Claim Missing Document
Check
Articles

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SEBAGAI DASAR DAN ALASAN CCERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA BOYOLALI (Studi Putusan Nomor: 1617/Pdt.G/2017/PA.Bi) Anis Safitri; Purwadi Purwadi
Jurnal Bedah Hukum Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Bedah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkawinan kadang kala tidak sesuai dengan tujuan semula, ketidak mengertian dan kesalahpahaman masing-masing pihak tentang peran, hak dan kewajibannya membuat perkawinan tidak harmonis lagi. Hal ini dapat memicu pertengkaran yang terus menerus, akhirnya salah satu pihak melakukan kekerasan, melalui fisik atau psikis. Pasangan yang tidak dapat mempertahankan hubungan keluarga secara harmonis dapat berakhir dengan perceraian. Perceraian yang dilakukan di muka pengadilan lebih menjamin persesuainya dengan pedoman Islam tentang perceraian, sebab sebelum ada keputusan terlebih dulu diadakan penelitian tentang apakah alasan-alasannya cukup kuat untuk terjadi perceraian antara suami isteri, kecuali itu di mungkinkan pula pengadilan bertindak sebagai hukum sebelum mengambil keputusan bercerai antara suami isteri.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUSKAN PERKARA PERCERAIAN KARENA PERSELINGKUHAN ( STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BOYOLALI Nomor : 48/Pdt.G/2015/PN.Byl) Hartono Hartono; Purwadi Purwadi
Jurnal Bedah Hukum Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Bedah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakekatnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk menjalani roda kehidupan. Hal tersebut dilakukan manusia dengan cara mencari teman dan mencari pasangan hidup. Adapun cara yang ditempuh untuk melanjutkan garis keturunannya adalah dengan cara melangsungkan perkawinan. Perkawinan bagi manusia bukan sekedar persetubuhan antara jenis kelamin yang berbeda sebagaimana makhluk lainnya, tetapi perkawinan bertujuan membentuk keluarga bahagia dan kekal, bahkan dalam pandangan masyarakat adat perkawinan itu bertujuan untuk membangun, membina dan memelihara hubungan kekerabatan yang rukun dan damai. Didalam hidup berumah tangga tidaklah mustahil apabila diantara suami dan istri terdapat perbedaan – perbedaan mengenai sifat, watak, pembawaan, pendidikan dan pandangan hidup, hal mana kadang kala dapat menimbulkan kerenggangan – kerenggangan atau percederaan – percederaan dan Merasa bahwa kehidupan perkawinan tidak dapat dilanjutkan lagi oleh salah satu pihak atau oleh kedua belah pihak dari suami istri adalah merupakan alasan pokok perceraian. Dalam kasus perceraian, perselingkuhan merupakan salah satu diantara pemicunya, sebagaimana perkara perceraian yang diajukan di Pengadilan Negeri Boyolali. Perselingkuhan adalah sebuah kasus penyelewengan dan ketidaksetiaan suami atau istri dengan melibatkan pihak ketiga sabagai teman selingkuhannya. Dalam skripsi ini dibahas mengenai landasan hukum dan pertimbangan hakim dalam memutuskan suatu perkara perceraian yang dalam hal ini penulis merujuk pada Putusan Pengadilan negeri Boyolali Nomor : 48/Pdt.G/2015/PN.Byl.
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kelalaian Lalu Lintas Yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa Orang Lain Di Wilayah Hukum Polres Boyolali (Studi Kasus di Wilayah Hukum Polsek Boyolali) Rekyan Ayu Nawang Wulan; Tegar Harbriyana Putra; Purwadi Purwadi
Jurnal Bedah Hukum Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Bedah Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jbh.v4i1.342

Abstract

Lalu lintas ialah salah satu sarana komunikasi masyarakat yang memegang peranan vital dalam memperlancar pembangunan yang kita laksanakan. Masalah lalulintas merupakan satu masalah yang berskala nasional dan berhubungan dengan perkembangan masyarakat. Berdasarkan Lembaga Transportasi Indonesia, terdapat4 (empat) faktor penyebab kecelakaan, yakni faktor kendaraan, faktor jalan, faktor manusia dan faktor alam.Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui proses penanganan terhadap tindak pidana kelalaian lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain di wilayah hukum Polres Boyolali. 2) Mengetahui kendala yang dihadapi personil Satlantas Polres Boyolali dalam menangani tindak pidana kelalaian lalu lintas yangmenyebabkan hilangnya nyawa orang lain di wilayah hukum Polres Boyolali. 3) Mengetahui upaya personil Satlantas Polres Boyolali dalam menangani tindak pidana kelalaian lalu lintas yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain di wilayah hukum Polres Boyolali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakanadalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian pustaka ini dilakukan dengan cara mencari, mengumpulkan, dan mempelajari peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lain yang terkait dengan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui proses penanganan perkara kecelakaan lalu lintas mulai dari melaksanakan TPTKP, olah TKP, Penyidikan, upaya paksa dalam penyidikan, pemeriksaan saksi, saksi ahli dan tersangka, penyelesaian berkas perkara hingga pendataan dan pelaporan kecelakaan lalu lintas. Dalam hal ini juga dapat diketahui kendala berupa kurangnya biaya dalam penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas yang harus ditanggung personel satlantas Polres Boyolali. Sehingga untuk menangani kasus kecelakaan lalu lintas diperlukan beberapa upaya yang sifatnya preventif maupun represif.
Pengaruh Penambahan Ampas Bir Dalam Ransum Terhadap Pertumbuhan Dan Konsumsi Domba Jantan Lokal Joko Nugroho; Purwadi Purwadi; Suhardi Suhardi
Tropical Animal Science Vol 3 No 2 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v3i2.707

Abstract

Ternak domba adalah satu dari sejumlah ternak ruminansia yang menghasilkan daging selain sapi. Domba adalah satu dari sejumlah komoditi peternakan yang berkontribusi didalam pemasokan stok daging didalam negeri. Daging yang ada diharapkan tidak saja dalam proporsi yang memadai namun mutu yang lebih baik pula. Hal tersebut bisa dicapai satu diantaranya melalui manajemen pemberian pakan yang tepat. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui pengaruh penambahan apas bir pada domba ylocal jantan dalam pertumbuhan juga konsumsi ransum. Domba jantan local yang berusia rata-rata satu tahun merupakan domba yang dipakai, dimana domba ini sejumlah 18 ekor, dengan bobot badan awal 21±0.933 s.d 24±0.933 kg dialokasi secara random kedalam 3 perlakuan san 6 ulangan. 3 perlakuan tersebut terdiri dari T0 (Ampas bir 0 % dan konsentrat 40% + rumput 60%), T1 (Ampas bir 20% dan konsentrat 20% + rumput 60%), T2 (Ampas bir 40% dan konsentrat 0% + rumput 60%). Ransum diberi secara ad libitum. Parameter yang menjadi bahan pengamatan yakni konsumsi BK, SK, PK, TDN, PBBH juga konversi pakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya penambahan ampas bir pada ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) bagi konsumsi BK, PBBH, serta konversi pakan, namun memberi pengaruh nyata (P<0,05) pada konsumsi PK, SK serta TDN. Maka disimpulkan penambahan ampas bir dalam ransum sebanyak 0-40% memberi pengaruh nyata bagi konsumsi PK, Konsumsi TDN serta konsumsi SK. Akan tetapi tidak memberi pengaruh yang tidak nyata pada konsumsi BK, PBBH serta konversi pakan pada domba jantan lokal.
PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN FERMENTASI DAUN DAN BATANG KELOR DALAM RANSUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KONSUMSI DOMBA LOKAL JANTAN Muhamad Amru Rachman; Purwadi Purwadi; Suhardi Suhardi
Tropical Animal Science Vol 3 No 1 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/tas.v3i1.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi fermentasi daun kelor dalam ransum terhadap pertumbuhan dan konsumsi domba lokal jantan. Penelitian ini menggunakan 14 ekor domba lokal dengan umur rata-rata 1 tahun dengan berat rata-rata 18 ± 1,3 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dengan 7 ulangan. Perlakuan terdiri dari T0 = Fermentasi daun kelor 0%, Konsentrat 4%, Rumput 60%., T1 = fermentasi daun kelor 25%, Konsentrat 25%, Rumput 50%. Data penelitian dianalisis menggunakan uji varians T-test dengan tingkat keyakinan 95%. Parameter yang diamati adalah Konsumsi Bahan Kering (BK), Konsumsi Protein Kasar (PK), Konsumsi total digestibel nutr ien (TDN), Konsumsi serat kasar (SK) dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH). Hasil penelitian ini adalah pemberian fementasi daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Konsumsi BK, Konsumsi PK dan konsumsi TDN, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) Terhadap konsumsi SK dan PBBH. Kata kunci: Fermentasi Daun dan Batang Kelor, Daun dan Batang Kelor, Domba Jantan
Pengaruh Pembedaan Kualitas Konsentrat pada Tampilan Ukuran-Ukuran Tubuh dan Kosumsi Pakan Pedet FH Betina Lepas Sapih purwadi purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.495 KB) | DOI: 10.36596/tas.v1i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembedaan kualitas konsentrat terhadap pertumbuhan ukuran-ukuran tubuh, bobot badan dan konsumsi pakan pedet FH betina lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 12 ekor pedet FH betina lepas sapih, bobot badan rata-rata 84,25 ± 15,16 kg (CV= 18,62%), rata-rata tinggi pundak awal 90,56 ± 4,86 cm (CV= 5,73%), rata-rata panjang badan awal 75,15 ± 5,43 cm (CV= 2,23%), rata-rata lingkar dada awal 104,98 ± 5,87 cm (CV= 5,59%), rata-rata panjang tulang carpus awal 3,30 ± 0,61 cm (CV= 18,48%), rata-rata tulang metacarpus awal 15,79 ± 1,91 cm (CV= 7,45%). Pakanpenelitian yang digunakan adalah rumput gajah dan formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dengan perbedaan protein kasar (PK) dan total digestibel nutrien (TDN). Parameter yang diukur antara lain pertambahan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), panjang tulang carpus dan metacarpus, serta konsumsi pakan. Penganbilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan umur pedet yaitu rata-rata 3,5 bulan. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan masing-masing diulang enam kali. Semua data dianalisa secara statistik menggunakan uji t dengan peluang kesalahan 5%. Simpulan penelitian ini adalah bahwa formulasi konsentrat I dan formulasi konsentrat II dapat menjadi pakan bagi pedet FH betina lepas sapih dan layak untuk dijadikan calon induk pengganti.
Pengaruh Suplementasi Monensin dalam Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum yang Diturunkan pada Produksi dan Komposisi Susu Sapi FH Laktasi purwadi purwadi
Tropical Animal Science Vol 1 No 1 (2017): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.845 KB) | DOI: 10.36596/tas.v1i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi. Penelitian ini dirancang dalam 4 perlakuan (T0: Ransum dengan total digestible nutrient (TDN) 73% + monensin 0 mg, T1: Ransum dengan TDN 73% + monensin 50 mg/ ekor/ hari, T2: Ransum dengan TDN 68% + monensin 200 mg/ ekor/ hari, T3: Ransum dengan TDN 68% + monensin 300 mg/ ekor/ hari), 4 kali ulangan dan dikelompokan berdasarkan bulan laktasi 3, 5, 7 dan 9 bulan. Variabel pengamatan meliputi a) konsumsi bahan kering, b) konsumsi protein kasar, c) konsumsi TDN, e) produksi susu, f) produksi protein susu, g) produksi lemak susu dan h) produksi laktosa susu. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap konsumsi ransum dan terhadap produksi dan komposisi susu (P<0,05). Pada T0, T1, T2 dan T3 menunjukkan jumlah konsumsi ransum adalah 11,37; 10,89; 10,94 dan 11,65 kg/hari konsumsi bahan kering (BK); 1,58; 1,51; 1,51 dan 1,59 kg/hari protein kasar (PK) ; dan 8,27; 7,9; 7,44 dan 7,94 kg/hari TDN. Jumlah produksi susu adalah 10,5950; 10,8675; 10,2734 dan 11,0601 kg/ ekor/ hari (4%FCM); produksi protein susu adalah 0,3134; 0,3108; 0,2900 dan 0,3170 kg/ ekor/ hari ; produksi lemak susu adalah 0,4113; 0,4191; 0,4040 dan 0,4521 kg/ ekor/hari; dan produksi laktosa susu adalah 0,4451; 0,4400; 0,4158 dan 0,4236 kg/ ekor/hari. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan suplementasi monensin dalam TDN ransum yang diturunkan terhadap produksi dan komposisi susu sapi Friesian Holstein (FH) laktasi, yang berarti monensin menunjukkan pengaruh pada pola fermentasi rumen menuju efisiensi penggunaan energi.Kata kunci : Konsumsi ransum, Komposisi susu, Monensin, Sapi FH laktasi
Pemanfaatan Nutrisi Ayam Petelur Fase II (55 Minggu) Dengan Pemberian Pakan Free Feeding Choice Moch Tirta Ageng Bambang Priomojo; Eudia Christina Wulandari; Purwadi Purwadi
Tropical Animal Science Vol 3 No 1 (2021): TROPICAL ANIMAL SCIENCE
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.747 KB) | DOI: 10.36596/tas.v3i1.633

Abstract

The purpose of this study was to look at the utilization of phase II laying hens nutrition by giving Free Feeding Choice feed. The material used in the study was 30 Brown Leg Horn laying hens with the age of 55 weeks. In this study, the use of the free-choice technique of feed with corn, finished concentrate, rice bran, and premix as feed ingredients. The parameters of this study were ration consumption, Hen Day Production, egg weight, digesta rate, and crude fiber digestibility. The results showed that the treatment had a significant effect, the average feed consumption of laying hens was 114 grams/day. Average production reaches 95%. The average overall weight is 65.15 grams. The average digestibility value of crude fiber was highest in the T10 treatment, which was 42.26% and the lowest in the T19 treatment 4.37%. The highest crude fiber consumption was T10 18.08% and the lowest was T13 6.11%. From the results of the research that has been done, it can be concluded that layer II brown leg horn laying hens with Free Feeding Choice feeding provide an opportunity for chickens to choose the feed ingredients needed to produce eggs.
ASSESSMENT OF OPERATION SAFETY OF THE RSG-GAS REACTOR TO SERVE RADIOISOTOPE TARGET IRRADIATION Iman Kuntoro; Lily Suparlina; Purwadi Purwadi
JURNAL TEKNOLOGI REAKTOR NUKLIR TRI DASA MEGA Vol 24, No 2 (2022): June 2022
Publisher : Pusat Teknologi Dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/tdm.2022.24.2.6634

Abstract

The RSG-GAS multipurpose reactor is operated to serve the utilization in the field of radioisotope production and NAA, material research. The reactor actually has power of 30 MW thermal, but upon considerations of efficiency and of most users requirements, the reactor is mostly operated at the power of 15 MW thermal, 5 days a week to produce a primary radioisotope from target of 2 grams U-235. To guarantee the safe operation and optimum utilization, a safety procedure was established. The paper is intended to assesst the operation safety in serving radioisotope target irradiation at its cycle operation. Assessment was carried out for core numbers 102 – 105. The result shows that excess reactivity and shutdown margin reactivity are safe to provide the target irradiation in the core for each cycle operation. 
PENGARUH ADANYA LEMBAGA MASYARAKAT DESA HUTAN (LMDH) ARGO SEJAHTERA TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI KOPI DI DESA KEMUNING KABUPATEN TEMANGGUNG Aziza Zull Ramadhani; Istiti Purwandari; Purwadi Purwadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Desa Kemuning, mengetahui pendapatan dari usahatani kopi dibawah tegakan dan kegiatan LMDH Argo Sejahtera didalam program PHBM serta mengetahui pengaruh dari peran adanya LMDH Argo Sejahtera terhadap kesejahteraan petani kopi Desa Kemuning. Metode dasar penelitian yang digunakan adalan deskriptif kualitatif. Data penelitian berasal dari dokumen milik LMDH Argo Sejahtera dan hasil wawancara kepada pengurus dan anggota LMDH Argo Sejahtera. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya keempat peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan Argo Sejahtera sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, wahana pemberdayaan dan unit produksi/usaha dan kerjasama bagi hasil kopi dibawah tegakan hutan terbukti dapat membantu petani kopi Desa Kemuning dalam mencapai kesejahteraan.
Co-Authors Ade Putra Syawaludin Adi Suhendra Aghnia Nur Fadilah Agnisella Kezia Sumbogo Agus Sriyatmoko Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih Alfan Muttaqin Alim Sri Mardiani Alya Azaki Amatullah Anis Safitri Anita Chandra D S Anita Chandra Dewi Sagala Arif Setiabudi Arif Wahyu Nugroho Athalla Naufal R.S Aziza Zull Ramadhani Budi Waluyo Dendi Putra Prakoso Dewi Aprilia Sari Diana Widianti Djalal Rosyidi Dwi P.D.H. Dwi Prasetiyawati D.H. Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti Edy Suryanto Eka Novian Gunawan Elfitriani Elfitriani Elysa Novitasari Endang Susilowati Ery Wahyuti Eudia Christina Wulandari Faisal Sunarto Gilang Jaka Sanjaya Hartono Hartono Herman Ya'aro Z Harefa Iman Kuntoro Intan Nova Pramaisela Istiti Purwandari JOKO NUGROHO Kadarusmanto Kadarusmanto Lia Mustabsyiah Lilik Eka Radiati Lily Suparlina Lily Suparlina Luh Putu Ratna Sundari M. Kristanto Mardiana Mardiana Melida Fitroturrohmah Mila Karmila Mira Azizah Moch Tirta Ageng Bambang Priomojo Muhamad Amru Rachman Muhammad Rohmadi Nila Kusumaningtyas Nugraheni Eko Wardani Nur Dwiana Muslimah Nurarif, Saiful Nurul Fatimah Pardi Pardi Puji Sari Ramadhan Purnomo Edi Sasangko Raheni Suhita Ratna Wahyu Pusari . . Ray Ferza Rekyan Ayu Nawang Wulan Rina Karmiyanti saniman saniman Siti Rochmiyati Suardi Yakub Suhardi Suhardi Sukisno Selamet Riadi Sukisno Selamet Riadi Sumarwati Surian Pinem Sutrisno Sutrisno Suwartiningsih Suwartiningsih Suyitno Suyitno Tania Agustis Syarah TEGAR HARBRIYANA PUTRA Tri Handoko Seto Tukiran Surbakti Tukiyat Tukiyat Vicky Agus Saputri Widiarti Rista Maya Yenni Marliani Yonathan Pongtuluran Zainal Ilmi