementing employees. This research provides an empirical contribution to strengthening public sector human resource management and supporting the agenda of sustainable national bureaucratic reform.Keywords : Policy Implementation, Job Description, ABK, Implementing Position.
STRATEGI KAMPANYE CROWDFUNDING PERSUASIF LEMBAGA SOSIAL DALAM MELAKUKAN GERAKAN SOSIAL BERDERMA Zebua, Winda Dwi Astuti; Utari, Syifa Astasia; Rahman, Abdul; Ramadhanty, Sucianty
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.9.1.101-112

Abstract

This article aims to analyze the persuasive crowdfunding campaign strategies carried out by the social organization Ketimbang Ngemis Jakarta (KNJ) in the charitable social movement through Instagram. Grounded in Pope's (2023) theory, three key factors determine campaign success: communication strategy, credibility and transparency, and audience engagement. The research adopts a qualitative approach, utilizing in-depth interviews, online observation, and social media content analysis. Findings reveal KNJ's effective optimization of these factors. First, its communication strategy leverages visual content and emotional narratives (e.g., the story of Mr. Leo) to foster empathy and donor participation. Second, credibility and transparency are maintained through organizational legality, periodic reporting, and internal verification mechanisms for aid accuracy. Third, audience engagement is cultivated via two-way interactions, Instagram's interactive features, and public involvement in beneficiary recommendations. However, challenges such as donor fatigue and fraud risks persist. The study's outcomes offer a framework for other social organizations to optimize digital-era crowdfunding campaigns, emphasizing the synergy of emotionally compelling communication, robust credibility, and active audience participation.
The Dynamics of Public Policy-Making in Public Administration: From Classical Management to the New Public Administration Abdul Rahman; Septi Wulandari; Komang Ema Marsitadewi; Teresa Irmina Nangameka; Shelda Adriana Taimaris Rogi
Journal of Contemporary Governance and Public Policy Vol. 7 No. 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Kontemporer, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46507/jcgpp.v7i1.753

Abstract

This article examines how public administration shapes policy-making. Scholarship typically treats Classical Management, Neo-Classical Management, and New Public Administration (NPA) as successive stages, while policy studies often analyse decision-making, participation, and implementation separately. Consequently, literature lacks an integrated account of how shifting administrative logics structure policy-making and contribute to persistent governance challenges. Drawing on a systematic literature review guided by PRISMA, the study analyses 23 peer-reviewed, Scopus-indexed articles. Rather than aggregating empirical effects, it uses thematic coding to examine policy-making dynamics across paradigms, from Classical Management to NPA. Findings show each paradigm embodies a distinct logic: hierarchical technocratic control in the classical model; behaviourally informed but administratively managed decision-making in the neo-classical model; and collaborative, reflexive governance in the NPA model. Paradigms coexist rather than replace one another. In the Global South, although NPA principles support SDG 16.6 and 16.7, implementation is constrained by neo-classical reforms and residual classical bureaucracies, limiting participatory engagement envisaged by SDG 16.8. Effective governance reform requires aligning institutional capacity with participatory processes rather than adopting a new paradigm.
EVALUASI KEBIJAKAN PENGENDALIAN POLUSI UDARA DI KOTA TANGERANG SELATAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KUALITAS LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN BERKELANJUTAN Sulaihah, Alifah; Anandini, Miftah; Yahya, Irdan Suwardana; Riyadi, Tri Salwa; Rahman, Abdul
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 13, No 1 (2026): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v13i1.22406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengendalian polusi udara di Kota Tangerang Selatan dalam upaya mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar PM₂.₅, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, serta lemahnya tata kelola lingkungan menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan berkontribusi pada meningkatnya kasus penyakit pernapasan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka yang dianalisis melalui indikator evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, kesetaraan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian polusi udara yang telah diterapkan, seperti uji emisi kendaraan, peningkatan ruang terbuka hijau, sistem pemantauan kualitas udara, serta kampanye lingkungan belum berjalan optimal dalam implementasi dan dampaknya terhadap penurunan emisi. Hambatan yang ditemukan mencakup koordinasi lintas sektor yang lemah, rendahnya partisipasi masyarakat, pemanfaatan anggaran yang belum efisien, serta belum adanya instrumen kebijakan yang adaptif berbasis data real-time. Meskipun kebijakan telah sesuai dengan kebutuhan wilayah, pelaksanaannya belum tepat sasaran dan belum memadai dalam menjawab kompleksitas permasalahan pencemaran udara. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan strategi berbasis evidence-based policy, kolaborasi multipihak, dan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Evaluasi Kebijakan, Polusi Udara, Tangerang Selatan, Lingkungan Berkelanjutan
Efektivitas Pelayanan Program Keluarga Harapan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Ciputat Salim, Muhamad Refqi; Khadijah, Dian Azmi; Djangkaru, Riani; Aulia , Shofiyah; Rahman, Abdul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2051

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi tantangan pembangunan sosial di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bantuan sosial bersyarat yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan studi literatur yang bersumber dari dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah dan data statistik. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori Edward III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, pelaksana dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan PKH di Ciputat secara umum telah berjalan efektif, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi keluarga penerima bantuan. Ketepatan waktu penyaluran sudah berjalan dengan baik menggunakan sistem non tunai. Namun masih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan kendala berupa ketidaktepatan sasaran akibat dinamika data masyarakat perkotaan, keterbatasan kapasitas pendamping sosial, serta koordinasi lintas sktor yang belum optimal.
Evaluasi Program Digital Talent Scholarship dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda di Era Digital Dewi, Ade Hani Puspa; Firrizqi, Fernanda; Salsabila, Velya Putrica; Maharani, Andrea; Rahman, Abdul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Digital Talent Scholarship (DTS) dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia pada era digital. Program DTS merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan defisit talenta digital nasional melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital dasar hingga menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, artikel ilmiah, laporan kebijakan, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan kompetensi digital. Evaluasi program juga dilakukan dengan menggunakan Model Empat Level Kirkpatrick, yang mencakup reaksi peserta, capaian pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil akhir program. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Program DTS mampu meningkatkan literasi dan pengetahuan digital dasar peserta, namun efektivitas pelaksanaannya belum optimal pada setiap level evaluasi. Pada level reaksi, peserta belum sepenuhnya memperoleh pengalaman belajar yang memuaskan akibat keterbatasan kualitas penyampaian materi, interaksi instruktur, dan platform pembelajaran daring. Pada level pembelajaran, peningkatan kompetensi terjadi tetapi belum merata karena perbedaan latar belakang kemampuan peserta dan kurikulum yang masih bersifat umum. Pada level perilaku, penerapan keterampilan digital di lingkungan kerja masih terbatas akibat minimnya kesempatan praktik dan pendampingan pascapelatihan. Sementara itu, pada level hasil, dampak program terhadap pemenuhan kebutuhan talenta digital nasional dan peningkatan kualitas tenaga kerja secara makro belum terlihat signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa program Digital Talent Scholarship (DTS) harus ditingkatkan dengan meningkatkan kurikulum berbasis kompetensi, meningkatkan kualitas instruktur, mengoptimalkan metode pembelajaran berbasis praktik, dan meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah. Dengan perbaikan ini, DTS diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam mencetak tenaga kerja muda yang berbakat dan berdaya saing di era ekonomi saat ini.
Co-Authors Adinda Valentina Agustina Ahmad Maulana, Reihan Aini, Zahriatul Alan Kusuma, Andrean Aldira Lindawati Ali Izah Robbani Ali Noer Zaman Alvianor, Muhammad Fizri Anandini, Miftah Andrean Alan Kusuma Andriansyah Andriansyah Anggun Prasetya Anindya, Anindya Rianda Putri Ardian syah Atika Maharani Tasya Aulia , Shofiyah Aulia Syafa Kurnia Aulia Wijayasita Cintya Febrianti Nuraini Daya Cipta Sukmajati Dendi Fatrah Ramadhan Devia Andiani Devia Andiani Dewi, Ade Hani Puspa Dewi, Ika Prasetya Diana Azzahra Dicky Mulya Ramdhani Dini Gandini Purbaningrum Djangkaru, Riani Djoni Gunanto Dwiky Lucky Adiyasha Dwiky Lucky Adiyasha Dwinarko Evi Satispi Fahdiansyah Putra Fatina Ardelia Firrizqi, Fernanda Gilang Ramadhan Hamka Hanifa Arwanti Lubis Intan Setyaningrum Intan Setyaningrum Itsnawati, Astrid Izzatusholekha Jannah, Syarifah Raihannatul Khadijah, Dian Azmi Khoerotunnisa, Nadia Maharani, Andrea MARIA BINTANG Marsitadewi, Komang Ema Mawar Mawar Mawar Mawar Mawar, Mawar Meylinda, Anggita Misky, Kias Muhammad Al Misriandi, Misriandi Muhammad Sahrul Mulkan Habibi N. Oneng Nurul Bariyah Nailaturrahmi Nara Andira, Marsha Nida Handayani Ningsih, Putri Ambarwati Listiya Nurul Hidayah, Tiara Puspita, Desy Putra , Fahdiansyah Putri Dewanti, Arinta Putri, Anindya Rianda Qumayratul Layliyah Rafian, Ziddane Rakha Fairuz Sakhi Ramadhanty, Sucianty Ready Oktapriadi Retnowati Wahyuning Dyas Tuti Riyadi, Tri Salwa S Dinata, Resdyandi Salim, Muhamad Refqi Salsabila, Mutiara Salsabila, Rey Salsabila, Velya Putrica Saputro, Yudha Dwi Satispi, Evi Selviana Samudera Septi Wulandari Septiana, Shifa Shabrina, Heldiani Nur Shelda Adriana Taimaris Rogi Sophia Al Haniva Sulaihah, Alifah Sundi, Venni Herli Sya'Bany, Raihan Raihan Nabil As Syifa Astasia Utari Syifa Astasia Utari Tasya Amalia Tasya Twinca Putri Teresa Irmina Nangameka Tiara Nurul Hidayah Uswatun Utari, Syifa Astasia Wahyuning Dyas Tuti, Retnowati Winda Dwi Astuti Zebua Winda Dwiastuti Zebua Wisnu Hasanudin Wulan Sulistia Anjany Yahya, Irdan Suwardana Zahriatul Aini Zahriatul Aini zebua, winda dwi astuti