Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Etika Menuntut Ilmu Menurut Kitab Ta’lim Muta’alim Faridah, Eva
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.140

Abstract

This paper discusses the ethics of studying according to the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al- Zarnuzi. This paper focuses on the description of the conceptions and steps that must be taken by students in demanding knowledge. The data sources in this article are obtained from the book Ta'lim al-Muta'alim by Sheikh al-Zarnuzi and several secondary sources in the form of supporting and comparative references that are in accordance with the theme of the article. This paper is a library research using a qualitative approach, which seeks to describe a variable, symptom or situation "as is", and is not intended to test certain hypotheses. The results of this paper show that the ethics of studying in the book of Ta'lim al-Muta'alim are 1) Have a real intention in learning; 2) Smart in choosing teachers, knowledge, friends, and have fortitude in learning; 3) Respect knowledge and scholars; 4) have sincerity, continuity and have a strong interest; 5) Orderly; 6) Tawakal; 7) Smart utilization of learning time; 8) Compassion for fellow knowledge seekers; 9) can take lessons from everything learned: 10) Wara' by keeping away from the shubhat and haram during the study period. From the conception of the ethics of studying, it will give birth to an educational model that prioritizes morals not only oriented to knowledge and skills.   Tulisan ini membahas etika menuntut ilmu menurut kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al- Zarnuzi. Tulisan ini memfokuskan kajiannya pada deskripsi-konsepsi serta langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik dalam menuntut ilmu. Sumber data dalam artikel ini diperoleh dari kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al-Zarnuzi dan beberapa sumber sekunder berupa referensi- referensi pendukung dan pembanding yang sesuai dengan tema artikel. Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan “apa adanya”, dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa etika menuntut ilmu peserta didik dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim adalah 1) Memiliki niat yang sungguh dalam belajar; 2) Cerdas dalam memilih Guru, ilmu, teman, dan memiliki Ketabahan dalam Belajar; 3) Menghormati ilmu dan ulama; 4) memiliki kesungguhan, kontinuitas dan memiliki minat yang kuat; 5) Tertib; 6) Tawakal; 7) Pintar memanfaatkan waktu belajar; 8) Kasih sayang kepada sesama para penuntut ilmu; 9) dapat mengambil hikmah dari setiap yang dipelajari: 10) Wara’ dengan menjaga diri dari yang syubhat dan haram pada masa belajar. Dari konsepsi etika menuntut ilmu ini, akan melahirkan sebuah model pendidikan yang lebih mengedepankan moral tidak hanya terorientasi pada pengetahuan dan keterampilan.  
Implementasi Akad Istishna (PSAK Syariah 104) dalam Transaksi Jual Beli Online Pekerti, Retno Dyah; Faridah, Eva; Hikmatyar, Missi; Rudiana, Irfan Faris
AKTSAR: Jurnal Akuntansi Syariah Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/aktsar.v4i1.8562

Abstract

Online buying and selling transactions are growing rapidly, from an Islamic perspective, they fall into the jurisprudence muamalah category of business or commerce. In Islam, there are rules governing buying and selling transactions that must be carried out by the seller and the buyer. This research is to explore the pillars and requirements for online buying and selling transactions and the implementation of the Istishna contract which refers to the Islamic PSAK 104 in online transactions. A qualitative method with case study research conducted in Tasikmalaya was chosen as the method in this research. The informants in the research are business people, consumers, academics, and ustadz. The results show that business people generally know about the pillars and requirements for online buying and selling transactions from an Islamic perspective. The Istishna contract has been carried out by business people with the term pre-order, business people do not know and apply the Sharia PSAK 104. The research can be a reference for business people, academics, and input for regulators and the public.
Studi Pembinaan Cabang Olahraga Menembak Kota Surakarta Dalam Rangka Persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 Faridah, Eva; Wijanarko, Bambang; Hendarto, Singgih; Adi, Pomo Warih; N.M, Afa Shaumi
Smart Sport Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Smart Sport
Publisher : Smart Sport

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/smsp.v21i1.66910

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; (1) Keadaan organisasi cabang olahraga menembak Kota Surakarta, (2) Sumber Daya Manusia cabang olahraga menembak Kota Surakarta, (3) Sarana dan Prasarana cabang olahraga menembak Kota Surakarta, (4)  Pembinaan prestasi cabang olahraga menembak Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus, pelatih, dan atlet cabang olahraga menembak Kota Surakarta. Pada penelitian ini dikaji tentang pembinaan, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan prestasi cabang olahraga menembak Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik; (1) Observasi atau pengamatan, (2) Wawancara, dan (3) Analisis dokumen yang selanjutnya diolah, dengan memfokuskan penajaman makna yang terapkan dalam kata-kata. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan metode. Kesimpulan; (1) Keadaan organisasi yang terdapat dicabang olahraga menembak Kota Surakarta dikatakan baik, karena sudah berjalan dengan struktur organisasi yang sesuai dengan SK Cabang Olahraga dan sudah disesuaikan dengan AD/ART yang ada didalam organisasi, yang didalam AD/ART tersebut memuat aturan dan tata kelola organisasi, (2) Sumber daya manusia yang terdapat di cabang olahraga menemak Kota Surakarta merupakan merupakan atlet dan pelatih yang berkompeten, karena dalam melakukan seleksi sudah memenuhi kriteria dan syarat yang berlaku dicabang olahraga menembak Kota Surakarta, (3) Sarana dan prasarana yang terdapat di cabang olahraga menembak Kota Surakarta dikatakan baik, karena tempat latihan sudah dimiliki dari berbagai nomor layak, nyaman dan dapat mendukung program latihan, (4) Pembinaan prestasi pada cabang olahraga menembak Kota Surakarta sudah baik, karena pembinaan sudah dilakukan sesuai program dan dapat diketahui bahwa cabang menembak Kota Surakarta sudah banyak yang memperoleh medali dari berbagai event. Kata Kunci: Menembak, Organisasi, Sarana dan Prasarana, Sumber Daya Manusia, Prestasi, Pembinaan Prestasi.
Improving volleyball competence: E-module-based volleyball learning media innovation Kasih, Indra; Faridah, Eva; Widianingsih, Onyas; Sinulingga, Albadi; Amirzan
Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education Vol. 4 No. 3 (2023): Edu Sportivo: Indonesian Journal of Physical Education
Publisher : UIR Press Bekerjasama dengan International Association of Physical Education and Sports

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/esijope.2023.vol4(3).14437

Abstract

The urgent need for the creation of cutting-edge learning media in the context of volleyball learning served as the driving force behind this study. The main objective was to develop and validate the E-Module as an innovative learning tool specifically focused on skill development in volleyball. The research method applied was the development method with the ADDIE approach (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data collection was done through questionnaires and documentation, while data analysis used quantitative descriptive techniques. The results showed that E-Module as an innovative learning tool in volleyball can be developed successfully. This finding highlighted the important role of experts in the development of e-modules and opened up new insights into the potential of technology in supporting the learning of sport practices, especially in the context of volleyball. While the results of this study showed a positive impact, there are limitations in the context and sample of the study. Therefore, further research is needed to explore the impact of student motivation on the use of the E-Module in volleyball learning as well as generalise these findings to other sport learning contexts. This E-Module can not only be a reference for further research in the field of sports learning media development, especially volleyball, but also be recognised as an excellent product of E-Module-Based Volleyball Learning. Thus, this research contributes not only to academic knowledge but also to the practice of sports learning, especially volleyball.