Claim Missing Document
Check
Articles

Pemecahan Masalah Dalam Budidaya Kepiting dan Pelatihan Produksi Kepiting Karapas Lunak di Desa Kamal Bangkalan Madura Putri, Rizka Rahmana; Triajie, Haryo; Abida, Indah Wahyuni; Zainuri, Muhammad; Hafiludin, Hafiludin; Farid, Akhmad; Muhsoni, Firman Farid; Chandra, Adyos Bobby; Junaedi, Abdus Salam; Sholeh, M.; Laksani, Mertiara Ratih Terry; Pramithasari, Febi Ayu; Afifa, Fitria Hersiana; Wati, Tarisa Sholikha; Nisrina, Nisrina; Rahman, Rahman; Faizin, Muhammad Sahrul
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.22371

Abstract

Soft-shell crabs are a type of crab harvested after molting or shedding their old shells. Soft-shell crabs are known for their high market value, both in domestic and international markets. Technological advancements in crab farming include the mangrove crab mutilation system to produce soft-shell crabs (soka). However, many communities still lack an understanding of this technology. The mutilation technology is known to provide benefits, so we conducted a community outreach program to impart knowledge about the molting process in crabs and provide training on how to mutilate crabs in Kamal Village. Additionally, in the crab farming process, there are issues related to water quality management and feeding. The outreach program also aims to provide solutions to these problems. The method employed is the Adult Learning Approach, which is carried out through participatory lectures and interactive discussions. Meanwhile, the crab mutilation training is conducted using the Demonstration and Example Method, where participants practice the crab mutilation process after receiving demonstrations from the facilitators. The molting process and the sustainability of the outreach program are continued with ongoing mentoring until desired outcomes are achieved.
Kajian Morfometrik dan Tingkat Kematangan Gonad Rajungan (Portunus pelagicus) di Pagagan Pamekasan Qomariyah, Lailatul; Arisandi, Apri; HIdayah, Zainul; Farid, Akhmad
Akuatika Indonesia Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i2.46549

Abstract

Desa Pagagan adalah salah satu pusat penangkapan rajungan di Kabupaten Pamekasan. Penangkapan berlebihan dapat membahayakan kelestarian rajungan. sehingga untuk melestarikan rajungan di suatu populasi maka dibutuhkan informasi mengenai kondisi biologi rajungan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kondisi stok sumberdaya rajungan, berdasarkan analisis hasil morfometrik yang meliputi distribusi lebar dan berat rajungan, pola pertumbuhan, rasio jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad rajungan hasil tangkapan nelayan. Penelitian dilakukan bulan April sampai Mei 2022 di lokasi pendaratan (pengepul). Sampel rajungan diambil secara acak. Hasil dari penelitian mengumpulkan sample sebanyak 455 ekor rajungan (jantan 154 ekor dan betina 301 ekor). Kisaran ukuran lebar karapas adalah 80-165 mm dan kisaran berat badan yaitu 63-278 gr. Hasil analisis hubungan lebar karapas dengan berat badan pada rajungan jantan adalah 2,69, sehingga pola pertumbuhannya disebut allometrik negatif karena nilai b<3. Sedangkan pola pertumbuhan pada rajungan betina adalah 2,95. Setelah dilakukan uji t (α:0,05) menunjukkan hasil nilai thitung lebih kecil dari ttabel (tidak berbeda nyata) atau bersifat isometric dimana pertambahan lebar dan berat rajungan seimbang. Hasil penelitian menunjukkan nilai rasio jenis kelamin rajungan jantan dan betina adalah 1:2. Rajungan betina yang tertangkap sebagian besar berada pada TKG 2 (mature) 259 ekor (86%). Hasil pengamatan terhadap telur rajungan di perairan Desa Pagagan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, ditemukan empat level komposisi warna telur yaitu warna kuning, orange, coklat dan abu kehitaman.
Analysis of Water Quality in Pangeranan Estuari, Bangkalan, Madura Using the Pollution Index and Storet Methods Arrayanul Jannah, Annisa; Mertiara Ratih Terry Laksani; Zainuri, Muhammad; Farid, Akhmad
Journal of Marine and Coastal Science Vol. 14 No. 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmcs.v14i3.76538

Abstract

The extensive use of estuaries makes them vulnerable to being used as dumping sites for waste from human activities. Continuous accumulation of rubbish in estuaries can cause water pollution and decrease water quality. Pangeranan Waters is one of the estuari waters in Bangkalan Regency, East Java which is widely used by the community. Therefore, the aim of this research is to determine the water quality of the Pangeran Bangkalan Madura River estuari using two different methods. This research was conducted in November 2024 by collecting in-situ and ex-situ data at low and high tide. The results of water quality measurements are then analyzed to determine its status using two methods, namely Pollution Index and Storet. From this analysis, the water quality status was Pollution Index obtained as follows: at low tide, it shows a moderate level of pollution, while at high tide and highest tide, the status shows heavy pollution. The results of analysis using the Storet method show that the average physical parameter skorat stations 1 to 5 is -9, which is in the lightly polluted category. Meanwhile, for chemical parameters, the average skorobtained was -60, which is classified as heavily polluted.
Pengelolaan Sumberdaya Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Berkelanjutan Di Desa Padangdangan Menggunakan Metode Rapfish Farid, Akhmad; Alhammami Akmaludin, Indi Aunika; Setiawan, Eko; Arisandi, Apri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 1 (2024): (Maret) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.1.2024.7-22

Abstract

Ikan kembung merupakan salah satu jenis hasil tangkapan utama yang ditangkap menggunakan alat tangkap gill net di perairan Desa Padangdangan. Penurunan jumlah produksi ikan kembung di perairan Desa Padangdangan sejak tahun 2017 menjadi permasalahan yang harus ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberlanjutan pengelolaan sumberdaya ikan kembung yang ditangkap menggunakan alat tangkap gill net di perairan Desa Padangdangan berdasarkan aspek ekologi, ekonomi, teknologi, sosial, dan kelembagaan, mengetahui keberlanjutan multidimensi untuk pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan, dan memberikan rekomendasi strategi keberlanjutan terhadap pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 25-30 September 2023.  Metode Multi Dimensional Scaling (MDS) dengan analisa terhadap 5 dimensi (ekologi, ekonomi, teknologi, sosial, dan kelembagaan) yang digunakan untuk mengetahui status keberlanjutan pengelolaan perikanan. Data yang digunakan berupa data yang berasal dari berbagai sumber diantaranya data statistik perikanan PPP Pasongsongan dari tahun 2016-2023, studi-studi terdahulu, dan wawancara dengan responden kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi, ekonomi, dan teknologi berada pada status cukup berkelanjutan (skor >51), sedangkan untuk dimensi sosial dan kelembagaan berada pada status berkelanjutan (skor >76). Untuk meningkatkan status keberlanjutan pengelolaan sumberdaya ikan kembung di perairan Desa Padangdangan diperlukan rekomendasi terkait dengan penentuan jarak menuju fishing ground, mengadakan sosialisasi mengenai ukuran tangkapan ikan yang diperbolehkan, ukuran mata jaring, penggunaan gill net, penentuan waktu penangkapan, menentukan stok jenis ikan, mengurangi hasil tangkapan terbuang, serta menetapkan dan melaksanakan ketentuan kuota penangkapan ikan.
Pengelolaan Ekowisata Konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Cemara Pakis Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia Farid, Akhmad; Arianti, Vita Nisa
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 3, No 3: Desember (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v3i3.34456

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki pulau-pulau yang jumlahnya besar, pulau-pulau terdiri dari pulau besar dan kecil. Penyu merupakan salah satu hewan yang terancam punah dan salah satu hewan yang dilindungi keberadaanya. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang, penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit dan cangkangnya yang membuat populasi penyu terancam punah. Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan hewan dalam kelas reptilia yang masa hidupnya hampir seluruhnya berada di lautan dan termasuk hewan ovipar dan pembuahan telur berlangsung didalam tubuh induk, penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh. Konservasi merupakan Perlindungan, Pengawetan, Pelestarian, Penjagaan, dan Pemanfaatan, sedangkan ekowisata merupakan keterlibatan antara masyarakat dengan proses pelestarian dan dikaitkan dengan penambahan wawasan dan ilmu baru tentang konservasi. Kegiatan ini berlokasi di Pantai Cemara Pakis Banyuwangi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pengamatan secara langsung dengan pengambilan data primer berupa observasi, partisipasi aktif, wawancara, dokumentasi dan data sekunder. Hasil penelitian bertujuan untuk memudahkan penulis dalam mengetahui pemeliharaan tukik penyu lekang, mengetahui parameter kualitas air pada bak kolam pemeliharaan tukik, pengambilan telur penyu lekang pada sarang alami dan sarang semi alami, pemberian pakan tukik dan proses pelepasan tukik penyu, edukasi pengunjung. Diharapkan dengan adanya upaya konservasi penyu lekang tetap dapat dilestarikan.Kata Penting: konservasi, ekowisata,Penyu Lekang, Pantai Cemara, Banyuwangi
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Pakan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Farid, Akhmad; Indriati, Putri Alfatika; Arisandi, Apri; Triajie, Haryo
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.22351

Abstract

Catfish is a suitable choice for cultivation because it is an economical and nutritious fish for growing children. Catfish are also easy to cultivate and grow fast. This research was conducted for 35 days with the aim to determine the effect of moringa leaf powder with different doses of 4 treatments on the growth and survival rate of catfish seeds. The treatment given was treatment K as a control without adding moringa leaf powder, treatment A with 90% pellets and 10% moringa leaf powder, treatment B with 85% pellets and 15% moringa leaf powder and the last treatment was treatment C with 80% pellets and 20% moringa leaf powder. This research also measured water quality during the research, with parameters measured namely temperature, Dissolve Oxygen (DO), Power of Hydrogen (pH), and ammonia. The results obtained stated that treatment C with addition of 80% pellets and 20% moringa leaf powder was the best results in all aspects, both growth  survival rate, feed convertion rasio and water quality, and fulfilled SNI (2014) regarding catfish.
Pengelolaan Limbah Mikroplastik pada Udang dan Ikan di Segmen Hilir Sungai Brantas Subakti, Elvina Indriani; Maulana, Irkham; Junaedi, Abdus Salam; Farid, Akhmad
Cakrawala Vol. 16 No. 2: Desember 2022
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v16i2.495

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel yang memiliki ukuran <5 mm. Sifat mikroplastik yang menempel pada semua molekul dapat mengkontaminasi biota perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada udang dan ikan di sungai Brantas. Metode penelitian ini menggunakan metode NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Metode ini memiliki beberapa tahap yaitu sampling, identifikasi sampel, dan analisis data. Pengambilan  sampel diambil sebanyak 9 stasiun. Menurut metode NOAA (National Oceanic and atmospheric Administration), sampel perlu dilakukan pemberian H2O2 dengan kosentrasi 30 % dan FeSO4 dengan konsentrasi 0.05 M dan sampel diinkubasi selama 24 jam. Hasil yang diperoleh ditemukan sebanyak 5-15 partikel/ekor pada udang (Macrobrachium equides) dan pada ikan sebanyak 11-345 partikel/ekor. Peran masyarakat sangat penting dalam pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi penyebab utama adanya kontaminasi mikroplastik. Sebaiknya perlu adanya  pengolahan limbah dengan mengolahnya terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai, serta membuat regulasi penggunaan sampah plastik sekali pakai.
Analisis Hubungan Lebar Karapas dan Berat Rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Aengdake Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia Khalifatul Khair; Zainul Hidayah; Akhmad Farid
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 15 No 1 (2024): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v15i1.3719

Abstract

Blue swimming crab (Portunus Pelagicus) is a type of marine animal that has quite high economic value, so it is quite attractive to the surrounding community, especially the people in Sumenep Regency. The aim of this study was to find out the growth pattern of variations in carapace width and weight of blue swimming crab (Portunus Pelagicus) in the waters of the southern part of Sumenep Regency. This research was conducted in May 2023 in the village of Aengdake Sumenep. Retrieval of blue swimming crab data includes calculating the width of the carapace and the weight of the crab. The maximum width of the crab carapace is 16 cm while the maximum weight of the crab is 164 grams. From the calculation data for the width-weight relationship, it can be seen that the value of b is 0.74 where this value indicates that the growth pattern of blue swimming crab in the waters of Aengdake Village, Sumenep Regency with a sample of 100 crabs, shows a negative allometric growth pattern. So it is known that the growth in width is faster than the growth in weight.
Pembibitan Mangrove Bersama Pokmaswas Bina Lestari untuk Menjaga Ekosistem Pesisir Lembung, Galis, Pamekasan Akhmad Farid; Meria Zakiyah Alfisuma; Aulia Fitriyana; Anggi Tria Puspitasari; Gilang Romadhon
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.6854

Abstract

The “Green Movement: Mangrove Nursery with Pokmaswas Bina Lestari” program in Lembung Village, Galis Sub District, Pamekasan District aims to strengthen the capacity of coastal communities in mangrove nursery management and strengthening the role of Pokmaswas as a key actor in community-based conservation. Implemented through a participatory-collaborative approach, this activity actively involved the local community in each stage of the process, from propagule collection and preparation of seeding media to periodic monitoring and maintenance. The program successfully produced approximately 5,000 Rhizophora stylosa seedlings, achieving a 99% survival rate after two months. This high rate reflects not only the suitability of local environmental conditions but also the effectiveness of community engagement and shared responsibility in protecting coastal ecosystems. In addition to ecological contributions such as shoreline stabilization and habitat enhancement, this initiative also generated social and economic benefits. Community awareness of environmental stewardship increased significantly, and new opportunities emerged, including educational tourism, environmental outreach, and potential income from mangrove seedling sales. Overall, the program demonstrates how collaborative conservation efforts can deliver sustainable environmental impacts while empowering coastal communities.
Islamic Education Curriculum Design Based on Inclusive Learning Management Kurnialoh, Nasri; Farid, Akhmad; Musayaroh; Zakariyah; Maftuhah
AT-TAJDID: Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2025): July 2025
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52640/attajdid.247

Abstract

The curriculum is a planned and implemented program aimed at achieving specific goals. Therefore, learning management in education requires a concept that functions as a tool capable of adapting to the evolving times. This study analyzes the design of the Islamic Education curriculum, including its definition, components, and characteristics. The research method employed is library research. The findings reveal that the curriculum includes detailed management of learning, such as the types of educational materials, suggestions for teaching strategies, program development for effective implementation, and other activities aimed at achieving the desired objectives. In designing an Islamic Education curriculum based on learning management, several aspects must be considered, including alignment with the inclusive nature of humanity, accommodating the interests of the Muslim community, being realistic, comprehensive, and sustainable.
Co-Authors Abdus Salam Junaedi Afifa, Fitria Hersiana Agus Romadhon Alhammami Akmaludin, Indi Aunika Alindya Eka Puspita Dewi Anggi Tria Puspitasari Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Apri Arisandi Arianti, Vita Nisa Arrayanul Jannah, Annisa Aulia Fitriyana Avin Yusuf Noktasatria Chandra, Adyos Bobby Dinda Shafa Adzania Adelweis Dwi Budi Wiyanto Dyah Agustin Wulandari Eka Nadia Aprillina EKO SETIAWAN Eko Setiawan Eva Ari Wahyuni Faizin, Muhammad Sahrul Febi Ayu Pramithasari Feranita Tricha Desyderia Fernando, Amedio Ferdinand Firman Farid Muhsoni Firman Hidayat Gema Benada Ziah Gilang Romadhon Hafiludin, H Hafiludin, Hafiludin Haryatik, Dewi Haryo Triajie Haryo Triajie, Haryo Hery Susanto Hotimatus Zahroh Ifa Nur Rosidah Ifa Nur Rosyidah Ifa Nur Rosyidah Indah Wahyuni Abida Indi Aunika Alhammami Akmaludin Indriati, Putri Alfatika Irkham Maulana, Irkham Junaedi, Abdus Salam Khalifatul Khair Kholizah, Nur Kurniyati Indahsari Lailatul Qomariyah, Lailatul Laksani, Mertiara Ratih Terry M. Sholeh Maftuhah . Maulidah, Lilik Maulinna Kusumo Wardhani, Maulinna Kusumo Meria Zakiyah Alfisuma Mertiara Ratih Terry Laksani Mertiara Ratih Terry Laksani Moch. Yusron Muh Fathur Rosi Muhammad Zainuri Muktisari, Ratri Diah Musayaroh Nasri Kurnialoh, Nasri Nisrina Nisrina Nunggal Ubaya, Rahma Dina Pradiga, Adhil R Riyantono Rafika Aprilianti Rahman Rahman Ratri Diah Muktisari Rifani Dwi Tauriqie Riza Himawan Abrianto Rizka Ayu Wulandari Rizka Rahmana Putri S Supriadi Siti Muskaromah Siti Rokhmaniati Slamet Subari Sri Rokhmaniati Subakti, Elvina Indriani Sugianti, Elfira Puspa Sugiarti, Teti Wahidah Inayati Wahyu Andy Nugraha Wahyudi Rahman Wati, Tarisa Sholikha Wulandari, Rizka Ayu Zaikhoh Maya Ning Tias Zainul Hidayah Zakariyah