Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta dalam Meminimalisir Tingkat Pernikahan Siri Tahun 2022-2023 Nurul Febrianti; Amrullah Hayatudin; Encep Abdul Rojak
Bandung Conference Series: Islamic Family Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Family Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsifl.v4i2.13309

Abstract

Abstract. Siri marriage is a marriage that is legally religious but not valid according to the rules of state law. The government has made a regulation in the form of Marriage Law No. 1 of 1974 for the sake of creating order in the life of society and the state. However, what happens in the field, the problem of serial marriage still often occurs in society and is even considered to have become a common thing to do. As happened in Pondoksalam District, hundreds of couples have performed serial marriages, so the formulation of the problem in this study is how the practice of serial marriage occurs in Pondoksalam District; and How are the efforts of the KUA of Pondoksalam District in minimizing the high number of serial marriages. The purpose of this study is to answer the formulation of the problem. In conducting this research, the author uses a qualitative method with an empirical juridical approach associated with Law No. 1 of 1974 concerning Marriage and PMA No. 34 of 2016 concerning the Organization and Work Procedures of KUA. The primary data source in this study is data from interviews with the head of KUA Pondoksalam District, Judge of the Purwakarta Religious Court and several communities of serial marriage perpetrators in Pondokalam District and the Law on Marriage Registration. The secondary sources of data are books and journals related to the research. The results of this study show that there are still many couples who carry out nikah siri due to several factors; Economic factors, spouse factors do not meet the administrative requirements and underage marriage. KUA has made efforts to minimize the occurrence of serial marriage by conducting counseling, socialization and guidance to the community regarding the urgency of marriage registration and marriage procedures in accordance with applicable laws. (max. 250 words). Abstrak. Abstrak. Pernikahan siri merupakan pernikahan yang sah secara agama tetapi tidak sah secara aturan hukum negara. Pemerintah telah membuat aturan dalam bentuk Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 demi terciptanya ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun yang terjadi di lapangan, problematika pernikahan siri masih sering terjadi di masyarakat dan bahkan dianggap sudah menjadi hal biasa untuk dilakukan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Pondoksalam, ratusan pasangan telah melakukan nikah siri., sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktik pernikahan siri yang terjadi di Kecamatan Pondoksalam; dan Bagaimana upaya KUA Kecamatan Pondoksalam dalam meminimalisir tingginya pernikahan siri. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris yang dikaitkan dengan UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan PMA No. 34 Tahun 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA. Sumber data primer pada penelitian ini adalah data hasil wawancara dengan kepala KUA Kecamatan Pondoksalam, Hakim Pengadilan Agama Purwakarta dan beberapa masyarakat pelaku pernikahan siri di Kecamatan Pondokalam dan Undang-Undang Tentang Pencatatan Nikah. Sumber data sekundernya adalah buku-buku dan jurnal-jurnal terkait dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan masih banyak pasangan yang melaksanakan nikah siri diakibatkan beberapa faktor; Faktor ekonomi, faktor pasangan tidak memenuhi persyaratan administratif dan pernikahan di bawah umur. KUA telah berupaya dalam meminimalisir terjadinya nikah siri dengan melakukan penyuluhan, sosialisasi dan bimbingan kepada masyarakat terkait urgensi pencatatan pernikahan dan prosedur pernikahan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Struktur Mikro Sintaksis Takarir Instagram Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo Silvia Ratna Juwita; Dadang S. Anshori; Vismaia S. Damaianti; Yeti Mulyati; Oktian Fajar Nugroho; Nurul Febrianti; Imam Sutanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5727

Abstract

Instagram is one of the social media of choice for 1.39 billion active users, including regional leaders who use this platform to convey information through captions in their content. The captions of Ridwan Kamil and Ganjar Pranowo, as regional heads with millions of followers, were chosen by researchers to be analyzed using a qualitative approach and critical discourse analysis (AWK) developed by Teun A. Van Dijk. Data taken from the Instagram captions of the two regional heads during the Cianjur earthquake disaster period at the end of November 2022 and the 2023 New Year's Eve floods that occurred in Semarang. The aim of this research is to identify the syntactic microstructure of regional leaders' Instagram caption discourse, which includes: (1) coherence, (2) sentence structure, and (3) use of pronouns. The results of the research show that there are similarities and differences in the estimates of the two regional leaders on each microstructural element. In Ridwan Kamil, elements of causal and positive coherence, active and passive sentence forms, as well as the use of the pronouns "I" and "we" were found. Meanwhile, in Ganjar Pranowo, elements of causal and positive coherence, active sentence forms, and the use of the pronoun "we" were found. AbstrakInstagram menjadi salah satu media sosial pilihan bagi 1,39 miliar pengguna aktif, termasuk pemimpin daerah yang menggunakan platform ini untuk menyampaikan informasi melalui takarir dalam kontennya. Takarir dari Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, sebagai kepala daerah dengan jutaan pengikut, dipilih oleh peneliti untuk dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis (AWK) yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk. Data diambil dari takarir Instagram kedua kepala daerah tersebut selama periode bencana gempa Cianjur pada akhir November 2022 dan banjir malam pergantian tahun baru 2023 yang terjadi di Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur mikro sintaksis wacana takarir Instagram dari pemimpin daerah tersebut, yang mencakup: (1) koherensi, (2) susunan kalimat, dan (3) penggunaan kata ganti. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam takarir kedua pemimpin daerah pada setiap elemen struktur mikro. Pada Ridwan Kamil, ditemukan elemen koherensi sebab-akibat dan positif, bentuk kalimat aktif dan pasif, serta penggunaan kata ganti "saya" dan "kita". Sementara pada Ganjar Pranowo, ditemukan elemen koherensi sebab-akibat dan positif, bentuk kalimat aktif, serta penggunaan kata ganti "kita".
RAJA-FARMER: PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI SANGGAR TANI MUDA DENGAN PRAKTIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG BERKELANJUTAN DI KELURAHAN BAJU BODOA Mario, M. Bayu; Mutmainnah, Mutmainnah; Nisa’a, Siti Nurul; Reski, Nur Fadilah; Febrianti, Nurul; Yannatul, Ulfi Nurul; Sulfikar, Sulfikar; Rahma, Aulia; Ikbal, Ikbal; Azizah, Nurul; Manampiring, Galih Anom Arya Zamrud; Syihan, Faiq; Arif, Ahmad Azhari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 1 OKTOBER 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i1.36938

Abstract

Kelurahan Baju Bodoa memiliki luas daerah 3,76 km2 dan populasi sekitar 6.617 orang terbagi dalam tiga lingkungan dan empat kampung. Sumber daya alam di sektor pertanian Kelurahan Baju Bodoa terbilang sangat berpotensi jika dikembangkan menjadi sebuah inovasi baru yang bernilai ekonomi. Berdasarkan hasil observasi langsung oleh mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), sebagian besar kelurahan tersebut merupakan lahan sawah yang masih menjadi sumber utama pendapatan penduduk Kelurahan Baju Bodoa. Namun, profesi petani di daerah ini didominasi oleh penduduk yang berusia di atas 35 tahun, sehingga disimpulkan bahwa terjadi penurunan minat pemuda untuk terlibat dalam sektor pertanian. Di sisi lain, mahasiswa KM Pilar Unhas melihat bahwa pemuda Kelurahan Baju Bodoa memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai mitra karena sudah mempunyai lembaga sebelumnya yaitu karang taruna. Namun, para pemuda tersebut, belum mempunyai usaha tani yang memadai. Tim PPK Ormawa KM Pilar Unhas memiliki alternatif solusi, untuk membentuk sanggar tani muda, melalui program yang dinamai Rumah Jamur (Raja) Farmer meliputi kegiatan pengelolaan potensi pertanian di Kelurahan Baju Bodoa yaitu budidaya jamur tiram. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk sanggar tani muda, membentuk kurikulum, dan menghasilkan produk jamur tiram. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini berupa pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, pengadaan sarana dan prasarana, pengembangan produk turunan, pengelolaan usaha dan pemasaran, pelaksanaan launching rumah jamur, pengukuhan sanggar tani muda serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya sanggar tani muda yang beranggotakan delapan belas orang, terbentuknya rumah jamur dan terbentuknya kurikulum non-formal. ABSTRACT Baju Bodoa Subdistrict covers an area of 3.76 km2 with a population of around 6,617 people, divided into three neighborhoods and four villages. The natural resources in the agricultural sector of Baju Bodoa Subdistrict hold significant potential for development into innovative economic ventures. Based on direct observations conducted by students of Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Mahasiswa Penalaran Ilmiah Pertanian Universitas Hasanuddin (KM Pilar Unhas), most of the subdistrict consists of rice fields, which remain the primary source of income for the residents of Baju Bodoa Subdistrict. However, the farming profession in this area is dominated by residents aged over 35 years old, indicating a decline in youth interest in engaging in the agricultural sector. On the other hand, KM Pilar Unhas students identified that the youth of Baju Bodoa Subdistrict had significant potential to become partners as they are already organized under a youth organization called Karang Taruna. Nevertheless, these young people have not yet established adequate farming ventures. The PPK Ormawa KM Pilar Unhas team proposes an alternative solution by forming a young farmers’ group through a program named “Rumah Jamur (Raja) Farmer”, which involves managing the agricultural potential of Baju Bodoa Subdistrict, specifically through oyster mushroom cultivation. This activity aims to establish a young farmers’ group, develop a curriculum, and produce oyster mushroom products. The methods employed in this activity include technical training, continuous mentoring, procurement of facilities and infrastructure, development of derivative products, business manajemen and marketing, launching of the mushroom house, the inauguration of the young farmer’s group and monitoring and evaluation. The results of this activity include forming a young farmers’ group consisting of eighteen members, establishing a mushroom house, and creating a non-formal curriculum. Keywords: Oyster mushroom, karang taruna, technical training, derivative products, mushroom house, young farmers.
The Character of Responsibility and Honesty: Its Impact on Science Learning Outcomes Syofyan, Harlinda; Rosyid, Ainur; Febrianti, Nurul; Ratih, Ratih
International Journal of Elementary Education Vol 6 No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijee.v6i1.41353

Abstract

The negative impact felt during the pandemic experienced by lecturers in online learning  as it is today  is the difficulty in giving a humanist touch to students, one of which is  ethics education with the name character education. Character education is an essential thing to be instilled in students and students. When online learning is like today, it is responsibility and honesty that are important to keep in check. But in fact, the character of commitment and honesty is ignored by students. This study aims to analyze the relationship between the character of responsibility and honesty on learning outcomes in Natural Sciences. This research is quantitative research using the survey method. The subjects involved in this study were 170 students. Data collection is done by distributing questionnaires to respondents. The collected data was then analyzed by several tests, namely data description analysis test, regression test, normality test, correlation test, determination test, t-test, and F test. The results showed that F-count = 9.780 > F-table = 3.05 with a significant 0.000 <0.05, which means that there is a positive and significant influence between responsibility and honesty simultaneously on science learning outcomes. Based on these findings, teachers should pay attention to the character of responsibility and honesty and continue to develop these characters in students.
Manajemen Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan di SDN 337 Salotengnga Herlina, Besse; Sumarni, Sumarni; Pasrah, Megawati; Hasridah, Hasridah; Saputri, Lili; Sulastri, Erna; Nurahma, Unin; Parioga, Hesti; Dewi, Ratna; Arni, Esti; Febrianti, Nurul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 1 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i1.431

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan di SDN 337 Salotengnga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan di SDN 337 Salotengnga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SDN 337 Salotengnga. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kepala sekolah mampu meningkatkan kinerja tenaga kependidikan berdasarkan penerapan fungsi manajemen perencanaan kepala sekolah dinilai baik dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan melalui merencanakan program dan memfasilitasi untuk mengikuti diklat dan workshop. Manajemen pengorganisasian dinilai baik dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dengan cara memberikan job atau pekerjaan sesuai kompetensinya. Manajemen pengarahan dinilai baik dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dengan cara mengarahkan agar fokus pada tugas yang ada. Manajemen pengawasan dinilai baik dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dengan cara mengawasi secara intensif dengan menggunakan metode andragogi. Kepala sekolah menilai kinerja tenaga kependidikan dari beberapa faktor yaitu tanggung jawab, kualitas, kuantitas, dan disiplin.
Gerakan Cegah Stunting Edukasi Gizi Seimbang Melalui Pengenalan Makanan Sehat untuk Ibu dan Balita di Desa Margosari Kabupaten Kendal Athallah, Ferdy Bagas; Hadmah, Afrida Ghautsiyah; Soleha, Vaella Silfa; Febrianti, Nurul
Jurnal Bina Desa Vol. 7 No. 1 (2025): Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jurnalbinadesa.v7i1.11577

Abstract

Stunting is a very crucial global problem, influenced by socio-economic factors such as high poverty, high rates of early marriage, and low public knowledge. The purpose of this community service activity is to increase public awareness and knowledge about the importance of balanced nutrition and practical steps to prevent stunting. The community service method applied is socialization and training targeting mothers who have toddlers in Margosari Village. The results of the community service show that mothers can understand the urgency of providing food with balanced nutrition and maintaining health. In this community service, mothers can also make a menu of tempeh nuggets, potato cakes, and cream shop from corn. These menus are rich in protein that can support the growth and development of toddlers during their growth period. Mothers can also get used to serving varied and economical menus from vegetables in their respective gardens or yards.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II Unafisah, Tsalsa; Nurul Febrianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas II A di SDN Meruya Utara 13 Pagi. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimental dalam bentuk one group pretest posttes design. Populasi dalam penelitian ini adalah 62 siswa yang terdiri dari siswa kelas II A yang berjumlah 32 siswa dan kelas II B yang berjumlah 30 siswa. Dalam pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 siswa di kelas II A. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil uji paired sample t test memperoleh nilai thitung 18,812 dan ttabel 2,040. dapat diketahui bahwa thitung 18,812 > 2,040 ttabel. Maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji-t tersebut menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas II.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA SISWA SDN KEBON JERUK 06 PAGI Widia Istikomah; Nurul Febrianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.32242

Abstract

This research aims to determine the role of teachers in forming students disciplinary character trough the Pancasila Education subject for students at SDN Kebon Jeruk 06 Pagi, and wants to know the factors inhibiting teachers in the process of forming students disciplinary character. The research method used was descriptive qualitative. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The research results obtained are the role of the teacher as : (1) The teacher as a role model, by providing good concrete examples to students. (2) The teacher as an inspiration, by exploring students interests and talents and providing ideas and opportunities for students to be able to develop their interests and talents. (3) Teachers as motivators, by providing encouragement to students regarding positive things and the consequences of negative things they do and students knowing the consequences (4) Teachers as facilitators, by providing the equipment students need in the learning process and the continuity of character education at school, and the role model of the teacher is realized through the value of a positive attitude towards Pancasila Education subjects. The challenges and obstacles’ disciplinary character are students’ lack of understanding and lack of consistency regarding school regulations as well as family and environmental factors.
STRATEGI GURU DALAM PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI SERDANG WETAN Sina, Noni; Nurul Febrianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 3 (2025): Volume 10 No3 September, 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i3.32636

Abstract

This study was motivated by the fact that the school did not have a library room, lacked a variety of reading materials, and not all classrooms had a reading corner. There are extracurricular activities conducted by students, such as scouting and pencak silat, which involve skills in measuring tents, distances, and time. However, these skills in literacy and numeracy are not well mastered. The purpose of this study is to determine the strategies teachers use to strengthen literacy skills and to identify the strategies teachers employ to enhance numeracy skills among fifth-grade students. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. In addition, the data analysis procedure used was data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study on teachers’ strategies in strengthening literacy skills in fifth-grade students are: (1) Literacy projects, (2) Reading culture promoted by teachers, (3) Habit-forming activities in the classroom, (4) Extracurricular activities such as scouting and pencak silat, and (5) School programs. The strategies employed by teachers to strengthen numeracy skills among fifth-grade students include: (1) Numeracy projects, (2) Reading culture promoted by teachers, (3) Routine activities in the classroom, (4) Extracurricular activities such as scouting and pencak silat, and (5) Schools program activities.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MEDIA FLASHCARD KELAS V SD Fernanda Putri Wulan; Nurul Febrianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33348

Abstract

The success of learning in elementary schools does not only depend on the content being taught but also on how teachers present media that are engaging and relevant to students’ needs. With this in mind, the present study explored the effectiveness of using flashcards to improve student learning outcomes in Civic Education for fifth graders at SD Negeri Pejuang V. The research was carried out using Classroom Action Research (CAR) based on Kemmis & McTaggart’s model, which involves four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study involved 30 students from class V.3, with data collected through tests, observations, and interviews to provide a comprehensive view of students’ progress. The findings were encouraging: in the first cycle, the mastery level rose from only 20% in the pretest to 66.7% in the posttest. This improvement continued in the second cycle, where the mastery rate increased from 53.3% to 86.7%. Beyond academic achievement, both teacher and student engagement in the learning process also showed notable growth. In the second cycle, teacher activity reached 94.6%, while student activity was recorded at 87.5%. This means that flashcards not only help students to better understand the material and improve their learning outcomes, but also enliven the classroom atmosphere, foster more communicative interaction, and encourage students to participate more actively.