p-Index From 2021 - 2026
5.576
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Nilai-Nilai Etika Sosial Siswa melalui Peran Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sinjai Suriyati, Suriyati; Nadia Ulfah , Sir
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ed.v7i2.2614

Abstract

Abstract: Social ethical values are one of the goals of education in Indonesia through character education. This must be optimized considering the uncontrolled development of the times without strong character in students. The aim of this research is to determine the optimization of students' social ethical values through the role of Islamic education teacher at SMAN 1 Sinjai. The research method used is descriptive qualitative with data obtained through interviews, observation and documentation. Data analysis is qualitative descriptive. The research results show that Islamic education teachers have four vital roles in optimizing social ethical values, including (1) character formation; (2) increasing social awareness; (3) empowering students, and (4) overcoming challenges and conflicts. The strategy that Islamic Education teacher can use is through uswah hasanah which is carried out not only in the classroom but also outside the classroom. PAI teachers can also approach open discussions with students, both in intracurricular and extracurricular learning. These four Islamic education teacher roles will achieve maximum results if supported by the entire school academic community, such as the principal, all teachers and administrative staff to students as the main actors. Abstrak: Nilai-nilai etika sosial menjadi salah satu tujuan pendidikan di Indonesia melalui pendidikan karakter. Hal ini harus dilakukan optimalisasi mengingat perkembangan zaman yang tidak terkendali tanpa adanya karakter yang kuat pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi nilai – nilai etika sosial siswa melalui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Sinjai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan perolehan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data bersifat deksriptif kualitatif dengan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki empat peran vital dalam optimalisasi nilai-nilai etika sosial, diantaranya adalah (1) pembentukan karakter; (2) peningkatan kesadaran sosial; (3) pemberdayaan siswa, serta (4) mengatasi tantangan dan konflik. Strategi yang bisa digunakan guru PAI adalah melalui uswah hasanah yang dilakukan tidak hanya didalam kelas saja tetapi juga diluar kelas. Guru PAI juga bisa melakukan pendekatan dengan diskusi secara terbuka dengan siswa, baik dalam pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Keempat peran guru PAI ini akan mencapai hasil yang maksimal jika didukung oleh seluruh civitas akademika sekolah, seperti kepala sekolah, seluruh guru dan tenaga administrasi hingga siswa sebagai pelaku utama.
SISTEM REKOMENDASI PENEMPATAN PERSONEL POLDA NUSA TENGGARA BARAT (NTB) MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN PROFILE MATCHING Santoso, Heroe; Al-Mu’min, Al-Mu’min; Hammad, Rifqi; Azhar, Raisul; Husain, Husain; Rosanensi, Melati; Dharma, I Made Yadi; Suriyati, Suriyati
Journal of Information System, Informatics and Computing Vol 9 No 1 (2025): JISICOM (June 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisicom.v9i1.1902

Abstract

Kepolisian Negara Republik Indonesia bertujuan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut anggota Polri adalah pegawai negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) adalah sebuah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas ini, kehadiran personel yang tepat dan berkualitas sangat penting untuk mendukung tujuan tersebut, serta untuk menjamin efisiensi dan efektivitas operasional kepolisian. Saat ini, instansi ini belum sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan esensial seperti penempatan personel. Proses seleksi penempatan personel ini membutuhkan tingkat ketelitian standar yang tinggi dan perhatian ekstra, dengan mempertimbangkan kriteria khusus dan serangkaian tes yang dilakukan. Karena pentingnya proses ini, jika dilakukan dengan baik, dapat menghasilkan penempatan personel yang tepat, berkualitas, dan akuntabel. Dalam sistem rekomendasi penempatan personel Polda Nusa Tenggara Barat menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) dan profile matching. AHP berupa model pendukung keputusan yang fleksibel dalam bentuk struktur hierarki, yang memungkinkan individu-individu atau kelompok-kelompok memunculkan gagasan masalah berupa membangun perkiraan sendiri serta melahirkan pemecahan yang diinginkan, sedangkan profile matching adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek yang diteliti. Kriteria yang digunakan dalam penelitian antara lain kinerja, kedisiplinan, rohani, psikologi, kesehatan, jasmani dan kemampuan teknologi informasi.
URGENSI SABAR DALAM TINJAUAN AL-QUR’AN Suriyati, Suriyati; Firdaus, Firdaus; Mubhar, Muhammad Zulkarnain
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v8i2.2348

Abstract

Alquran dan hadis merupakan sumber hukum Islam. Rasulullah memandang bahwa dapat menguraikan terhadap sesuatu yang diwahyukan kepadaNya berupa al-Qur’an dan Sunnah Nabi untuk kemaslahatan ummatnya dan sebagai pedoman hidup manusia baik di dunia dan di akhirat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudu’i. Tematik tafsir dalam penelitian ini yaitu menemukan tema urgensi sabar sebagai tema utama, selanjutnya dilakukan penelusuran tafsir terkait betapa pentingnya sabar dalam kegidupan sehari-hari. Kemudia data dikumpulkan terkait dengan urgensi kesabaran dilihat dengan terhimpunnya ayat yang memiliki kesamaan arti dengan tema yang dibahas. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menganalisis isi. Berdasarkan temuan pada penelitian ini terkait urgensi kesabaran dalam al-Quran adalah bahwa dalam Islam begitu urgen untuk mengamalkan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari, berbagai sendi dan gerak kehidupan, terutama dalam menghadapi cobaan, daripada manfaat. Dinyatakan bahwa sangat penting untuk menahan diri dari tindakan yang menimbulkan kerugian. Kesabaran menahan godaan maksiat yang selalu tampak indah di hadapan manusia, dan kesabaran menerima musibah dan tantangan dari Allah SWT.
Optimalisasi Nilai-Nilai Etika Sosial Siswa melalui Peran Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sinjai Suriyati, Suriyati; Nadia Ulfah , Sir
Edudeena : Journal of Islamic Religious Education Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ed.v7i2.2614

Abstract

Abstract: Social ethical values are one of the goals of education in Indonesia through character education. This must be optimized considering the uncontrolled development of the times without strong character in students. The aim of this research is to determine the optimization of students' social ethical values through the role of Islamic education teacher at SMAN 1 Sinjai. The research method used is descriptive qualitative with data obtained through interviews, observation and documentation. Data analysis is qualitative descriptive. The research results show that Islamic education teachers have four vital roles in optimizing social ethical values, including (1) character formation; (2) increasing social awareness; (3) empowering students, and (4) overcoming challenges and conflicts. The strategy that Islamic Education teacher can use is through uswah hasanah which is carried out not only in the classroom but also outside the classroom. PAI teachers can also approach open discussions with students, both in intracurricular and extracurricular learning. These four Islamic education teacher roles will achieve maximum results if supported by the entire school academic community, such as the principal, all teachers and administrative staff to students as the main actors. Abstrak: Nilai-nilai etika sosial menjadi salah satu tujuan pendidikan di Indonesia melalui pendidikan karakter. Hal ini harus dilakukan optimalisasi mengingat perkembangan zaman yang tidak terkendali tanpa adanya karakter yang kuat pada siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi nilai – nilai etika sosial siswa melalui peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Sinjai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan perolehan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data bersifat deksriptif kualitatif dengan tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki empat peran vital dalam optimalisasi nilai-nilai etika sosial, diantaranya adalah (1) pembentukan karakter; (2) peningkatan kesadaran sosial; (3) pemberdayaan siswa, serta (4) mengatasi tantangan dan konflik. Strategi yang bisa digunakan guru PAI adalah melalui uswah hasanah yang dilakukan tidak hanya didalam kelas saja tetapi juga diluar kelas. Guru PAI juga bisa melakukan pendekatan dengan diskusi secara terbuka dengan siswa, baik dalam pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Keempat peran guru PAI ini akan mencapai hasil yang maksimal jika didukung oleh seluruh civitas akademika sekolah, seperti kepala sekolah, seluruh guru dan tenaga administrasi hingga siswa sebagai pelaku utama.
Makna Komunikasi Bahasa Melayu Papua Berupa Penyingkatan Kata Dan Penggunaan Suffix “Toh” Dalam Film “Denias, Senandung di Atas Awan”: Sebuah Kajian Filsafat Bahasa Rajaguk-Guk, Sastri Br; Suriyati, Suriyati; Setiadi, Samsi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i12.6324

Abstract

Bahasa Melayu Papua dalam film "Denias, Senandung di Atas Awan" mengalami perubahan unik yang ditandai dengan penyingkatan kata dan penggunaan sufiks "toh", mencerminkan kebutuhan masyarakat Papua akan komunikasi yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis makna perubahan ini dalam konteks sosial budaya serta bagaimana bahasa berperan sebagai identitas budaya. Berbasis kajian pustaka, penelitian menunjukkan bahwa fenomena linguistik seperti ini sering terjadi di wilayah yang memiliki keberagaman etnis, dimana bahasa menjadi alat utama interaksi sosial. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada skrip film, termasuk pengamatan, transkripsi dialog, dan analisis konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyingkatan kata dan sufiks "toh" berfungsi memperkuat pernyataan dan memperkaya makna, serta mencerminkan identitas budaya Papua. Kesimpulannya, perubahan bahasa ini memperlihatkan bagaimana masyarakat.
PEMBINAAN BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) DI TK/TPA MASJID NURUL AQSA DUSUN LOMPU DESA GONA KECAMATAN KAJUARA Tunnisa, Rifka; Burhanuddin, Burhanuddin; Surianti, Surianti; Suriyati, Suriyati
INKAMKU : Journal of Community Service Vol 1 No 1 (2022): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v1i1.1174

Abstract

Taman kanak-kanak Al-Qur’an / Taman Pendidikan Al-Qur’an didirikan oleh lembaga penyelenggaraan di tengah-tengah masyarakat komunitas muslim yang keberadaannya dimasukkan untuk mendukung usaha pemerintah menuju tercapainya tujuan pendidikan nasional yang bukan hanya mengandalkan intelektual belaka, namun juga pembinaan akhlak. Pendidikan Al-Qur’an mendapat dukungan positif dari lembaga-lembaga pengajian/pendidikan dan juga Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 4 Tahun 2006 tentang Pendidikan Al-Qur’an. Tujuan dari pembinaan ini untuk menyiapkam para santri agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang Qur’ani, mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman dan pandangan hidup sebagai lingkungan pergaulan yang sehat dan jasmani di Masjid Nurul Aqsa Dusun Lompu Desa Gona Kecamatan Kajuara. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak santri tidak ada motivasi atau semangat untuk belajar membaca Al-Qur’an dan juga banyak santri tidak datang belajar karena apa yang mereka harapkan tidak sesuai. Jadi kesimpulannya adalah mahasiswa KKNP bekerja sama dengan guru mengaji dan memberikan pemahaman kepada guru mengaji dalam proses pembinaan TK/TPA sehingga santri merasakan proses belajar sesuai apa yang mereka harapkan.
Pembinaan TK/TPA Di Masjid Nuru Sadda Desa Samaturue Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai suriyati, Suriyati; Fahrul, Fahrul; Darwis, Darwis; Burhanuddin, Burhanuddin
INKAMKU : Journal of Community Service Vol 2 No 2 (2023): INKAMKU : Journal of Community Service
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/inkamku.v2i1.2208

Abstract

Community service is a very important thing to do, especially related to mentoring and coaching on how to write the Koran specifically for TK/TPA in Korong hamlet, Samaturue Village, Tellulimpoe District, Sinjai Regency, which is an embodiment of children's potential in the religious field both in terms of reading and memorize prayers as well as other short suras contained in the Qur'an. The purpose of this service is to observe how the model for mentoring TK/TPA students in Samaturue Village is also to measure the level of ability of TK/TPA students in reading and memorizing short surahs. There are several ways to do coaching in TK/TPA, namely by observation, this is done to see and get an overview of the implementation and development of TK/TPA, second, activity planning, preparation of teaching materials, third, activity implementation, and evaluation, then followed up from the results of the implementation The results of this coaching found that out of 25 TK/TPA students all showed good results both in terms of reading ability using the Iqro, Tartil, and Qiroati methods. The follow-up to the results of this coaching activity is the submission of TK/TPA learning books which will later be used by the supervisor and then the next implementer to carry out coaching. The next implementation of PKM requires continuous and consistent assistance and coaching as well as commitment.
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN Suriyati, Suriyati
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 11 No 1 (2019): Volume 11 Nomor 1 Juni 2019
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v1i1.57

Abstract

Perkembangan ilmu pada masa klasik sangat maju karena prinsip-prinsip semua ilmu terdapat dalamAlquran dan Hadis; pencarian ilmu dalam segi apa pun pada akhirnya akan bermuara padapenegasan Tauhid. Tapi pada masa pemerintahan Ali Fitnah Besar menimpa kaum muslimmemunculkan paham teologis, namun ada yang tidak melibatkan diri.dan merea adalah moyangAhlussunnah Waljamaa’ah, kemudian masuklah unsur-unsur dari luar ke dalam Islam, seperti unsurunsur budaya Perso-Semitik (Zoroastrianisme- khususnya Mazdaisme, serta Yahudi dan Kristen) danbudaya Hellenisme. Pada masa kejayaan 3 dinasti besar Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah,Fatimiyah Ilmu berkembang sangat maju dan pesat. Kemajuan ini membawa, Islam pada masakeemasannya, dengan kelahiran tokoh ilmuwan muslim di segala bidang. Masa keruntuhan tradisikeilmuan dalam islam terjadi karena: a. Transfer filsafat-filsafat India, Persia dan Yunani, b. Adanyamanipulasi ajaran Islam oleh orang-orang yang membenci Islam, c. Diabaikannya bahasa Arabmenebakan sulit berijtihad, d. Serangan gelombang missionaris, dan serangan (orientalis) Serangangelombang missionaris, dan serangan (orientalis). Ilmu pengetahuan beralih ke dunia barat: a.adanya pelajar-pelajar barat yang belajar di duinia Islam, b. penterjemahan besar-besaran buku keberbagai bahasa, c. perampasan ilmu-ilmu Islam dengan jalan perang salib.
ILMU SEBAGAI METODE DAN PRODUK Suriyati, Suriyati
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2014): Volume 6 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v6i1.131

Abstract

Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan sistematis yang merupakan produk dari aktivitas penelitian dengan metode ilmiah / sebagai sistem pengetahuan, ilmu mempunyai obyek material dan obyek formal. Obyek material sering disebut pokok soal (subject matter), sedangkan obyek material dinamakan titik perhatian (focus of interest) atau sikap pikiran (attitude of mind). Lebih lazim, obyek formal dinamakan sudut pandang. Sebagai sistem pengetahuan atau pengetahuan sistematis, ilmu memiliki ciri- ciri empiris, sistematis, obyektif, analitis, dan verifikatif. Ciri empiris mengandaikan pengamatan (observasi) atau percobaan (eksperimen). Ilmu berbeda dari pengetahuan karena ciri sistematis, dan berbeda dari filsafat karena ciri empirisnya. Ciri sistematis berarti bahwa kumpulan pengetahuan-pengetahuan itu memiliki hubungan-hubungan ketergantungan dan teratur. Ciri obyektif ilmu berarti bahwa pengetahuan ilmiah bebas dari rasangka perseorangan (personal bias) dan pamrih pribadi. ilmu arus berisi data yang menggambarkan secara tepat gejala-gejala. ilmu berciri analitis artinya ilmu melakukan pemilahan-pemilahan atas pokok soal ke dalam bagian-bagian untuk mengetahui sifat dan hubungan bagian-bagian tersebut. Ciri verifikatif ilmu berarti bahwa tujuan yang ingin dicapai ilmu ialah kebenaran ilmiah. Kebenaran ini dapat berupa kaidah-kaidah atau azas-azas yang universal.
PERTIMBANGAN ETIKA AGAMA DALAM APLIKASI ILMU Suriyati, Suriyati
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 7 No 1 (2015): Volume 7 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v7i1.188

Abstract

Kemajuan ilmu agaknya tidak selalu diiringi dengan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Masyarakat di negara maju pun tidak luput dari persoalan yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu dan teknologi. Masyarakatnya cenderung bersifat materialistis, individualism, dan lebih longgar di dalam menerapkan nilai-nilai moral keagamaan. Pertimbangan “etika agama dalam aplikasi ilmu” perlu dipikirkan dan diusahakan untuk menata kehidupan lebih baik. Berdasarkan hal itu, maka dalam tulisan ini dirumuskan dua permasalahan yaitu: Bagaimana definisi etika, agama, dan ilmu?; dan Bagaimana pertimbangan etika agama dalam aplikasi ilmu?. Dalam hasil pembahasan dikemukakan bahwa Etika dalam Islam (bisa dikatakan) identik dengan ilmu akhlak, yakni ilmu tentang keutamaan-keutamaan dan bagaimana cara mendapatkannya agar manusia berhias dengannya; dan ilmu tentang hal yang hina dan bagaimana cara menjauhinya agar manusia terbebas daripadanya. Etika, dilain pihak, seringkali dianggap sama dengan akhlak.
Co-Authors aguswito, aguswito Ahmad Ahmad Al-Mu’min, Al-Mu’min Ananda, Aulia Aroepala, Syahrina Iman ASMARIYAH, ASMARIYAH Azhar, Raisul Bahrum, St. Rahmaniah Baiq Adriani Ulfa Baiq Chandra Herawati Burhanuddin Buhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Choirul Anwar darwis darwis, darwis Dewiani, Kurnia Fahrul Fahrul Fathurrahman Fathurrahman Febrianty, Lanri Firdaus Firdaus Fitri Ramadhaniati, Fitri Gilang Primajati Habib Ratu Perwira Negara Halimatuzzahrah Halimatuzzahrah Hammad, Rifqi HANUN, LUTFIA CAESAR Harni, Wa Hastati, Hastati Herawati, Baiq Candra Hilda Hastuti Husain Husain I Made Yadi Dharma I Made Yadi Dharma Ibrahim, Isra Dewi Kuntary Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Jamaluddin Jamaluddin Jaya Nur, Makmur Judrah, Muh. Julhadi , Julhadi Khirullah, Zidan Kurniadin Abd Latif Kurniati, Neng Maryumi, Maryumi Mayangiani, Mayangiani Melati Rosanensi Miftahul Jannah Muh. Anis Muh. Judrah Muhamad Azwar, Muhamad Muhammad Yunus Mustaina, Mustaina Mustamir, Mustamir Mytra, Prima Nadia Ulfah , Sir Novianti Novianti Nur, Makmur Jaya Nurfadillah Nurfadillah Nurhasanah Nurhayani nurhayani P, Sudirman Pahrul Irfan Parihin Parihin Phyta Rahima Putri, Francisca Tree Aulia R. Ayu Ida Aryani R. Nurhayati Rahima, Pitha Rahmatullah Rahmatullah Rajaguk-guk, Sastri Br Rama, Bahaking Ria Rismayati Ridwan Ridwan Rifqi Hammad RIOFITA, HENDRA Riska Riska Risky, Bunga Rismayati, Ria Rizadman Rahia, Dino Rumbia, Nursia Rusiana Rusiana Santoso, Heroe Sari, Nurfika Indah Shabir U, Muhammad Siraj, Arifuddin Siti Soraya Subhan Hadi Sulfiana Surianti Surianti, Surianti Syamsudduha, St Syargawir, Syargawir Syofrianisda, Syofrianisda Tunnisa, Rifka Wahdania Wahdania Wahyu Priyanti Wally, Acani Warti, Wa Ode Yulyani, Linda Yusuf, Ode Yahyu Herliany Zulfikar Djauhari Zulkarnain, Zulkarnain Mubhar