Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bentuk Partikel dan Waktu Pembebanan Terhadap Kuat Geser Tanah Pasir Azizah .; Muhamad Yusa; Ferry Fatnanta
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.483

Abstract

Time is a scale which is the duration of an event and the shape of the sand grains, is one of the factors that influence the technical properties of sand on its shear strength. The purpose of this study was to determine how to analyze the time required and the shape of the sand grains in analyzing the behavior of the shear angle (ϕ) due to the influence of grading and grain shape. The results showed, analysis of the form of sand grains using imageJ, obtained the level of the grains of the two sands, namely semi angular and semi-round. The ratio of the shear angles between the variations of the gradations, namely the gradient which is dominated by the coarse grain fraction of 60%, and the gradation which has a long grain distribution, has a high shear angle (ϕ). The ratio of the shear angle between the sand grains, namely sand with a semi-angled shape has a higher shear angle (ϕ) than sand with a semi-spherical shape.
PENGARUH BENTUK DAN CAMPURAN BUTIRAN PASIR TERHADAP PERILAKU KUAT GESERNYA Yoyon Kurniawan; Muhamad Yusa; Ferry Fatnanta
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.484

Abstract

Campuran dan bentuk butiran pasir, merupakan sebagian faktor yang mempengaruhi sifat teknis pasir yaitu kuat geser, dan hal ini perlu diperhatikan supaya pengaruhnya dapat dimaksimalkan untuk konstruksi yang berhubungan dengan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menganalisis bentuk butiran pasir dan menganalisa perilaku sudut geser (ϕ) akibat pengaruh campuran dan bentuk butiran. Pengujian dilakukan dengan membuat variasi bentuk campuran pasir , dalam 5 variasi dengan kerapatan relatif sebesar 70% dan 20%, yang tertahan pada saringan No. 20. Bentuk butiran pasir terdiri dari 2 bentuk, yaitu kelompok butiran bersudut (angular) dan bulat (rounded), yang dibedakan berdasarkan nilai roundness (R), sphericity (S) dan regularity (ρ), yang diproses menggunakan imageJ. Hasil penelitian menunjukkan, analisa bentuk butiran pasir menggunakan imageJ, diperoleh tingkatan bentuk butiran dari kedua pasir, yaitu semi bersudut (sub-angular) dan semi bulat (sub-rounded). Perbandingan sudut geser bentuk pasir sub-angular lebih besar dari pada sub-rounded, hal ini disebabkan pasir berbentuk sudut saling mengikat satu sama yang lain yang disebut dengan interlocking sehingga sudut gesernya lebih besar. Hasil perbandingan sudut geser (ϕ) di antara variasi campuran bentuk butiran pasir yang dikombinasikan dengan kerapatan relative (Dr) yang sama 20%, terlihat ada perbedaan perilaku sudut geser (ϕ) di antara ketiga variasi bentuk campuran pasir, yaitu variasi sub-angular 75% ditambah sub-rounded 25%, lebih tinggi dari sampel sub-angular 50% ditambah sub-rounded 50% dan sub-angular 25% ditambah sub-rounded 75% yaitu sebesar 44,59⁰. Hal ini disebabkan karena variasi sub-angular 75% ditambah sub-rounded 25% pada bidang gesernya didominasi oleh fraksi butiran sub-angular. Hasil perbandingan sudut geser (ϕ) di antara variasi campuran bentuk butiran pasir yang dikombinasikan dengan kerapatan relative (Dr) yang sama yaitu 70%, terlihat ada perbedaan perilaku sudut geser (ϕ) di antara ketiga variasi bentuk campuran pasir, yaitu variasi sub-angular 25% ditambah sub-rounded 75%, lebih tinggi dari sampel sub-angular 50% ditambah sub-rounded 50% dan sub-angular 75% ditambah sub-rounded 25% yaitu sebesar 40,95⁰. Hal ini disebabkan karena variasi sub-angular 25% ditambah sub-rounded 75% pada bidang gesernya didominasi oleh bentuk butiran sub-Angular.
KOMPARASI MODEL PERAMALAN DEBIT SUNGAI MENGGUNAKAN ANN- SOM ANN PADA SUB DAS TAPUNG KIRI Mukhelnalis Sutazril; Imam Suprayogi; Ferry Fatnanta
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 13, No. 01, Januari 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v13i1.532

Abstract

Sub daerah aliran sungai Tapung Kiri merupakan bagian dari daerah aliran sungai Siak yang dikategorikan sebagai daerah aliran sungai kritis dan kawasan rawan bencana banjir. Potensi terjadinya banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan diwilayah tengah, hulu dan di sepanjang daerah aliran sungai yang telah mengalami perubahan tata guna lahan. Pada penelitian ini, dilakukan model peramalan debit dengan menggunakan metode artificial neural network, diharapkan untuk menyediakan data peramalan debit yang lebih terpercaya untuk masa yang akan datang sehingga dapat menjadi acuan bagi sistem peringatan dini. Data yang digunakan adalah data ketinggian muka air sungai Tapung Kiri dari peralatan automatic water level recorder Pantai Cermin dengan panjang data selama 15 tahun, dimulai pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2019. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan gambaran tentang keunggulan dari artificial neural network untuk digunakan sebagai sistem peringatan dini terhadap banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan metode articial neural network menghasilkan nilai koefesien korelasi pada tahap pelatihan sebesar 0,98, pada tahap pengujian sebesar 0,85 dan pada tahap validasi sebesar 0,89. Jumlah iterasi yang dibutuhkan pada metode artificial neural network adalah sebanyak 7515 epoch.
Analisa Kapasitas Daya Dukung Cerocok Tunggal dan Kelompok Skala Lapangan Sofyan; Muhardi; Ferry Fatnanta
JUTI UNISI Vol. 4 No. 1 (2020): JUTI-UNISI (Jurnal Teknik Industri Unisi)
Publisher : Program Studi Teknik Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.856 KB) | DOI: 10.32520/juti.v4i1.1090

Abstract

Provinsi Riau didominasi oleh tanah lunak yang berupa tanah sedimen alluvial dataran rendah, terutama daerah rawa pasang surut di kabupaten yang dekat dengan sungai. Umumnya permasalahan yang timbul pada konstruksi di atas tanah lunak adalah besarnya penurunan dan kapasitas dukung yang rendah yang diakibatkan dari beban berat tanah itu sendiri. Penelitian dilakukan dengan pengujian di lapangan lokasinya di jalan sungai beringin kel. Sungai beringin Kab. Indragiri Hilir dengan variasi fondasi cerucuk bakau tunggal dan kelompok variasi spasi dengan panjang cerucuk yang di gunakan ± 7 meter dengan metode loading test pemberian beban untuk cerucuk tunggal 50 kg (25%) hingga mencapai 200%, untuk cerucuk Kelompok variasi spasi di beri beban ±139 kg (25%) hingga beban mencapai 200%. Berdasarkan metode analis dan metode loading test yang digunakan. Dari hasil penelitian diperoleh cerucuk bakau group spasi 3 d memiliki kapasitas Q ultimit yang besar dengan penurunan tanah yang kecil. Pengaruh variasi spasi dan konfigurasi cerucuk bakau terhadap kekuatan pengujian pembebanan cerucuk bakau juga memberikan nilai Q ultimit yang berbeda. Variasi spasi dari hasil pengujian q ultimit pada cerucuk bakau di tanah lunak yang memiliki jarak (spasi 3 d) menghasilkan q ultimit lebih besar dibandingkan pemasangan cerucuk yang rapat (0 d), sedangkan variasi konfigurasi cerucuk bakau tunggal metode analis (metode Mayerhof) menghasilkan q ultimit 774,78 kg dan metode interpretasi (metode chin) sebesar 472 kg.
The Stability Characteristics of Sandbag Submerged Breakwater Fatnanta, Ferry; Pratikto, Widi Agoes; Armono, Haryo Dwito; Citrosiswoyo, Wahyudi
Makara Journal of Technology Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Stability Characteristics of Sandbag Submerged Breakwater. Breakwater is one of coastal structures to overcome problems of abrasion. Due to difficulties in obtaining rock material at the coastal area. The using of sandbags as a breakwater provides advantages in utilizing local materials. A Sandbag has a smooth surface, so the internal shear forces are relatively small. According to these phenomena, the research for parameters that are expected to affect the stability of the sand bags. These parameters are a slope, shape and formation of sand bags. This experimental research conducted in two dimensional physical model and took place on the flume tank of Ocean Engineering Department, Faculty of Marine Technology, ITS. Scaled model 1 : 10. The bag was made in shapes, B1 and B2. Sand bags were prepared with the slope 1 : 1.5 and 1 : 2,0, width of top was 60 cm. The waves were regular waves, period of 1.5 seconds. The wave height was adjusted with the level of stability sand bags. It showed that the response of the sandbag was influenced by interlocking between sandbags. As a result, the stability depended on the change of wave forces, as a consequence of the change of slope and cross areas due to sandbags shape and formation type.
Behavior of High-plasticity Clay Stabilized with Lime and Rice Husk Ash Fatnanta, Ferry; Nugroho, Soewignjo Agus; Ongko, Andarsin; Ihsan, Adnan Ruziq
Makara Journal of Technology Vol. 25, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil is an important and fundamental element for building and road construction. However, poor properties of soil can affect the entire construction since the soil will resist the loads transferred from the upper structures. Additives such as cement, lime, and rice husk ash (RHA) can be used as stabilization materials to increase soil strength. This study examined the behavior of stabilized plastic clay mixed with cement, lime, and RHA. The clay stabilization success rate can be measured by the California Bearing Ratio (CBR), unconfined compression strength, and swelling potential. In this study, different mixtures were prepared as samples and tested under various loads: 1, 2, 3, 4, and 5 kPa. The results indicated that the addition of cement, lime, and RHA could effectively reduce the swelling potential of clay. The mixture variations of soil–cement composite 90% + RHA 10% and soil–cement composite 90% + lime 4% + RHA 6% showed the lowest swelling rate.
Mechanical Behavior of Clay Soil Stabilized with Fly Ash and Bottom Ash Nugroho, Soewignjo Agus; Zulnasari, Azra; Fatnanta, Ferry; Putra, Andius Dasa
Makara Journal of Technology Vol. 26, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil is one of the most important aspects of an infrastructure given its functions of receiving and holding structural loads. However, not all soils have good physical and mechanical properties. To overcome those conditions, stabilization of the soil is practiced to meet the technical requirements. This study aims to determine the behavior of high plasticity clay stabilized with lime, fly ash, and bottom ash. These additives can be used as a stabilizing agent to increase soil strength. The percentage of additives varied from 5%–25% then mixed with clay and were tested through the (Unconfined Compression Strength (UCS) test. The UCS test was carried out with 6 treatments, including consecutively non-curing and unsoaked, non-curing and soaked, curing for 7 days and unsoaked, cured for 7 days and soaked, cured for 28 days and unsoaked, and cured for 28 days and soaked. Results show that the UCS value increased along with the span of curing time. Meanwhile, the soaking treatment of the sample decreased the UCS value.
Perilaku Daya Dukung Grup Pondasi Tiang Bersirip Pada Tanah Lunak Lisa Trisnawati; Ferry Fatnanta; Muhamad Yusa
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, modifikasi pada bentuk dan perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang terus berkembang. Banyak ditemukan jenis ataupun bentuk-bentuk dari fondasi tiang pancang yang sudah dimodifikasi, salah satunya yaitu dengan penambahan sirip pada fondasi tiang polos. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perilaku daya dukung fondasi grup tiang sirip dengan variasi jumlah tiang pada tanah lunak, sehingga dapat diketahui perbandingan antara daya dukung fondasi grup tiang sirip dengan fondasi grup tiang polos serta dapat diketahui perbandingan nilai efisiensi antara fondasi grup tiang sirip dengan tiang polos. Hasil analisis diperoleh perilaku daya dukung fondasi grup tiang sirip dengan variasi jumlah tiang 3T, 4T, 5T, 6T dan 8T memiliki kesamaan yaitu pada akhir kurva masih menunjukkan bahwa pada akhir penurunan masih terjadi peningkatan beban. Hal ini terjadi karena daya dukung friction dan end bearing yang dihasilkan fondasi, dengan keberadaan sirip meningkatkan daya dukung end bearing fondasi. Sedangkan untuk model fondasi grup tiang polos menunjukkan daya dukung fondasi didominasi oleh friction. Daya dukung ultimate fondasi grup tiang sirip mempunyai daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan fondasi grup tiang polos. Peningkatan daya dukungnya mencapai 28,88 % untuk variasi 3T, 53.11 % untuk variasi 4T, 36,18 % untuk 5T, 25,49 % untuk 6T dan 23,33 % untuk 8T. Fondasi grup tiang sirip dengan variasi jumlah tiang 8 memiliki daya dukung ultimate terbesar yaitu 108,1 N dan yang terkecil fondasi grup tiang polos dengan variasi jumlah tiang 3 yaitu 47,23 N. Berdasarkan hasil pengujian, efisiensi tertinggi ada pada fondasi tiang polos variasi 3T yaitu sebesar 3,15 dan terkecil 0,33 ada pada tiang sirip variasi 8T, hal ini dipengaruhi oleh peningkatan tekanan air pori di sekitar tiang akibat adanya penambahan sirip.
Studi Bentuk Fondasi Dangkal di Atas Tanah Pasir Dengan Model Eksperimen Soewignjo Agus Nugroho; Ferry Fatnanta
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.9034

Abstract

Distribusi penyebaran beban pada fondasi dangkal terjadi sepanjang lebar pondasi. Beberapa bentuk pondasi dangkal yaitu lajur (strip), lingkaran (circle) bujur sangkar (square), dan persegi panjang (rectangular) dibuat untuk menganalisa pengaruh bentuk pondasi pada luas tapak yang sama terhadap kapasitas dukung pondasi akibat beban vertikal sentris yang bekerja di atas tanah. Pengaruh bentuk fondasi terhadap daya dukung diperkenalkan oleh Terzaghi, Meyerhof, Brich-Hansen, dan Vesic. Pengujian model laboratorium pada tanah pasir dilakukan dengan membuat 3 (tiga) model pondasi bentuk lingkaran, bujur sangkar, dan persegi panjang dengan 3 (tiga) luasan berbeda 100 cm2, 150 cm2 dan 200 cm2. Hasil uji model fisik menunjukan, bentuk bujur sangkar dapat mendukung beban yang lebih besar dari pada bentuk tapak lain dengan luasan sama. Penambahan luasan 50% akan membuat kapasitas dukung fondasi bertambah 102% dan Fondasi dengan luasan tapak dua kali daya dukung fondasi bertambah 157%. Pertambahan daya dukung fondasi bentuk persegi panjang paling tinggi di bandingkan bentuk fondasi lainnya. Ada perbedaan hasil pengujian model dan beberapa rumus empiris, dimana formula empiris menghasilkan peningkatan daya dukung fondasi lebih besar daripada hasil eksperimen akibat pertambahan luas tapak. Interpretasi grafik hubungan beban versus penurunan menggunakan metode Chin menunjukan bahwa hasil mendekati nilai daya dukung fondasi dengan metode Hansen
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Dengan Variasi Bentuk Dan Kedalaman Pada Tanah Lunak Epi Mili Yanti; Ferry Fatnanta; Muhammad Yusa
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.163

Abstract

Tanah lunak pada umumnya mempunyai kekuatan geser lebih rendah dari tanah berbutir kasar. Apabila tanah lunak digunakan sebagai pendukung fondasi dan bangunan sangat tidak menguntungkan, karena akan banyak kerugian yang ditimbulkan. Meskipun kerusakan yang diakibatkan tidak bersifat mendadak dan langsung namun kerugian secara materi yang diakibatkan akan cukup besar, oleh karena itu perlu di rencanakan fondasi apa yang sesuai dengan kondisi tanah lunak yang ada di Riau. Fondasi sumuran adalah salah satu alternatif yang layak dicoba digunakan pada tanah lunak. Perilaku daya dukung fondasi sumuran dengan variasi bentuk dan kedalaman fondasi memiliki kesamaan perilaku yaitu pada akhir kurva masih menunjukkan bahwa pada akhir penurunan masih terjadi peningkatan beban. Perbedaan daya dukung ini dikarenakan perbedaan bentuk fondasi, sekalipun dengan panjang dan diameter yang sama fondasi memiliki daya dukung yang berbeda. Adanya perbedaan bentuk pada fondasi sumuran tersebut membuat adanya perbedaan daya dukung antara fondasi bentuk lingkaran dan fondasi bujur sangkar. Untuk ukuran fondasi panjang 30 cm perbedaannya 4,55%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 13,43%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 34,41%. Fondasi sumuran bentuk lingkaran dengan panjang 60 cm memiliki daya dukung terbesar yaitu 45,7 N, dan yang terkecil fondasi sumuran bentuk bujur sangkar yaitu 33 N. Panjang fondasi menjadi penyebab kemampuan fondasi sumuran menahan beban lebih besar daripada fondasi yang lebih pendek lainnya. Berdasarkan hitungan secara teoritis dengan metode Cooke dan Whitaker (1966) memiliki hasil lebih besar dari pada hasil pengujian di laboratorium menggunakan metode Terzaghi & Peck (1967) . Hal ini dikarenakan data-data parameter tanah seperti kohesi, sudut geser, dan berat volume dilapangan tidak homogen sedangkan dalam perhitungan teoritis data-data tersebut diasumsikan homogen untuk rentang luas dan kedalaman tertentu. Adapun persentase selisih kapasitas daya dukung fondasi antara lain ,untuk ukuran fondasi lingkaran panjang 30 cm perbedaannya 56,52%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 64,87%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 67,16%. untuk ukuran fondasi bujur sangkar panjang 30 cm perbedaannya 68,30%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 76,44%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 81,15%.
Co-Authors ', Muhardi . Zulfan Abdul Halim Muqorrobin Abdullah Ihsan Alkubuwi Achmad Noerkhaerin Putra Adi, Sapria Adi, Sapria Adnan Ruziq Ihsan Agus Ika Putra Agus Nugroho, Soewignjo Aisyah Putri Al Ridho, Muhammad Faisal Albajili, Farian Alfian Alfian Alfian Malik Alridho, Muhammad Faizal Andius Dasa Putra Anggara, Vebrian Aras Mulyadi Ari Sandhyavitri Arief Rahman Arifan Farhan Ariza, Ariza Azizah . Azra Zulnasari Bramson P Manik, Bramson P Charles AN Daniel Irfan Dede Subhan Dodi Pratama Dodi Pratama Doris Ade Widyarti Effendi Sianipar Ela Fitriana Endala Siboro Epi Mili Yanti Erwin Satria Anugrah Fachry Abda El Rahman Fadel Muhammad Fadhilah, Randy Fadhlurrahman, Fadhlurrahman Fadlan Fadlan Fajrian Saddek Fauzan Hidayattullah Fauzi, Manyuk FERI SETIAWAN Fikri Ananda Fikri Hidayat Frimadofi Frimadofi Galang Maulana Gina Purnama Sari Giri Prayoga Gunawan Wibisono Gunawan Wibisono Gussyafri Gustika, Rani Ardeylina Hadiyan Putra, Hadiyan Haryo Dwito Armono Hasibuan, Putra S Hengki Tornando Herli Fajri Himmatul Azizah HR, Bella Aprilia Ihsan, Adnan Ruziq Imam Hanafi Imam Suprayogi Irfan Hasan Iskandar Romey Sitompul Joshua, Norman Julperizal Julperizal Khairatu Zaro Laksono Trisnantoro Lembasi, Muhammad Khadafi Lingga Panji Subrata, Lingga Panji Lisa Trisnawati Lubis, Shakila Fuadah M Faizal Alridho M. Yusa Maulidi, M Aldi Monita Olivia Mufriadi Mufriadi Muhamad Yusa Muhammad Ikhsan Muhammad Khadafi Lembasi Muhammad Naufal Muhammad Rico Saputra Muhammad Safrianda Muhammad Yevizal Muhammad Yusa Muhardi Muhardi Muhardi Mukhelnalis Sutazril Nova, Septi Devita Novan, Andre Ongko, Andarsin Prayogo, Giri Rafika Rani Zainuddin Rahman, Sayful Ralan Ditra Ranata, Nicola Rabb Remon Muslim Riady, Azhar Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rinaldi Rio Hidayat Rio Zambika Rizqi Yuliana Rizqy Ridho Prakasa Robi Handi Putra Ronny Tigor Sitanggang S A Nugroho Said Defri Ariandi Saputra, Adetia Saputra, Riola Satibi, Syawal Satria, Zoni Sayoga, Davin Simanjuntak, Lambok Jadiaman Soewignjo Agus Nugroho Soewignjo Agus Nugroho Sofyan Subhan, Dede Suhaimi Siregar Suratman Suratman Suryadi Ramadhan Sutikno, Sigit Syamsul Arifin Tiara Mahardika Tornando, Hengki Trimaijon Trimaijon Trimaijon, Trimaijon Unzi Marwan Usman Muhammad Tang Usman, Fauzan Vebrian Anggara Wahyudi Citrosiswoyo Wahyudi Citrosiswoyo Wahyudi Citrosiswoyo Widi Agoes Pratikto Widi Pratikto Widi Pratikto, Widi Wulan Sri Rahayu Wulandari, Deny Yolanda Widyan Yoyon Kurniawan Yusa, M. Yusa, Muhammad Zoni Satria Zulnasari, Azra