Claim Missing Document
Check
Articles

Ketakutan terhadap Kematian sebagai Manifestasi Gangguan Cemas Menyeluruh pada Lanjut Usia di Masa Pandemi COVID-19: Laporan Kasus Iffah Nabila; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.162

Abstract

Gangguan Cemas Menyeluruh (GAD) pada lanjut usia sering kurang terdiagnosis akibat tumpang tindih gejala dengan proses penuaan normal, terutama diperburuk stresor pandemi COVID-19 seperti paparan berita kematian berkelanjutan. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis, proses diagnostik, dan penatalaksanaan biopsikososial GAD yang dipicu kecemasan kematian terkait pandemi pada pasien wanita berusia 60 tahun. Menggunakan pendekatan deskriptif observasional kualitatif di Poli Psikiatri RS Muhammadiyah Lamongan, sampel purposif tunggal memenuhi kriteria inklusi cemas berlebih ≥6 bulan dengan onset pandemi tanpa komorbiditas kognitif/medis. Instrumen mencakup auto/heteroanamnesis, pemeriksaan status psikiatri komprehensif, skala GAF (skor 51-60), dan kriteria DSM-5-TR/PPDGJ III, dianalisis melalui triangulasi sumber dan analisis konten tematik. Hasil menunjukkan ketakutan kematian harian sulit dikendalikan, gejala somatik (gemetar, gelisah), insomnia dengan kognisi terjaga. Penatalaksanaan terintegrasi meliputi sertraline 50 mg/hari, trazodone dosis rendah, psikoterapi suportif, dan psikoedukasi keluarga efektif mengurangi gejala. Temuan ini menggarisbawahi stresor pandemi sebagai pemicu utama GAD pada lansia dan urgensi skrining dini.
Gangguan Psikotik Kronis dengan Ketidakpatuhan Pengobatan pada Skizofrenia Paranoid: Laporan Kasus Muhammad Rafi Zufar Priyambodo; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.164

Abstract

Skizofrenia paranoid merupakan gangguan psikotik kronis dengan prevalensi global 0,3-1% yang menyebabkan distress berat melalui halusinasi multi-modal dan ketidakpatuhan pengobatan, terutama pada pasien pasca-migrasi kerja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kasus, menganalisis faktor etiologis, dan mengevaluasi terapi kombinasi trifluoperazine-clozapine. Menggunakan desain studi kasus observasional deskriptif kualitatif, populasi pasien dewasa RS Muhammadiyah Lamongan disampling purposive menjadi Tn. K (45 tahun). Instrumen mencakup auto/heteroanamnesis, status mental, dan rekam medis; analisis melalui pengkodean tematik dan GAF/DSM-5. Hasil menunjukkan halusinasi auditorik-visual persisten 16 tahun, GAF 21-30, diagnosis F20.0, dengan respons awal baik terhadap trifluoperazine 5 mg BID dan clozapine 25 mg OD. Kesimpulan menegaskan pendekatan biopsikososial multidisipliner meningkatkan kepatuhan dan fungsi sosial pada kasus resisten, dengan implikasi monitoring berkala di setting primer.
Skizofrenia Paranoid dengan Gangguan Insight dan Kepatuhan Terapi: Sebuah Laporan Kasus Shelly Oktifani Rahmasita; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.165

Abstract

 Skizofrenia paranoid yang ditandai gejala positif dominan seperti halusinasi auditorik dan waham kejar menimbulkan tantangan signifikan pada dewasa muda akibat gangguan insight dan ketidakpatuhan terapi, terutama di Indonesia dengan prevalensi 1,7 per 1000 dan kepatuhan rendah 50%. Mendokumentasikan perjalanan klinis, diagnosis, dan tatalaksana skizofrenia paranoid dengan gangguan insight. Studi kasus observasional deskriptif kualitatif di RS Muhammadiyah Lamongan menggunakan auto/heteroanamnesis, pemeriksaan status mental, skala GAF; analisis tematik dengan triangulasi DSM-5-TR/PPDGJ-III. Sampel purposive tunggal AS (laki-laki, 21 tahun, onset 2024).  Pasien mengalami bisikan auditorik, bayangan visual sejak 2024, perubahan perilaku, penolakan pengobatan menyebabkan kekambuhan 2025; diagnosis F20.0, capai GAF 81-90 pasca-terapi aripiprazole 5 mg BID plus trihexyphenidyl. Kombinasi farmakoterapi, psikoedukasi, sleep hygiene, dan dukungan keluarga berhasil mengontrol gejala serta fungsi optimal, menegaskan pentingnya intervensi biopsikososial komprehensif untuk pencegahan kekambuhan di pelayanan prime.
Gangguan Cemas Menyeluruh pada Dewasa Muda dengan Sensitivitas Interpersonal Tinggi dan Riwayat Self-Harm: Sebuah Laporan Kasus Salsabil Khalizah Ramadhan; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.166

Abstract

Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder/GAD) merupakan gangguan kecemasan yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan, menetap, dan sulit dikendalikan, serta sering disertai gangguan fungsi dan komorbiditas psikologis. Pada dewasa muda, GAD dapat muncul dengan manifestasi klinis yang kompleks, terutama bila dipicu oleh pengalaman psikososial jangka panjang. Dilaporkan satu kasus perempuan usia 21 tahun yang datang dengan keluhan cemas berlebihan sejak empat tahun terakhir dengan perburukan dalam satu tahun terakhir. Kecemasan terutama dipicu oleh stimulus interpersonal berupa nada bicara tinggi dan ekspresi kemarahan, disertai ruminasi, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, penarikan diri sosial, serta riwayat self-harm dan ide bunuh diri. Pemeriksaan status psikiatri menunjukkan gangguan atensi, proses pikir nonrealistik, afek hipotimia, serta tilikan baik, tanpa disertai gejala psikotik menetap. Pasien didiagnosis Gangguan Cemas Menyeluruh dengan diagnosis banding distimia dan mendapatkan terapi farmakologis. Laporan kasus ini menekankan pentingnya pengenalan dini GAD pada dewasa muda dengan sensitivitas interpersonal tinggi serta perlunya pendekatan biopsikososial komprehensif untuk menurunkan risiko perilaku menyakiti diri dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Manifestasi Waham Persekutori dan Halusinasi Auditorik pada Skizofrenia Paranoid dengan Risiko Bunuh Diri: Laporan Kasus Tanzilia Haqi; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.169

Abstract

Skizofrenia paranoid dengan waham persekutori dan halusinasi auditorik menetap menimbulkan risiko bunuh diri tinggi yang memburuk saat kekambuhan akibat pengangguran dan isolasi sosial; studi Indonesia menekankan korelasi kuat dengan self-harm, sehingga memerlukan pelaporan klinis rinci. Laporan kasus ini bertujuan mengilustrasikan manifestasi pada pasien berriwayat suicide attempt. Menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif dengan triangulasi wawancara semi-terstruktur, observasi klinis, dan rekam medis, penelitian menargetkan pasien rawat jalan Departemen Kedokteran Jiwa RS Muhammadiyah Lamongan, sampling purposif kasus tunggal pria dewasa dengan gejala 10 tahun. Skala PANSS dan C-SSRS mengukur keparahan, dianalisis tematik melalui reduksi data, pengkodean, dan verifikasi member checking. Hasil menunjukkan ketakutan dijahati selama 10 tahun, berbicara sendiri, menarik diri, serta upaya bunuh diri ke rel kereta tiga tahun lalu, kambuh saat pengangguran dengan penurunan perawatan diri. Kesimpulannya, skrining risiko bunuh diri dini rutin dan pelatihan coping keluarga meningkatkan prognosis gejala psikotik menetap di praktik Indonesia.
Episode Depresif Berat dengan Gejala Psikotik yang Dipicu Putus Hubungan dan Sifat Pendiam: Case Report Ahmad Mawardi Hussain Al Hamdani; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.177

Abstract

Depresi berat dengan gejala psikotik merupakan subtipe gangguan depresi mayor yang jarang namun memiliki dampak klinis yang berat, terutama bila dipicu oleh stresor psikososial yang signifikan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan gambaran klinis dan tatalaksana episode depresif berat dengan gejala psikotik yang dipicu oleh putus hubungan romantis. Metode yang digunakan adalah laporan kasus deskriptif berdasarkan autoanamnesis, heteroanamnesis keluarga, pemeriksaan status psikiatri, dan telaah rekam medis, dengan penegakan diagnosis mengacu pada kriteria DSM-5-TR dan ICD-10. Seorang laki-laki dewasa muda datang dengan keluhan menarik diri, gangguan tidur total, penurunan perawatan diri, serta penolakan makan setelah putus dengan pasangan. Pasien juga mengalami halusinasi auditorik bernada negatif dan kecurigaan terhadap lingkungan. Pemeriksaan psikiatri menunjukkan mood hipotimia, afek depresi serasi, serta halusinasi auditorik tanpa gangguan kesadaran. Pasien didiagnosis mengalami episode depresif berat dengan gejala psikotik dan diterapi dengan kombinasi sertraline dan quetiapine. Kasus ini menunjukkan bahwa putus hubungan romantis dapat menjadi pencetus kuat depresi berat dengan gejala psikotik, sehingga deteksi dini dan tatalaksana yang tepat sangat penting untuk memperbaiki prognosis.
Beyond Sleeplessness: Insomnia Kronik yang Dipicu Kecemasan dan Overthinking: A Case Report Nadia Tazky Nur Izzatul Ulya; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.220

Abstract

Insomnia kronik merupakan salah satu gangguan tidur yang sering berkaitan dengan faktor psikologis, terutama kecemasan dan ruminasi kognitif, yang dapat memperpanjang dan memperberat gangguan serta menurunkan fungsi di siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis dan perjalanan insomnia kronik yang dipicu kecemasan dan overthinking, serta menelaah peran pendekatan biopsikososial dalam memperbaiki kualitas tidur dan fungsi sehari‑hari. Jenis penelitian adalah studi kasus klinis dengan desain laporan kasus, dilakukan pada seorang pasien laki‑laki usia 57 tahun dengan pola insomnia sleep‑maintenance yang dievaluasi di Poli Jiwa. Populasi mencakup pasien dewasa dengan keluhan insomnia di klinik tersebut, sedangkan sampel dipilih secara purposif sebagai satu kasus yang memenuhi kriteria insomnia kronik non‑organik (F51.0) tanpa gejala psikotik maupun depresi mayor. Instrumen meliputi anamnesis psikiatri, pemeriksaan status mental, dan rekam medis, dianalisis secara deskriptif‑kualitatif dengan pendekatan narasi kasus tunggal. Hasil menunjukkan bahwa Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia yang diintegrasikan dengan farmakoterapi jangka pendek mampu mengurangi overthinking dan kecemasan, memperbaiki kontinuitas tidur, serta meningkatkan fungsi harian. Kesimpulan menyatakan bahwa insomnia kronik yang dipicu kecemasan dan overthinking sangat responsif terhadap model biopsikososial yang menempatkan CBT‑I sebagai intervensi utama, sehingga perlu dijadikan pendekatan klinis standar.  
Gangguan Kecemasan Menyeluruh pada Lansia dengan Gejala Somatik Dominan: Laporan Kasus Chintya Rosalina; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.222

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah gangguan kecemasan kronis yang ditandai oleh kekhawatiran berlebihan, menetap, dan sulit dikendalikan, disertai gejala fisik dan psikologis yang mengganggu fungsi sosial dan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab bersifat multifaktorial, meliputi aspek biologis, genetik, psikologis, dan sosial.  Laporan ini memaparkan seorang perempuan dengan kecemasan menetap sejak pandemi COVID-19, dipicu oleh paparan berita kematian. Pasien mengalami gejala fisik seperti gangguan tidur, tremor, berkeringat, mual, serta penurunan nafsu makan. Setelah terapi farmakologis dan psikoterapi, gejala membaik, namun kambuh saat obat habis dan terpapar stresor lingkungan. Diagnosis GAD ditegakkan sesuai kriteria DSM-5, PPDGJ III, dan ICD-11, dengan diagnosis banding gangguan panik. Paparan stresor lingkungan dan disregulasi neurotransmiter, khususnya GABA, memicu gangguan kecemasan. Penatalaksanaan efektif memerlukan pendekatan multimodal: farmakoterapi (SSRI sebagai lini pertama, benzodiazepin jangka pendek bila perlu), psikoterapi berbasis bukti seperti cognitive behavioral therapy, serta dukungan sosial. Evaluasi komprehensif terhadap faktor psikososial dan riwayat gangguan mood esensial untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kesimpulan: GAD merupakan gangguan kecemasan kronis yang kompleks, dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan biologis. Pendekatan biopsikososial terpadu menjadi strategi utama untuk manajemen jangka panjang, meningkatkan respons klinis, serta mencegah kekambuhan.
Persimpangan antara Kecemasan, Panik, dan Depresi: Laporan Kasus Gangguan Kecemasan Menyeluruh Iftitah Niza Apandi; Era Catur Prasetya
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.225

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental dengan prevalensi tinggi, khususnya pada remaja dan dewasa muda, dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD) sebagai salah satu bentuk yang sering muncul dan kerap disertai gejala somatik sehingga menyulitkan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis GAD dengan dominasi gejala somatik serta mengidentifikasi peran faktor psikososial dalam perjalanan penyakit. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 20 tahun di Poli Psikiatri RS Muhammadiyah Lamongan, dengan pengumpulan data melalui anamnesis, observasi klinis, serta telaah rekam medis dan pemeriksaan penunjang. Hasil menununjukkan bahwa Kasus GAD dengan dominasi gejala somatik (sesak napas, tremor, nyeri dada) tanpa kelainan organik, dikenal sebagai somatic manifestation of anxiety. Gejala menetap >2 tahun disertai overthinking, gangguan tidur, dan penurunan fungsi sosial memenuhi kriteria DSM-5-TR. Diagnosis banding Panic Disorder dan Major Depressive Disorder kurang mendukung karena tidak ditemukan pola serangan panik episodik maupun depresi berat persisten. Faktor psikososial, distorsi kognitif, dan aktivasi simpatis berperan pada munculnya gejala. Pendekatan biopsikososial dengan kombinasi farmakoterapi dan CBT menjadi tatalaksana utama. Kesimpulan: Kasus ini menyoroti pentingnya pendekatan biopsikososial pada pasien yang menunjukkan gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan. Pengenalan dini gangguan kecemasan umum (GAD) sangat penting untuk menghindari investigasi yang tidak perlu dan meningkatkan hasil pengobatan pasien.
Efektivitas Kombinasi SSRI, Antipsikotik Generasi Kedua, dan CBT Berbasis Religi dalam Tujuh Bulan Penanganan Depresi Berat dengan Fitur Psikotik: Studi Kasus: Studi Kasus Florensia, Rifka; Prasetya, Era Catur
VIRTUOUS JOURNAL Vol 2 No 01 (2025): Mei
Publisher : STAI Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus ini mendeskripsikan seorang pria berusia 18 tahun dengan depresi berat dan fitur psikotik yang ditandai perasaan sedih, bersalah, dan halusinasi auditorik suara yang mengatakan "lebih baik mati". Depresi merupakan gangguan mental yang memengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan sosial penderitanya. Pasien dalam studi ini mengalami gejala setelah mengalami perundungan di lingkungan pondok pesantren. Selama tujuh bulan pengobatan intensif dengan kombinasi SSRI, antipsikotik generasi kedua, dan psikoterapi CBT berbasis religi, pasien menunjukkan perbaikan signifikan pada gejala depresi dan psikotik. Program CBT berbasis religi yang terdiri dari 10 sesi terstruktur mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses restrukturisasi kognitif, dengan menggunakan ayat Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar intervensi. Pemahaman agama yang baik serta kepatuhan pengobatan terbukti menjadi faktor penting dalam pemulihan. Studi kasus ini menyoroti efektivitas pendekatan holistik yang mengintegrasikan farmakoterapi dan psikoterapi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan spiritual pasien.
Co-Authors Abiola, Tajudeen Achmada Nadia Shobrina Adi Satria Nugraha Ahmad Firdaus, Ahmad Ahmad Mawardi Hussain Al Hamdani Aisah Ibrahimiyah, Nur Akil, Syafarinah Nurhidayah Al Qassam, Izzuddin Ali Mustofa Alwi, Muhammad Najib Mohamad Amandya, Ajeng Khalisyah Putri Anisatul Hamida Anisatul Hamida Annas Adimara Aqila, Putri Ardita Da’imah Cahyani Arif Gunawan Atsira, Olga Ayu Tsalis Saputri Azalika Kansa Namira Bela Auliya Puspita Ningrum Chintya Rosalina Damba Bestari Dinata, M. Thoriq Satria Dwi ariningtyas, Ninuk Dwiputri, Adelita Vega Faadhilah, Aisyah Florensia, Rifka Gina Noor Djalilah Hamida, Anisatul Haniifah, Ulaa Hapsari, Ainun Nadya Iffah Nabila Iftitah Niza Apandi Indrawati, Nina Devi Intan Afifah Irkadiratna, Aderisti Kamila Aisyah Khadijah Hasanah Abang Abdullah Kharisma Sukma Nanda Khofifah Dwi Oktaviana Laily Irfana, Laily Lens Hanin Herda Zhafirah Lestari , Rizky Dwi Lestari Basoeki Lia Lisa Arista Lucky Dyah Oktaviyanti M Dedi Dermawan Mahyuddin, Muhammad Hanun Marlina, Uning Maya Rafida Maya Rafida Meilaniwati Sarfa Melati Wahyurini Mohammad Muslih Muhammad Anas Muhammad Anas Muhammad Hanun Mahyuddin Muhammad Rafi Zufar Priyambodo Muhammad Ramzi Muhammad Ramzy Muhammad Tegar Nugraha Muhammad Tegar Prasetya Mundakir Nabiila, Alyaa Nadia Tazky Nur Izzatul Ulya Narulitia, Adinda Nerly, Wichda Shirosa Nina Devi Indrawati Ninuk Dwi Ariningtyas Nova Primadina Nugraha, Adi Satria Nugraha, Muhammad Tegar Nur Azizah, Feelinda Nur Mujaddidah Mochtar Nurissyita, Al Mas Oktaviyanti, Lucky Dyah Prastya, Aldo Dwi Putri Aqila Rafida, Maya Ramzi, Muhammad Reliani Reliani, Reliani Rianto, Chintya Rosalina Allodya Rini Kusumawardhany, Rini Rohmah, Lina Nur Hidayahtur Roni Subagyo Roni Subagyo Salsabil Khalizah Ramadhan Secka, Absa Setiobudi, Karen Delicia Shelly Oktifani Rahmasita Sihombing, Linda Agustina Sobirin, Burhansyah SOETJIPTO . Subagyo , Roni Subagyo, Roni Suci Arofa, Erliza Sudirman, Choiros Sirli Tanzilia Haqi Tjatur Prijambodo Ulaa Haniifah Ulaa Haniifah Yelvi Levani Yumna, Insira Yustika Izziyatu Anindita Yustika Izziyatu Anindita Yustin, Annisa Zuhrina Irma A’tiana